Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Continuity of Care pada Ibu Hamil dengan Anemia Ringan di Klinik Pratama Rawat Inap Mariana Kecamatan Sunggal Tahun 2026 Gita Yanti Simamora; Kamelia Sinaga; Ester Simanullang; Nur Azizah; Lister Pasaribu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61866

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi 48,9% pada tahun 2023 dan berkontribusi terhadap komplikasi maternal-neonatal. Continuity of Care (COC) merupakan pendekatan pelayanan berkesinambungan yang efektif dalam deteksi dini dan pencegahan komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A dengan anemia ringan sejak kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus di Klinik Pratama Rawat Inap Mariana, Kecamatan Sunggal, Sumatera Utara periode September 2025–Februari 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah Helen Varney dan didokumentasikan dengan metode SOAP. Hasil menunjukkan kadar hemoglobin Ny. A meningkat dari 10,5 g/dL menjadi 12 g/dL setelah pemberian tablet Fe, edukasi gizi, dan konsumsi rebusan daun ubi jalar. Persalinan berlangsung spontan tanpa penyulit, bayi lahir sehat (BB 3.300 g, APGAR 10), involusi uterus normal, dan ibu memilih kontrasepsi Metode Amenorea Laktasi (MAL). Kesimpulan: pendekatan Continuity of Care terbukti efektif mendeteksi dini, mencegah komplikasi anemia, serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi. Bidan disarankan mengimplementasikan COC pada seluruh ibu hamil berisiko anemia.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan(Continuity Of Care) Pada Ibu Inpartu Ny.Z Dengan Rupture Perineum Derajat II di Klinik Pratama Fatimah Ali Ii Kec.Deli Tua Kota Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Lidia Widarni Hia; Rosmani Sinaga; Ribur Sinaga; Kamelia Sinaga; Sri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62194

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih menjadi indikator utama mutu pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Salah satu penyebab morbiditas ibu bersalin adalah trauma jalan lahir berupa rupture perineum. Pendekatan Continuity of Care (CoC) berperan penting dalam mendeteksi dini komplikasi persalinan guna menekan AKI dan AKB. Tujuan melaksanakan asuhan kebidanan berkelanjutan yang komprehensif pada Ny. Z (23 tahun) di Klinik Pratama Fatimah Ali II, Deli Tua, sejak masa kehamilan trimester III hingga pelayanan Keluarga Berencana (KB). Metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif menggunakan manajemen asuhan kebidanan tujuh langkah Varney dan dokumentasi SOAP, dilaksanakan pada September 2025 hingga Januari 2026. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, pemeriksaan fisik, observasi, serta studi dokumentasi rekam medis dan buku KIA. Hasil asuhan antenatal dilakukan sebanyak tiga kali; keluhan fisiologis nyeri pinggang dan gangguan tidur berhasil diatasi melalui edukasi sleep hygiene dan mekanika tubuh. Pada persalinan tanggal 16 Desember 2025 terjadi rupture perineum derajat II yang ditatalaksana dengan penjahitan sebanyak tujuh jahitan luar-dalam menggunakan teknik matras dan subkutis secara aseptik. Bayi laki-laki lahir spontan, menangis kuat, berat 3.200 gram, panjang 49 cm, dan Apgar score 10. Kala III dan IV berlangsung normal serta hemodinamik ibu stabil. Asuhan nifas (empat kunjungan) menunjukkan involusi uterus optimal, luka perineum sembuh baik, dan produksi ASI lancar. Asuhan neonatus (tiga kunjungan) memastikan pertumbuhan bayi normal dan tali pusat lepas hari ke-14. Pada pelayanan KB, Ny. Z memilih Metode Amenorea Laktasi (MAL). Simpulan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. Z terlaksana secara aman, komprehensif, dan sesuai standar profesi tanpa ditemukan kesenjangan klinis yang signifikan antara teori dan praktik di lapangan.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. E dengan Ruptur Perineum Derajat II di PMB Sartika Manurung, S.Keb, Bd Kecamatan Medan Johor Tahun 2026 Nasya Salwa Syanika; Juliana Munthe; Nur Azizah; Kamelia Sinaga; Sartika Manurung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62195

Abstract

Ruptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan pervaginam yang berkontribusi terhadap morbiditas ibu postpartum. Di Indonesia, ruptur perineum terjadi pada sekitar 75% ibu bersalin pervaginam, baik akibat robekan spontan maupun episiotomi, dengan komplikasi berupa infeksi luka jahitan 5%, perdarahan 7%, dan kematian ibu postpartum 8%. Tujuan melaksanakan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. E usia 24 tahun G1P0A0 dengan ruptur perineum derajat II di PMB Sartika Manurung, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan Tahun 2026 dengan pendekatan tujuh langkah Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi sejak Agustus 2025 sampai Januari 2026. Hasil pada masa kehamilan trimester II–III (3 kali kunjungan ANC) ditemukan keluhan sering miksi dan edema ekstremitas yang tertangani melalui pendidikan kesehatan. Persalinan berlangsung spontan pervaginam pada 15 Desember 2025 pukul 00.15 WIB dengan tindakan episiotomi karena perineum kaku, mengakibatkan ruptur perineum derajat II yang segera dijahit. Bayi perempuan lahir hidup dengan APGAR 9 dan berat 3.500 gram. Masa nifas (4 kunjungan) dan bayi baru lahir (3 kunjungan) berlangsung normal tanpa komplikasi; ibu memilih KB suntik 3 bulan. Kesimpulan penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan berbasis 7 langkah Varney efektif mendukung deteksi dini komplikasi, penyembuhan luka perineum, dan menjaga kesehatan ibu serta bayi.
Implementation of Continuity of Midwifery Care for Pregnant Women With Mild Anemia: A Case Study Niska Wati Waruwu; Nur Azizah; Siska Suci Triana Ginting; Kamelia Sinaga; Desna Elfita Sari
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v6i2.6642

Abstract

Anemia during pregnancy remains one of the most common nutritional and public health problems worldwide and is associated with increased maternal and neonatal morbidity. It is clinically defined as a hemoglobin (Hb) level below 11 g/dL during pregnancy, indicating an insufficient number of red blood cells to meet the oxygen demands of both the mother and the fetus. Based on hemoglobin concentration, anemia is classified into three categories: mild anemia (Hb 10.0–10.9 g/dL), moderate anemia (Hb 7.0–9.9 g/dL), and severe anemia (Hb <7.0 g/dL). Pregnant women with anemia are at greater risk of fatigue, dizziness, infection, postpartum hemorrhage, preterm birth, low birth weight, and other adverse pregnancy outcomes. According to the World Health Organization, anemia continues to affect a substantial proportion of pregnant women globally, making early detection and appropriate management essential. Continuity of Midwifery Care (CoMC) is a comprehensive, woman-centered approach that provides continuous and integrated care throughout pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborn care, and family planning. This model promotes early identification of maternal health problems, timely interventions, and ongoing health education to improve maternal and neonatal outcomes. Therefore, implementing Continuity of Midwifery Care for pregnant women with mild anemia is expected to optimize maternal health status, reduce pregnancy-related complications, and ensure safe and high-quality maternity care.