Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ADVOKASI SEBAYA DAN KOLABORASI KEMITRAAN DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI MADRASAH IBTIDAIYAH Nuruddin; Muhamad Ahyar Rasidi; Syudirman
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): ALAINA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT: IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i1.422

Abstract

Pengabdian ini bertujuan menguatkan literasi guru, orang tua, dan siswa mengenai advokasi teman sebaya sebagai strategi pencegahan bullying pada anak usia sekolah dasar di MI NW Montong Selat. Pelaksanaan program dilakukan melalui enam tahapan, yaitu observasi dan wawancara, perancangan program, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Observasi dan wawancara bertujuan memetakan dinamika sosial siswa, potensi munculnya perilaku bullying, serta karakter budaya sekolah, termasuk informasi dari kepala sekolah dan guru terkait program pembinaan karakter yang telah diterapkan. Tahap perancangan program disusun berdasarkan analisis kebutuhan yang menempatkan isu bullying sebagai fokus utama dan dirancang secara kolaboratif bersama seluruh warga sekolah. Sosialisasi dan pelatihan menghadirkan pemaparan mengenai konsep bullying, dampaknya, serta strategi pencegahan berbasis advokasi sebaya yang dilengkapi studi kasus dan diskusi untuk membangun komitmen menciptakan lingkungan aman dan inklusif. Pendampingan dilakukan melalui pembahasan kasus nyata, penguatan keterampilan guru dalam menangani perilaku siswa secara empatik, serta peningkatan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua. Monitoring dan evaluasi menunjukkan adanya penguatan nilai karakter melalui berbagai aktivitas sekolah meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana. Secara keseluruhan, program ini meningkatkan literasi sosial, kesadaran anti-bullying, dan kolaborasi pemangku kepentingan, serta memerlukan kesinambungan untuk menjaga keberlanjutan dampaknya
THE SCHOOL STRATEGY IN STRENGTHENING THE CHARACTER OF NATIONALISM IN STUDENTS OF SDN 8 PENA NA'E BIMA CITY Syudirman; Nur Istaqam
El Midad Vol. 16 No. 1 (2024): Volume 16 Nomor 1 Juni Tahun 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v16i1.9828

Abstract

This research aims to describe the school's strategy for improving the nationalist character of students at SDN 8 Pena Na'e, Bima City, and the supporting factors for increasing the nationalist character of students at SDN 8 Pena Na'e, Bima City. This research uses a descriptive qualitative approach. This research was carried out at SDN 8 Pena Na'e, Bima City. Data sources from teachers and students. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. To ensure the validity of the data, triangulation techniques were used. Based on the research results, it was found that the school's strategy for improving students' nationalistic character is: (1) The school involves its students in taking part in the flag ceremony every Monday morning, (2) The school involved students in a cultural parade wearing traditional regional clothing, (3) involvement of students in following beautiful walks, (4) involvement of students in Lenggo cultural dances. It is hoped that this article will contribute to developing a theoretical framework and practical strategies for developing knowledge in Indonesia
Application of The Student Active Learning (SAL) Model Based on Local Wisdom to Improve Critical Thinking in Primary School Azmi, Nurradiatun; Mahsul, Alwan; Syudirman, Syudirman
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 11, No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v11i2.22872

Abstract

This study was motivated by the low critical thinking skills of fourth-grade students at SDN Inpres Doridungga in IPAS subjects, with only 39% of students achieving learning completeness. This problem is caused by conventional learning methods that have not integrated the context of students' lives, especially local wisdom values. This study aims to improve students' critical thinking skills through the application of the Student Active Learning (SAL) model based on the local wisdom of Bima Regency. The research method used is Kurt Lewin's Classroom Action Research (CAR) model, which was carried out in two cycles. The research subjects were 18 fourth-grade students, consisting of 10 male students and 8 female students. The research instruments included observation sheets, critical thinking skills tests, and student response questionnaires The research findings indicate an improvement in students’ critical thinking skills from Cycle I to Cycle II, with the mastery rate increasing from 17% in Cycle I to 79% in Cycle II, thereby meeting the established mastery target. The integration of the local wisdom of Rimpu Bima, Uma Lengge, and Mbolo Weki in learning proved to be effective in creating meaningful, contextual learning that was able to activate students. This study concludes that the Student Active Learning model based on local wisdom can improve students' critical thinking skills in IPAS subjects.
RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR: RELEVANSI DAN PENERAPAN DALAM KURIKULUM Syudirman; I Wayan Kertih; I Wayan Lasmawan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 4 No. 2 (2025): WALADA: JOURNAL OF PRIMARY EDUCATION
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v4i2.378

Abstract

Penelitian ini membahas “Ruang Lingkup Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar: Relevansi dan Penerapan dalam Kurikulum”. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pembelajaran IPS dapat diintegrasikan secara efektif dalam kurikulum sekolah dasar, dengan memperhatikan relevansi materi terhadap konteks lokal dan tantangan global. Metode yang digunakan meliputi analisis dokumen kurikulum untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam penerapan kurikulum IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS yang kontekstual tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang isu-isu sosial, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan berpikir kritis. Penerapan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan siswa sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Selain itu, kolaborasi antara guru, sekolah, dan pemerintah menjadi kunci dalam mengoptimalkan implementasi kurikulum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran IPS di sekolah dasar harus diarahkan untuk membentuk karakter dan keterampilan sosial siswa, sehingga mereka menjadi individu yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan inovatif, serta peningkatan dukungan bagi pendidik dalam proses implementasi
IMPLEMENTASI METODE CERITA DALAM PENGUATAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DAN KEMANDIRIAN SISWA SEKOLAH DASAR Bq. Julita Embun Lestari; Murzal; Syudirman
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode cerita dalam penguatan karakter tanggung jawab dan kemandirian siswa pada mata pelajaran PKn kelas I di MIN 1 Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Fokus penelitian diarahkan pada efektivitas metode cerita sebagai strategi pembelajaran dalam menanamkan nilai karakter sejak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode cerita secara konsisten dan terstruktur mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat penanaman nilai moral, serta membentuk karakter tanggung jawab dan kemandirian. Perubahan perilaku siswa terlihat dari kemampuan menyelesaikan tugas tanpa diingatkan, merapikan perlengkapan belajar secara mandiri, serta keberanian mengambil keputusan sendiri. Selain itu, penggunaan cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari memudahkan siswa memahami nilai-nilai karakter yang disampaikan guru. Metode cerita tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga efektif membangun karakter positif dan kedisiplinan siswa sejak dini. Oleh karena itu, guru disarankan untuk menerapkan metode cerita secara rutin dan konsisten dalam proses pembelajaran guna mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.