Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS GURU SEKOLAH DASAR (SD/MI) DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Taufik, Amalia; Syudirman, Syudirman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i4.34134

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Dalam era pendidikan yang terus berkembang, peran guru sebagai penggerak utama dalam proses pembelajaran sangatlah vital. Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas dan otonomi dalam pengajaran, sehingga memerlukan pemahaman dan keterampilan yang mendalam dari para pendidik. Melalui serangkaian pelatihan dan workshop, peserta akan dibekali dengan strategi dan metode pengajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan kompetensi pedagogis guru, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Diharapkan, penguatan kapasitas ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk kepala sekolah dan komite, pengabdian masyarakat ini berupaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung penerapan Kurikulum Merdeka secara efektif. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar, serta mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan global.Abstract:  This community service program aims to strengthen the capacity of teachers in elementary schools (SD) and Madrasah Ibtidaiyah (MI) in implementing the Merdeka Curriculum. In this era of ever-evolving education, the role of teachers as key drivers in the learning process is vital. The Merdeka Curriculum offers flexibility and autonomy in teaching, requiring educators to have a deep understanding and skills. Through a series of training sessions and workshops, participants will be equipped with teaching strategies and methods aligned with the principles of the Merdeka Curriculum. This approach will not only enhance teachers' pedagogical competencies but also foster creativity and innovation in learning. It is hoped that this capacity building will create a more inclusive and responsive learning environment for students. By involving all stakeholders, including school principals and committees, this community service initiative aims to build an educational ecosystem that supports the effective implementation of the Merdeka Curriculum. The outcomes of these activities are expected to improve the quality of education at the elementary level and prepare the younger generation to better face global challenges.PENGUATAN KAPASITAS GURU SEKOLAH DASAR (SD/MI) DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA
Pengembangan Media Pembelajaran Smart Box Pada Materi Bhinneka Tunggal Ika Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Di Kelas II Sdn 1 Batunyala Kec.  Praya Tengah Kab. Lombok Tengah Febriani, Lisma; Helmi; syudirman
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/skeevc34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaranSmart Box pada materi Bhinneka Tunggal Ika guna meningkatkanpemahaman peserta didik kelas II SDN I Batunyala. Pengembangan media ini dilatarbelakangi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran cendrung monoton dan kurang menarik. Smart Box dirancang sebagai media konkret, intraktif, dan menyenangkan yang berisi gambar lambing pancasila, kantong prilaku pancasila, kartu pahlawan, serta permainan edukatif untuk membantu siswa memahami konsep persatuan dalam keberagaman melalui pengelaman belajar langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah (Researcah and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Proses pengembangan melalui validasi ahli media dan ahli materi untuk mengujikelayakan Smart Box sebagai media pembelajaran. Subjek uji coba terdiri dari 14 peserta didik kelas II SDN I Batunyala. Instumen penelitian meliputi angket validasi, serta dokumentasi. Uji coba dilakukan dalam skala kecil untuk melihat kepraktisan, kemenarikan, serta efektivitas media dalam pembelajaran. Hasil Penelitian menunjukan bahwa media Smart Box sangat layak digunakan, dengan hasil validasi ahli media sebesar 95% dan validasi ahli materi sebesar 80%. Respon siswa terhadap penggunaan Smart Box juga sangat baik dengan rata-rata persentase 84%, yang menandakan bahwa penggunaan media ini mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi Bhinneka Tunggal Ika. Guru yang memberikan penilaian dangat baik dengan skor 85%, menandakan media mudah digunakan dan mampu menjelaskan materi dengan mudah.
ADVOKASI SEBAYA DAN KOLABORASI KEMITRAAN DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI MADRASAH IBTIDAIYAH Nuruddin; Muhamad Ahyar Rasidi; Syudirman
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): ALAINA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT: IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i1.422

Abstract

Pengabdian ini bertujuan menguatkan literasi guru, orang tua, dan siswa mengenai advokasi teman sebaya sebagai strategi pencegahan bullying pada anak usia sekolah dasar di MI NW Montong Selat. Pelaksanaan program dilakukan melalui enam tahapan, yaitu observasi dan wawancara, perancangan program, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Observasi dan wawancara bertujuan memetakan dinamika sosial siswa, potensi munculnya perilaku bullying, serta karakter budaya sekolah, termasuk informasi dari kepala sekolah dan guru terkait program pembinaan karakter yang telah diterapkan. Tahap perancangan program disusun berdasarkan analisis kebutuhan yang menempatkan isu bullying sebagai fokus utama dan dirancang secara kolaboratif bersama seluruh warga sekolah. Sosialisasi dan pelatihan menghadirkan pemaparan mengenai konsep bullying, dampaknya, serta strategi pencegahan berbasis advokasi sebaya yang dilengkapi studi kasus dan diskusi untuk membangun komitmen menciptakan lingkungan aman dan inklusif. Pendampingan dilakukan melalui pembahasan kasus nyata, penguatan keterampilan guru dalam menangani perilaku siswa secara empatik, serta peningkatan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua. Monitoring dan evaluasi menunjukkan adanya penguatan nilai karakter melalui berbagai aktivitas sekolah meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana. Secara keseluruhan, program ini meningkatkan literasi sosial, kesadaran anti-bullying, dan kolaborasi pemangku kepentingan, serta memerlukan kesinambungan untuk menjaga keberlanjutan dampaknya