Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : nalars

PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP KARAKTERISTIK HUNIAN PERTAMA Richard Elisa Fernando Pali; Allis Nurdini
NALARs Vol 22, No 2 (2023): NALARs Volume 22 Nomor 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.22.2.129-136

Abstract

ABSTRAK. Hunian memiliki peran penting bagi manusia. Fungsi hunian yang terus berkembang sejalan dengan zaman membuat hunian bukan hanya sebagai tempat bernaung dan tempat berlindung. Namun, dalam menentukan hunian yang sesuai dengan keinginan merupakan hal yang tidak mudah karena banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Anggaran yang dikeluarkan oleh seseorang untuk memiliki hunian tidak sedikit. Perbedaan pengalaman antara masyarakat yang baru ingin memiliki hunian pertama kali dengan masyarakat yang telah memiliki hunian sebelumnya, mempengaruhi preferensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi masyarakat terhadap karakteristik hunian yang ingin dimiliki pertama kali, sehingga dapat membantu memudahkan masyarakat yang kurang pengalaman dalam memilih hunian agar sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi wawasan baru untuk perencanaan hunian bagi pengembang perumahan maupun real estate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang berisi pertanyaan terbuka yang dibagikan melalui media sosial. Data teks yang terkumpul dianalisis dengan analisis isi. Dari penelitian tersebut ditemukan empat aspek yang menjadi preferensi masyarakat dalam menentukan pilihan terhadap karakter hunian yang ingin dimiliki pertama kali yaitu desain, konfigurasi ruang, ramah lingkungan serta keamanan & kenyamanan. Kata kunci: preferensi, karakteristik hunian, hunian pertama ABSTRACT. Housing has an essential role for humans. The function of housing that continues to develop in line with the times has made housing not only a place of shelter. However, determining the right place to live is difficult because many factors need to be considered. The budget spent by someone to own a residence is large. Differences in experience between people who want to have a home for the first time and people who have had a place before affect preferences. This research aims to find people’s priorities for the characteristics of the dwelling they want to own for the first time to help make it easier for people with less experience to choose a house to match the desired criteria. This research is also expected to be a new insight into residential planning for housing developers and real estate. This research uses a qualitative approach. Data was collected through an online questionnaire containing open-ended questions shared via social media. The text data collected were analyzed using content analysis. This research found four aspects that become public preferences in determining the choice of the residential character they want to have for the first time: design, space configuration, environmental friendliness, and safety & comfort. Keywords: preferences, house characteristics, first house
STUDI MORFOLOGI PERMUKIMAN PERDESAAN DAN SUMBER AIR TELAGA MELALUI SINTAKSIS SPASIAL DI DAERAH MINIM SUMBER DAYA AIR Alfiandary, Nurwanda Rahma; Nurdini, Allis
NALARs Vol. 24 No. 2 (2025): NALARs Vol 24 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.24.2.143-152

Abstract

Perdesaan adalah lingkungan yang erat kaitannya dengan aspek natural dan budaya bertani sehingga bentuk spasial dari sebuah permukiman perdesaan bergantung pada lingkungan tempat permukiman terbentuk. Sumber daya air merupakan salah satu aspek natural yang dapat memengaruhi sebuah permukiman secara signifikan. Penelitian ini bertujuan melihat keterhubungan adanya telaga dalam permukiman dengan terbentuknya permukiman yang berkembang dan jaringan jalan perdesaan di kawasan karst yang minim sumber daya air. Penelitian ini menganalisis morfologi permukiman secara kualitatif dan kuantitatif. Sintaksis spasial digunakan untuk memberikan visualisasi dan perhitungan numerik mengenai konektivitas, integrasi, dan kedalaman jaringan jalan. Penelitian ini akan membandingkan morfologi Kelurahan Sumberwungu yang memiliki 5 telaga dan Kelurahan Sidoharjo yang memiliki 3 telaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sumber daya air permukaan sebanding dengan meningkatnya konektivitas jaringan jalan perdesaan minim sumber daya air. Dari morfologi Kelurahan Sidoharjo dan Kelurahan Sumberwungu terdapat beberapa persamaan seperti kedua kelurahan memiliki pola yang mirip, hal ini dikarenakan kondisi alam, iklim, dan budaya di kedua kelurahan yang masih cenderung mirip. Rural areas are environments closely related to natural aspects and farming culture, so the spatial form of a rural settlement depends on the environment in which the settlement is formed. Water resources are one of the natural aspects that can significantly affect a settlement. This study aims to examine the relationship between surface water resources and the spatial morphology of rural settlements in the karst region, which has limited water resources. This research qualitatively analyzes the settlement morphology, and then spatial syntax is used to provide visualizations of connectivity, integration, and depth of the road network. The study compares the morphology of Sumberwungu Village, which has five doline ponds, and Sidoharjo Village, which has three doline ponds. The results indicate that the number of surface water resources is proportional to the increased connectivity of the road network in rural areas with limited water resources. The morphology of Sidoharjo Village and Sumberwungu Village shows some similarities, such as both villages having similar patterns, due to the natural conditions, climate, and culture in both villages being relatively similar.