Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Geografi

IDENTIFIKASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DISEMPADAN BATANG ARAU TAHUN 2005-2015 KOTA PADANG nurkholilah nurkholilah; Helfia Edial; yudi Antomi
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.107 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/169

Abstract

Abstract This study aims to: 1) Know the land use in Batang Arau border in 2005-2015 2) Know the changes in land use in Batang Arau border in 2005-2015. This research is a quantitative research using descriptive approach. Date used Quickbird Image in 2005 and Image SPOT 6 2015. Analysis using overlay method of land use map with the help of ArcGis 10.1 software. In this research, 1) Land use in river Arau Border in 2005 is dominated by settlement covering 236,639 Ha, mixed plantation covers 100,409 Ha, rice field covers 91,946 Ha and forest is 15,266 Ha. While the dominant land use in 2015 is still the same as the land use in 2005, the settlement covers 250,295 ha, the area of ​​mixedplantation land is increased by 130,096 Ha with the width of rice field decreasing about 43,48 Ha and the forest land area is increasedabout 20,428 Ha. 2)The change of land use are reduce with widespread rice fields -14,412 Ha, while the expansion of land use is a settlement with an area of 22,986 Ha, a forestwith an area of 10,104 Ha, a mixed garden with an area of 17,072 Ha. Keywords: Land Use, Change, Border Line
Model Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan di Kota Padang Yudi Antomi
JURNAL GEOGRAFI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.832 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol7-iss1/171

Abstract

Kota Padang merupakan sebuah kota yang rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Tercatat daerah-daerah yang berada di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana tsunami,hal ini pula yang disinyalir menjadi pemicu perkembangan kawasan perkotaan ke arahtimur yang selama ini didominasi oleh penggunaan lahan hutan dan pertanian. Selaras dengan hal tersebut, perkembangan sosial ekonomi telah serta merta akan mengakibatkan perubahan penggunaan lahan yang secara umum dari kawasan alami menjadi kawasan budidaya. Dari hasil identifikasi perubahan penggunaan lahan yang bersumber dari Citra Landsat tahun 1989 – 2016, arah perkembangan kawasan permukiman telah bergeser dari barat ke timur pada lereng yang lebih bergelombang hingga landai. Pergeseran orientasi pembangunan ini perlu mendapat perhatian mengingat kawasan timur Kota Padang merupakan kawasan penyangga dengan status kawasan hutan yang telah ditetapkan sebagai Hutan Lindung dan Kawasan Konservasi. Perubahan pengunaan lahan paling siknifikan adalah pada Hutan Primer. Luas Hutan Primer pada tahun 2017 dihitung 89,494.65 ha dan di prediksi akan berkurang hingga menjadi 81,519.30 ha tahun 2040. Diikuti oleh pengurangan luas semak alang-alang dan hutan sekunder. Sedangkan perubahan penggunaan lahan kebun campuran memiliki tingkat pertambahan luas yang paling siknifikan, kedua terjadi pada kawasan terbangun dan lahan basah. Sedangkan untuk tubuh air prediksi menunjukkan tidak terjadi penambahan ataupun pengurangan.
PERUBAHAN SEBARAN PENULARAN PENYAKIT MALARIA AKIBAT PEMANASAN GLOBAL yudi Antomi
JURNAL GEOGRAFI Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.875 KB)

Abstract

Abstrak Pemanasan global telah memperluas wilayah bersuhu hangat di lintang tinggi dan dataran tinggi tropis, pertanyaan umum yang selalu tersirat dikedepankan dalam kajian suhu dan penyakit malaria adalah: Apakah ada kaitan antara pemanasan global yang sedang terjadi dengan perubahan sebaran penularan penyakit malaria? Riview ini ditulis berdasarkan hasil kajian para ahli di bidangnya yang telah dipublikasikan. Penulis menarik benang merahnya kemudian disimpulkan sebagai jawaban dari pertanyaan di atas. Penularan penyakit malaria ternyata masih berada dalam wilayah-wilayah dimana nyamuk yang menjadi vektornya dapat bertahan hidup baik pada suhu panas maupun dingin yang sangat ekstrim.Masih terlalu dini dan perlu pembuktian yang lebih meyakinkan dan masuk akal untuk menyimpulkan bahwa pemanasan global mempunyai hubungan yang kuat dengan perubahan sebaran penularan penyakit malaria.Walau bagaimanapun, pemanasan global telah menjadi kambing hitam dari perubahan sebaran penularanpenyakit malaria saat ini.
PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KAWASAN DANAU MANINJAU Yudi Antomi
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.539 KB)

Abstract

Abstrak Penggunaan lahan juga bergerak secara vertikal dalam rangka menaikkan mutunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kawasan Danau Maninjau. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi kebun campuran, kebun campuran menjadi ladang, ladang menjadi permukiman, demikian juga halnya dengan sawah yang berubah menjadi permukiman. Perubahan penggunaan lahan tersebut diikuti dengan peningkatan nilai ekonomi kawasan. Hasil estimasi ekonomi total dari pemanfaatan tersebut berdasarkan perubahan penggunaan lahan diperoleh nilai ekonomi pertanian sebesar 163 milyar rupiah dan terus meningkat menjadi 306 milyar rupiah pada tahun 2030. Untuk nilai ekonomi pemukiman yang dihitung berdasarkan NJOP diperoleh nilai sebesar 2,3 milyar rupiah pada tahun 2014 dan terus meningkat menjadi 7,3 milyar rupiah pada tahun 2030. Yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian KDM adalah sektor KJA yaitu sebesar 40 milyar rupiah pada tahun 2002 dan meningkat pesat menjadi 243 milyar rupiah pada tahun 2030.