Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN KOMPREHENSIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD Sri Tatminingsih; Budi Hermaini; Mukti Amini; Titi Chandrawati; Siti Aisyah; Tedjo Djatmiko
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6307

Abstract

Setiap guru PAUD harus memiliki kompetensi pedagogik, khususnya kompetensi dalam merancang bahan belajar dan menerapkan pembelajaran menggunakan bahan belajar yang sesuai dengan perkembangan anak didiknya. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Pendidikan Guru PAUD Universitas Terbuka (PGPAUD UT) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik Guru PAUD melalui kegiatan pengembangan alat permainan komprehensif (APK). Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan luring dan daring. Mitra adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang dengan peserta 20 guru PAUD/TK yang berasal dari 10 lembaga terpilih. Pengukuran pencapaian PkM dilihat dari produk APK dan Sertifikat HKI yang dihasilkan dan hasil asesmen yang dilakukan terhadap semua peserta. Hasil PkM adalah lima produk APK, lima sertifikat HKI dan peningkatan kompetensi pedagogik sebesar 37%. Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah kegiatan Pengembangan APK dapat dilanjutkan dan disebarkan kepada guru-guru PAUD di berbagai wilayah lainnya dan Guru yang telah mengikuti kegiatan ini dapat menyebarkan ilmu dan pengalamannya kepada sejawatnya.   Every PAUD teacher must have pedagogical competence, especially competence in designing learning materials and implementing learning using learning materials that are appropriate to the development of their students. Community service activities (PkM) for PAUD Teacher Education Lecturers at the Open University (PGPAUD UT) aim to improve the pedagogical competence of PAUD Teachers through comprehensive game tool development activities (APK). The implementation method is carried out through offline and online activities. The partner is the Pandeglang Regency Education and Culture Office with 20 PAUD/TK teachers participating from 10 selected institutions. The measurement of PkM achievement can be seen from the APK products and IPR Certificates produced and the results of assessments carried out on all participants. The results of PkM are five APK products, five IPR certificates, and an increase in pedagogical competence of 37%. The recommendation that can be made is that APK development activities can be continued and distributed to PAUD teachers in various other regions and teachers who have participated in this activity can spread their knowledge and experience to their colleagues.
CONTRIBUTION OF SOCIAL ATTITUDE, LEARNING INTEREST, AND TEACHER COMPETENCE TO STUDENT ADAPTABILITY Gusti Ayu Sri Mahartini; Dewa Bagus Sanjaya; Titi Chandrawati
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 4 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v4i2.3045

Abstract

This study aimed to determine the contribution of social attitude, learning interest, and teacher competence to the adaptability of fifth grade students at SD Semester II Cluster 3, Tabanan District, Tabanan Regency. This research was an ex post-facto study with a population of 137 students. Sampling applied saturated sampling technique. Research data was collected using a questionnaire instrument. Research data were analysed using multiple regression and partial correlation. The results showed that (1) the significant contribution of social attitudes to adaptive skills was 23.50% and the effective contribution was 8.52%; (2) a significant contribution of interest in learning to adapt skills of 32.9% and an effective contribution of 15.60%; (3) the significant contribution of teacher competence to adaptive skills was 37.50% and the effective contribution was 24.97%; and (4) the combination of the contribution of social attitudes, learning interest, and teacher competence to students' adaptive skills was 49.10%.
Student’s learning experiences in an online learning environment using Garrison's Col framework Titi Chandrawati; Laksmi Dewi; Nurhikmah H; A. Afriani; Fajar Arwadi; Heni Safitri; Faaizah Shahbodin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.62813

Abstract

This study was conducted to examine the implementation of online learning in distance education utilizing the Community of Inquiry (CoI) framework, as introduced by Garrison. The CoI framework consists of three core elements essential in implementing online learning: social presence, cognitive presence, and teaching presence. These components are crucial for the success of online learning modalities. This is due to the nature of online learning, where instructors and learners are not present at the exact location or time, necessitating a 'binding element' in the educational process to ensure effective management of learning activities. Consequently, this research involved distributing questionnaires to 317 participants enrolled in online courses at Universitas Terbuka Indonesia. The results obtained from this study were classified as high, indicating that all three CoI elements achieved high ratings. Specifically, the aspect of cognitive presence was dominated by resolution capabilities. In social presence, the open communication capacity scored higher than the affective and cohesive components. Meanwhile, facilitating discourse was rated higher in the teaching presence domain than instructional design, organization, and direct instruction. Based on these findings, it can be concluded that learning across these three aspects is considerably high in the students' online learning experiences. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran daring pada pembelajaran jarak jauh melalui pendekatan Community of Inquiry (CoI) framework yang diperkenalkan oleh Garrison. CoI memiliki tiga unsur yang menjadi perhatian dalam implementasi pembelajaran daring, yaitu social presence, cognitive presence, dan teaching presence. Ketiga unsur ini menjadi komponen penting dalam keberhasilan pembelajaran yang bersifat daring. Mengapa demikian? Karena pembelajaran daring adalah pembelajaran dimana antara pengajar dan peserta tidak berada pada tempat dan waktu yang bersamaan. Sehingga jika tidak ada “pengikat” dalam proses pembelajaran tersebut akan sulit untuk mengontrol pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan penyebaran kuesioner kepada 317 peserta yang mengikuti perkuliahan pembelajaran daring di Universitas Terbuka Indonesia. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa dari ketiga unsur CoI berada pada kategori tinggi, sspek cognitive presence didominasi oleh kemampuan resolution. Pada aspek social presence kemampuan open communication tinggi dibandingkan affective dan cohesive. Sedangkan pada aspek teaching presence facilitating discourse memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan instructional design and organization dan direct instruction. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kehadiran pembelajaran dari ketiga aspek tersebut cukup tinggi dalam pembelajaran daring yang dialami oleh siswa.Kata Kunci: community of Inquiry; evaluasi pengalaman belajar mahasiswa; pembelajaran daring
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Bernalar Kritis dan Kreatif Siswa di Sekolah Dasar Sari Imawati; Rabiatul Adawiyah; Titi Chandrawati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1973

Abstract

Problem based learning merupakan model yang berfokus pada pemberian masalah sehingga melalui penerapan model ini siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan bernalar kritis siswa sekolah dasar; (2) Pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan kreatif siswa sekolah dasar; (3) Pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan bernalar kritis dan kreatif siswa sekolah dasar. Jenis penelitian adalah experimental design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN Teluk Mesjid 2 dan SDN Banyu Tajun Dalam. Kelas eksprimen dilaksanakan pada SDN Teluk Mesjid 2 dan kelas kontrol dilaksanakan pada SDN Banyu Tajun Dalam. Metode pengumpulan data berupa tes dan lembar observasi. Data hasil tes dan hasil observasi dianalisis dengan uji independet samples Test dan MANOVA. Berdasarkan hasil uji independet samples Test ditemukan bahwa: (1) Terdapat perbedaan nilai posttest yang signifikan antara kelas eksprimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata posttest kelas eksprimen 83,00 dan nilai rata-rata posstest kelas kontrol 68,31; dan tingkat signifikansi Sig (2-talled) adalah 0,003 < 0,05 sehingga model problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan bernalar kritis siwa (2) Terdapat perbedaan nilai hasil observasi yang signifikan antara kelas eksprimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata hasil observasi kelas eksprimen 77,68 dan nilai rata-rata hasil observasi kelas kontrol 64,45 dan tingkat signifikansi Sig (2-talled) adalah 0,000 < 0,05 sehingga model problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan kreatif siswa. Sedangkan berdasarkan uji MANOVA didapatkan bahwa semua tingkat signifikansi Sig (2-talled) < 0,05 sehingga model problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan bernalar kritis dan kreatif siswa sekolah dasar secara simultan. Dengan demikian penggunaaan model problem based learning berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan kreatif siswa sekolah dasar.