Purwonugroho, Daniel Pesah
Pascasarjana Sekolah Tinggi Teologi Baptis Semarang

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Logos sebagai Titik Temu Teologi dan Filsafat: Kajian Eksegesis Biblikal atas Yohanes 1:1 dalam Dialog dengan Filsafat Stoa Purwonugroho, Daniel Pesah
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 9 No 2: November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v9i2.364

Abstract

This paper aims to find theological and philosophical common ground regarding Logos through a biblical exegesis of John 1:1 in dialogue with Stoic philosophy. Logos is a theological concept in the Gospel of John. Logos in the Christian faith highlights the existence of Jesus Christ before creation and the ontological connection of Jesus Christ as God. In addition, Logos in the Christian faith affirms a divine entity that actively shapes the universe. At the same time, Logos is a crucial Stoic term that affirms a rational principle of the cosmos. Logos in Stoic philosophy is regarded as an active force that guides the universe. Logos is also a manifestation of orderly energy that impacts existence. Through a descriptive qualitative approach, it was found that there is a theological and philosophical meeting point regarding the term Logos. This meeting point opens up a space for deep dialogue between the Christian faith and Stoic philosophy. This convergence does not obscure the uniqueness of the Christian faith. Rather, it converges on Jesus Christ as the fulfillment of divine revelation. This paper offers a dialogical approach to the relationship between biblical exegesis and Stoic philosophy.     Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk mencari titik temu teologis dan filosofis mengenai Logos melalui kajian eksegesis biblikal atas Yohanes 1:1 dalam dialog dengan Filsafat Stoa. Logos adalah konsep teologis dalam Injil Yohanes. Logos dalam iman Kristen menyoroti keberadaan Yesus Kristus sebelum penciptaan dan keterkaitan ontologis Yesus Kristus sebagai Tuhan. Selian itu, Logos dalam iman Kristen menegaskan sebuah entitas ilahi yang berperan aktif dalam membentuk alam semesta. Di saat yang sama, "logos" juga merupakan terminologi krusial dalam filsafat stoa yang menegaskan sebuah prinsip rasional kosmos. Logos dalam filsafat stoa diyakini sebagai sebuah kekuatan aktif yang membimbing alam semesta. Logos juga merupakan manifestasi energi yang teratur dan berdampak pada keberadaan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, ditemukan bahwa ada titik temu teologis dan filosofis mengenai istilah Logos. Titik temu tersebut membuka sebuah ruang dialogis yang mendalam antara iman Kristen dengan filsafat stoa. Titik temu tersebut tidak mengaburkan keunikan iman Kristen. Melainkan titik temu tersebut mengerucut kepada Yesus Kristus sebagai pemenuhan wahyu ilahi. Tulisan ini menawarkan pendekatan dialogis antara eksegesis biblika dan filsafat Stoa.    
Korelasi Injil dan Doktrin Tritunggal: Implikasi untuk Kehidupan Rohani Jemaat berdasarkan Roma 1:16 Daniel Pesah Purwonugroho
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/r38nch89

Abstract

Artikel ini disusun untuk meneliti korelasi Injil dan doktrin Tritunggal dan implikasinya dalam kehidupan rohani jemaat berdasarkan Roma 1:16. Injil merupakan aspek mendasar di dalam keyakinan Kristen. Doktrin Tritunggal juga merupakan aspek fundamental dalam teologi Kristen. Korelasi Injil dan doktrin Tritunggal dapat ditelusuri dalam perspektif Roma 1:16. Roma 1:16 memiliki konteks historis dan teologis yang kuat untuk memberikan penjelasan tentang kekuatan keselamatan yang Allah kerjakan di dalam sejarah penebusan umat manusia. Roma 1:16 menekankan kehidupan keselamatan yang telah dikerjakan oleh Yesus Kristus di kayu salib bagi umat manusia dan secara khusus bagi kehidupan rohani jemaat. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis akan menelusuri korelasi Injil dan Tritunggal di dalam Roma 1:16. Penulis menyatakan bahwa Injil dan doktrin Tritunggal saling berkaitan erat di dalam Roma 1:16 serta memberikan dampak rohani yang positif di dalam kehidupan jemaat.