Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KONSEP HIGHER ORDER OF THINKING SKILL (HOTS) PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD/MI Syudirman Syudirman; Angga Saputra
eL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Vol 4 No 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v4i2.557

Abstract

Salah satu elemen transformasi kurikulum 2013 di tingkat sekolah dasar adalah penguatan proses pembelajaran dan penerapan tematik terintegrasi dengan menggunakan pendekatan saintifik dan mengakrabkan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) bagi peserta didik. Maka dalam hasil penelitian ini menemukan ada lima poin penting dalam mengintegrasikan konsep Higher Order Of Thinking Skill (HOTS) pada pembelajaran tematik di SD/MI yaitu dalam 5M; a) Mengitegrasikan HOTS kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), b) Mengitegrasikan HOTS kedalam model-model pembelajaran tematik, c) Mengitegrasikan HOTS kedalam pengembangan berbagai media pembelajaran, d) Mengitegrasikan HOTS kedalam tema atau subtema, dan e) Mengitegrasikan HOTS kedalam instrumen penilaian.
PENDAMPINGAN BELAJAR DARI RUMAH UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR SISWA DI ERA PANDEMI COVID-19 Syudirman Syudirman; Saddam Saddam
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.7147

Abstract

Abstrak: Pemerintah memberlakukan kegiatan pembelajaran dari rumah di era pandemi Covid-19 sehingga proses pembelajaran tidak berjalan secara maksimal bagi siswa usia sekolah dasar. Salah satu desa imbas adalah Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima yang mayoritas orang tua siswa berprofesi sebagai petani. Orangtua siswa mengalami kesulitan mendampingi proses belajar anak-anaknya dikarenakan pengetahuan yang kurang mumpuni tentang materi pelajaran maupun gawai. Selain itu, tidak tersedianya buku pendamping pembelajaran dari rumah sehingga kesulitan untuk menjelaskan materi. Sehinga perlu diadakan kegiatan pendampingan belajar untuk para siswa khususnya pada anak-anak usia sekolah dasar. Metode pelaksanaan kegiatan pendampingan belajar terdiri dari survei lapangan, koordinasi dengan masyarakat, sosialisasi program, pelaksanaan program, serta evaluasi program. Kegiatan pendampingan ini dilakukan secara privat di rumah-rumah siswa melalui program Kuliah Kerja Nyata mahasiswa. Kegiatan pendampingan belajar dilakukan dengan berbagai metode seperti pemberian motivasi, pemberian materi dan tanya jawab, ice breaking, dan serta pemberian reward. Kegiatan ini sangat membantu orangtua siswa yang kurang mumpuni tentang materi pelajaran maupun gawai, siswa terlihat sangat antusias dan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar serta memahami materi pelajaran.Abstract:  The government imposes learning activities from home in the era of the Covid-19 pandemic so that the learning process does not run optimally for elementary school-age students. One of the affected villages is Tambe Village Bolo District of Bima Regency which is the majority of parents of students working as farmers. Parents of students have difficulty accompanying the learning process of their children due to less qualified knowledge about the subject matter and gadgets. In addition, the unavailability of a learning companion book from home makes it difficult to explain the material. So it is necessary to hold learning assistance activities for students, especially in elementary school-age children. The method of implementing learning assistance activities consists of field surveys, coordination with the community, program socialization, program implementation, and program evaluation. This mentoring activity is carried out privately in student homes through the student's Real Work Lecture program. Learning assistance activities are carried out by various methods such as giving motivation, giving materials and questions and answers, ice breaking, and rewarding. This activity is very helpful for parents of students who are less qualified about the subject matter and gadgets, students look very enthusiastic and have a high spirit in learning and understanding the subject matter.
PENGEMBANGAN KECAKAPAN SOSIAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Syudirman; Juwita Umi Yarsih Rezeky
Walada: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 1 (2023): Volume 2 Nomor 1, April 2023
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v2i1.18

Abstract

This research was motivated by the fact that the school had several strategies used by teachers to develop students’ social skills. This aims to develop the social aspect because basically every student will need help from other people to become a social person, but in reality, there are still students who are unable to communicate with other people. This research aims to find out about teachers’ strategies, the obstacles faced by teachers, and how teachers overcome obstacles in developing student’s social skills in social studies subjects in class V at SDN 41 Ampenan.This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were carried out in three ways, namely observations, interviews, and documentation. Meanwhile, data analysis uses data collection techniques, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity testing uses four methods, namely credibility, transferability, dependability, and confirmability. Based on the research results, it was found that the teacher’s strategy in improving social skills in social studies subjects in class V. namely by getting students to work together in groups, teaching empathy, showing a participative attitude, and instilling discipline. As for the obstacles teachers face, namely students’ personalities, and the influence of peers and parent students. How to overcome obstacles in developing social skills student. How to overcome obstacles in developing social skills students, namely the solution of the student’s personality, the solution of peer influence and the solution is to establish cooperation between teachers and parents of students.
Pengenalan Kesadaran Toleransi Beragama Peserta Didik Pada Kelas Rendah di SDN 41 Mataram Syudirman, Syudirman; Ferdiansyah, Ivan; Istaqam, Nur
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.2459

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu semakin maraknya sikap intoleran di sekolah yang juga menjadi salah satu pemicu terjadinya kasus bulliying pada peserta didik, hal tersebut dikarenakan kesadaran toleransi peserta didik masih rendah, oleh sebab itu pengenalan kesadaran toleransi beragama pada peserta didik harus dilakukan sedini mungkin. Penelitian ini mendeskripsikan upaya dan tantangan guru dalam melakukan pengenalan kesadaran toleransi beragama peserta didik pada kelas rendah di SDN 41 Mataram. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam melakukan pengenalan kesadaran toleransi beragama peserta didik pada kelas rendah di SDN 41 Mataram. 2) Untuk mengetahui tantangan guru dalam melakukan pengenalan kesadaran toleransi beragama peserta didik pada kelas rendah di SDN 41 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai prosedur pengumpulan datanya. Penelitian ini menggunakan sumber primer dan sumber sekunder dan teknik yang digunakan dalam analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pengenalan kesadaran toleransi beragama peserta didik pada kelas rendah di SDN 41 Mataram dilakukan dengan baik oleh pihak sekolah, hal tersebut terbukti dengan adanya berbagai program sekolah dan program kelas terkait pengenalan kesadaran toleransi beragama. Adapun bentuk upaya tersebut antara lain seperti adanya program doa bersama, IMTAQ, upacara bendera, pembentukan kelompok belajar, ekstrakulikuler pramuka, sabtu budaya, dan ada juga program kelas seperti pengaturan posisi tempat duduk, pembiasaan 5S, kesepakatan kelas serta gambar mural tentang toleransi. Adapun tantangan yang dihadapi adalah seperti pemilihan diksi dalam komunikasi/penyiaran agama, memahami karakteristik setiap peserta didik, dan lingkungan asal peserta didik.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW SEBAGAI STRATEGI EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH DASAR Syudirman; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
JURNAL STRATEGI PEMBELAJARAN Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Strategi Pembelajaran
Publisher : Yayasan Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/jsp.v2i1.341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran Jigsaw sebagai strategi efektif dalam pembelajaran PKN di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan Library Research yaitu peneliti dapat mengeksplorasi kajian-kajian sebelumnya, teori-teori yang mendasari yang dianggap relevan dan informatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Jigsaw sebagai strategi efektif dalam pembelajaran yang dapat dilakukan oleh siswa dengan belajar berkelompok baik dengan kelompok kecil maupun dengan kelompok inti. Model pembelajaran Jigsaw mampu menciptakan pembelajaran yang efektif karena dalam pembelajaran ini dilakukan diskusi dengan kelompoknya masing-masing.
EVOLUSI KURIKULUM SEKOLAH DASAR DI INDONESIA DARI MASA KE MASA Syudirman; I Wayan Suastra; I Wayan Lasmawan
Global Education Trends Vol. 3 No. 1 (2025): GLOBAL EDUCATION TRENDS
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v3i1.345

Abstract

This research explores the evolution of the primary school curriculum in Indonesia over time, with the aim of understanding how social changes, cultural and scientific developments affect curriculum design and implementation. From the beginning of independence, curricula tended to be rigid, focusing on content mastery and memorization. Over time, especially after reformasi, there has been a significant shift towards a more flexible and competency-oriented curriculum that emphasizes character development, 21st century skills and relevance to the local context. This research found that modern curricula, such as Curriculum 2013, integrate a holistic approach that links knowledge, skills and attitudes, creating more meaningful learning experiences for students. The findings show the importance of continuous curriculum evaluation and renewal to face global challenges and create inclusive and quality education in the future.
Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Pembelajaran PKn di SDN 42 Ampenan Sri Muliati; Syudirman
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 10 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i10.9710

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in Civic Education (PKn) learning at SDN 42 Ampenan. Using descriptive methods and a qualitative approach, this study explores the impact of P5 on students' understanding of the material and character building. The results indicate that the implementation of P5 is effective in enhancing students' active participation through contextual learning methods, such as Problem-Based Learning (PBL), which are relevant to their daily lives. Despite challenges in implementation, such as teachers' lack of understanding and resource limitations, appropriate support and training help overcome these obstacles. This study concludes that P5 not only improves academic performance but also contributes to the development of students' character in line with the values of Pancasila, thereby preparing them to become responsible and tolerant individuals in society.
PERAN DAN DAMPAK PENGEMBANGAN WISATA LOKAL TERHADAP PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MAKAM DATU BENUE DESA SELEBUNG KECAMATAN BATULIANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Syudirman
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v1i1.55

Abstract

Penelitian ini menggambarkan peran penting pelestarian budaya lokal dalam konteks pengembangan pariwisata lokal di Makam Datu Benue, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini merupakan bagian dari program KKP (Kuliah Kerja Partisipatif) dari UIN Mataram. Makam Datu Benue adalah situs bersejarah yang memiliki nilai historis signifikan dalam sejarah dan budaya kuno di Lombok. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) dan community mapping sebagai metodologi utama. Melalui penggalian sejarah, penataan lingkungan, dan pemahaman mendalam terhadap budaya lokal, penelitian ini mengidentifikasi peran pelestarian budaya dalam mengembangkan pariwisata lokal. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman yang lebih mendalam tentang asal usul, nilai-nilai historis, dan peristiwa yang terkait dengan Makam Datu Benue. Selain itu, penelitian ini juga membahas dampak dari upaya pelestarian budaya ini terhadap pengembangan wisata lokal. Ini mencakup peningkatan daya tarik wisatawan, kontribusi terhadap ekonomi lokal, serta pelestarian tradisi dan pengetahuan lokal. Langkah-langkah konkrit seperti penataan lingkungan, pemasangan plang penunjuk arah, dan pemulihan tradisi-tradisi lokal juga dibahas dalam penelitian ini. Kesimpulannya, penelitian ini menyoroti betapa pentingnya pelestarian budaya lokal dalam pengembangan wisata lokal dan bagaimana pendekatan ABCD dan community mapping dapat menjadi alat yang efektif dalam upaya ini. Hasil dari penelitian ini berpotensi memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lokal, memperkuat identitas budaya suku Sasak, dan mengenalkan sejarah yang kaya kepada masyarakat luas
PENGUATAN KAPASITAS GURU SEKOLAH DASAR (SD/MI) DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Taufik, Amalia; Syudirman, Syudirman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i4.34134

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Dalam era pendidikan yang terus berkembang, peran guru sebagai penggerak utama dalam proses pembelajaran sangatlah vital. Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas dan otonomi dalam pengajaran, sehingga memerlukan pemahaman dan keterampilan yang mendalam dari para pendidik. Melalui serangkaian pelatihan dan workshop, peserta akan dibekali dengan strategi dan metode pengajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan kompetensi pedagogis guru, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Diharapkan, penguatan kapasitas ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah dan komite, pengabdian masyarakat ini berupaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung penerapan Kurikulum Merdeka secara efektif. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar, serta mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan global.Abstract:  This community service program aims to strengthen the capacity of teachers in elementary schools (SD) and Madrasah Ibtidaiyah (MI) in implementing the Merdeka Curriculum. In this era of ever-evolving education, the role of teachers as key drivers in the learning process is vital. The Merdeka Curriculum offers flexibility and autonomy in teaching, requiring educators to have a deep understanding and skills. Through a series of training sessions and workshops, participants will be equipped with teaching strategies and methods aligned with the principles of the Merdeka Curriculum. This approach will not only enhance teachers' pedagogical competencies but also foster creativity and innovation in learning. It is hoped that this capacity building will create a more inclusive and responsive learning environment for students. By involving all stakeholders, including school principals and committees, this community service initiative aims to build an educational ecosystem that supports the effective implementation of the Merdeka Curriculum. The outcomes of these activities are expected to improve the quality of education at the elementary level and prepare the younger generation to better face global challenges.PENGUATAN KAPASITAS GURU SEKOLAH DASAR (SD/MI) DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
Pengembangan Media Pembelajaran Smart Box Pada Materi Bhinneka Tunggal Ika Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Di Kelas II Sdn 1 Batunyala Kec.  Praya Tengah Kab. Lombok Tengah Febriani, Lisma; Helmi; syudirman
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/skeevc34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaranSmart Box pada materi Bhinneka Tunggal Ika guna meningkatkanpemahaman peserta didik kelas II SDN I Batunyala. Pengembangan media ini dilatarbelakangi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran cendrung monoton dan kurang menarik. Smart Box dirancang sebagai media konkret, intraktif, dan menyenangkan yang berisi gambar lambing pancasila, kantong prilaku pancasila, kartu pahlawan, serta permainan edukatif untuk membantu siswa memahami konsep persatuan dalam keberagaman melalui pengelaman belajar langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah (Researcah and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Proses pengembangan melalui validasi ahli media dan ahli materi untuk mengujikelayakan Smart Box sebagai media pembelajaran. Subjek uji coba terdiri dari 14 peserta didik kelas II SDN I Batunyala. Instumen penelitian meliputi angket validasi, serta dokumentasi. Uji coba dilakukan dalam skala kecil untuk melihat kepraktisan, kemenarikan, serta efektivitas media dalam pembelajaran. Hasil Penelitian menunjukan bahwa media Smart Box sangat layak digunakan, dengan hasil validasi ahli media sebesar 95% dan validasi ahli materi sebesar 80%. Respon siswa terhadap penggunaan Smart Box juga sangat baik dengan rata-rata persentase 84%, yang menandakan bahwa penggunaan media ini mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi Bhinneka Tunggal Ika. Guru yang memberikan penilaian dangat baik dengan skor 85%, menandakan media mudah digunakan dan mampu menjelaskan materi dengan mudah.