Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

" Upaya Membina Keharmonisan dan Tinggalkan Perundungan (Bullying)" dalam Penyuluhan bagi Siswa Sekolah Dasar 091323 di Desa Merek Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Sinaga, Warisman; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius; Purba, Asriaty R; Mulyani, Rozanna; Naiborhu, Torang; Fadlin, Fadlin; Sibarani, Tomson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan masalah serius yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Penelitian ini mengkaji upaya pencegahan bullying melalui program penyuluhan yang komprehensif di Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya. Program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Dengan menggabungkan kegiatan edukasi, pelatihan keterampilan sosial, dan dukungan psikologis, diharapkan dapat tercipta suasana sekolah yang harmonis dan bebas dari bullying." Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penyuluhan yang melibatkan seluruh komponen sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa. Penelitian ini bertujuan juga untuk mengukur efektivitas program penyuluhan dalam membina keharmonisan dan mencegah bullying di kalangan siswa Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya, Kabupaten Simalungun. Melalui pendekatan yang menekankan pada pembentukan karakter positif, empati, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif, diharapkan siswa dapat membangun relasi yang sehat dan menghindari perilaku perundungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, role-playing, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap positif siswa terhadap teman sebaya serta penurunan insiden bullying. Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya menjadi sasaran penelitian ini dengan fokus pada pencegahan bullying. Program penyuluhan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pembentukan kelompok dukungan sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif semua pihak sangat penting dalam menciptakan perubahan positif dan mengurangi kejadian bullying di sekolah."
Tradisi lisan Sikambang pada masyarakat pesisir Sibolga-Tapanuli Tengah Farah Oktavia Hidayat; Rozanna Mulyani; Alemina Br Perangin-angin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.15106

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan performansi tradisi lisan Sikambang serta mengungkap kearifan lokal di dalamnya sebagai representasi budaya masyarakat pesisir Sibolga–Tapanuli Tengah. Penelitian dilakukan di wilayah pesisir Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih mempertahankan tradisi Sikambang dalam kegiatan adat, khususnya pada prosesi perkawinan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model etnografi dan pendekatan antropolinguistik. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan Sikambang, wawancara dengan pelaku budaya dan musisi tradisional, serta dokumentasi syair dan unsur pendukung pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi Sikambang terdiri atas tiga bagian, yaitu pembuka, inti, dan penutup, melalui rangkaian lagu Kapri, Kapulo Pinang, Lagu Duo, Dampeng, dan Lagu Sikambang. Setiap lagu memiliki fungsi kultural yang menggambarkan tahapan kehidupan manusia, mulai dari perkenalan muda-mudi, kehidupan rumah tangga, hubungan antarkeluarga yang berbesan hingga penyampaian nasihat moral dan pesan tentang pentingnya anak sebagai penerus nilai dan budi. Secara linguistik, teks Sikambang memperlihatkan paralelisme, repetisi, diksi khas pesisir, metafora alam, serta pola ritmis yang memudahkan pelantunan. Selain unsur teks, performansi Sikambang juga melibatkan unsur koteks seperti intonasi nyanyian, gerak tubuh penari, penggunaan selendang, payung, dan sapu tangan, serta iringan alat musik tradisional seperti gendang Sikambang, singkadu, biola, dan akordion. Konteks budaya menunjukkan bahwa Sikambang menjadi media ekspresi nilai sosial, religi, dan estetika masyarakat pesisir. Kearifan lokal di dalamnya meliputi nilai moral, kekeluargaan, religiusitas, tanggung jawab, kesantunan, serta penghormatan kepada orang tua. Sikambang juga menjadi sarana pewarisan nilai budaya masyarakat pesisir Sibolga–Tapanuli Tengah.