Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Daun Pisang dan Kulit Bawang Merah sebagai Pupuk Organik Cair untuk Kesuburan Tanah di Desa Bambapuang Dian Firdiani; Aminullah Aminullah; Rista Astari; Sulastina Sulastina; Mufliha Mufliha; Elihami Elihami
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 4 No 1 (2022): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bambapuang merupakan salah satu desa di Kabupaten Enrekang yang sebagian besar masyarakatnya memiliki usaha Keripik Pisang, salain itu juga masyrakat lainnya ada yang berprofesi sebagai petani bawang merah. Setiap harinya, usaha keripik pisang itu menghasilkan kurang lebih 10kg limbah kulit pisang. Selain itu juga, beberapa anggota masyarakat lainnya yang berprofesi sebagai petani bawang merah juga menghasilkan libah kulit bawang merah yang sudah kering. Kedua limbah ini sangat menggangu keindahan desa Bambapuang, sebab kedua limbah ini hanya di tumpuk di depan rumah usaha dan dianggap sebagai sampah yang harus di buang. Di Era pandemi Covid-19 ini aktivitas banyak dilakukan di rumah saja sehingga marak penduduk di Desa Bambapuang ini menanam berbagai macam bunga. Setiap rumah pasti terdapat berbagai macam tanaman hias di masing-masing pekarangannya. Olehnya itu kami bermaksud untuk melakukan kegiatan penyuluhan terkait dengan pemanfaatan limbah kulit pisang dan kulit bawang merah tersebut menjadi pupuk organik cair untuk kesuburan tanah. Kegiatan ini juga sebagai solusi untuk mengurangi kedua limbah tersebut. Kulit pisang dan kulit bawang merah ini mengandung unsur mikro N, P dan K. Observasi dilakukan secara langsung ke lapangan dan studi pustaka. Hasil dari kegiatan ini berdampak positif karena dapat mengurangi pencemaran lingkungan, berpotensi menyuburkan tanah, dan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah kulit pisang dan kulit bawang merah.
ANALISIS PESAN MORAL DALAM NOVEL “CANTIK ITU LUKA” KARYA EKA KURNIAWAN DAN IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Aminullah Aminullah; Hasan Busri; Akhmad Tabrani
NOSI Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sastra salah satu ungkapan personal manusia berupa history, pemikiran, perasaan, gagasan, dan keyakinan. Dalam bentuk kongkrit yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa. Juga mempunyai makna yang luas jika dikaji lebih mendalam lagi. Bahkan sastra mempunyai makna dan kaidah dalam sebuah karya puisi, cerpen, dan novel. Novel “Cantik Itu Luka” karena novel ini medeskripsikan dan menceritakan tentang  segi bermasyarakat dan juga menceritakan segi kasih sayang di dalam sebuah hubungan.Pesan Moral ialah pesan yang menjelaskan ajaran, aturan, etika dan wejangan lisan mau pun tulisan, tentang bagaimana manusia itu harus hidup dan bertindak, agar ia menjadi manusia. yang baik dan mempunyai raga sosial. Novel ini juga menyajikan dan mempelajari kesejatian yang akan menuju kemesraan harus melalui dan dibutuhkan proses yang lanjut, dan rasa sabar yang penuh dengan penantian. Novel. ini juga menyuruh menaiki tanjakan spiritual dengan variable tinggi, adalah cinta kepada Rabby. Fokus masalah ini adalah Pesan Moral, apa saja yang bisa diambil dalam Novel. “Cantik Itu Luka” Karya Eka Kurniawan? Masalah penelitian ini dibatasi pada pesan moral yang berkaitan dengan, relasi hamba kepada tuhannya, relasi hamba kepada personal, dan relasi hamba kepada personal ruang sosial.. Pembahasan ini bermaksud untuk menjabarkan,. menghayati,. dan mempretasikan Pesan Moral yang  terdapat  Novel. “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan..Pendekatan ini menggunakan pendekatan sosiologis.. Sesuai dengan hakikatnya, sebagai sumber estetika, dan karya sastra tidak bisa digunakan secara langsung. Kode pembahasa ini diolah dengan menggunakan cara analisis.. secara kualitatif yaitu analisis dilakukan dengan teknis interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai selesai.. Kegiatan dalam analisis data yaitu mereduksi data,. menyajikan data,, dan menyimpulkan data..Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan. Ini mengandung tiga Pesan Moral, yaitu: moral yang berkaitan dengan, hubungan manusia dengan tuhannya, hubungan manusia dengan diri sendiri,. dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial.. hubunga manusia dengan tuhannya adalah hubungan yang mengatur antara sesama dengan Tuhannya dalam hal ini adalah ibadah. Karena manusia merupakan makhluk personal,,  makhluk sosial,, dan makhluk Tuhan. Manusia memiliki tuntunan untuk bertanggung jawab.. Keharusan yang kita miliki terhadap diri sendiri. dan tidak terlepas dari hubungan kita dengan orang lain,, karena kewajiban kita tidak hanya pada diri sendiri tapi kewajiban kita pada orang tua, kepada Tuhannya,, kepada Rosulullah,, kepada tetangga dan kepada suami atau istri kita.. Pesan moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari pesan lain. Jika kita kaitkan pesan moral, kita tidak perbuat sesuatu yang lain dari hal yang biasa.Kata kunci: Pesan Moral, “Cantik Itu Luka”. Karya Eka Kurniawan.
Pelatihan Pengembangan Modul Projek Profil Pelajar Pancasila pada Sekolah Penggerak Jenjang SD Masnur Masnur; Aminullah Aminullah; Elihami Elihami
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 4 No 2 (2022): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pada sekolah penggerak mengharuskan adanya kegiatan projek dimana projek tersebut bertujuan untuk memberikan penguatan karakter bagi pelajar dengan profil pelajar pancasila. Projek tersebut harus didesain sekreatif mungkin agar memberikan pengalaman yang sangat baik bagi para siswa sehingga perlunya penguatan penyusunan modul projek profil pelajar pancasila. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan dengan menyediakan bahan sebagai acuan dan pedoman dalam pengembangan modul projek profil pelajar pancasila. Selain itu juga mendokumentasikan perijinan dan penyesuaian jadwal pelaksanaan pengabdian. Pada tahap kedua dilakukan pengabdian dengan memberikan instrumen pengukuruan level sekolah kemudian penyampaian materi dan saling praktik mengkritisi modul projek yang telah ada. Pada tahap evaluasi dilakukan dengan melakukan refleksi kepada seluruh peserta terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru SD dapat mengembangkan modul projek profil pelajar pancasila serta dapat melakukan evaluasi sesuai dengan acuan pedoman pelaksanaan penguatan projek profil pelajar Pancasila
ANALISIS PESAN MORAL DALAM NOVEL “CANTIK ITU LUKA” KARYA EKA KURNIAWAN DAN IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Aminullah Aminullah; Hasan Busri; Akhmad Tabrani
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sastra salah satu ungkapan personal manusia berupa history, pemikiran, perasaan, gagasan, dan keyakinan. Dalam bentuk kongkrit yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa. Juga mempunyai makna yang luas jika dikaji lebih mendalam lagi. Bahkan sastra mempunyai makna dan kaidah dalam sebuah karya puisi, cerpen, dan novel. Novel “Cantik Itu Luka” karena novel ini medeskripsikan dan menceritakan tentang  segi bermasyarakat dan juga menceritakan segi kasih sayang di dalam sebuah hubungan.Pesan Moral ialah pesan yang menjelaskan ajaran, aturan, etika dan wejangan lisan mau pun tulisan, tentang bagaimana manusia itu harus hidup dan bertindak, agar ia menjadi manusia. yang baik dan mempunyai raga sosial. Novel ini juga menyajikan dan mempelajari kesejatian yang akan menuju kemesraan harus melalui dan dibutuhkan proses yang lanjut, dan rasa sabar yang penuh dengan penantian. Novel. ini juga menyuruh menaiki tanjakan spiritual dengan variable tinggi, adalah cinta kepada Rabby. Fokus masalah ini adalah Pesan Moral, apa saja yang bisa diambil dalam Novel. “Cantik Itu Luka” Karya Eka Kurniawan? Masalah penelitian ini dibatasi pada pesan moral yang berkaitan dengan, relasi hamba kepada tuhannya, relasi hamba kepada personal, dan relasi hamba kepada personal ruang sosial.. Pembahasan ini bermaksud untuk menjabarkan,. menghayati,. dan mempretasikan Pesan Moral yang  terdapat  Novel. “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan..Pendekatan ini menggunakan pendekatan sosiologis.. Sesuai dengan hakikatnya, sebagai sumber estetika, dan karya sastra tidak bisa digunakan secara langsung. Kode pembahasa ini diolah dengan menggunakan cara analisis.. secara kualitatif yaitu analisis dilakukan dengan teknis interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai selesai.. Kegiatan dalam analisis data yaitu mereduksi data,. menyajikan data,, dan menyimpulkan data..Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan. Ini mengandung tiga Pesan Moral, yaitu: moral yang berkaitan dengan, hubungan manusia dengan tuhannya, hubungan manusia dengan diri sendiri,. dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial.. hubunga manusia dengan tuhannya adalah hubungan yang mengatur antara sesama dengan Tuhannya dalam hal ini adalah ibadah. Karena manusia merupakan makhluk personal,,  makhluk sosial,, dan makhluk Tuhan. Manusia memiliki tuntunan untuk bertanggung jawab.. Keharusan yang kita miliki terhadap diri sendiri. dan tidak terlepas dari hubungan kita dengan orang lain,, karena kewajiban kita tidak hanya pada diri sendiri tapi kewajiban kita pada orang tua, kepada Tuhannya,, kepada Rosulullah,, kepada tetangga dan kepada suami atau istri kita.. Pesan moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari pesan lain. Jika kita kaitkan pesan moral, kita tidak perbuat sesuatu yang lain dari hal yang biasa.Kata kunci: Pesan Moral, “Cantik Itu Luka”. Karya Eka Kurniawan.
Applying ELSA Speak Software in the Pronunciation Class: Students’ Perception Ita Sarmita Samad; Aminullah Aminullah
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v3i1.85

Abstract

This study aims at finding out the students’ perception towards the application of ELSA Speak software in their pronunciation class. A total number of 12 students are involved in this present study. Descriptive quantitative research design is applied in this study. It utilizes questionnaire to collect data and Likert-Scale to analyze the data. The result shows that students consider that the software is very good to be applied in learning pronunciation.
Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Terbatas di Kabupaten Enrekang Masnur Masnur; Aminullah Aminullah; Muh Idham Haliq; Elihami Elihami; Rahmat Rahmat
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus corona atau covid 19 memberikan dampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, baik segi ekonomi, sosial, kesehatan, bahkan pendidikan. Hampir seluruh negara terdampak pandemi mengambil kebijakan menutup sekolah, termasuk juga di Indonesia. Namun, anak harus tetap mendapatkan haknya memperoleh layanan pendidikan. Oleh karena itu, Pemerintah mengeluarkan ketetapan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, yang salah satu isinya tentang Belajar Dari Rumah (BDR) selama Pandemi Covid-19 melalui pembelajaran jarak jauh. Untuk memberikan layanan pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan warga satuan pendidikan serta mencegah penyebaran Covid-19 yang masif, Mendikbud menghimbau agar semua lembaga pendidikan tidak melakukan proses belajar mengajar secara langsung atau tatap muka, melainkan harus dilakukan secara tidak langsung atau jarak jauh. Dengan adanya surat edaran dari kemendikbud mengenai pembelajaran tatap muka terbatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemic. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan model CIPP. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap penilaian pelaksanaan PTM terbatas pada aspek context diperoleh nilai rata-rata sebesar 5,23 termasuk dalam kategori “Baik”, pada aspek input sebesar 6,73, termasuk dalam kategori “Sedang”, pada aspek process sebesar 3,10 termasuk dalam kategori “Baik” dan pada aspek product sebesar 3,08, termasuk dalam kategori “Sedang”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pada satuan Pendidikan sekolah dasar di kabupaten enrekang tergolong “baik”, Disarankan dalam pembelajaran tatap muka terbatas, guru dituntut mampu merancang kegiatan pembelajaran dari perencanaan hingga evaluasi dengan cara yang lebih sederhana, lebih kreatif dan efektif dengan tetap mamatuhi protocol Kesehatan.
The Application of The Pogil Model to Improve the Activity and Learning Outcomes of IPA Class V Students UPT SDN Tondrong Saddang Mohar Mohar; Aminullah Aminullah; Saleha Saleha
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) model in improving the activity and learning outcomes of science students in the fifth grade at UPT SDN Tondrong Saddang. The research employed Classroom Action Research (CAR) with two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The results indicate a significant improvement in student activity, learning outcomes, and motivation after the application of the POGIL model. In Cycle I, the average student activity was 55%, with formative test results averaging 72.5, and student motivation scoring 3.2. After improvements in Cycle II, all aspects showed growth. Student activity increased to 75%, formative test scores averaged 85.0, and student motivation rose to 4.5. This improvement demonstrates that the POGIL model effectively encourages students to be more engaged in learning, enhances conceptual understanding, and strengthens critical thinking and collaboration skills. Additionally, the POGIL model successfully boosted student motivation, positively contributing to their learning outcomes. This research recommends the application of the POGIL model in science education and other subjects to improve the overall quality of education and further develop students' critical thinking better among students.
Efforts to Improve Understanding of Energy Concepts in Science Subjects through Constructivism Learning Model for Students of Class IV UPT SDN 59 Pinrang Sukma Sukma; Aminullah Aminullah; Dedi Setiawan
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran menggunakan model konstruktivisme yang dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam konsep energi siswa kelas IV UPT SDN 59 Kabupaten Pinrang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV UPT SDN 59 Kabupaten Pinrang tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 20 siswa. Desain penelitian ini meliputi (1) tahapan perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan dan (4) refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tes, (2) observasi dan (3) dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar IPA konsep energi pada siswa kelas IV UPT SDN 59 Kabupaten Pinrang. Rata-rata hasil belajar pra siklus sebesar 54,52 dan sedikit mengalami peningkatan pada siswa secara keseluruhan pada siklus I sebesar 63,3, setelah dilakukan perbaikan dengan membagi kelompok sesuai hasil belajar siklus I, membagi tugas pada setiap anggota kelompok, memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan proses pemahaman konsep energi menggunakan model konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa menjadi 75,24 pada siklus II.