Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Minimasi Kegiatan Non Velue Added Pada Proses Produksi Catride Heather dengan pendekan konsep Lean Manufaktur Nasution, Siti Rohana; Lestari, Monica Fidya Lestari Monica Fidya; Armansyah, Armansyah Armansyah; Zulaihah, lilik Zulaihah
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2023: SNTIKI 15
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses produksi Cartridge Heater ditemukan indikasi waste yang menyebabkan produktivitas perusahaan berkurang.  Konsep Lean Manufacturing digunakan sebagai metode untuk memberikan usulan perbaikan berupa rancangan proses produksi yang lebih efektif dan efisien. Dimulai dengan mengidentifikasi waste pada proses produksi dengan tools Value Stream Mapping, Process Activity Mapping. Kemudian dilakukan penentuan waste kritis menggunakan kuesioner 7 waste dan didapatkan hasil waste kritis secara berurutan dari skor tertinggi yaitu waiting, transportation dan over processing. Langkah selanjutnya adalah penentuan subwaste dan kategori resiko yang paling krusial yang harus ditindaklanjuti menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan menganalisis akar penyebab permasalahan menggunakan analisis 5 why’s. Dihasilkan rekomendasi perbaikan dengan waktu proses produksi Cartridge Heater dapat berkurang dari 3553,21 detik menjadi 2424,71 detik dan total produksi hasil simulasi perbaikan juga menunjukkan kenaikan rata-rata produksi per bulan sebesar 72,58% dari kondisi aktual 1495 unit menjadi 2580 unit.
Penurunan Defect Produk Cacah Plastik dengan Implementasi Quality Control Circle Nasution, Siti Rohana; Dharmawan2, Daffa Raihan; Alamsyah, Nanang; Zulaihah, Lilik; Armansyah, Armansyah
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2023: SNTIKI 15
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality control circle adalah suatu sistem yang efisien untuk mengokordinasikan kegiatan-kegiatan dalam pengembangan dan pemeliharaan suatu perusahaan terhadap mutu suatu produk guna menghasilkan barang yang bermutu tinggi. Pengendalian kualitas merupakan salah satu hal krusial yang patut diperhatikan guna menjaga kualitas produk sehingga dapat memenuhi kepuasan pelanggannya. Tujuan dilakukan implementasi Perbaikan proses dengan pendekatan QCC ini yaitu melakukan identifikasi mengenai peningkatan kualitas pada produk cacah plastik, serta cara menghasilkan usulan peningkatan kualitas untuk mengurangi reject penjualan pada produk cacah plastik. Metode Quality Control Circle dilakukan dengan pendekatan PDCA (plan, do, check, action) serta untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab dengan Fault Tree Analysis. Faktor penyebab rejec produk adalah terkontaminasi hasil cacah plastic dengan lemak-lemak atau kotoran lainnya. Eksperimen untuk penurunan reject dengan menambahkan bahan tambahan soda api 75 gr, 100 gr dan 125 gr produksi/perhari pada saat proses di bak pencucian Dari improvement tersebut hasil terbaik didapatkan dengan penambahan 125 gr/perproduksi perhari.
PROGRAM COOPERATIVE LEARNING PEMBUATAN KAIN TIE-DYE SHIBORI PADA KELOMPOK PKK KELURAHAN RANGKAPAN JAYA BARU Nasution, Siti Rohana; Zulaihah, Lilik; Rahayu, Fajar; Mahfud, Halim; M, Nantia Rena Dewi
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28316

Abstract

ABSTRACT Cooperative Learning The motive of the shibori tie-dye technique in the PKK Group of Parung Confused Village, Rangkapan Jaya Baru Village, Pancoran Mas District, Depok with this learning model which aims to be able to grow the hardness of the community so that it is able to carry out small business activities for the community, especially PKK mothers and youth groups of coral cadets so that it becomes a group of people who have not been productive into productive communities. The Partnership Program was carried out with 20 PKK members and 10 young women members of Karang Taruna Kampung Parung Confused. The training given starts from folding techniques to get designs and motifs, harmonious coloring techniques so that there are various variations. Natural coloring techniques by exploring plants to get color. The form of learning with the concept of students learning and working by forming small groups or groups consisting of 4 to 6 participants collaboratively and heterogeneously. With the coorperative learning system, it is expected to foster moivation and organize dynamic group work so that the partnership program can meet its goals. ABSTRAK Cooperative Learning Motif teknik tie-dye shibori pada Kelompok PKK Kampung Parung Bingung Kelurahan Rangkapan Jaya Baru Kecamatan Pancoran Mas Depok dengan model pembelajaran ini yang bertujuan untuk dapat menumbuhkan daya kerasi masyrakat sehingga mampu untuk melakukan kegiatan usaha kecil bagi masyrakat terutama ibu-ibu PKK dan kelompok remaja karang taruna sehingga menjadi kelompok masyarkat yang belum produktif menjadi masyarkat yang produktif. Program Kemitraan dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 20 anggota PKK dan 10 orang remaja putri anggota Karang Taruna Kampung Parung Bingung. Pelathan yang diberikan mulai dari Teknik pelipatan untuk mendaptakan desain dan motif, Teknik pewarnaan yang harmonis sehingga didaptakan variasi beragam. Teknik pewarnaan alami dengan mengekplorasi tumbuh-tumbuhan untuk mendpatkan warna. Bentuk pembelajaran dengan konsep peserta didik belajar dan bekerja dengan membentuk kelompok kecil atau group terdiri dari 4 sampai 6 peserta secara kolaboratif dan bersifat heterogen. Dengan system pembelajaran coorperative learning diharapkan dapat menumbuhkan moivasi dan berorganisasi kerja kelompok yang dinamis sehingga program kemitraan dapat memenuhi tujuannya.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS RUMAH TANGGA DI RW 17 SRENGSENG SAWAH JAGAKARSA JAKARTA SELATAN Nasution, Siti Rohana; Lilik Zulaihah
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33575

Abstract

Srengsengsawah is an area of Jagakarsa District, South Jakarta, which is expected to be a buffer area for all forms of activities in the economic, housing, and population sectors in the DKI Jakarta area. The waste problem that often occurs is the occurrence of waste collisions that cannot be transported due to limited means of transportation for garbage trucks. The volume of waste generated has exceeded the capacity of available means of transportation and the limited facilities of temporary waste disposal sites (TPS). For this reason, it is necessary to carry out an activity to reduce the amount of waste. It is important to realize that the earth and environmental preservation must always be taken care of is our responsibility as human beings who inhabit the earth. There needs to be awareness of every human being to be aware and care about the waste they produce. Reducing the amount of waste can be done if waste can be sorted according to its type, namely grouped into organic and inorganic waste where it is necessary to apply the 4 R system, namely reducing (re-duce) by reducing or minimizing the baraf used, Reusing items that can still be used (re-use) also avoiding the use of disposable items, re-cycling, and replacing items that can only be used once Use DNA use environmentally friendly items that can be reprocessed. With the waste bank system implemented, waste can be used as a blessing and useful. ABSTRAK Srengseng Sawah merupakan wilayah Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan, yang diharapkan dapat menjadi daerah penyangga semua bentuk aktivitas baik sektor perekonomian, perumahan, dan kependudukan di wilayah DKI Jakarta. Permasalahan persampahan yang sering terjadi adalah timbulnya tumbukan sampah yang tidak dapat terangkut karena terbatasnya sarana transportasi truk sampah. Volume timbulan sampah yang dihasilkan telah melebihi kapasitas alat angkut yang tersedia dan terbatasnya sarana tempat pembuangan sampah sementara (TPS) . Untuk itu perlu dilakukan suatu aktivitas guna penurunan jumlah sampah. Hal penting yang hasus disadari bahwa bumi dan pelestarian lingkungan harus selalu dijaga merupakan tanggung jawab kita senagai insan yang mendiami bumi. Perlu ada kesadaran setiap insan manusia untuk sadar dan peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan . Penurunan jumlah sampah dapat dilakukan apabila sampah dapat di pilah sesuai dengan jenisnya yaitu dikelompokkan menjadi sampah organic dan anorganik dimana perlu diterapkan sistem 4 R yaitu mengurangi (re-duce) dengan cara mengurangi atau meminimalkan baraf yang digunakan, Memakai Kembali barang yang masih dapat digunakan (re-use) juga menghindari penggunaan barang sekali buang, melakukan daur ulang (re-cycle), dan melakukan penggantian kepada barang-barang yang hanya dapat di gunakan sekali pakai dna gunakan barang yang ramah lingkungan yang dapat di proses kembali. Dengan adanya sistem bank sampah yang dilaksanakan dapat memanfaatkan sampah menjadi berkah dan bermanfaat.