Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION Siti Anisa Sitanggang; Neliwati; Ella Andhany
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.973 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa tentang model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas XI MAN 2 Tapanuli Tengah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan berhasil dikumpulkan dari responden sebanyak 29 siswa, maka diperoleh skor tertinggi adalah 71 dan skor terendah adalah 70, sedangkan rata-ratanya adalah 71,28. Dengan demikian, gambaran persepsi siswa tentang model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction di kelas XI MAN 2 Tapanuli Tengah memiliki kategori sangat setuju. Sedangkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada hasil belajar matematika siswa kelas XI MAN 2 Tapanuli Tengah yang berhasil dikumpulkan dari responden sebanyak 29 siswa, maka diperoleh nilai tertinggi adalah 100, nilai terendah adalah 55, dan rata-ratanya adalah 81,90. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gambaran hasil belajar matematika siswa di kelas XI MAN 2 Tapanuli Tengah secara umum berada pada kategori sangat tinggi.serta persepsi siswa tentang model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas XI MAN 2 Tapanuli Tengah sangat setuju. Hal itu dibuktikan dengan perolehan skor tertinggi yaitu 71 dan skor terendah 70, sedangkan rata-ratanya adalah 71,28 dan hasil uji hipotesis menggunakan uji t yaitu t hitung > t tabel dengan t hitung = 20,290 dan t tabel = 2,000. ABSTRACT                  This study aims to determine how students' perceptions of the Team Accelerated Instructiontype cooperative learning model on students' mathematics learning outcomes in class XI MAN 2 Tapanuli Tengah. Based on the results of research conducted was collected from 29 students from respondents, the highest score was 71 and the lowest score was 70, while the average was 71.28. This means that students have a perception that strongly agrees with the Team Accelerated Instruction type cooperative learning model in class XI MAN 2 Tapanuli Tengah. While the results of the calculations that have been carried out on the mathematics learning outcomes of class XI students of MAN 2 Tapanuli Tengah which were collected from respondents as many as 29 students, the highest score was 100, the lowest score was 55, and the average was 81.90. Thus, it can be concluded that the description of students' mathematics learning outcomes in class XI MAN 2 Central Tapanuli is generally in the very high category. This is evidenced by the acquisition of the highest score of 71 and the lowest score of 70, while the average is 71.28 and the results of hypothesis testing using the t test, namely t count > t table with t count = 20.290 and t table = 2,000.
PERBEDAAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE DAN MAKE A MATCH Saleh Avif Koto; Ella Andhany; Mesiono
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.942 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Scramble dan Make A Match; 2) Perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Scramble dan Make A Match; 3) Perbedaan kemampuan koneksi danpenalaran matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Scramble dan Make A Match. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MAS Sirajul Huda Tigabinanga yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti sampling jenuh, yaitu kelas XI A dan XI B yang masing-masing berjumlah 30siswa untuk dijadikan kelas eksperimen I dan eksperimen II ABSTRACT                      This study aims to determine: 1) Differences in students' mathematical connection abilities taught by the Scramble and Make A Match learning models; 2) Differences in students' mathematical reasoning abilities taught with the Scramble and Make A Match learning models; 3) Differences in students' mathematical reasoning and connection abilities taught with the Scramble and Make A Match learning models. This research uses quantitative research methods, with a quasi-experimental type of research. The research population was all students of class XI MAS Sirajul Huda Tigabinanga, totaling 60 students. The sampling technique used by the researcher was saturated sampling, namely class XI A and XI B, each of which amounted to 30 students to be used as experimental class I and experiment II.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CPS DAN DLPS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Syifa Al Fikri Lubis; Nurmawati; Ella Andhany
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.967 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving dan Double Loop Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi Integral di kelas XI MAN 1 Deli Serdang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI-MIPA 1 dan XI-MIPA 2 dengan jumlah 60 siswa. Instrument tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa adalah tes berbentuk uraian. Selanjutnya data dianalisis menggunakan Uji t. Dari hasil analisis data dan pembahasan, diperoleh: Terdapat pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa materi Integral dengan nilai Thitung = 7,061 > Ttabel = 2,000, dan terdapat juga pengaruh model pembelajaran Double Loop Problem Solving terhadap kemampuan  berpikir kreatif siswa materi Integral dengan nilai Thitung = 11,561 > Ttabel = 2,000 . Dari hasilpenelitian ditemukan bahwa model pembelajaran Double Loop Problem Solving memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dibandingan dengan model pembelajaran Creative Problem Solving. ABSTRACT                       This study aims to determine the effect of Creative Problem Solving and Double Loop Problem Solving learning models on students' creative thinking skills on Integral material in class XI MAN 1 Deli Serdang. This research is a quantitative research with a quasi-experimental type of research. The sample in this study was class XI-MIPA 1 and XI-MIPA 2 with a total of 60 students. The test instrument used to determine students' creative thinking skills is a test in the form of a description. Then the data were analyzed using the t test. From the results of data analysis and discussion, it is obtained: There is an effect of the Creative Problem Solving learning model on the creative thinking ability of Integral material students with a value of T = 7,061 > T table = 2,000, and there is also an influence of the Double Loop Problem Solving learning model on students' creative thinking skills in Integral material. with Tcount = 11,561 > Ttable = 2,000 . From the results of the study it was found that the Double Loop Problem Solving learning model had a greater influence on students' creative thinking skills compared to the Creative Problem Solving learning model.
PENGARUH METODE ROTATING TRIO EXCHANGE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Asriani Puspita Dewi; Asrul; Ella Andhany
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.974 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode rotating trio exchange terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasinya adalah seluruh kelas VII SMP Muhammadiyah 16 Lubuk Pakam. Sampel yang digunakan yaitu 30 siswa untuk dijadikan eksperimen I dan II yang ditentukan dengan cara random cluster sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa yaitu berbentuk tes uraian. Hasil Temuan ini menunjukkan : Terdapat pengaruh metode rotating trio exchange terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi segitiga dan segiempat di kelas VII dengan thitung (2,694) > ttabel (1,657). Dengan hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh metode rotating trio exchange terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. ABSTRACT          This study aims to determine the effect of the rotating trio exchange method on students’ problem solving abilities. This research is a quantitative research, with a quasi- experimental type of research. The population is all class VII SMP, totaling 60 students. The sample used was 30 students for experiments I and II which were determined by random cluster sampling. These findings indicate that there is an effect of the rotating trio exchange method on students' problem solving abilities on triangle and quadrilateral material in class with tcount (2,694) > ttable (1,657). With this it proves that there is an effect of the rotating trio exchange method on students’ problem solving abilities.
PERBEDAAN METODE CERAMAH PLUS DAN METODE TUTOR SEBAYA (PEER TEACHING) TERHADAP GAYA BELAJAR SISWA May Maharani; Nurika Khalila Daulay; Ella Andhany
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1089/relevan.v2i3.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode ceramah plus dan metode tutor sebaya (peer teaching) terhadap gaya belajar siswa pada materi sistem persamaan linear tiga variabel kelas X SMAS YPK Medan T.A 2021/2022. Penelitian dengan populasi berjumlah 79 siswa, sedangkan sampelnya berjumlah 22 siswa masing-masing kelas MIPA 1 dan MIPA 2. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes 5 soal essay untuk pre-test dan post-test dan angket untuk gaya belajar siswa. Hasil temuan ini menunjukkan: 1) tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan gaya belajar visual antara metode ceramah plus dan metode tutor sebaya (peer teaching), dengan f hitung=0,183<4,75. 2) tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan gaya belajar auditorial antara metode ceramah plus dan metode tutor sebaya (peer teaching), dengan f hitung =1,217<4,75. 3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan gaya belajar kinestetik antara metode ceramah plus dan metode tutor sebaya (peer teaching), dengan f hitung=4,848>4,75. 4) tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa, dengan f hitung =3,102<4,75. Simpulan penelitian ini menjelaskan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan gaya belajar kinestetik lebih baik diajarkan dengan metode tutor sebaya (peer teaching) daripada dengan metode ceramah plus. ABSTRACK                      peer tutoring method on student learning styles on the material of a three-variable system of linear equations in class X SMAS YPK Medan T.A 2021/2022. This research with a population totaling 79 students, while the sample is 22 students each MIPA class 1 and MIPA 2 class. The research instrument used is a test of 5 essay questions for pre-test and post-test and questionnaire for student learning styles. These findings indicate: 1) there is no difference in students' mathematics learning outcomes with visual learning styles between the lecture plus method and the peer teaching method, with =0.183<4.75. 2) there is no difference in students' mathematics learning outcomes with auditory learning styles between the lecture plus method and the peer teaching method, with =1,217<4.75. 3) there are differences in students' mathematics learning outcomes with kinesthetic learning styles between the lecture plus method and the peer teaching method, with =4.848>4.75. 4) there is no interaction between learning methods and student learning styles on students' mathematics learning outcomes, with =3.102<4.75. The conclusion of this study explains that students' mathematics learning outcomes with kinesthetic learning styles are better taught by the peer tutoring method than the lecture plus method.
PENGEMBANGAN LKPD DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Annisa Khairu Utamy; Rusydi Ananda; Ella Andhany
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 3 (2022): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1089/relevan.v2i3.384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan pendekatan kontekstual pada materi sistem persamaan linier dua variabel yang valid, praktis dan efektif untuk dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada MTs Nurul Ikhwan kelas VIII-A. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research & Development (R & D) dengan model 4D. Rancangan penelitian dilakukan melalui 4 tahapan yaitu (1) Define, (2) Design, (3) Develop, (4) Disseminate. Karena keterbatasan waktu dan biaya menyebabkan peneliti hanya melakukan penelitian sampai tahap Develop. Hasil penelitian pengembangan LKPD dengan pendekatan kontekstual yang dirancang valid dengan katagori baik. LKPD yang dikembangkan praktis dengan presentase sebesar 90%. Selain itu, LKPD dengan pendekatan kontekstual ini dinyatakan efektif berdasarkan ketuntasan klasikal sebesar 88%. Dan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa meningkat berdasarkan nilai N-Gain terhadap hasil pre test serta post test siswa yaitu sebesar 0.73 yang berkatagori tinggi.   ABSTRACK                            This research aims to develope product in form of student worksheets based on contextual approach to SPLDV which is valid, practical and effective to improve ability to understand students' mathematical concepts at MTs Nurul Ikhwan class VIII-A. The type of this research used is Research & Development (R&D) with 4D models. The research design with 4 steps, they are: 1) define, 2) design, 3) develop, and 4) desseminate. Because limitations of time and cost, researcher only conduct this research until develop steps. The results of reseacher on LKPD development based on contextual approach are valid in good catagories. The LKPD is practical with a percentage of 90%. In addition, LKPD with this contextual approach is declared effective based on classical completeness of 88%. And the ability to understand students' mathematical concepts increases based on the N-Gain value of the students' pre-test and post-test results, which is 0.73 which is in the high category
Etnomatematika dalam Budaya Suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara Hariyu Aflah; Ella Andhany
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i3.1466

Abstract

Indonesia memiliki 1.340 suku yang tersebar di 32 provinsi di wilayah indonesia. Salah satu nya adalah suku alas yang mendiami wilayah tenggara provinsi Aceh, tepatnya berada dikabupaten Aceh Tenggara. Suku alas memiliki kebudayaan tersendiri yang begitu kaya sehingga bisa diambil pelajaran didalamnya, tak terkecuali bagi pembelajaran matematika yang bisa dikaitkan dengan budaya adat alas, yang biasa disebut dengan etnomatematika. Etnomatematika merupakan sebuah pembelajaran matematika dengan memasukan unsur sebuah budaya didalamnya. Etnomatematika merupakan sebuah penelitian yang diharapkan mampu merubah persepsi peserta didik dalam pembelajaran matematika melalui budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument. Peneliti menggunakan kajian literatur, wawancara, observasi dan juga dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data penelitian. Penelitian ini memfokuskan unsur budaya suku alas dengan pembelajaran matematika.Unsur budaya yang dimaksud disini adalah pakaian adat, alat musik, makanan tradisional, rumah adat, permainan tradisional dan senjata tradisional yang digunakan penduduk suku alas, hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai konsep, ide, dan aktivitas matematika dalam budaya suku alas seperti Geometri, Aljabar, dan Interval sehingga dapat memudahkan peserta didik dalam memahami pembelajaran yang disampaikan.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS LITERASI MATEMATIKA Ella Andhany; Siti Maysarah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.6299

Abstract

Berdasarkan definisi yang ditetapkan PISA, literasi matematika merupakan kecerdasan seseorang dalam mengungkapkan, mengimplementasikan, serta mengartikan konsep matematika pada beragam situasi. Kemampuan ini sangat penting. Namun, hasil PISA 2018 menempatkan Indonesia berada pada posisi di bawah rerata. Artinya, kemampuan ini perlu ditingkatkan. Salah satu upaya adalah dengan membuat materi pengajaran yang sesuai, salah satunya berupa modul pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan menciptakan modul pembelajaran digital interaktif yang valid, praktis dan efektif, berfokus pada literasi matematis untuk mata kuliah struktur aljabar dan matematika diskrit. Sebagai penelitian pengembangan, digunakan model pengembangan ADDIE: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation yang diperkenalkan oleh Raiser & Mollenda. Kualitas produk meliputi aspek (1) kevalidan, yakni sebesar 83, 30% yakni kategori sangat valid untuk materi dan 94,44% yakni kategori sangat valid untuk media; (2) kepraktisan, yakni sebesar 84,23% yang berarti sangat praktis; dan (3) keefektifan, yakni 80% yang berarti efektif. Hasilnya adalah modul pembelajaran digital interaktif ini dilayak dimanfaatkan dalam perkuliahan matakuliah struktur aljabar dan matematika diskrit.Mathematical literacy according to PISA is an individual's ability to formulate, apply, and interpret mathematics in various contexts. This ability is very important. However, the 2018 PISA results show Indonesia's score is below average. In other words, this ability needs to be improved. One of the efforts made is to make appropriate teaching materials, one of which is a learning module. This research aims to create valid, practical and effective interactive digital learning modules, focusing on mathematical literacy for algebraic structure and discrete mathematics courses. This research is a development research using the ADDIE development model: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation introduced by Raiser & Mollenda. Product quality includes aspects of (1) validity, namely 83.30%, which is a very valid category for material and 94.44%, which is a very valid category for media; (2) practicality, namely 84.23% in the very practical category; and (3) the effectiveness is 80% with the effective category. With these results, this interactive digital learning module is declared feasible for use in algebraic structure and discrete mathematics courses.
PENGEMBANGAN LKPD MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF PADA MATERI MATRIKS Novita Permata Sari; Ella Andhany; Mesiono
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol 1 No 4 (2021): Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD menggunakan model pembelajaran kreatif dan produktif pada materi matriks untuk memenuhi kriteria layak (valid), praktis, dan efektif. Subjek penelitian siswa/i kelas XI. Metode penelitian pengembangan menggunakan model 4D yaitu define, design, develop, dan disseminate. Instrumen penelitian ini meliputi lembar validasi, lembar angket, serta kegiatan dan latihan dalam LKPD. Teknik analisis data menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan LKPD memenuhi kriteria layak (valid) dibuktikan oleh validator I ahli media 72%, validator II ahli media 84%, validator I ahli materi 88%, validator II ahli materi 100%, validator I ahli bahasa 86%, dan validator II ahli bahasa 94%. LKPD memenuhi kriteria praktis dibuktikan angket respon guru matematika 94% dan angket respon siswa/i 88,5%. LKPD memenuhi kriteria efektif dibuktikan hasil belajar kelompok siswa/i 85,29% dan hasil belajar individu siswa/i 88,23%. Kata Kunci : LKPD; 4D; layak (valid); praktis dan efektif. ABSTRACT This study develops LKPD using creative and productive learning models on matrix material to meet valid, practical, and effective criteria. The research subjects were students of class XI. The development research method uses a 4D model, namely define, design, develop, and disseminate. Research instruments include validation sheets, questionnaire sheets, and activities and exercises in LKPD. The data analysis technique uses percentages. The results showed that the LKPD met the appropriate criteria (valid) as evidenced by validator I media expert 72%, validator II media expert 84%, validator I material expert 88%, validator II material expert 100%, validator I linguist 86%, and validator I linguist 86%. validator II linguists 94%. LKPD meets the practical criteria as evidenced by the 94% mathematics teacher response questionnaire and 88.5% student response questionnaire. LKPD meets the effective criteria as evidenced by group student learning outcomes of 85.29% and individual student learning outcomes of 88.23%. Kata Kunci : LKPD; 4D; feasible (valid); practical and effective.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS OPEN ENDED Nisa Ramadhani; Ella Andhany; Mesiono
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol 1 No 4 (2021): Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan media pembelajaran modul berbasis open ended pada materi SPLDV. Jenis penilitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R&D) dengan pendekatan 4D yang merupakan singkatan dari Define, Design, Develop, dan Desseminate. Teknik analisis data digunakan dengan cara kelayakan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Kevalitan analisis penelitian modul pembelajaran total skor rata-rata 4,63 dengan kategori sangat baik. (2) Kepraktisan dikembangkan dalam penelitian memenuhi kriteria praktis yaitu diperoleh total skor rata-rata 4,8 dari guru matematika MAS Plus Al-Ulum dengan kategori sangat baik, dan respon peserta didik dengan total skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. (3) Keefektifan Modul pembelajaran ini menunjukkan efektif, hal ini ditunjuukan oleh persentase ketuntasan klasikal dengan persentase 86,7% tuntas belajar. Dan berdasarkan hasil perhitungan menggunakan uji Normalitas Gain total skor yaitu 0,594066082 atau dibulatkan menjadi 0,60 disimpulkan penggunaan modul pembelajaran efektif dengan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Kata Kunci : Modul; Open Ended; SPLDV ABSTRAK This study aims to develop and produce learning media based on open ended modules on SPLDV material. The type of research used is Research and Development (R&D) research with a 4D approach which stands for Define, Design, Develop, and Desseminate. Data analysis techniques are used in a manner of feasibility, practicality and effectiveness. The results of the study show: (1) The validity of the research analysis of the learning module has an average score of 4.63 with a very good category. (2) The practicality developed in the study meets the practical criteria, namely the average total score of 4.8 from the mathematics teacher at MAS Plus Al-Ulum in the very good category, and the student response with a total average score of 4.6 in the very good category. . (3) The effectiveness of this learning module shows effectiveness, this is indicated by the percentage of classical completeness with a percentage of 86.7% complete learning. And based on the results of calculations using the Normality Gain test, the total score is 0.594066082 or rounded to 0.60, it is concluded that the use of learning modules is effective with a significant increase in learning outcomes. Kata Kunci : Module; Open Ended; SPLDV