Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EFEKTIVITAS WORD MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGINGAT KOSAKATA BAHASA JEPANG SISWA KELAS XI SMA N 7 SEMARANG Yuliani, Siti; Nurhayati, Silvia; Diner, Lispridona
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22581

Abstract

Kosakata memiliki peranan yang sangat penting ketika mempelajari bahasa Jepang. Namun, faktanya masih banyak pembelajar khususnya di SMA N 7 Semarang yang mengalami kesulitan ketika mempelajari kosakata bahasa Jepang. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan word mapping sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Jepang. Penerapan word mapping dilakukan melalui pendekatan bahasa Jepang yang diformulasikan ke dalam bentuk strategi pembelajaran untuk menyebutkan kosakata turunan dari sebuah kata yang menjadi tema utama dalam bahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan word mapping sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengingat kosakata bahasa Jepang siswa kelas XI SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian ini menggunakan true experimental design, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan komparasi (perbandingan) yang dihitung dengan menggunakan rumus t-test. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus t-test, diperoleh data t hitung = 6, 04. Sedangkan untuk t-tabel untuk N = 58 dan derajat kebebasan (db) N-1 = 57 adalah 2, 01 dengan tingkat kepercayaan 5%. Data tersebut menunjukan bahwa word mapping terbukti efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengingat kosakata bahasa jepang siswa kelas XI SMA.   Abstrack ___________________________________________________________________ Japanese vocabulary have important role when learning Japanese. Meanwhile, at the fact, yet there are still many students especially in SMA Negeri 7 Semarang who have trouble in learning the Japanese vocabulary. One of the ways that can be done to overcome the problems is word mapping as a media in learning the Japanese vocabulary. The application of word mapping that was performed in this study by the Japanese approach who formulated in the form of learning strategy to mention the derivative words that become main theme in Japanese. The purpose of this research is to find out the effectiveness of word mapping as a media learning to improve the Japanese vocabulary in memorizing ability of eleventh students. The Research methodology used in this research was descriptive quantitative and the kind of research was true experimental design, while, technique analyzing used comparative which is calculated by using formulas t-test. Based on the t-test calculation, the data tvalue = 6. 04. While for ttable for n = 58 and the degree of freedom ( df ) n-1 = 57 was 2.01 in ????= 5 percent (0.05). The data showed that word mapping was proven effective as a media learning to improve the ability of memorizing in Japanese vocabulary of eleventh students. Not mentioned, word mapping also has some weaknesses that still needs to be repaired and highly expected be more efficient in the next study.
ANALYSIS OF DIFFICULTIES STUDENT OF CLASS XI IPS SMA TARUNA NUSANTARA IN READING HIRAGANA Listriani, Listriani; Diner, Lispridona; Nurhayati, Silvia
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i2.22595

Abstract

This study aims to determine the difficulty, causal factors, and solutions to overcome difficulties in reading hiragana experienced by students of class XI IPS SMA Taruna Nusantara. The approach used in this research is quantitative approach using descriptive research method. The sample in this research is the students of class XI IPS SMA Taruna Nusantara who take the subjects cross the interest of Japanese language amounted to 19 students. The technique of collecting data used is questionnaire. Based on the research results can be concluded that students’ difficulties are reading the symbols of sokuon sounds, distinguishing similar hiragana letters, reading the yoo’on sounds, reading the handakuon sounds, and reading the dakuon sounds. The factors are the lack of students’ ability to read hiragana properly, the lack of reference books owned by students to practice reading hiragana, the lack of ability of students in solving the problem of reading hiragana in a timely manner, and the lack of hiragana reading practice outside of Japanese language lessons. The solution to overcome those difficulties are that students are expected to arrange the time when completing the test question of hiragana, students are expected to increase the practice of reading hiragana outside of Japanese language lessons, and students are expected to be more creative by adding reference books other than Sakura’s book to practice reading hiragana, such as Nihongo Kana Nyuumon and Marugoto.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan, faktor penyebab, dan solusi untuk mengatasi kesulitan dalam membaca hiragana yang dialami oleh siswa kelas XI IPS SMA Taruna Nusantara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Taruna Nusantara yang menempuh mata pelajaran lintas minat bahasa Jepang dengan jumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesulitan siswa adalah membaca lambang bunyi sokuon, membedakan huruf hiragana yang bentuknya mirip, membaca lambang bunyi yoo’on, membaca lambang bunyi handakuon, dan membaca lambang bunyi dakuon. Faktor penyebabnya adalah kurangnya kemampuan siswa dalam membaca hiragana dengan tepat, kurangnya referensi buku yang dimiliki siswa untuk berlatih membaca hiragana, kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal ulangan membaca hiragana dengan tepat waktu, dan siswa kurang berlatih membaca hiragana di luar jam pelajaran bahasa Jepang. Solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah siswa diharapkan dapat mengatur waktu saat menyelesaikan soal ulangan membaca hiragana, siswa diharapkan memperbanyak latihan membaca hiragana di luar jam pelajaran bahasa Jepang, dan siswa diharapkan lebih kreatif dengan menambah referensi buku selain buku Sakura untuk berlatih membaca hiragana, seperti Nihongo Kana Nyuumon dan Marugoto.
Analisis Sinonim Kata “Kanji”, “Kibun”, dan “Kimochi” dalam Novel Kicchin karya Yoshimoto Banana Noviana, Nana; Nurhayati, Silvia; Wardhana, Chevy Kusumah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i2.22598

Abstract

In Japanese language, synonym is ruigigo. There is ruigigo in many kinds of word class, one of them is noun (meishi), such as: kanji, kibun, and kimochi. If these vocabulary are meant to Indonesian language, they have the same meaning with “feeling”. The words kanji, kibun, and kimochi have been studied by students of Japanese Education Program in Unnes, but in the implementation, they still do not understand yet about the similarity and differences of the words. Because of the reason, it is necessary to analyse words kanji, kibun, and kimochi so that this study result can be useful for the learners of japanese language who are still confused about the similarity and differences of the three words. This research explains about the analysis of a novel Kicchin written by Yoshimoto Banana, because there are many words of kanji, kibun, and kimochi in this novel, thus it is possible find out the similarity and differences of these words. The objective of the research is to describe the similarity and differences of kanji, kibun, and kimochi in the Yoshimoto Banana’s novel Kicchin. This study used equal related technique as the data analysis technique to find out the similarity and differences of kanji, kibun, and kimochi. The result of this research about the similarity are : both of kanji and kimochi can be used to indicate feeling of something, the words kanji and kibun can show surrounding atmosphere as a whole, the words of kibun and kimochi can indicate abstract condition, and heart feeling. The differences of kanji, kibun, and kimochi are : kanji has the meaning of impression to someone or something and can be used as intransitive verb named kanjiru, whereas the meanings kimochi are concrete thought, feeling for someone, and nature feeling.   Sinonim dalam Bahasa Jepang disebut ruigigo. Ruigigo terdapat dalam berbagai kelas kata, salah satunya kelas kata benda (meishi) yaitu kanji, kibun, dan kimochi. Ketiga kosakata tersebut apabila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia sama-sama memiliki arti  “perasaan”. Kata kanji, kibun, dan kimochi sudah dipelajari oleh mahasiswa prodi pendidikan Bahasa Jepang Unnes, tetapi dalam pelaksanaannya mereka masih belum memahami persamaan dan perbedaan ketiga kosakata tersebut. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis kata kanji, kibun, dan kimochi agar hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembelajar Bahasa Jepang yang belum memahami persamaan dan perbedaan ketiga kosakata tersebut. Analisis dilakukan dalam novel Kicchin karya Yoshimoto Banana, karena novel ini terdapat banyak kosakata kanji, kibun, dan kimochi sehingga memungkinkan untuk dapat mengetahui persamaan dan perbedaan ketiga kosakata tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kata kanji, kibun, dan kimochi dalam novel Kicchin karya Yoshimoto Banana. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik hubung banding untuk mengetahui persamaan dan perbedaan kata kanji, kibun, dan kimochi. Hasil penelitian ini, persamaan kata kanji, kibun, dan kimochi dalam novel Kicchin yaitu, kata kanji dan kimochi sama-sama digunakan untuk menunjukkan perasaan terhadap suatu hal. Kata kanji dan kibun sama-sama dapat menunjukkan suasana sekitar secara keseluruhan. Kata kibun dan kimochi sama-sama menunjukkan keadaan abstrak dan kondisi hati. Perbedaan kata kanji, kibun, dan kimochiyaitu kata kanji mempunyai makna kesan yang muncul terhadap seseorang atau suatu hal dan dapat berfungsi sebagai kata kerja intransitif menjadi “kanjiru”. Kata kimochimempunyai makna pemikiran secara konkrit, perasaan terhadap seseorang, dan pembawaan perasaan.
ANALISIS KESALAHAN PEMILIHAN KATA PADA KARANGAN MAHASISWA SEMESTER IV PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Indrasari, Yayuk; Supriatnaningsih, Rina; Nurhayati, Silvia
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i2.22600

Abstract

From the results of preliminary studies, the students have difficulty selecting words in composition course. The difficulty causes errors of selecting vocabulary. This research is qualitative descriptive research which aims to describe the error of selecting words on students’ composition of Unnes Japanese Education. Data source in this research is taken from the composition of 50 students in semester IV in 2015 academic year Semarang University. Data collection technique in this research is the monitoring technique and writing notetechnique. Monitoring done by reading student’s compotitions, who is the  source of data in this research.  As noted technique used notes errors fragment. Basedon the analysis of data, there are 288 sentences error in diction selection: 51 dooshi selection errors, 46 meishi selection errors, 2 keiyooshi selection errors, 8 rentaishi selection errors, 4 fukushi selection errors, 2 setsuzokushi selection errors, 92 jooshi selection errors, and 23 jodooshi errors selection.   Dari hasil studi pendahuluan, mahasiswa mengalami kesulitan dalam memilih kata ketika menulis karangan. Kesulitan tersebut menyebabkan kesalahan- kesalahan dalam penggunaan kosakata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan utuk mendeskripsikan kesalahan pemilihan kata pada karangan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes. Data yang digunakan adalah kesalahan pemilihan kata pada karangan (sakubun). Sumber data dalam penelitian ini berupa hasil karangan mahasiswa semester IV angkatan 2015 Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang berjumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik simak dilakukan dengan membaca karangan mahasiswa yang merupakan sumber penelitian. Teknik catat digunakan untuk mencatat potongan kalimat yang terdapat kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan dalam pemilihan kata sebanyak 228 kesalahan, meliputi 51 kesalahan pemilihan dooshi, 46 kesalahan pemilihan meishi, 2 kesalahan pemilihan keiyooshi, 8 kesalahan pemilihan rentaishi, 4 kesalahan pemilihan fukushi, 2 kesalahan pemilihan setsuzokushi, 92 kesalahan pemilihan jooshi, dan 23 kesalahan pemilihan jodooshi.
Difficulty Analysis Graduates Of Japanese Language Education Products That Progress as a Translator and Interpreter Suci, Rejeki Dyah Ayu; Nurhayati, Silvia
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 7 No 2 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v7i2.33950

Abstract

There are many problems in translation. This study aims to find out what are the difficulties and factors that cause difficulties experienced by alumni of Japanese Language Education program UNNES from the class of 2005 to 2014 who have professions as translators, both interpreters and translators. The data collection method used in this study is the questionnaire method. The questionnaire used was in the form of a closed questionnaire and 1 item was an open questionnaire. Based on the results of this study, it can be concluded that most alumni have difficulties when translating. The difficulties that most translators experience are knowledge in specific fields, types of texts, methods and techniques of translation, understanding inter-paragraph relationships and mastery of vocabulary. Then, the causal factors such as lack of motivation, confidence, provision of knowledge about translation, finding out your own theory without knowing its validity, lack of interaction with native speakers, and lack of language skills.
Pelatihan Penerjemahan Bahasa Jepang bagi Translator Pemula -, Rina Supriatnaningsih; Nurhayati, Silvia
Varia Humanika Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan Jepang di kota Semarang dan sekitarnya meningkat pula kebutuhan tenaga penerjemah bahasa Jepang abik lisan maupun tulisan.Hal ini merupakan kesempatan baik untuk alumni prodi Pendidikan Bahasa Jepang Univeristas Negeri Semarang yang tertarik untuk bekerja sebagai penerjemah. Hasil pemantauan dari data di lapangan, para penerjemah pemula di perusahaan Jepang masih menemukan kendala ketika harus menerjemahkan materi yang ditugaskan kepadanya. Meskipun para penerjemah ketika belajar di perguruan tinggi mendapatkan materi pembelajaran tentang peneterjemahan bahasa Jepang, tetapi materinya masih hal yang umum dengan alokasi waktu 2-4 SKS. Padahal di lapangan kerja materi terjemahan lebih spesifik sesuai dengan bidang perusahaan masing- masing. Sehingga para penerjemah pemula masih memerlukan waktu yang relatif lebih lama dalam menerjemahkan.Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan para penerjemah bahasa Jepang khususnya penerjemah tulisan dapat meningkat kemampuan penerjemahannya Jepangnya khusunya terjemahan tulisan sehingga dapat menjadi bekal ilmu ketika menerjemahkan di tempat kerja.
Cover Chie Vol 9 No 2 - 2021 silvinur, silvia nurhayati; Chie, Journal
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 9 No 2 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v9i2.51131

Abstract

Cover Journal for Offline Printing
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN (JOSUUSHI) SISWA KELAS 11 SMK BAGIMU NEGERIKU SEMARANG TAHUN AJARAN 2016/2017 Putri, Emfina Arditiya; Nurhayati, Silvia; Prasetiani, Dyah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22578

Abstract

Kosakata bahasa Jepang berdasarkan asal-usulnya dapat dibagi menjadi tiga macam yakni wago, kango, dan gairaigo. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan mengenai goi dalam bahasa Jepang yaitu suushi (numerial) dan josuushi (kata bantu bilangan). Kata bantu bilangan atau josuushi (助数詞) biasanya digunakan untuk menyatakan barang, orang, kendaraan, waktu, dan lain-lain. Karena banyaknya kata bantu bilangan dalam bahasa Jepang mengakibatkan pembelajar melakukan kesalahan dalam penggunaan josuushi dengan tepat, khususnya siswa kelas 11 SMK Bagimu Negeriku Semarang tahun ajaran 2016/2017. Sehingga melalui penelitian ini penulis berharap dapat menjelaskan kesalahan penggunakan josuushi pada siswa kelas 11 dan faktor penyebab yang mempengaruhi kesalahan tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes kemudian peneliti menggunakan metode wawancara. Bentuk penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis tentang kesalahan siswa kelas 11 SMK Bagimu Negeriku dalam penulisan kata bantu bilangan untuk menit ~fun dengan prosentase 87.5% kesalahan terbanyak pada penulisan じゅっぷん juppun, kesalahan terbanyak dalam penggunaan konteks kyoudai dengan prosentase 70.8% , dan kesalahan dalam membedakan penggunaan kata bilangan tujuh pada kata bantu bilangan dengan rata- rata prosentase 41.8%. Faktor penyebab terjadinya kesalahan antara lain, pemahaman siswa mengenai bentuk perubahan bunyi kata bantu bilangan masih kurang, pemahaman siswa mengenai kata bantu bilangan dalam pemilihan kata bilangan masih kurang, dan penguasaan siswa dalam menulis huruf hiragana masih kurang khususnya pada huruf dengan bunyi rangkap soku on (っ) dan penggunaan huruf yang memiliki daku on dan handaku on (ぷ、じ、dst).
EFEKTIVITAS WORD MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGINGAT KOSAKATA BAHASA JEPANG SISWA KELAS XI SMA N 7 SEMARANG Yuliani, Siti; Nurhayati, Silvia; Diner, Lispridona
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22581

Abstract

Kosakata memiliki peranan yang sangat penting ketika mempelajari bahasa Jepang. Namun, faktanya masih banyak pembelajar khususnya di SMA N 7 Semarang yang mengalami kesulitan ketika mempelajari kosakata bahasa Jepang. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan word mapping sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Jepang. Penerapan word mapping dilakukan melalui pendekatan bahasa Jepang yang diformulasikan ke dalam bentuk strategi pembelajaran untuk menyebutkan kosakata turunan dari sebuah kata yang menjadi tema utama dalam bahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan word mapping sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengingat kosakata bahasa Jepang siswa kelas XI SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian ini menggunakan true experimental design, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan komparasi (perbandingan) yang dihitung dengan menggunakan rumus t-test. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus t-test, diperoleh data t hitung = 6, 04. Sedangkan untuk t-tabel untuk N = 58 dan derajat kebebasan (db) N-1 = 57 adalah 2, 01 dengan tingkat kepercayaan 5%. Data tersebut menunjukan bahwa word mapping terbukti efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengingat kosakata bahasa jepang siswa kelas XI SMA. Abstrack ___________________________________________________________________ Japanese vocabulary have important role when learning Japanese. Meanwhile, at the fact, yet there are still many students especially in SMA Negeri 7 Semarang who have trouble in learning the Japanese vocabulary. One of the ways that can be done to overcome the problems is word mapping as a media in learning the Japanese vocabulary. The application of word mapping that was performed in this study by the Japanese approach who formulated in the form of learning strategy to mention the derivative words that become main theme in Japanese. The purpose of this research is to find out the effectiveness of word mapping as a media learning to improve the Japanese vocabulary in memorizing ability of eleventh students. The Research methodology used in this research was descriptive quantitative and the kind of research was true experimental design, while, technique analyzing used comparative which is calculated by using formulas t-test. Based on the t-test calculation, the data tvalue = 6. 04. While for ttable for n = 58 and the degree of freedom ( df ) n-1 = 57 was 2.01 in 𝛼= 5 percent (0.05). The data showed that word mapping was proven effective as a media learning to improve the ability of memorizing in Japanese vocabulary of eleventh students. Not mentioned, word mapping also has some weaknesses that still needs to be repaired and highly expected be more efficient in the next study.
ANALYSIS OF DIFFICULTIES STUDENT OF CLASS XI IPS SMA TARUNA NUSANTARA IN READING HIRAGANA Listriani, Listriani; Diner, Lispridona; Nurhayati, Silvia
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i2.22595

Abstract

This study aims to determine the difficulty, causal factors, and solutions to overcome difficulties in reading hiragana experienced by students of class XI IPS SMA Taruna Nusantara. The approach used in this research is quantitative approach using descriptive research method. The sample in this research is the students of class XI IPS SMA Taruna Nusantara who take the subjects cross the interest of Japanese language amounted to 19 students. The technique of collecting data used is questionnaire. Based on the research results can be concluded that students’ difficulties are reading the symbols of sokuon sounds, distinguishing similar hiragana letters, reading the yoo’on sounds, reading the handakuon sounds, and reading the dakuon sounds. The factors are the lack of students’ ability to read hiragana properly, the lack of reference books owned by students to practice reading hiragana, the lack of ability of students in solving the problem of reading hiragana in a timely manner, and the lack of hiragana reading practice outside of Japanese language lessons. The solution to overcome those difficulties are that students are expected to arrange the time when completing the test question of hiragana, students are expected to increase the practice of reading hiragana outside of Japanese language lessons, and students are expected to be more creative by adding reference books other than Sakura’s book to practice reading hiragana, such as Nihongo Kana Nyuumon and Marugoto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan, faktor penyebab, dan solusi untuk mengatasi kesulitan dalam membaca hiragana yang dialami oleh siswa kelas XI IPS SMA Taruna Nusantara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Taruna Nusantara yang menempuh mata pelajaran lintas minat bahasa Jepang dengan jumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesulitan siswa adalah membaca lambang bunyi sokuon, membedakan huruf hiragana yang bentuknya mirip, membaca lambang bunyi yoo’on, membaca lambang bunyi handakuon, dan membaca lambang bunyi dakuon. Faktor penyebabnya adalah kurangnya kemampuan siswa dalam membaca hiragana dengan tepat, kurangnya referensi buku yang dimiliki siswa untuk berlatih membaca hiragana, kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal ulangan membaca hiragana dengan tepat waktu, dan siswa kurang berlatih membaca hiragana di luar jam pelajaran bahasa Jepang. Solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah siswa diharapkan dapat mengatur waktu saat menyelesaikan soal ulangan membaca hiragana, siswa diharapkan memperbanyak latihan membaca hiragana di luar jam pelajaran bahasa Jepang, dan siswa diharapkan lebih kreatif dengan menambah referensi buku selain buku Sakura untuk berlatih membaca hiragana, seperti Nihongo Kana Nyuumon dan Marugoto.