Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI DIGITAL GURU MELALUI PELATIHAN PENULISAN RUMUS FISIKA, MATEMATIKA, DAN KIMIA BERBASIS MS. WORD Khairil Anwar; Lukman Lukman; Linda Sekar Utami; M. Isnaini; Islahuddin Islahuddin; Zulkarnain Zulkarnain; Fatimah Fatimah; Sirajuddin Sirajuddin; Nursina Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15166

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi digital mendorong para guru dapat mengimplementasikannya untuk membantu pencapaian tujuan belajar mengajar, namun para guru masih sangat minim pengalaman dan pengetahuan dalam menggunakannya, seperti memanfaatkan Ms. Word untuk menggambar, menulis rumus matematis/ kimia/ fisika secara benar, cepat, dan praktis. Melihat permasalahan ini maka dilakukan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru menulis rumus dan menggambar objek untuk pembelajaran sains menggunakan software dasar Ms.Word, dan mengetahui bagaimana espektasi para guru dalam mengembangkan keilmuan dan keterampilan digital. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan kepada para guru mitra sekolah Asshohwah Al-Islamiyah yang berjumlah 20 orang. Kegiatan ini dilaksanakan pada akhir September 2021 secara tatap muka di ruang Laboratorium komputer sekolah mitra. Kegiatan diawali dengan proses koordinasi, observasi, penyusunan jadwal, pengembangan modul, sosialisasi materi, pelaksanaan pelatihan, serta monitoring dan evaluasi yang dilakukan dengan pengamatan kinerja, penyebaran angket, dan wawancara. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan lancar, serta berhasil menunjukkan bahwa para guru menjadi tahu dan terampil menggunakan software Ms. Word untuk penulisan rumus dan menggambar materi sains-matematika secara benar dan praktis, selanjutnya 96 % dari seluruh peserta memberikan kesan mendukung keberlanjutan kegiatan pengabdian ini dengan materi terkait teknologi untuk pembelajaran karena menyatakan sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan para guru dan siswa masa kini. Kata kunci: pelatihan berbasis IT; penulisan formula matematis; ms.word. ABSTRACTThe development of digital technology encourages teachers to implementation for achieve teaching and learning goals, but teachers still have very little experience and knowledge in using it, such as using Ms. Word to draw, write mathematical/chemical/physical formulas correctly, quickly, and practically. Seeing this problem, training activities were carried out to improve knowledge and skills of teachers in digital literacy learning science using Ms.Word, and find out how the expectations of teachers are in developing digital science and skills. This activity was carried out through training for teachers of Asshohwah Al-Islamiyah school, totaling 20 people. This activity will be held in September 2021 in the partner school's computer laboratory. The activity begins with a process of coordination, observation, scheduling, module development, material dissemination, training implementation, as well as monitoring and evaluation carried out by observing performance, distributing questionnaires, and interviews. This activity has been carried out well and smoothly, and has succes in showing that teachers know and are skilled at using Ms. Word software for writing formulas and drawing science-mathematical materials correctly and practically, then 96% of all participants gave the impression of supporting the sustainability of this activity with material related to technology for learning because they stated that it was very useful and in accordance with the needs of today's teachers and students. Keywords: IT-based training; writing mathematical formulas; ms.word.
Student's Literacy and Numeracy Skills in ombok Island, West Nusa Tenggara : Baseline Survey Innovation Based Gender Equality, Disability, and Social Lukman Lukman
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v9i2.7713

Abstract

This research aims to analyze the literacy and numeracy skills of students in ombok Island, West Nusa Tenggara based on gender, disability and social equality. The research approach uses a Mixed Method between qualitative and quantitative research with a survey method (cross-sectional). Data collection was carried out involving 2639 respondents from SD and MI students, school principals, teachers, parents, village representatives, and from TTIs. Survey data were obtained through questionnaires, document recording, and interviews. Furthermore, the data were analyzed qualitatively. This study's results show the lowest achievement is the numeration of female respondents in East Lombok Regency, 59.41. Achievements in the same aspect for Central Lombok Regency were higher, namely 62.97. For literacy skills, female respondents in Central Lombok also obtained a higher average (68.91) than female respondents in East Lombok Regency (66.93). The achievement of male respondents in Central Lombok Regency for literacy (69.08) looks lower than male respondents in East Lombok Regency (69.44). The same thing also happened to the average achievement in the numeracy aspect; Central Lombok Regency only got an average of 66.00, while East Lombok reached 66.44. In general, male literacy achievements were higher than women, while numeracy achievements were superior to female respondents from men's.
Pelatihan Bahasa Inggris Dengan Pendekatan Ketuntasan Belajar Bagi Pokdarwis Lukman Lukman
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 10 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i10.430

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat model pelatihan bahasa Inggris dengan pendekatan ketuntasan belajar bagi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang bertugas di objek wisata alam untuk meningkatkan mutu layanan kepariwisataan bagi wisata asing. Munculnya berbagai persoalan kemampuan dalam berbahasa Inggris bagi Pokdarwis menjadi perhatian yang harus segera mendapatkan solusi, seperti Desa Wisata tepatnya yang berada di Desa Kekeri Kabupaten Lombok Barat. Setelah kami melakukan penelitian menemukan bahwa tidak seorangpun diantara mereka yang mengayam pendidikan vokasional yang relevan, mereka juga tidak pernah mengikuti pelatihan bahasa Inggris secara rutin; mereka membutuhkan pelatihan bahasa Inggris untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental yang digunakan dalam uji coba model hipotetik. Model ini diharapkan akan dapat diuji cobakan secara lebih luas agar dapat mengetahui efektifitas dari sebuah model ini dengan menggunakan one-group pretest-posttest design. Dalam penelitian ini menemukan bahwa kondisi objektif keterampilan bagi pramuwisata untuk berbicara dan membaca kurang begitu baik, proses pembelajaran berlangsung secara otodidak. Selain itu latar belakang pendidikan bagi Pokdarwis lebih banyak tamatan lulusan sekolah dasar. Model pelatihan yang digunahakn yaitu mastery learning bagi pramuwisata atau pokdarwis untuk meningkatkan mutu layanan kepariwisataan bagi wisatawan asing dan domestik. Pelatihan berbahasa Inggris dengan pendekatan mastery learning belum terbukti memberikan solusi.
The Effect of Show and Tell, Role-Play and Storytelling on Speaking Skills: Meta-analysis Enma Oktaviani; Ilham Ilham; Lukman Lukman; Samson Olusola Olatunji; Nicole Whitworth
Journal of Languages and Language Teaching Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v12i2.10868

Abstract

Show and tell, role-play, and storytelling are all enjoyable speaking practice approaches for educators to utilize when teaching English. Therefore, the goal of this study is to assess the efficacy of the Show-and-Tell, Role-Play, and Storytelling methods for improving English speaking skills. The results of this study were obtained using JASP software, and 60 research findings met the criteria for the analysis, which shows a significant statistical impact from the three speaking approaches. In the Show-and-Tell method, the effect size value was 1.09 (High Effect), in the Role-Play method it was 1.13 (Very High Effect), and in the Storytelling method it was 1.34 (Very High Effect). However, Storytelling has a greater impact than the other methods. Furthermore, this study suggests that research published in 2022 has the largest effect, with 1,371 (Very High Effect). Meanwhile, analyzing the number of participants, it is clear that a study with more than 52 persons has the biggest impact, with an estimated value of 1.257 (Very High Effect). Among the methods, Story-Telling had a higher influence than the other methods in teaching English speaking skills. In conclusion, this meta-analysis provides strong evidence supporting the effectiveness of the Show-and-Tell, Role-Play, and Story-Telling methods in teaching English speaking skills. The findings underscore the need for educators to incorporate these methods into their pedagogical strategies to enhance students’ English speaking skills.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Lukman Lukman; Furkan Furkan; Syfril Syfril
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 8 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v8i1.3192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki beberapa masalah yang dirasakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Inggris, yaitu: (1)Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah masih bersifat teacher centered, (2) Materi pembelajaran cenderung bersifat faktual, hafalan, kurang mengarahkan pada pembangunan pengetahuan oleh siswa sendiri, (3) Pembelajaran bahasa Inggris lebih mementingkan hasil dari pada proses, (4) Siswa selalu merasa bosan dan jenuh dalam belajar bahasa Inggris, (5) Terbatasnya pemahaman guru bahasa Inggris dalam pengembangan pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa (student centered), sehingga pembelajaran masih berjalan secara konvensional. Oleh karena itu perlu dicarikan solusinya, diantaranya dengan sebuah pendekatan pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kreatif, konstruktif, dan berpusat pada siswa, yaitu melalui Pendekatan Konstruktivisme. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan; (1) adanya peningkatan kinerja guru, hal ini nampak dari indikasi membaiknya cara guru dalam melaksanakan proses pembelajaran; mulai dari membuka pembelajaran, mengelola kelas, memberi reward, menjadi motivator dan fasilitator, maupun pelaksanaan sistem evaluasi yang dilakukan. Peran guru dalam pembelajaran ini tidak lagi sebagai penyampai informasi utama, akan tetapi lebih sebagai motivator dan fasilitator, pembimbing siswa mencari dan menemukan sumber belajar dan informasi.(2) mampu meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa, Hal ini terbukti dari siklus ke siklus terdapat peningkatan keaktifan siswa diantaranya aktif bertanya, mencari dan mengolah informasi, berani mengemukakan ide atau gagasan, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, mengembangkan dan menganalisis terhadap materi bahasa Inggris yang dipelajari, mengeksplorasi pengalaman belajar, mengaplikasikan pengalaman belajar, bertukar fikiran tentang materi dengan teman sejawat, dan membuat kesimpulan.(3) mampu meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini ditunjukkan dari semakin membaiknya nilai rata-rata sesudah penerapan pendekatan konstruktivisme, dibandingkan dengan nilai sebelumnya. Dengan demikian pendekatan Konstruktivisme dapat dijadikan salah satu alternatif yang cocok dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan kualitas belajar siswa baik dalam bentuk process maupun dalam bentuk product (nilai).
The Correlation between Grammar Awareness and Academic Writing Proficiency among EFL Students in the Digital Learning Era Junita Ulhusna; Ilham Ilham; Lukman Lukman; Irwandi Irwandi
Journal of English Language and Education Vol 11, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i3.2303

Abstract

This study investigates the relationship between grammar awareness and academic writing proficiency among undergraduate EFL students in the digital learning era. Although previous studies have highlighted the importance of grammar awareness in writing, limited research has examined its direct relationship with actual academic writing performance using both metacognitive measures and authentic writing tasks in digital learning contexts. The participants were 50 students from the third and fifth semesters of the English Education Department at Universitas Muhammadiyah Mataram. Grammar awareness was measured using an 18-item Grammar Awareness Questionnaire (GAQ), while academic writing proficiency was assessed through an analytical essay-writing test. Descriptive statistics indicated moderate grammar awareness (M = 42.36) and high academic writing proficiency (M = 85.00). Normality tests confirmed that the data were suitable for parametric analysis. Pearson correlation analysis revealed a very weak and non-significant relationship between grammar awareness and writing proficiency (r = .033, p = .818). Furthermore, simple linear regression analysis showed minimal predictive power of grammar awareness on writing performance (R² = .001). These findings suggest that academic writing proficiency is more likely influenced by other factors, such as vocabulary knowledge, writing strategies, topic familiarity, and academic engagement, rather than grammar awareness alone. Therefore, integrating grammar instruction with explicit writing strategy training is recommended in digital learning environments.
Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Peningkatan Kualitas Mengajar Guru di SDIT El-Ghais Imam Sofian; Muhamad Fajri; Saraturahmiyati Saraturahmiyati; Sarif Syahrudin; Lukman Lukman
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1101

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap peningkatan kualitas mengajar guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitian asosiatif yang bertujuan untuk menguji hubungan antara variabel. Populasi sebanyak 28 guru dengan teknik pengambilan sampel jenuh sehingga sampel dalam penelitan ini 28 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah telah dilaksanakan dengan baik, yang ditunjukkan oleh dominannya respon positif dari guru terhadap pelaksanaan supervisi, seperti keteraturan pelaksanaan, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta adanya tindak lanjut yang jelas. Selain itu, supervisi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas mengajar guru, yang meliputi kemampuan merencanakan pembelajaran, penggunaan metode yang variatif, pengelolaan kelas yang efektif, peningkatan kepercayaan diri, serta kemampuan dalam menggunakan media dan melakukan evaluasi pembelajaran. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa supervisi berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa, meskipun masih terdapat sebagian kecil responden yang memberikan tanggapan netral. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kualitas mengajar guru. Oleh karena itu, pelaksanaan supervisi yang sistematis, berkelanjutan, dan kolaboratif perlu terus ditingkatkan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Teacher Mentoring in Developing Outcome-Based Education Teaching Modules Integrated with Local Wisdom in the Implementation of the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 12 Mataram Lukman Lukman; Junaidin Junaidin; Furkan Furkan; Sopian Aulia; Dea Ananta M; Dian Lindri
Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/fs584d35

Abstract

This community service activity aims to improve teachers' ability in developing teaching modules based on Outcome-Based Education (OBE) integrated with local wisdom as an implementation of the Merdeka Curriculum. The approach used was direct mentoring through workshops and technical guidance involving 20 teachers at SMP Negeri 12 Mataram, West Nusa Tenggara. The implementation method included socialization of OBE and Merdeka Curriculum concepts, training in module development, and mentoring in local wisdom integration. Data were collected through pretest and posttest to measure improvements in teacher competency. The results showed a significant increase from an average pretest score of 70.15 to 85.05 in the posttest, with an average improvement of 14.90 points. These findings indicate that the mentoring program was effective in enhancing teachers' capacity to develop relevant, contextual, and culturally enriched teaching modules in the spirit of the Merdeka Curriculum.
MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT DESA TENIGA AKAN PENTINGNYA LINGKUNGAN SEHAT DAN BERSIH Dedi Yusuf; Supriyadi Supriyadi; Hijril Ismail; Ilham Ilham; Hidayati Hidayati; Abdul Kadir; Edi Edi; Lukman Lukman; Etika Ariyani
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.21140

Abstract

ABSTRAKKebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab setiap warga masyarakat. Lingkungan yang sehat mencerminkan kualitas hidup masyarakat dan menjamin terjaganya kesehatan setiap individu. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Salah satu masalah yang perlu diperhatikan di daerah ini adalah pencemaran lingkungan, yaitu sampah organik dan anorganik berupa limbah rumah tangga yang dapat merusak kebersihan lingkungan. Adapun tujuan pengabdian ini bertujuan untuk  meningkatkan  kepedulian  masyarakat Desa teniga terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan pelaksanaan sosialisasi perihal pemilahan sampah yang tepat. Aksi lapangan diataranya dengan kegiatan pembagian plastik sampah sebagai wadah sementara yang di bagikam di rumah rumah masyarakat Desa Teniga, memonitoring tiga kali dalam satu minggu guna mengetahui masyarat telah tepat dalam pemilahan sampah. Pemilahan sampah organik dan Anorganik memanfaatkan sampah menjadi bahan kreasi atau kerajinan tangan untuk sampah anorganik dan Pembuatan gumelang  untuk proses pembuatan kompos bagi sampah organik. Mengajak masyarakat gotong royong bersama membersihkan lingkungan di sekitar desa teniga. Kegiatan pengabdian dapat terlaksana dengan baik atas dukungan antusias dan kontribusi dari masyarakat di Desa Teniga.Kata Kunci: Kesadaran, Masyarakat,bersih  ABSTRACT Environmental cleanliness is the responsibility of every citizen. A healthy environment reflects the quality of life of society and ensures the maintenance of the health of each individual. This community service program was carried out in Teniga Village, Tanjung District, North Lombok Regency. One of the problems that needs to be considered in this area is environmental pollution, namely organic and inorganic waste in the form of household waste which can damage environmental cleanliness. The aim of this service is to increase the awareness of the Teniga Village community regarding the importance of environmental cleanliness and health. The method used in this service is by carrying out socialization regarding proper waste sorting. Field actions include distributing plastic waste as temporary containers which are distributed in the homes of the people of Teniga Village, monitoring three times a week to find out if the community is correct in sorting waste. Sorting organic and inorganic waste, using waste to make creative materials or handicrafts for inorganic waste and making gumelang for the process of making compost for organic waste. Inviting the community to work together to clean the environment around Teniga village. Community service activities can be carried out well with enthusiastic support and contributions from the community in Teniga Village. Keywords: Awareness, society,clean
Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Proyek (PjBL) pada Isu Sampah Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Lingkungan Peserta Didik Lukman Lukman
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i01.978

Abstract

Krisis lingkungan akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal menuntut pendidikan untuk menghasilkan generasi dengan literasi lingkungan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) pada isu sampah dalam meningkatkan kompetensi guru dan literasi lingkungan siswa di SMPN 2 Gunungsari. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 10 minggu dengan melibatkan 22 guru dan 22 siswa melalui tahapan pelatihan guru (16 jam), implementasi di kelas (6 minggu), dan evaluasi. Metode evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, angket respon, wawancara mendalam, serta observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman guru sebesar 27,1 poin (dari 59,2 menjadi 86,3), dengan 90,9% guru mampu menyusun RPP kategori baik atau sangat baik dan 86,4% mampu mengimplementasikan PjBL dengan baik. Literasi lingkungan siswa meningkat signifikan dengan rata-rata N-gain 0,43 (kategori sedang) dan peningkatan skor dari 68,05 menjadi 82,77 (p 0,001). Sebanyak 95,5% guru dan 95,5% siswa memberikan respon sangat positif terhadap program. Implementasi PjBL menghasilkan produk bermanfaat seperti bank sampah sekolah, kompos, kerajinan daur ulang, dan media kampanye. Penelitian ini membuktikan bahwa PjBL efektif meningkatkan kompetensi guru, literasi lingkungan siswa, serta mengembangkan keterampilan abad 21 secara holistik, dan dapat menjadi model pendidikan lingkungan transformatif bagi sekolah lain.