Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERAN BANDAR UDARA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DISTRIBUSI LOGISTIK INDUSTRI PERTAHANAN Bachtiar, Jefri; Jandhana, I.B. Putra; Siahaan, Timbul
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3375-3383

Abstract

Jurnal ini membahas peran infrastruktur bandar udara dalam distribusi logistik industri pertahanan di Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan distribusi logistik yang kompleks, terutama di sektor pertahanan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur untuk memahami peran bandar udara dalam proses distribusi logistik industri pertahanan. Beberapa faktor penting yang ditekankan meliputi investasi infrastruktur bandar udara, pemanfaatan teknologi informasi, kolaborasi industri, pelatihan sumber daya manusia dalam manajemen logistik, serta perencanaan strategis distribusi logistik. Infrastruktur bandar udara modern dengan fasilitas penyimpanan, gudang logistik, dan terminal kargo yang memadai menjadi elemen penting dalam mendukung distribusi peralatan militer dan sumber daya strategis lainnya. Kolaborasi antar sektor industri dan lembaga pertahanan akan mendukung penyediaan fasilitas dan layanan logistik yang lebih baik. Penempatan strategis bandar udara juga menjadi kunci penting dalam memastikan distribusi logistik yang efisien dan tepat waktu. Dukungan infrastruktur yang memadai akan meningkatkan efektivitas distribusi logistik industri pertahanan, sehingga industri pertahanan dapat beroperasi dengan efisiensi dan memastikan kehandalan pertahanan nasional di seluruh wilayah Indonesia.
STRATEGI JOINT DEVELOPMENT BADAN USAHA MILIK NEGARA INDUSTRI PERTAHANAN PROGRAM ALUTSISTA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN Amelion Wihyawari, Sailenius; Sudiarso, Aries; Jandhana, I. B Putra
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3228-3238

Abstract

Implementasi strategi Joint Development BUMNIP dalam sektor industri pertahanan melibatkan kolaborasi beberapa BUMN. Namun, perbedaan dalam kepentingan dan struktur organisasi setiap BUMN menyulitkan penyelarasan tujuan, strategi, dan keputusan bersama yang efektif dan efisien. Untuk mengatasi hal ini, BUMN industri pertahanan perlu menerapkan prinsip-prinsip GCG, memperkuat industri pertahanan nasional, dan mempertimbangkan kebijakan negara serta revitalisasi industri pertahanan. Selain itu, kerjasama pertahanan dan joint development dengan mitra dalam­ dan luar negeri, serta perkembangan kebijakan industri pertahanan juga perlu dipertimbangkan. Penggunaan drone dalam industri pertahanan, kemandirian alutsista, dan peran holding company juga menjadi faktor penting. Implementasi kebijakan pengadaan alutsista dalam kerangka MEF, strategi government relations, serta pembentukan kerjasama industri pertahanan dan pemberdayaan industri mikro dan kecil juga relevan. Konsep kerjasama industri pertahanan mitra laut, revitalisasi industri pertahanan melalui alih teknologi, dan pengembangan industri pertahanan mandiri juga diperlukan. Kerjasama dengan mitra seperti Korea Selatan, peningkatan kemampuan industri pertahanan untuk kemandirian, dan kerjasama Indonesia-Turki dalam pembuatan medium tank juga menjadi strategi penting bagi BUMN industri pertahanan
When Defense Technologies Meet Human Experience: Evaluating the UX of F-16 Strikes, BM-21 Rockets, and White Phosphorus in the Thailand–Cambodia Conflict Alya, Syariefa; Jandhana, I.B Putra; Basworo, Gregorius Henu
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 4 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v4i11.15714

Abstract

This study examines civilian experiences during the 2025 Thailand–Cambodia border conflict using a User Experience (UX) approach. Through diary studies and the experience sampling method (ESM), supported by an adapted HEART framework, the research shows that F-16 strikes created anticipatory fear, BM-21 rockets disrupted essential daily activities, and white phosphorus caused long-term trauma and reduced trust in state institutions. The findings highlight that military technology assessment must consider humanitarian impacts and civilian experiences rather than focusing solely on tactical effectiveness.
A Conceptual Framework for Maintenance Decision-Making in a Defense System Based on Operational Readiness and Industrial Capacity Firdah Dipi Juni Kurniawati; G. Royke Deksino; I.B. Putra Jandhana; Ade Muhammad; Sri Yanto; Sulfi Indriani
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 02 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i02.3109

Abstract

This study develops a conceptual framework for maintenance decision-making in the defense sector by considering two key dimensions, namely operational readiness and industrial capacity. In practice, decision-making related to maintenance in complex systems is influenced not only by technical aspects but also by various supporting factors, such as system reliability, spare parts availability, logistics readiness, human resource competence, industrial support, technological capability, maintenance costs, and supply chain capability. However, current approaches often have a limited scope and are insufficient in capturing the interdependencies among these factors. To address these limitations, this study proposes a framework based on Multi-Criteria Decision Making (MCDM) using the Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP). This approach was chosen because it can handle uncertainty and subjectivity in criterion assessment. The developed framework is expected to serve as a basis for establishing maintenance decision-making priorities in a more systematic manner and to provide direction for future empirical research.