Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Innovation for Community Service Journal

Pemanfaatan Software Kimia Komputasi Untuk Siswa SMA Negeri 2 Seram Bagian Barat Mario Rowan Sohilait; Nelson Gaspersz; I Wayan Sutapa; Hellna Tehubijuluw; Imanuel B. D Kapelle; Rahayu Rahayu; Priska Marissa Pattiasina; Fensia Analda Souhoka; Nurani Hasanela
Innovation for Community Service Journal Vol 1 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v1i1.8551

Abstract

Pandemi global Covid-19 yang melanda seluruh dunia turut berdampak signifikan di bidang pendidikan. Salah satunya proses pembelajaran di tingkat SMA yang berubah dari kelas tatap muka menjadi kelas online, menyebabkan ada siswa yang kesulitan memahami pelajaran. Kurangnya pemahaman materi sebelumnya menyebabkan siswa kesulitan beradaptasi pada materi lanjutan pada saat kelas luring berlangsung, misalnya untuk pelajaran kimia. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi SMA tentang kimia, dapat dilakukan melalui pendekatan kimia komputasi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa-siswi SMA, sehingga lebih mengenal dan dapat mengoperasionalkan software kimia komputasi sebagai pembelajaran kimia yang menarik. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan praktek langsung bagi siswa-siswi. Ketua tim menyampaikan materi tentang pengantar kimia komputasi, aplikasi dan manfaat kimia komputasi dalam bidang sains, serta bagaimana pemodelan struktur molekul menggunakan program HyperChem dan Gaussian. Pada tahap praktek langsung, siswa dilatih mengoperasionalkan komputer dan memanfaatkaan software untuk mempelajari struktur molekul organik sederhana. Molekul etanol digambar oleh siswa menggunakan ChemSketch dan optimasi geometri menggunakan Hyperchem, sedangkan visualisasi molekul air menggunakan Gaussian. Setelah kegiatan pengabdian berlangsung, siswa-siswi SMA Negeri 2 Seram Bagian Barat lebih memahami konsep tentang struktur molekul dan lebih antusias ingin mempelajari kimia setelah penggunaan software kimia komputasi tersebut.
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Dasar Alkohol Hasil Redestilasi Sopi Di SMA Negeri 40 Maluku Tengah Priska Marisa Pattiasina; Imanuel B.D Kapelle; Nelson Gaspersz; Mimi Salmawati; Dewi Sri
Innovation for Community Service Journal Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v1i2.10508

Abstract

Keberadaan tanaman mayang di daerah Maluku Tengah cukup banyak. Pada umumnya masyarakat setempat memanfaatkan tanaman mayang hanya sebagai bahan baku pembuatan minuman tradisional beralkohol yang dikenal dengan nama sopi. Alkohol yang terkandung dalam minuman sopi tersebut dapat ditingkatkan kadar alkoholnya dengan cara redestilasi, sehingga dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan produk hand sanitizer. Oleh karena itu tim dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Pattimura melakukan pelatihan pembuatan produk hand sanitizer berbahan dasar hasil redestilasi sopi kepada para siswa dan guru di SMA Negeri 40 Maluku Tengah. Pelatihan yang telah dilakukan meliputi redestilasi sopi, dan perhitungan formula serta demo pembuatan hand sanitizer. Diharapkan kedepannya para siswa dan guru dapat membuat produk tersebut dan dapat melatih masyarakat setempat untuk turut memanfaatkan minuman sopi sebagai bahan untuk menghasilkan produk hand sanitizer yang memiliki nilai guna untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Peningkatan Nilai Ekonomis Buah Kelapa dengan Pembuatan Nata de Coco dari Air Kelapa di Desa Morella Rahayu, Rahayu; Sutapa, I Wayan; Bandjar, A.; Latupeirissa, Jolantje; Gaspersz, Nelson; Pattiasina, Priska Marisa
Innovation for Community Service Journal Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v1i2.10625

Abstract

Maluku memiliki banyak potensi sumber daya alam khususnya dalam bidang pertanian seperti tanaman perkebunan. Salah satu tanaman perkebunan palawija yang memiliki arti strategi bagi bangsa Indonesia adalah kelapa (Cocos Nucifera L.). Masyarakat Maluku selama ini komoditas kelapa baru sebatas dimanfaatkan pada produk primernya saja dalam bentuk kelapa segar maupun kopra untuk bahan baku minyak goreng. Hasil samping dan limbah belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga belum dapat dihasilkan nilai tambah yang berarti secara ekonomi. Oleh karena itu, sebagai bentuk implementasi dari tugas Tridarma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian, maka jurusan Kimia FMIPA Unpatti tergerak untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat desa Morella dalam pengembangan pengolahan limbah air kelapa menjadi Nata de Coco sehingga dapat memberikan manfaat dari segi perekonomian terhadap masyarakat desa. Pemanfaatan limbah air kelapa dilakukan dengan menambahkan mikroba acetobacter xylinum yang berfungsi sebagai starter pembentukan nata de coco. Pembuatan nata de coco dari air kelapa menjadi bahan tambahan pengetahuan dan informasi yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa Morella untuk mengahsilkan produk bernilai ekonomi.
Sosialisasi Kontaminasi Logam Beracun Merkuri (Hg) pada Ekosistem di Desa Tifu, Namlea, Kabupaten Buru Male, Yusthinus Thobias; Fransina, Eirene Grace; Gaspersz, Nelson; Sanawain, Lea
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i1.12977

Abstract

Pada saat kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) marak terjadi di Gunung Botak, Namlea (Tahun 2011-2016), banyak penduduk Desa Tifu yang mengolah emas menggunakan merkuri di halaman belakang rumah mereka. Secara teori, 30% dari merkuri yang digunakan akan terbuang ke lingkungan. Bekas area tromol telah dijadikan lahan pertanian sehingga sangat berpotensi terjadi biomagnifikasi, yaitu masuknya merkuri manusia melalui bahan makanan. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa ekosistem (tanah dan tumbuhan) di Desa Tifu telah terkontaminasi dengan merkuri. Kegiatan Pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan data valid sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang kontaminasi merkuri pada ekosistem bekas area tromol (tanah, tumbuhan dan hewan). Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak buruk bagi kesehatan.
Peningkatan Pemahaman Konsep Kimia Siswa SMA Negeri 5 Ambon melalui Eksperimen Kimia Sederhana Salmawati, Mimi; Rosmawaty, Rosmawaty; Sohilait, Mario Rowan; Gaspersz, Nelson; Hasanela, Nurani; Pattiasina, Priska Marisa; Sri, Dewi
Innovation for Community Service Journal Vol 2 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v2i2.15668

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Ambon bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar kimia melalui pendekatan praktikum langsung. Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa tahapan utama: persiapan materi dan perlengkapan, pembentukan tim pengajar dan pendamping, sosialisasi kegiatan, pelaksanaan eksperimen, analisis hasil dan diskusi, serta evaluasi dan penilaian. Empat eksperimen kimia dilaksanakan dalam kegiatan ini, yaitu pembentukan gas hidrogen, uji identifikasi gas karbon dioksida, reaksi volcano, dan busa elefant. Masing-masing eksperimen dirancang untuk memberikan pengalaman praktis yang mendalam bagi siswa dalam memahami reaksi-reaksi kimia dasar dan aplikasinya. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep-konsep kimia yang dipelajari, peningkatan minat dan antusiasme siswa terhadap pelajaran kimia, serta peningkatan keterampilan praktikum mereka. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utamanya dan memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan minat siswa terhadap ilmu kimia. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi program pengabdian masyarakat serupa di masa depan, dengan rekomendasi untuk memperluas cakupan materi dan melibatkan lebih banyak sekolah guna memperluas dampak positif yang dicapai.
Pembuatan Kecap sebagai Bahan Tambahan Makanan dari Limbah Air Kelapa di Negeri Kilang Rahayu, Rahayu; Fransina, Eirene Grace; Bandjar, Adriani; Pattiasina, Priska Marisa; Gaspersz, Nelson
Innovation for Community Service Journal Vol 1 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v1i1.8503

Abstract

Provinsi Maluku adalah provinsi kepulauan yang memiliki banyak desa yang secara geografis berada di pinggiran pantai. Negeri Kilang merupakan salah satu desa di Pulau Ambon, Sumber penghasilan rata-rata keluarga warga desa ini adalah nelayan dan petani. Salah satu tanaman yang dihasilkan masyarakat Kilang adalah tanaman kelapa. Sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi maka perlu adanya pemberian informasi berupa inovasi untuk memanfaatkan air kelapa menjadi sesuatu produk yang bermanfaat dan turut dapat menjadi sumber perekonomian yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa dalam bentuk pengabdian masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat Negeri Kilang untuk dapat memanfaatkan air kelapa tersebut menjadi barang yang bernilai ekonomi. Limbah air kelapa yang dihasilkan tersebut dapat dijadikan bahan tambahan makanan sebagai penambah rasa atau bumbu pada makanan yakni kecap.
Pelatihan Pembuatan Kecap dari Air Kelapa kepada Ibu-Ibu PKK Negeri Hatusua ., Rahayu; Manukpadang Bijang, Catherina; Netty Siahaya, Antho; Sohilait, Mario; Gaspersz, Nelson
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i2.22588

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Negeri Hatusua mengenai inovasi pembuatan kecap manis berbahan dasar air kelapa sebagai alternatif pangan yang lebih sehat dan ramah bagi tubuh. Inovasi kecap berbasis air kelapa ini tidak hanya menghadirkan pilihan yang lebih sehat, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk lokal yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Mei 2024 di Negeri Hatusua dan diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat. Metode pelaksanaan meliputi workshop pembuatan kecap menggunakan air kelapa sebagai bahan utama. Produk hasil pelatihan kemudian dikemas dalam botol steril dan diberi label “Kecap Negeri Hatusua”, yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua PKK Negeri Hatusua. Proses pengolahan ini merupakan upaya inovatif dalam memanfaatkan limbah yang terdapat di lingkungan sekitar masyarakat. Selain itu, penerapan teknologi pengolahan dan pengemasan yang baik dan benar dilakukan agar produk yang dihasilkan memiliki daya tarik konsumen, nilai jual yang lebih tinggi, serta potensi untuk dikembangkan secara komersial.
Inovasi Pengolahan Limbah Air Kelapa menjadi Cuka Kelapa sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal di Desa Oma, Pulau Haruku, Maluku Tengah Gaspersz, Nelson; Male, Yusthinus Tobias; Bandjar, Adriani; Sekewael, Serly Jolanda; Fransina, Eirene Grace; Sohilait, Stephanie Pascal
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i2.22895

Abstract

Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya kelapa yang banyak tumbuh di wilayah pesisir seperti Desa Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Selama ini, masyarakat hanya memanfaatkan daging buah kelapa untuk konsumsi rumah tangga, sedangkan air kelapa sering dibuang sebagai limbah. Padahal, air kelapa mengandung karbohidrat yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti cuka kelapa melalui proses fermentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Oma, khususnya kelompok ibu-ibu PKK, dalam meningkatkan nilai ekonomis limbah air kelapa melalui pelatihan pembuatan cuka kelapa dengan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok (FGD), serta pelatihan teknis pembuatan cuka kelapa dengan fermentasi anaerob menggunakan ragi dan urea (food grade). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah air kelapa menjadi produk cuka siap pakai dan bernilai jual. Produk yang dihasilkan dikemas dalam botol berlabel sebagai produk unggulan lokal. Kegiatan ini tidak hanya mendukung pengurangan limbah organik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Oma melalui penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.
Sosialisasi dan Edukasi Interaktif Tentang Resistensi Antibiotik Bagi Siswa SMA Negeri 6 Maluku Tengah Usman, Dwi Anggara Putri; Telussa, Ivonne; Gaspersz, Nelson; Rutu, Irwan; Lakoan, Milda Rianty
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i2.22918

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat karena dapat menurunkan efektivitas pengobatan infeksi. Rendahnya pemahaman masyarakat, terutama remaja, terhadap penggunaan antibiotik yang benar menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Negeri 6 Maluku Tengah mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu pra-kegiatan (observasi dan koordinasi), pelaksanaan (sosialisasi, diskusi interaktif, dan kuis edukatif), serta evaluasi (pre-test dan post-test). Kegiatan diikuti oleh 30 siswa dan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dari 30% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah kegiatan. Siswa juga menunjukkan perubahan sikap positif terhadap penggunaan antibiotik dengan lebih berhati-hati dan tidak menggunakan obat tanpa resep dokter. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif interaktif efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan di kalangan pelajar. Kegiatan ini penting karena memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesadaran generasi muda dalam mencegah resistensi antibiotik dan berpotensi dikembangkan menjadi program berkelanjutan berbasis sekolah di wilayah kepulauan.