Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL

HUBUNGAN TERAPI KOMBINASI TERHADAP WAKTU PENYEMBUHAN DIARE PADA PASIEN BALITA RAWAT INAP DI RSUUD KOJA JAKARTA UTARA TAHUN 2016 Nugroho, Hadi
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v1i2.892

Abstract

Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi feses lembek atau cair, bahkan bisa berupa air saja selama 3 kali atau lebih dalam sehari. Diare adalah penyebab utama kedua kematian pada anak-anak dibawah lima tahun dengan jumlah 760.000 keatian setiap tahunnya. Di negara berkembang seperti di Indonesia, diare merupakan penyakit potensial KLB yang disertai dengan kematian. Pengobatan diare dapat dilakukan dengan pemberian berbagai macam obat salah satunya adalah pemberian obat kombinasi berupa oralit, zink, serta antibiotik yang diharapkan dapat mempercepat penyembuhan diare itu sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan terapi kombinasi terhadap waktu peyembuhan diare. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian observasional yang bersifat analitik, degan survei cross sectional atau potong lintang. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 pasien balita yang menerima terapi kombinasi dan 30 pasien yang tidak menerima terapi kombinasi dengann usia 12 – 60 bulan. Hasil yang didapat kemudian dianalisa menggunakan uji Mann-Whitney sehingga didapatkan hasil tidak ada hubungann bermakna yang ditunjukka dengan nilai p =  0,139  (> 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian terapi kombinasi pada balita penferita diare kurang efektif dibanding dengan penggunaan terapi tunggal. 
ANALISIS BIVARIAT HUBUNGAN STATUS MENYUSUI IBU SAAT WAWANCARA PADA SDKI 2012 TERHADAP AMENORE POSTPARTUM 2 BULAN PADA IBU DENGAN BAYI USIA 2–6 BULAN DI INDONESIA TAHUN 2012 (ANALISIS DATA SDKI 2012) Nugroho, Hadi
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v1i1.340

Abstract

Abstrak Amenore postpartum adalah periode akhir kehamilan perempuan sampai waktu ia mulai menstruasi kembali. Ini adalah periode ketidaksuburan sementara. Periode amenore postpartum merupakan peristiwa penting bagi reproduksi dalam rentang hidup perempuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan status menyusui ibu dengan amenore postpartum. Menggunakan data sekunder SDKI 2012 dengan desain studi crossectional, dengan jumlah sampel sebesar 1171 responden. Pada analisis bivariat dengan menggunakan chi-square  pada status menyusui ibu terhadap amenore postpartum didapatkan nilai PR 2,08 (95% CI: 1,43-3,03). Ini menunjukkan pentingnya ibu untuk terus menyusui dan menggunakan kontrasepsi non hormonal setelah melahirkan sebagai salah satu upaya untuk menjaga jarak kelahiran yang baik pada periode postpartum Postpartum amernorrhea is the end period of pregnancy women until she started the menstruating again. This is just temporary infertility period. Postpartum amenorrhea period is an important event of women’s reproductive life span. The objective of this study was to determine the relationship of maternal lactating status with postpartum amenorrhea. Using IDHS 2012 secondary data’s with crossectional design study, with 1171 respondents. With bivariate analysis using Chi-Square test,  maternal lactating status against postpartum amenorrhea showed the PR is 2,08 (95% CI: 1,43-3,03). It’s showed how importance the mothers must continuing breastfeeding and using a non-hormonal contraception after delivering as a way to made a good spacing in the postpartum period.