Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PERBANDINGAN JUMLAH IKAN LELE DAN KULIT PISANG PADA PEMBUATAN KERUPUK “LEKUPI” Herawati, Yeni; Dasir, Dasir
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2013): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v2i1.490

Abstract

This study aimed to study the ratio of a banana skin and catfish on making crackers "lekupi". This research has been held in Laboratory Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Palembang in October 2012 to February 2013. This research used Randomized Block Design (RBD), which compiled non-factorial consisting of four combinations of treatment and repeated five times, with each treatment factor P1 (50% banana skin: catfish, 10%: 40% starch), P2 treatment (40% banana skin: catfish, 20%: 40% starch), treatment P3 (20% banana skin: catfish, 40%: 40% starch), and P4 treatment (10% banana skin: catfish 50%: 40% starch). Parameters observed for chemical analysis covering the water content and protein content. While organoleptic include flavor and color to the hedonic test and the level of crispness to the rank test and physical test includes volume expansion. The results showed that the ratio of the number of catfish and banana peels are very real effect on the moisture content, protein content and volume expansion. Assessment of organoleptic test showed that the ratio of the number of catfish and banana peels significantly affect the flavor, color and crispness Crackers "Lekupi". The results showed that treatment of P4 has the lowest water content (10.617%), the highest protein content (14.74%), and highest volume expansion (6.253 x 100%). While in treatment P1 has the highest water content (12.405%), the lowest protein content (5.04%) and the lowest volume expansion (3.212%). In organoleptic treatment P2 has color, and flavor with the highest level of preference with the average value of 3.75 (criterion rather liked), 3.66 (criterion rather liked). Meanwhile, highest level of crispness found in P4 treatment with an average value of 1.42 (the criteria are very crisp at all).
PERUBAHAN KARAKTERISTIK SENSORIS DAN KIMIA SURIMI IKAN PATIN (Pangasius hypophthalamus) PADA PENYIMPANAN DINGIN dasir, Dasir; idealistuti, idealistuti; suyatno, Suyatno
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 10, No 2 (2021): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v10i2.4152

Abstract

Karakteristik daging ikan patin (Pangasius hypophthalamus) mengandung lemak menyebabkan daging berwarna kuning, perubahan odor dan perubahan flavor jika kontak dengan oksigen. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya upaya pengolahan yang dapat mempertahankan daya simpan dan  nilai gizi menjadi produk antara (intermediet) yaitu surimi. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (RPB) dengan perlakuan jenis pendinginan P1 dengan freezer dan P2 dengan es batu dan lama penyimpanan dingin W1 (0 hari), W2 (3 hari), W3 (6 hari) dan W4 (9 hari) dengan 3 ulangan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah uji sensoris terhadap warna, aroma dan tekstur surimi. Uji fisik dilakukan terhadap pH dan EMC (expressible moisture content). Hasil penelitian menunjukan  uji sensoris tingkat kesukaan panelis tertinggi terhadap warna dan aroma  pada perlakuan P1W4 (penyimpanan dengan es selama 9 hari) dengan nilai rata-rata  warna sebesar 3.00 (kriteria  disukai) dan  aroma 3.05 (kriteria  disukai). Tingkat kesukaan terhadap tekstur terdapat pada perlakuan P2W4  (penyimpanan dengan freezer selama 9 hari) sebesar dengan nilai rata-rata tertinggi 0.33 (nilai setelah ditransformasi). pH dan EMC tertinggi pada interaksi P1W4 (penyimpanan dingin dengan es batu dengan penyimpanan 9 hari) sebesar 7.18 dan 32.06 %. 
KARAKTERISTIK KIMIA DAN UJI HEDONIK PEMPEK SURIMI DARI BERBAGAI JENIS IKAN AIR TAWAR Suyatno, Suyatno; Dasir, Dasir; Sari, Reni Nofita
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 10, No 2 (2021): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v10i2.4113

Abstract

Surimi adalah daging ikan yang telah dicuci (leaching) untuk menghilangkan lemak dan senyawa- senyawa larut air lainnya sehingga memiliki tekstur yang khas. Surimi dapat digunakan sebagai sediaan alternatif pengganti daging ikan giling segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan surimi dari berbagai jenis ikan air tawar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan faktor perlakuan daging ikan gabus (S0), surimi ikan patin (S1), surimi ikan mujair (S2), dan surimi ikan lele (S3) dan pengulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati, yaitu; uji kimia meliputi kadar protein dan kadar lemak uji hedonik meliputi warna, aroma dan rasa. Analisis data secara statistik dengan ANOVA. Kadar protein tertinggi yaitu 9.96% pada perlakuan S0 (pempek lenjer ikan gabus) dan kadar protein terendah yaitu 5.67% pada perlakuan S1 (pempek lenjer surimi ikan patin). Kadar lemak tertinggi yaitu 1.18% pada perlakuan S0 (pempek lenjer ikan gabus) dan terendah pada perlakuan S2 (pempek lenjer surimi ikan mujair) yaitu 0.39%. Tingkat kesukaan tertinggi terhadap warna, aroma dan rasa pempek lenjer terdapat pada perlakuan S2 (pempek lenjer surimi ikan mujair), dengan nilai secara berturut-turut 4.00, 3.86 dan 4.29 dengan kriteria disukai panelis hingga agak disukai panelis. Surimi dari ikan mujair dapat digunakan sebagai alternatif terbaik pengganti daging ikan gabus giling.
STRATEGI USAHA SELAMA PANDEMI PADA UMKM PEMPEK DI KOTA PALEMBANG Dasir Dasir; Dinarossi Utami; Innike Abdillah Fahmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.36 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5254

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pada berbagai sektor usaha termasuk usaha kecil mikro dan menengah. Bahkan banyak UMKM yang tidak lagi beroperasi dikarenakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat sebagai bentuk upaya pengurangan penyebaran Covid-19. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu UMKM pempek di Kota Palembang dalam mengatasi permasalahan usaha selama pandemi. UMKM Pempek yang menjadi mitra pada kegiatan ini adalah UMKM Pempek Eka. Tahapan kegiatan pengabdian dilakukan melalui dua kegiatan. Tahap pertama yakni perencanaan stok bahan baku, sedangkan yang kedua yakni pemasaran produk melalui media elektronik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya kegiatan tersebut memberikan keterampilan baru bagi UMKM Pempek Eka. Hal ini terlihat pada evaluasi pengetahuan sebelum dilakukan pelatihan yakni sebesar 45%, dan 80% setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan. Selain itu, hasil kegiatan juga terlihat dari meningkatnya produksi pempek sebesar 125% dari sebelum dilakukan pelatihan mengenai perencanaan stok bahan baku dan meningkatnya hasil penjualan sebesar 75% setelah dilakukan pemasaran produk melalui media elektronik. Keberlangsungan UMKM diharapkan dapat menjadi salah satu tiang dalam menopang perekonomian daerah maupun nasional. Abstract:  The Covid-19 pandemic has caused a decline in various business sectors, including small, micro, and medium enterprises. Many MSMEs are no longer operating due to the imposition of restrictions on community activities as an effort to reduce the spread of Covid-19. This activity aims to help Pempek SMEs in Palembang City in overcoming business problems during the pandemic. The Pempek SMEs that are partners in this activity are Pempek Eka SMEs. The stages of service activities are carried out through two activities. The first stage is planning the stock of raw materials, while the second is product marketing through electronic media. The results of the activity show that the existence of these activities provides new skills for Pempek Eka SMEs. This can be seen in the evaluation of knowledge before training, which is 45%, and 80% after training and mentoring. In addition, the results of the activity can also be seen from the increase in pempek production by 125% from before training on raw material stock planning and an increase in sales results by 75% after marketing the product through electronic media. The sustainability of MSMEs is expected to be one of the pillars in supporting the regional and national economy. 
INOVASI PRODUK RENGGINANG DESA BUDI MULYO BANYUASIN SUMATERA SELATAN Erliza Yuniarti; Dasir Dasir; Gumar Herudiansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 6 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.264 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i6.2723

Abstract

Abstrak: Usaha mikro rengginang Ibu Wati membutuhkan dukungan untuk mendapatkan produk rengginang yang berkualitas baik, sehat dan laku dipasarkan. Beberapa masalah produksi dan manajemen menjadi kendala untuk mencapai tujuan diantaranya adalah pengeringan dimusim hujan, kurangnya pemahaman akan proses produksi  pangan yang baik, pengemasan, pemanfaatan teknologi informasi, pembukuan dan legalitas izin usaha.[W71]  Untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut dilakukan pendampingan dan pelatihan secara bertahap yang meliputi bidang aspek manajemen pemasaran, izin usaha, administrasi keuangan, manajemen mutu dan keuangan. Dari kegiatan pendampingan dan pelatihan ini, telah dihasilkan inovasi produk  berupa rengginang berukuran kecil dengan aneka rasa. Salah satu varian rasa yang menjadi produk unggulan adalah rengginang dengan toping coklat. Diharapkan dengan adanya perbaikan di sisi manajemen produk dan produk inovasi akan berdampak pada peningkatan produksi yang berujung kepada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha rengginang.Abstract: Ibu Wati's Rengginang micro business needs support to get good quality, healthy and marketable Rengginang products. Several production and management problems become obstacles to achieving the goal including drying in the rainy season, lack of understanding of good food production processes, packaging, utilization of information technology, bookkeeping and legality of business licenses.To overcome these problems, assistance, and training are carried out in stages covering the aspects of marketing management, business licenses, financial administration, quality management, and finance.From these activities, product innovations have been made in the form of  small rengginang with various flavors. One variant of flavor that is a superior product is rengginang with chocolate topping. It is expected that improvements in product management and innovation products will have an impact on increasing production which will lead to an increase in the welfare of the rengginang businessman.
IPTEKS PENGOLAHAN IKAN SURIMI UNTUK USAHA KEMPLANG MIKRO Dasir Dasir; Diah Isnaini; Erliza Yuniarti
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): APTEKMAS Volume 3 Nomor 1 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.801 KB) | DOI: 10.36257/apts.v3i1.1925

Abstract

River fish catches as the main raw material for making kemplang during the rainy season until the beginning of the dry season are very few, on the contrary the supply of river fish is abundant during the dry season to the rainy season. When there is an abundant supply of micro fish kemplang entrepreneurs stray the milled fish in a used refrigerator that is given ice cubes as a cooling with limited capacity, but the quality of the fish quickly drops. Surimi fish processing and storage training is given to overcome these problems. Fish processed with the surimi method can be stored for a long time and are not damaged, so that it can be used when the amount of river fish is limited and expensive. Besides discussing surimi method, this article also includes assistance in making kemplang and financial administration, with the hope that this community partnership program can improve the community's economy.
Analsis Karakteristik Fisik dan Kimia Surimi Ikan Lele dengan Perlakuan Jenis dan Lama Penyimpanan Dingin Dasir Dasir; Suyatno Suyatno; Rosmiah Rosmiah
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal "Tantangan dan Solusi Pengembangan PAJALE dan Kela
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.354 KB)

Abstract

Dasir et al, 2019. Analysis of Physical and Chemical Characteristics of Surimi Lele Fish with Treatment Treatment and Cold Storage Duration. pp. 165-171.Currently, fish farmers have successfully cultivated catfish, catfish, and tilapia with increasing production every year. The types of fish have not been used in the manufacture of Pempek because of poor meat quality. Therefore, it is necessary to improve quality by making it a product between of surimi. This study aimed to determine the chemical characteristics and physics of catfish surimi from the treatment of cold storage and cold storage. The research design used was factorial completely randomized design (RALF) with cold storage type and time using ice, (P1) and with freezer (P2) for 0, 3, 6 and 9 days (W1, W2, W3,  and W4) with two Repeat times. In the interaction treatment, the highest protein content was 11.93% in P1W0, the lowest water content was 71.33% in P2W0, the highest pH was 7.36 in P1W3 and the lowest EMC was 21.58% in P1W0. The highest organoleptic test results on color and aroma 3.50 on P1W0 and physical test on the highest texture value of 6.45 on P1W3. The results of the study concluded that the P1W3 treatment showed the best results.
Peningkatan Hasil Belajar Membuat Denah Dan Peta Lingkungan Rumah Dan Sekolah Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Penerapan Model Think-Pair-Share Siswa Kelas III SDN 1 Sendang Kecamatan Jambon Dasir Dasir
Wahana Kreatifitas Pendidik (WKP) Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No.2 Tahun 2019
Publisher : Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.097 KB)

Abstract

Permasalahan yang muncul di Kelas III SDN 1 Sendang Kecamatan Jambon adalah siswa kurang menguasai beberapa kompetensi dasar yang diajarkan. Seharusnya siswa Kelas III pada Semester I telah memahami materi ajar Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 42,86% atau 6 siswa Kelas III SDN 1 Sendang Kecamatan Jambon belum memahami sepenuhnya materi Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 58,13 dan 43,75% atau 7 siswa memiliki nilai di bawah rata-rata kelas. Atas dasar data hasil observasi bahwa siswa kurang tertarik terhadap materi Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah, karena mungkin menganggap bahwa materi ini adalah materi yang membosankan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah melalui metode Think-Pair-Share Siswa Kelas III SDN 1 Sendang Kecamatan Jambon Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan model pembelajaran Think-Pair-Share dalam meningkatkan kemampuan materi ajar Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 73,75; siklus II 76,88, dan siklus III 79,06. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu siklus I hanya 68,75%, siklus II meningkat menjadi 81,25%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.
SOSIALISASI PEMBUATAN MESIN TETAS TELUR DI TERAS LITERASI PLAJU DARAT PALEMBANG Anindita Rahmalia Putri; Erliza Yuniarti; Dasir Dasir; Sofiah Sofiah; Anaindita Rahmalia Putri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3504-3510

Abstract

Usaha peternakan unggas sangat menjanjikan sehingga terus berkembang seiring pertambahan jumlah penduduk. Perkembangan  usaha peternakan berkaitan dengan permintaan  daging khususnya ayam pedaging dan telur. Permintaan akan  unggas saat ini dipenuhi oleh  ayam boiler, bebek dan ayam kampung terutama di daerah perkotaan. Tujuan kegiatan untuk membantu mitra mengatasi permasalahan yang dihadapi  dalam menjalankan usaha peternakan unggas dengan mensosialisasikan dan pendampingan pembuatan mesin tetas telur. Tahapan  kegiatan dilaksanakan meliputi, tahap awal program adalah  persiapan dengan melakukan survei lokasi, pembuatan program kerja bersama-sama dengan pengelola Teras Literasi Palembang sebagai mitra dan ketua Rukun Tetangga (RT), pembuatan alat bersama dengan warga dan mahasiswa yang terlibat, sosialisasi dilaksanakan setelah alat mesin tetas telur berhasil dibuat, pendampingan kegiatan dan evaluasi.  Hasil kegiatan adalah sebagai berikut: a) peserta dapat mengerti peralatan dan bahan yang dibutuhkan, untuk pembuatan mesin tetas b) peserta dapat memahami fungsi mesin tetas dan prinsip kerja mesin tetas c) peserta tertarik dan mampu membuat rancangan mesin tetas sesuai dengan kebutuhan penetasan d) tersedianya 1 (satu) buah mesin  telur berkapasitas 50 butir untuk dipergunakan oleh masyarakat. Program sosialisasi dan pendampingan dapat diterima oleh masyarakat, semangat gotong royong dan kebersamaan antara warga, dosen dan mahasiswa dalam pembuatan alat, diharapkan meningkatkan pemahaman  dan kesejahteraan masyarakat.
KARAKTERISTIK FISIK, AROMA DAN PROTEIN PEMPEK LENJER DENGAN METODE FREKUENSI PENCUCIAN AIR ES Alhanannasir Alhanannasir; Dasir Dasir; Derta Belasanjaya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.705 KB)

Abstract

Penelitian ini menentukan frekuensi pencucian ikan dengan air es terhadap kekenyalan, aroma dan protein pempek lenjer. Pempek merupakan salah satu makanan khas di Kota Palembang Sumatera Selatan. Ikan sebagai bahan utama pempek dilakukan pencucian (leaching) setelah dilakukan penggilingan. Pencucian daging ikan dengan air es dengan frekuensi tertentu dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan gel, menghilangkan sebagian besar komponen yang larut dalam air, darah (pigmen), penyebab bau, dan dapat meningkatkan kualitas aroma. Daging lumat ikan tenggiri pasir (filet/surimi) dicuci/leaching dengan air es perbandingan 1 : 3 (bahan : air) sesuai perlakuan (tanpa pencucian, satu kali, dua kali, tiga kali dan empat kali) selama 10 menit untuk masing-masing proses pencucian dengan metodologi Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial uji Beda Nyata Jujur, uji Freidman, dan uji Tukey. Secara statistik diperoleh bahwa frekuensi pencucian berpengaruh sangat nyata terhadap protein, dan berpengaruh nyata terhadap kekenyalan dan aroma. Dari hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan frekuensi F4 (pencucian 4 kali) bahwa tingkat kesukaan aroma (4,60) sangat suka, dan tingkat kekenyalan (9) lebih tinggi dari perlakuan lainnya, dan kadar protein lebih rendah dari perlakuan lainnya dan terjadi penurunan rata-rata 3,98%. Pembuatan pempek lenjer dengan frekuensi pencucian filet dengan air es dihasilkan pempek yang beraroma tidak amis dan lebih kenyal.