Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendidikan Pancasila dan Agama Aminullah Aminullah
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.124 KB) | DOI: 10.36312/jime.v4i1.549

Abstract

Peradilan Administrasi Bukti Indonesia Sebagai Negara Hukum (Sebuah pendalaman materi perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan) Herman Saputra S; Aminullah Aminullah
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2019): JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.143 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v3i1.641

Abstract

Sistem pemerintahan negara Indonesia dilaksanakan berdasarkan hukum, tidak berdasarkan atas kekuasan belaka (machstaat) yang bersifat absolutisme. Dengan demikian negara hukum menurut Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 adalah dengan sistem konstitusional yang bertujuan menjaga supaya terhindar dari pemerintahan yang sewenang-wenang (willekeur) terhadap rakyatnya. Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, badan atau pejabat tata usaha negara acapkali menerbitkan keputusan tata usaha negara yang ditujukan kepada seseorang atau badan hukum perdata.  Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara seringkali pula mengelak dan bersikap diam untuk tidak menerbitkan keputusan tata usaha negara yang dimohon oleh seseorang atau badan hukum perdata dengan motif tertentu. Mengingat semakin kompleksnya urusan pemerintahan dapat berdampak pula pada saling kait mengkaitnya kewenangan satu dengan yang lainnya badan atau pejabat tata usaha negara pada satu persoalan tertentu atau masalah hukum yang sama, sehingga melahirkan pula sejumlah keputusan tata usaha negara terkait dengan persoalan hukum yang sama. Terbitnya sejumlah keputusan tata usaha negara terkait dengan masalah hukum yang sama jika dapat menimbulkan kerugian terhadap seseorang atau badan hukum perdata dapat menjadi objek keberatan atau sengketa tata usaha negara. Maka peradilan Administrasi sebagai pembuktian bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan hukum, hukum sebagai pedoman pelaksaan pemerintahan, hukum sebagai prinsip, hukum sebagai penyeimbang antara pelaksanaan hak dan kewajiban pemerintah, mengingat hak dan kewajiban dalam pelaksanaannya harus seperti satu tarikan nafas yang tidak bisa dipisahkan
Analysis of the Implementation of Character Education through School Culture at SDN 46 Membura, Cemba Village Umiyati jabri; Aisyah Aisyah; Aminullah Aminullah; Elihami Elihami
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 2 No 1 (2021): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v2i1.1624

Abstract

SDN 46 Membura Desa Cemba. The research questions are related to the planning, implementation, and evaluation of character education. This research is a qualitative descriptive study consisting of the planning stage, initial data collection, main data, and final data, as well as completion. The research subjects are principals, teachers, employees, students, parents, and residents around the school. Data were collected through interview, observation, and documentation techniques. The validity of the data was obtained through the process of triangulation of sources and methods. Data analysis was carried out through coding and categorizing data as well as data interpretation. The results showed that character education in the culture of SDN 46 Membura Desa Cemba Village, was implemented in the artifact layer as well as values and beliefs. The planning consists of establishing character values, namely religious, disciplined, national spirit, and appreciating achievement; programming; policy socialization; and condition planning. The implementation is through the provision of various program facilities designed to shape the character of students through habituation activities. In general, SDN 46 Membura Desa Cemba has achieved indicators of school success in implementing the four main character values and the value of caring for the environment which is the focus of implementation. Evaluation is carried out through monitoring and evaluation at the end of the semester with the instrument of violation notes and the results of monitoring observations. The evaluation aspects include planning, completeness of facilities, implementation, achievement of targets and comparison of conditions.
Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Pola Asuh Orang Tua dan Hasil Belajar Siswa Kelas Tinggi SD Negeri 82 Dante Koa Kabupaten Enrekang Rusmita Ulok; Dian Firdiani; Aminullah Aminullah
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 2 No 2 (2021): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v2i2.2878

Abstract

Penelitian tentang Persepsi Siswa Terhadap Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Hasil Belajar Siswa Kelas Tinggi Sd Negeri 82 Dante Koa Kabupaten Enrekang bersifat Ex Post Facto sedangkan pendekatan yang yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SD Negeri 82 Dante Koa yang diambil sebanyak 25 orang dengan menggunakan teknik Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji korelasi didapatkan skor signifikansi 0,648 (> 0,05). Artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh dan nilai hasil belajar siswa. Kemudian skor pearson correlation yang didapatkan yaitu sebesar 0,096 artinya korelasi yang terjadi antara pola asuh dan nilai tergolong sangat rendah. Tidak adanya hubungan signifikan antara pola asuh orang tua terhadapa hasil belajar siswa kelas tinggi di SDN 82 Dante Koa Enrekang karena para siswa memiliki kesadaran belajar yang tinggi serta lingkungan sekolah yang nyaman bagi siswa. Hasil yang didapatkan terdapat 52 % atau 13 siswa yang orang tua yang menerapkan pola asuh demokratif, 20 % atau 5 siswa yang orang tuanya menerapkan pola asuh otoriter, 28 % atau 7 siswa yang orang tuanya menerapkan pola asuh permisif. Kualitas dan intensitas kepengasuhan yang diberikan masing-masing orang tua kepada anak berbeda-beda Dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada 25 responden, sebagian besar responden mengatakan bahwa mereka nyaman bertanya secara langsung dengan para guru wali kelas mengenai permasalahan mereka dalam bidang pelajaran dan sekolah dibandingkan harus merepotkan orang tua. Beberapa siswa juga berpendapat bahwa dorongan dari lingkungan serta cita-cita yang tinggi yang mendorong diri mereka untuk giat dan tekun dalam usaha meningkatkan hasil belajar. Hampir sebagian besar waktu siswa kelas tinggi di habiskan di lingkungan sekolah
Persepsi Siswa Mengenai Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas IV SDN 196 Buntu Kasisi Desa Tallung Ura Kecamatan Curio Nurul Afifa; Aminullah Aminullah; Rahmat Rahmat
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 2 No 2 (2021): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v2i2.2884

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui persepsi siswa mengenai pengaruh kreativitas guru terhadap minat belajar siswa kelas IV SDN 196 Buntu Kasisi Desa Tallung Ura Kecamatan Curio. Populasi dalam penelitian ini diambil dari keseluruhan peserta didik kelas IV SDN 196 Buntu Kasisi, Desa Tallung Ura, Kecamatan Curio yang berjumlah 9 orang siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh dimana jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 9 orang siswa kelas IV SDN 196 Buntu Kasisi, Desa Tallung Ura, Kecamatan Curio. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian ex post facto yang bersifat analisis regresi sederhana yang berfungsi untuk mencari besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y dengan variabel X dari penelitian ini adalah persepsi siswa mengenai pengaruh kreativitas guru dan variabel Y dari penelitian ini adalah minat belajar siswa. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan hasil kuesioner yang di uji menggunakan bantuan Program SPSS versi 25,0 for windows 64 bit yaitu adanya pengaruh yang signifikan persepsi siswa mengenai kreativitas guru terhadap minat belajar siswa kelas IV SDN 196 Buntu Kasisi Desa Tallung Ura Kecamatan Curio.
PENGARUH LATIHAN FOOTWORK BERBASIS TEKNOLOGI TERHADAP KELINCAHAN DAN DAYA TAHAN SEKOLAH ATLET PB. LYANSA 2019 Lalu Sapta Wijaya Kusuma; Aminullah Aminullah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.795 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.824

Abstract

Salah satu bentuk latihan yang paling sering diterapkan dalam latihan bulutangkis adalah shadow movement (latihan bayangan), latihan ini bertujuan untuk mensimulasikan permainan bulutangkis untuk melakukan olah kaki (footwork) secara baik dan benar. Namun bentuk latihan tersebut terbilang sudah cukup klasik di dunia bulutangkis sehingga perlu adanya formula dan media khusus yang dapat memberikan motivasi dan semangat baru ketika atlet berlatih. Sehingga dalam hal ini peneliti mencoba menerapkan latihan berbasis teknologi sebagai pengganti shadow movement. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektif atau tidak latihan footwork berbasis teknologi dalam mengingkatkan kelincahan dan daya tahan atlet bulutangkis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menerapkan pretest dan posttest pada subjek yang diteliti berupa tes awal sebelum dan tes akhir berupa tes kelincahan dan daya tahan. Intrumen kelincahan dilakukan Tes rangkaian olah kaki untuk mengukur kelincahan gerakan kaki yang melangkah ke depan kanan-kiri, ke samping kanan-kiri, dan belakang kanan-kiri dalam permainan bulutangkis. Tes ini dikemukakan oleh Tohar (1992). Tes ini mempunyai validitas sebesar 0,98 dan reliabilitas sebesar 0,93. Sedangkan untuk mengukur daya tahan digunakan bleep test. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 12 pemain bulutangkis PB. Lyansa. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi dan tes perbuatan untuk mengukur kelincahan dan daya tahan. uji-t paired sample test. Adapun hasil penelitian berkesimulan dengan bantuan SPSS adalah korelasi maupun uji paired samples T-test hasil kelincahan (r-hitung = 0,801 dan T-test = 8,095) lebih kecil pengaruhnya dibandingkan dengan daya tahan (r = 0,959 dan T = 9,706), atau dengan kata lain latihan footwork berbasis teknologi lebih berpengaruh terhadap daya tahan dari pada kelincahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan footwork berbasisi teknologi dapat meningkatkan kelincahan dan daya tahan pemain bulutangkis khususnya atlet PB. Lyansa Masbagik tahun 2019.
PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) Aminullah Aminullah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.41 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v3i3.513

Abstract

HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa Jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain.Dalam kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM. Tuntutan untuk menegakkan HAM kini sudah sedemikian kuat, baik dari dalam negeri maupun melalui tekanan dari dunia internasional, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi.Untuk itu perlu adanya dukungan dari semua pihak, seperti masyarakat, politisi, akademisi, tokoh masyarakat, dan pers, agar upaya penegakan HAM bergerak ke arah positif sesuai harapan kita bersama. Penghormatan dan penegakan terhadap HAM merupakan suatu keharusan dan tidak perlu ada tekanan dari pihak mana pun untuk melaksanakannya.Pembangunan bangsa dan negara pada dasarnya juga ditujukan untuk memenuhi hak-hak asasi warga negaranya. Diperlukan niat dan kemauan yang serius dari pemerintah, aparat penegak hukum, dan para elite politik agar penegakan HAM berjalan sesuai dengan apa yang dicita-citakan dan memastikan bahwa hak asasi warga negaranya dapat terwujud dan terpenuhi dengan baik. Dan sudah menjadi kewajiban bersama segenap komponen bangsa untuk mencegah agar pelanggaran HAM di masa lalu tidak terulang kembali di masa kini dan masa yang akan datang.
Aksiologi Pendidikan Islam (Penerapan Nilai-Nilai Aqidah Dalam Pembelajaran Anak Di Mi) Mar’atus Sholihah; Aminullah Aminullah; Fadlillah Fadlillah
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.327 KB) | DOI: 10.36835/au.v1i2.233

Abstract

Education is a powerful tool to change the world by changing the behavior of society to be better. In Islamic education, one most important thing is the education of faith or belief, because it all starts from it. Faith is the foundation of knowledge and value. Islam emphasizes how important it is to teach values to kids in primary school level and how important is the role of parents and teachers. This method is very essential to build strong values for kids so that those values which are taught from that age would last forever. This happens because kids have powerful memory to remember everything. This paper explaines the importance of teaching values to primary school students and the best methods to instill Islamic values related to “akidah” in age 7 – 13 years old by using axiology theory and trying to relate it to philosophy. Axiology is one of philosophy study which focuses on the theory of values. Its study contains about how to reach knowledge to get values in ethic, logic and aesthetic ways. The result of this paper explaines that there are some steps which can be used for teachers in primary school to educate students about values in general and about Islamic values which most of students have the foundation before from their parents. Keywords: Islamic, education, values, primary school
STUDI KOMPARASI KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER ANAKMENURUT AL-GHAZALI DAN THOMAS LICKONA Nur Zaidi Salim; Djam’annuri Djam’annuri; Aminullah Aminullah
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.944

Abstract

Pendidikan merupakan sesuatu yang urgen untuk diperhatikan dalampembentukan karakter. Karena karakter memiliki potensi yang perluuntuk ditumbuhkembangkan. Selain itu Pendidikan karakter merupakanbagian terpenting dari seluruh proses pertumbuhan manusia. Berkualitasatau tidaknya ia di masa dewasa sangat dipengaruhi oleh prosespengasuhan dan karakter pendidikan yang diterimanya.Al-Ghazali memiliki konsep pendidikan Karakter yang holistik yaitumencakup aspek spiritual, moral, sosial, kognitif dan fisik. Tujuanpendidikannya pun tidak terbatas pada taqorrub ila Allah tapi jugapengembangan potensi jasmani dan rohani. Hal itu karena Al-Ghazalimemandang sebagai pribadi yang dilahirkan dengan potensi-potensinyadan mempunyai kecenderungan fitrah ke arah baik dan buruk sehinggasangat memerlukan pendidikan. Adapun materi pendidikan yangditetapkan AlGhazali adalah berdasarkan aspek-aspek pendidikan yangdirumuskannya. Sedangkan metode pendidikan yang ditetapkannyaadalah bervariasi dan tentunya hal itu disesuaikan dengan periodisasianak.Konsep pendidikan karakter dalam pemikiran Thomas Lickona sebagaiupaya untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan yanghasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang berupa tingkah lakuyang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerjakeras dan sebagainya. Tujuan pendidikan karakter adalah menanamkankebiasaan yang baik, sehingga peserta didik paham, mampu merasakan,dan mau melakukan yang baik. Pendidikan karakter membawa misi yangsama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral. Thomas Lickonamengatakan bahwa dasar hukum moralitas yang harus diterapkan dalamdunia pendidikan sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran agama dalam kitabsuci, dan implikasi dari dasar hukum moralitas ini berlaku secarauniversal.
ANALISIS PESAN MORAL DALAM NOVEL “CANTIK ITU LUKA” KARYA EKA KURNIAWAN DAN IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Aminullah Aminullah
NOSI Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.52 KB)

Abstract

Abstrak: Sastra salah satu ungkapan personal manusia berupa history, pemikiran, perasaan, gagasan, dan keyakinan. Dalam bentuk kongkrit yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa. Juga mempunyai makna yang luas jika dikaji lebih mendalam lagi. Bahkan sastra mempunyai makna dan kaidah dalam sebuah karya puisi, cerpen, dan novel. Novel “Cantik Itu Luka” karena novel ini medeskripsikan dan menceritakan tentang  segi bermasyarakat dan juga menceritakan segi kasih sayang di dalam sebuah hubungan.Pesan Moral ialah pesan yang menjelaskan ajaran, aturan, etika dan wejangan lisan mau pun tulisan, tentang bagaimana manusia itu harus hidup dan bertindak, agar ia menjadi manusia. yang baik dan mempunyai raga sosial. Novel ini juga menyajikan dan mempelajari kesejatian yang akan menuju kemesraan harus melalui dan dibutuhkan proses yang lanjut, dan rasa sabar yang penuh dengan penantian. Novel. ini juga menyuruh menaiki tanjakan spiritual dengan variable tinggi, adalah cinta kepada Rabby. Fokus masalah ini adalah Pesan Moral, apa saja yang bisa diambil dalam Novel. “Cantik Itu Luka” Karya Eka Kurniawan? Masalah penelitian ini dibatasi pada pesan moral yang berkaitan dengan, relasi hamba kepada tuhannya, relasi hamba kepada personal, dan relasi hamba kepada personal ruang sosial.. Pembahasan ini bermaksud untuk menjabarkan,. menghayati,. dan mempretasikan Pesan Moral yang  terdapat  Novel. “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan..Pendekatan ini menggunakan pendekatan sosiologis.. Sesuai dengan hakikatnya, sebagai sumber estetika, dan karya sastra tidak bisa digunakan secara langsung. Kode pembahasa ini diolah dengan menggunakan cara analisis.. secara kualitatif yaitu analisis dilakukan dengan teknis interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai selesai.. Kegiatan dalam analisis data yaitu mereduksi data,. menyajikan data,, dan menyimpulkan data..Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan. Ini mengandung tiga Pesan Moral, yaitu: moral yang berkaitan dengan, hubungan manusia dengan tuhannya, hubungan manusia dengan diri sendiri,. dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial.. hubunga manusia dengan tuhannya adalah hubungan yang mengatur antara sesama dengan Tuhannya dalam hal ini adalah ibadah. Karena manusia merupakan makhluk personal,,  makhluk sosial,, dan makhluk Tuhan. Manusia memiliki tuntunan untuk bertanggung jawab.. Keharusan yang kita miliki terhadap diri sendiri. dan tidak terlepas dari hubungan kita dengan orang lain,, karena kewajiban kita tidak hanya pada diri sendiri tapi kewajiban kita pada orang tua, kepada Tuhannya,, kepada Rosulullah,, kepada tetangga dan kepada suami atau istri kita.. Pesan moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari pesan lain. Jika kita kaitkan pesan moral, kita tidak perbuat sesuatu yang lain dari hal yang biasa.Kata kunci: Pesan Moral, “Cantik Itu Luka”. Karya Eka Kurniawan.