Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pembuatan Kecap sebagai Bahan Tambahan Makanan dari Limbah Air Kelapa di Negeri Kilang Rahayu, Rahayu; Fransina, Eirene Grace; Bandjar, Adriani; Pattiasina, Priska Marisa; Gaspersz, Nelson
Innovation for Community Service Journal Vol 1 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v1i1.8503

Abstract

Provinsi Maluku adalah provinsi kepulauan yang memiliki banyak desa yang secara geografis berada di pinggiran pantai. Negeri Kilang merupakan salah satu desa di Pulau Ambon, Sumber penghasilan rata-rata keluarga warga desa ini adalah nelayan dan petani. Salah satu tanaman yang dihasilkan masyarakat Kilang adalah tanaman kelapa. Sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi maka perlu adanya pemberian informasi berupa inovasi untuk memanfaatkan air kelapa menjadi sesuatu produk yang bermanfaat dan turut dapat menjadi sumber perekonomian yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa dalam bentuk pengabdian masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat Negeri Kilang untuk dapat memanfaatkan air kelapa tersebut menjadi barang yang bernilai ekonomi. Limbah air kelapa yang dihasilkan tersebut dapat dijadikan bahan tambahan makanan sebagai penambah rasa atau bumbu pada makanan yakni kecap.
PENGENALAN PRAKTIKUM KIMIA SEDERHANA UNTUK SISWA SMA NEGERI 45 MALUKU TENGAH Pada, Semuel Simra; Siahaya, Anto Netty; Souhoka, Fensia Analda; Gaspersz, Nelson
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.5.2.192-199

Abstract

This community service aims to improve the quality of chemistry learning at SMA Negeri 45 Maluku Tengah, which has limited laboratory facilities. The majority of students come from farming and fishing families, offering potential for integrating local natural resources into contextual learning. The main challenge for the school is the scarcity of practical tools and materials, leading to difficulties for students in understanding abstract chemical concepts and reducing their interest in learning. Based on these issues, community service activities were designed to introduce simple laboratory tools and materials and develop students' experimental skills. The methodology included preparing materials and equipment (glassware, common reagents), forming a mentoring team consisting of chemistry lecturers and students, socializing the activities, conducting direct practical sessions in small groups with demonstrations, as well as analyzing results and discussions. The results showed an improvement in students' understanding and interest through active participation in practical sessions on introducing glassware, acid-base titration, hydrogen gas formation, and carbon dioxide gas identification tests. Direct observation and question-and-answer sessions indicated that students were able to understand the function of tools, perform titrations correctly, observe chemical reactions, and identify gases. The evaluation demonstrated the program's effectiveness in enhancing students' understanding and practical skills, bridging the theory-practice gap, and fostering interest in chemistry learning
Pelatihan Pembuatan Kecap dari Air Kelapa kepada Ibu-Ibu PKK Negeri Hatusua ., Rahayu; Manukpadang Bijang, Catherina; Netty Siahaya, Antho; Sohilait, Mario; Gaspersz, Nelson
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i2.22588

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Negeri Hatusua mengenai inovasi pembuatan kecap manis berbahan dasar air kelapa sebagai alternatif pangan yang lebih sehat dan ramah bagi tubuh. Inovasi kecap berbasis air kelapa ini tidak hanya menghadirkan pilihan yang lebih sehat, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk lokal yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Mei 2024 di Negeri Hatusua dan diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat. Metode pelaksanaan meliputi workshop pembuatan kecap menggunakan air kelapa sebagai bahan utama. Produk hasil pelatihan kemudian dikemas dalam botol steril dan diberi label “Kecap Negeri Hatusua”, yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua PKK Negeri Hatusua. Proses pengolahan ini merupakan upaya inovatif dalam memanfaatkan limbah yang terdapat di lingkungan sekitar masyarakat. Selain itu, penerapan teknologi pengolahan dan pengemasan yang baik dan benar dilakukan agar produk yang dihasilkan memiliki daya tarik konsumen, nilai jual yang lebih tinggi, serta potensi untuk dikembangkan secara komersial.
Inovasi Pengolahan Limbah Air Kelapa menjadi Cuka Kelapa sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal di Desa Oma, Pulau Haruku, Maluku Tengah Gaspersz, Nelson; Male, Yusthinus Tobias; Bandjar, Adriani; Sekewael, Serly Jolanda; Fransina, Eirene Grace; Sohilait, Stephanie Pascal
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i2.22895

Abstract

Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya kelapa yang banyak tumbuh di wilayah pesisir seperti Desa Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Selama ini, masyarakat hanya memanfaatkan daging buah kelapa untuk konsumsi rumah tangga, sedangkan air kelapa sering dibuang sebagai limbah. Padahal, air kelapa mengandung karbohidrat yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti cuka kelapa melalui proses fermentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Oma, khususnya kelompok ibu-ibu PKK, dalam meningkatkan nilai ekonomis limbah air kelapa melalui pelatihan pembuatan cuka kelapa dengan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok (FGD), serta pelatihan teknis pembuatan cuka kelapa dengan fermentasi anaerob menggunakan ragi dan urea (food grade). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah air kelapa menjadi produk cuka siap pakai dan bernilai jual. Produk yang dihasilkan dikemas dalam botol berlabel sebagai produk unggulan lokal. Kegiatan ini tidak hanya mendukung pengurangan limbah organik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Oma melalui penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis potensi lokal.
Sosialisasi dan Edukasi Interaktif Tentang Resistensi Antibiotik Bagi Siswa SMA Negeri 6 Maluku Tengah Usman, Dwi Anggara Putri; Telussa, Ivonne; Gaspersz, Nelson; Rutu, Irwan; Lakoan, Milda Rianty
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i2.22918

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat karena dapat menurunkan efektivitas pengobatan infeksi. Rendahnya pemahaman masyarakat, terutama remaja, terhadap penggunaan antibiotik yang benar menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Negeri 6 Maluku Tengah mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu pra-kegiatan (observasi dan koordinasi), pelaksanaan (sosialisasi, diskusi interaktif, dan kuis edukatif), serta evaluasi (pre-test dan post-test). Kegiatan diikuti oleh 30 siswa dan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dari 30% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah kegiatan. Siswa juga menunjukkan perubahan sikap positif terhadap penggunaan antibiotik dengan lebih berhati-hati dan tidak menggunakan obat tanpa resep dokter. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif interaktif efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan di kalangan pelajar. Kegiatan ini penting karena memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesadaran generasi muda dalam mencegah resistensi antibiotik dan berpotensi dikembangkan menjadi program berkelanjutan berbasis sekolah di wilayah kepulauan.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN EKSTRAK KASAR MAKROALGA Ulva lactuca TERHADAP KESTABILAN PIGMEN FOTOSINTESIS Nurani Hasanela; Nelson Gaspersz; Rosita Silaban; Mario Rowan Sohilait
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 1 No 3 (2020): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak kandungan senyawa kimia bermanfaat dalam makroalga yang bernilai ekonomi tinggi tetapi belum diteliti secara luas, seperti pigmen fotosintesis. Peningkatan kebutuhan pigmen fotosintesis pada dunia industri menyebabkan pencarian sumber alternatif pigmen fotosintesis masih terus dilakukan diantaranya dari makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh lama penyimpanan ekstrak kasar makroalga Ulva lactuca terhadap kestabilan pigmen fotosintesis. Tahapan penelitian meliputi, isolasi pigmen fotosintesis, pemurnian menggunakan kromatografi kolom silika, karakterisasi pigmen fotosintesis dengan KLT dan spektrofotometer UV–Vis. Hasil KLT dari ekstrak kasar Ulva lactuca menunjukkan perbedaan jumlah dan jenis pigmen fotosintesis yang mencolok antara ekstrak kasar Ulva lactuca yang lansung diekstrak dan yang dibiarkan kurang lebih 3 hari. Pada hasil kromarogram menunjukkan ada 7 fraksi pigmen fotosintesis dan memiliki warna yang sangat mencolok yang diekstrak secara langsung sedangkan ekstrak kasar yang dibiarkan kurang lebih 3 hari menunjukkan hanya 5 fraksi pigmen fotosintesis dengan warna yang pucat. Fraksinasi dengan kromatografi kolom silika gel menunjukkan adanya pigmen fotosintesis sebanyak 29 fraksi. Setelah diindentifikasi dengan spektofotometer UV–Vis ada 4 fraksi utama yaitu ß-karoten, fukoxantin, klorofil a,dan feofitin a. Lama penyimpanan terhadap ekstrak kasar Ulva lactuca mempengaruhi pigmen fotosintesis secara kualitatif dan kuantitatif.