Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Workshop Penulisan Proposal Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru Bahasa Jepang Se-Kota Semarang Asrini, Dwi Puji; Nurhayati, Silvia; Oesman, Andy Moorad
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i2.3002

Abstract

Penelitian tindakan kelas hakekatnya dilakukan guna membuat guru menjadi lebih tanggap dan peka terhadap dinamika pembelajaran di kelas. Guru akan menjadi lebih kritis terhadap apa yang telah dilakukan dan juga murid lakukan di dalam kelas. Berdasarkan observasi menunjukkan bahwa para Guru bahasa Jepang khususnya di wilayah Semarang masih merasa kesulitan ketika menyusun proposal penelitian tindakan kelas, Dari 20 Guru bahasa Jepang yang di tanya, 15 orang menjawab mereka belum pernah melakukan penelitian tindakan kelas. Tiga belas orang menyatakan bahwa sudah sering mendengar istilah penelitian tindakan kelas, namun belum pernah melakukan. Penyebab utamanya karena tidak tahu mereka akan meneliti apa, tidak tahu bagaimana cara melaksanakan penelitian, dan tidak tahu bagaimana cara menyususn proposal penelitian tindakan kelas. Mereka merasa pembelajaran di kelas selama ini tidak ada permasalahan. Berdasarkan hasil wawancara tersebut maka perlu diberikan workshop supaya guru bahasa Jepang utamanya di kota Semarang dapat mengetahui seluk-beluk tentang penelitian tindakan kelas. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 8 bulan kepada Guru bahasa Jepang se-kota Semarang. Tujuan program ini untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu mengenai penelitian tindakan kelas. Cara mengatasi permasalahan mitra yaitu dengan memberikan workshop mengenai penelitian tindakan kelas, pendampingan bagaimana menemukan permasalahan di kelas, dan bagaimana menyusun proposal penelitian tindakan kelas. 
Probing Socio-Pragmatic Skills of L2 Learners of Indonesian on Japanese Politeness Supriatnaningsih, Rina; Nurjaleka, Lisda; Nurhayati, Silvia; Yani, Damai; Windarti, Yulia
Register Journal Vol. 17 No. 1 (2024): REGISTER JOURNAL
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/register.v17i1.1-22

Abstract

This study explores how learners of Japanese as a foreign language in Indonesia comprehend and use Japanese politeness. Many linguists mentioned that socio-pragmatic skills can be developed in a classroom. This skill is essential for L2 learners to master communication in L2, such as how to build and express turn-taking, eye contact and give attention to the interlocutors. Therefore, this study aims to prove whether Indonesian learners of Japanese could use appropriate socio-pragmatic skills, focusing on Japanese politeness in a conversation setting. The subjects are 120 students from two universities whose level of Japanese skills is on the A2-B1 CERF level. We use the role-play method and set a one-on-one conversation/interview setting. Our findings demonstrate that most Indonesian students had difficulty comprehending the concept of ‘Tachiba’, meaning the place where one stands in a Japanese conversation. Most student participants could not yet grasp the social and interaction level. However, in some cases, Japanese politeness in context meaning is found.
Peningkatan Kompetensi Guru Lembaga Pelatihan Kerja Ex-trainee Berbasis Pendekatan Komunikatif Supriatnaningsih, Rina; PuspitoSari, Dwi; Setiawati, Ai Sumirah; Nurhayati, Silvia; Pristiwati, Rahayu; Kusumandari, Rafika Bayu
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i3.645

Abstract

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sekaligus Sending Organization (SO) Shiawase Lestari Indonesia di Semarang memiliki pengajar bahasa Jepang yang mayoritas merupakan alumni pemagang (ex-trainee) dari berbagai bidang di Jepang. Meskipun memiliki pengalaman kerja dan pemahaman budaya Jepang, sebagian besar belum memiliki dasar pedagogis yang memadai sehingga kualitas pembelajaran belum optimal. Keterbatasan tersebut berdampak pada kesulitan dalam menerapkan pendekatan komunikatif secara efektif, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar interaktif dan mendorong partisipasi siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi guru ex-trainee melalui peningkatan pemahaman tentang pentingnya komunikasi aktif dalam pembelajaran, pelatihan metode pengajaran berbasis pendekatan komunikatif, serta pengembangan media pembelajaran yang relevan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dasar pendekatan komunikatif, workshop pengembangan media, dan pendampingan pembuatan materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan aktivitas berbicara di kelas, kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi, serta kreativitas guru dalam mengeksplor kemampuan siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jepang yang lebih interaktif, efektif, dan berpusat pada siswa.
Kesantunan Verbal dan Non-Verbal dalam Etika Bisnis Budaya Jepang kepada Para Staff PT PRPP Jawa Tengah untuk Meningkatkan Hospitality dan Servis Excellence Rina Supriatnaningsih; Lisda Nurjaleka; Silvia Nurhayati; Anggraeni; Dwi Puspitosari; Yoyok Nugroho
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.10975

Abstract

Verbal and non-verbal politeness in Japanese cultural business ethics given to PT PRPP Central Java staff as part of tourism business actors can improve service with hospitality in accordance with the transformation of PT PRPP Central Java into a Tourism Holding Company. This excellent service can be realized with verbal and non-verbal services from a blend of Indonesian and Japanese politeness. As a result of the training from verbal practice in Japanese culture, the training staff consisted of 23 participants consisting of operational managers, HRD managers, cashier supervisors, marketing supervisors, marketing staff, general affairs supervisors, Public Relations, security coordinators, security members, electrical mechanic coordinators, freelancers tickets, and internship participants at PT PRPP, based on the results of a questionnaire via google form after being given training, it can be concluded that participants can learn to introduce themselves by using the ending desu or masu in the use of greeting sentences 'good morning' by saying ohayou gozaimasu, not pronounced with ohayou. When introducing themselves, the staff can say sentences, such as ….. desu or …. to moushimasu ‘I ……’. Non-verbal polite service, staff can do ojigi or 'bow' to show courtesy to others while exchanging business cards or meishi as part of the Japanese culture of business ethics. In addition, the staff can practice writing their own names in Japanese characters using katakana letters as evidenced by uploading the name card files that all participants have made
Analisis Penggunaan Strategi Ungkapan Terimakasih Oleh Penutur Asli Bahasa Jepang Arianti, Dyah Retno; Nurhayati, Silvia
IZUMI Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.806 KB) | DOI: 10.14710/izumi.8.2.125-136

Abstract

<p class="abstrak"><strong><em>(Title: Analysis Of </em></strong><strong><em>Gratitude</em></strong><em> </em><strong><em>Expresion Strategy By Japanese Native Speakers)</em></strong><em>. People who learn about Japanese language generally know that gratitude expressions sayings such as "Thankyou", "I appreciate it", However, Japanese native speakers convey gratitude not only using gratitude expressions but also using other expressions. The main goal of this article is to describe strategy used by Japanese people to gratitude to other people. This research uses a quantitative descriptive approach with a questionnaire as the data source. The questionnaire write in open questionnaire type was distributed to 65 Japanese native speakers to get natural answers. The questionnaire was distributed using the random sampling method. Based on the result of questionnaire, conclude that when Japanese native speakers are gratitude to other people, Japanese native speaker mostly use the combination of two thankful strategies. When Japanese native speakers are gratitude to other people, the most used strategy is the strategy is shinteki taidou no hyoumei or expressions of psychological actions.</em></p> <a href="https://gb777info.com">gb777</a><a href="https://pajak.blitarkota.go.id/uploads/profile/">gb777</a><a href="https://baak.uika-bogor.ac.id/uploads/">slot gacor</a><a href="https://siadmin.baak.uika-bogor.ac.id/files/images/">gb777</a><a href="https://jdih.dprd-pemalangkab.go.id/">gb777</a><a href="https://disnakertrans.bungokab.go.id/">GB777</a><a href="https://jdih.bungokab.go.id/">GB777</a>slot gacorslot gacor