Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Health Education Perawatan Diri Terhadap Efikasi Diri Dan Pencegahan Ulkus Diabetikum Pada Penderita DM Tipe2 Di Desa Alassumur Lor Fatimatuz Zahro; Nur Hamim; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1967

Abstract

Diabetes merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Proses pengobatan yang lama dan komplikasi pada pasien DM dapat meningkatkan masalah psikologis, penurunan fungsi fisik dan ketidakpatuhan pengobatan dan perawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh health education perawatan diri terhadap efikasi diri dan pencegahan ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus tipe2 di Desa Alassumur Lor.Jenis penelitian ini menggunakan one-group pra-post test design (pre eksperimen). Populasi semua pasien diabetes mellitus tipe2 sebanyak 34 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik total sampling. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Dilakukan 4 kali pertemuan selama 1bulan dan 1minggu 1kali. Pertemuan pertama menjelaskan pola makan dan diet Diabetes melitus, pertemuan kedua olahraga/aktivitas, pertemuan ketiga kontrol gula darah dan pertemuan ke empat perawatan kesehatan dan post test. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini menunjukan efikasi diri pasien diabetes mellitus sebelum dilakukan health education perawatan diri yaitu kategori kurang sebanyak 19 responden (55,9%), efikasi diri pasien diabetes mellitus setelah dilakukan health education perawatan diri yaitu kategori baik sebanyak 15 responden (44,1%), dan pencegahan ulkus diabetikum sebelum dilakukan health education pencegahan resiko ulkus rendah 24 responden (70,6%), pencegahan ulkus diabetikum sesudah dilakukan health education pencegahan resiko ulkus sangat tinggi 22 responden (64,8%). hasil uji analisis mengunakan uji wilcoxon didapatkan ada pengaruh health education perawatan diri terhadap efikasi diri p value = 0,000 < α 0,05. dan pencegahan ulkus diabetikum pada penderita dm tipe2 dengan nilai p value = 0,000 < α 0,05.Untuk meningkatkan efikasi diri dan pencegahan ulkus diabetikum pasien diabetes mellitus, tenaga kesehatan khususnya perawat dapat menerapkan diabetes self management education pada proses asuhan keperawatan, sehingga pasien dapat meningkatkan kemampuan dalam perawatan pasien diabetes mellitus.
Efektivitas Senam Yoga Dan Rendam Kaki Air Hangat Menggunakan Serai Terhadap Penurunan Tekanan Darah Fifin Nurhidayati; Nur Hamim; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1969

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan Dimana tekanan sistole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal, kondisi kronis yang ditandai tingginya tekanan darah di pembuluh darah arteri. Kejadian tersebut dapat menyebabkan kerja jantung beberapa kali lebih berat dari keadaan normal untuk menyebarkan darah dari pembuluh darah ke semua bagian tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas senam yoga dan rendam kaki air hangat menggunakan serai terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Metode penelitian Quasy experimental dengan pendekatan two group pre test post test design di lakukan di desa alassumur lor. Populasi sebanyak 38 dan sampel diambil total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan sop, selanjutnya dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji Wilcoxson signed rank test.Hasil penelitian ini menunjukkan tekanan darah penderita hipertensi sebelum diberikan senam yoga sebagian besar tekanan darah berat 10 (52,6%) dan sebelum diberikan rendam kaki air hangat sebagian besar tekanan darah berat 9 (47,4%), Sedangkan sesudah diberikan senam yoga sebagian besar tekanan darah ringan 14 (73,7%) dan sesudah diberikan rendam kaki air hangat sebagian besar tekanan darah ringan 17 (89,5%). Senam yoga dan rendam kaki air hangat menggunakan serai efektif menurunkan tekanan darah dengan nilai p-value 0,000< α 0,005.Penelitian ini menunjukkan bahwa rendam kaki air hangat menggunakan serai lebih efektiv dari pada senam yoga, oleh karena itu penderita hipertensi perlu pengobatan non farmakologis dalam menurunkan tekanan darah.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Rizani Paiton Kabupaten Probolinggo Kamiliatul Umma; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1973

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah masalah kesehatan global yang membutuhkan hemodialisis sebagai terapi utama. Salah satu tantangan utama pasien hemodialisis adalah pembatasan intake cairan. Tingkat kepatuhan terhadap pembatasan intake cairan ini dipengaruhi oleh keyakinan diri atau self efficacy. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Hubungan Self Efficacy dengan Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi. Adapun desain penelitian adalah cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 67 responden dan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin yaitu pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sejumlah 57 orang. Teknik pengambilan sample menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner The Chronic Kidney Disease Self Efficacy dan The End Stage Renal Disesase Adherence Questionnare (ESRD-AQ) dan menggunakan skala likert. Analisa data menggunakan uji statistik Spearman RankHasil Penelitian Menunjukkan bahwa Self Efficacy sebagian besar Kategori Rendah sejumlah 32 responden (56,1%) dan Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan sebagian besar kategori Tidak Patuh sejumlah 29 responden (50,9%), hasil uji statistik p value 0.002 < α 0.05 ada hubungan Self Efficacy dengan Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA YANG MENGGUNAKAN GADGET DI SMKN 1 BANYUANYAR Muhammad Iqbal; Iin Aini Isnawati; Nur Hamim
Journal Central Publisher Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i3.615

Abstract

Latar Belakang : Kesehatan mental remaja sangat penting untuk dijaga karena dapat berimbas pada kesejahteraan remaja itu sendiri. Orang yang sehat mental akan merasa aman dan bahagia dalam kondisi apapun. Pravelesi tertinggi masalah kesehatan mental remaja terjadi pada usia 14-18 tahun. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kesehatan mental remaja yang menggunakan gadget di SMKN 1 Banyuanyar. Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi remaja Kelas XI TKJ sebanyak 103 remaja, Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 82 responden,Instrumen yang di gunakan lembar kuesioner Pengolahan data dengan proses editing, coding, scoring dan tabulating. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank Test. Hasil dan Pembahasan : Hasil dari penelitian menunjukan sebagian besar kualitas tidur buruk yaitu sebanyak 42 reponden (51,2%), dan kesehatan mental tinggi sebanyak 45 responden (54,9%). Hasil uji analisis menggunakan spearman rank yaitu p=0,005 dengan tingkat signifikan α 0,05 (p=005< α 0,05) yang berarti ada hubungan kualitas tidur dengan kesehatan mental remaja yang menggunakan gadget di SMKN 1 Banyuanyar. Kesimpulan : Diharapkan bagi sekolah lebih menyediakan alternatif kegiatan yang dapat meningkatkan kesehatan mental dan motivasi belajar siswa, dan untuk orang tua remaja untuk lebih mengawasi dan membatasi penggunaan gadget agar remaja dapat memenuhi jam tidur yang normal.
Hubungan Self-Efficacy Dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Djatiroto Lumajang Riswan Ardy Isnanta; Nur Hamim; Rizka Yunita; Yulia Rahmawati Hasanah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus tipe II merupakan penyakit hiperglikemik akibat ketidakpekaan sel terhadap insulin. Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam kisaran normal. Karena insulin masih diproduksi oleh sel beta pankreas, maka diabetes tipe II dianggap sebagai diabetes melitus yang tidak bergantung pada insulin (Sami et al., 2017). Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 199 pasien dengan menggunakan non-probability sampling Accidental Sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 133 responden. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden mempunyai nilai efikasi yang baik yaitu sebanyak 94 responden (70.7%) dan sebagian besar responden mempunyai perilaku pencegahan komplikasi yang baik yaitu sebanyak 94 responden (70.7%). Hasil analisis dengan Spearmank Rank diperoleh nilai p = 0,000 sehingga p = 0,000 < = 0,05. Dapat disimpulkan H1 diterima yang berarti terdapat hubungan antara efikasi diri dengan pencegahan komplikasi diabetes melitus tipe 2 di RSUD Djatiroto Lumajang.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Konsep Diri Anak Putus Sekolah Di Desa Boto Kecamatan Lumbang Probolinggo Alfiatul; Nur Hamim; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh orang tua ialah bagaimana cara orang tua mendidik, membimbing, mendisiplinkan anak, juga mengasuh anak supaya anak dapat mencapai kedewasaannya. Setiap keluarga tentunya memiliki pola pengasuhan yang berbeda dengan keluarga lainnya dan tidak bisa disamakan begitu saja. Konsep diri adalah sesuatu yang khas bagi seseorang, suatu kemampuan untuk melihat diri sendiri melalui pengalaman pribadi selanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan konsep diri anak putus sekolah. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi anak putus sekolah di desa Boto Kecamatan Lumbang Probolinggo sebanyak 40 responden, penentuan sampling menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner konsep diri . Selanjutnya dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa data pola asuh orang tua degan kategori pola asuh otoriter sebanyak 26 responden (65%) dan konsep diri dengan kategori tingkat rendah sebanyak 18 responden (45%). Hasil uji analisis hubungan pola asuh orang tua dengan konsep diri dengan nilai p=0.002 < α=0.05, artinya Ho ditolak dan H1 diterima, sehingga ada Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Konsep Diri Anak Putus Sekolah di Desa Boto Kecamatan Lumbang Probolinggo. Hipotesis dalam penelitian ini diterima dan terbukti secara statistik. Orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter dominan harus mematuhi peraturannya dan tidak boleh melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh orang tua. Anak putus sekolah yang memiliki konsep diri rendah senantiasa memandang dirinya tidak dapat berbuat apa-apa, merasa dirinya gagal, serta selalu berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Diharapkan kepada program pemerintah pendidikan memberi kesempatan kepada anak yang putus sekolah untuk bisa kembali mendapat pendidikan.
Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Kejadian Post Operative Nausea And Vomiting (PONV) Pada Pasien Dengan Anestesi Intravena Di Ruang Mina Rumah Sakit Islam Lumajang Kurniawati; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1461

Abstract

Insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV) diharapkan dapat ditangani secara efektif dan efisien sehingga pasien dapat pulih secara optimal setelah operasi. Mobilisasi dini berkontribusi pada pemulihan sistem gastrointestinal dan mengurangi efek samping anestesi intravena. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh mobilisasi dini terhadap insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV) pada pasien dengan anestesi intravena di Ruang Mina, Rumah Sakit Islam Lumajang. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan desain satu kelompok pre-test dan post-test. Perlakuan yang diberikan adalah latihan mobilisasi dini pada hari pertama pasca operasi selama 20 menit, dengan 5 kali pengulangan setiap latihan. Latihan dilakukan setelah 6 jam pertama pasca operasi dan kemudian diamati menggunakan skor Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching (RINVR) setelah 24 jam pasca operasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pasca operasi dengan anestesi intravena yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi, dengan sampel sebanyak 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan mobilisasi dini, didapati bahwa 16 responden (50%) mengalami mual dan muntah pasca operasi dalam kategori sedang dan setelah perlakuan ditemukan sebanyak 9 responden (28,1%) mengalami mual dan muntah pasca operasi dalam kategori ringan dan sebanyak 7 responden (21,9%) dalam kategori sedang. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai P = 0,000, α < 0,05, yang berarti ada pengaruh signifikan perlakuan mobilisasi dini terhadap insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV). Temuan ini menunjukkan bahwa mobilisasi dini memiliki efek positif terhadap insiden mual dan muntah pasca operasi (PONV). Prosedur Operasional Standar mobilisasi dini dapat diterapkan dalam penanganan mual dan muntah pasca operasi pada pasien dengan anestesi intravena.
Hubungan Perceived Stigma Dengan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Jiwa Skizofrenia Di Wilayah Kecamatan Gucialit Linda Ferianti; Nur Hamim; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1463

Abstract

Kompleksitas skizofrenia membutuhkan pendekatan multifaset dalam pengobatannya, termasuk medikasi, psikoterapi, dan dukungan sosial. Namun, satu aspek penting yang sering diabaikan dalam manajemen skizofrenia adalah stigma yang terkait dengan gangguan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara stigma yang dirasakan dan kualitas hidup pasien skizofrenia di Kecamatan Gucialit. Penelitian ini berfokus pada evaluasi bagaimana stigma yang dirasakan memengaruhi kualitas hidup pasien skizofrenia dalam komunitas ini. Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik korelasional dengan desain cross-sectional yang menggunakan seluruh populasi pasien skizofrenia di wilayah Kecamatan Gucialit. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 35 responden, dan pengukuran stigma yang dirasakan serta kualitas hidup (Quality of Life Interview) dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner serta analisis statistik SPSS dengan uji Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki stigma positif yang dirasakan, yaitu sebanyak 21 responden (60%), dan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang tinggi, yaitu sebanyak 22 responden (62,9%). Analisis statistik menggunakan uji Spearman's rho menunjukkan nilai signifikansi α < 0,05 (0,000), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma yang dirasakan dan kualitas hidup pasien skizofrenia di Kecamatan Gucialit. Temuan ini menunjukkan bahwa stigma yang dirasakan memengaruhi kualitas hidup pasien skizofrenia, di mana stigma yang lebih rendah dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, intervensi yang bertujuan mengurangi stigma dan meningkatkan penerimaan sosial dapat berkontribusi positif terhadap kualitas hidup pasien-pasien ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk mengembangkan program-program peningkatan kualitas hidup pasien skizofrenia melalui pengurangan stigma yang dirasakan.
Pengaruh Edukasi Tentang TBC Berbasis Grup WA Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TBC Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo Ahmad Rizki Maulaya; Nur Hamim; Widya Addiarto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1464

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit infeksi kronik yang sudah sangat lama dikenal pada manusia. Program yang bertujuan menuntaskan penyakit Tuberkulosis pada penderita yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam upaya bidang promotif dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada pasien Tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pre – post test dalam satu kelompok. Data diambil di Poli TB Puskesmas Kendit kepada pasien pengobatan TBC sebanyak 46 responden secara total sampling. Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Kemudian dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil analisa data didapatkan kepatuhan minum obat sebelum edukasi adalah kepatuhan sedang dan sesudah edukasi adalah kepatuhan tinggi sebanyak 20 responden (43,5%). Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0.000. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < α (0,05) yang berarti dapat disimpulkan ada pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo. Diharapkan petugas kesehatan dapat menjadikan edukasi sebagai dasar untuk meningkatkan kepatuhan minum obat TBC. Banyak macam metode edukasi yang dapat digunakan salah satunya dengan membuat grup WA. Cara ini dapat selalu disosialisasikan kepada masyarakat dan petugas kesehatan lainnya.
Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Aditya Pramana Putra; Nur Hamim; Yulia Rachmawati H
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1465

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien adalah evaluasi atau penilaian setelah memakai suatu pelayanan, bahwa pelayanan yang dipilih setidak- tidaknya memenuhi atau melebihi harapan. Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 64 responden dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 22 Agustus 2024 . Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan Editing, Coding, Scoring, Tabulating serta analisa data dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 64 responden untuk mutu pelayanan hampir seluruh responden menyatakan mutu pelayanan di rawat inap baik dengan prosentase 84,4%. Sedangkan proporsi tertinggi pada kepuasan sebanyak 82.8% menyatakan baik. Pengolahan data menggunakan uji chi square yang dihitung dengan menggunakan SPSS didapatkan nilai p value < α = 0,00 (nilai α=0,05) sehingga dapat disimpulkan H1 diterima yang artinya ada hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan rawat inap di Puskesmas Arjasa Kabupaten Situbondo. Diharapkan petugas yang melaksanakan pelayanan rawat inap meningkatkan mutu pelayanan yang baik secara berkelanjutan (continuous improvement), agar dapat memberikan pelayanan yang baik di Puskesmas Arjasa khususnya pada pasien rawat inap.