Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengetahuan dan Perspektif Masyarakat Lokal Terhadap Schistosomiasis di Indonesia Ningsi Ningsi; Hayani Anastasia; Made Agus Nurjana; Rina Isnawati; Octaviani Octaviani; Gunawan Gunawan; Ahmad Erlan
Jurnal Vektor Penyakit Vol 16 No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/vektorp.v16i2.6194

Abstract

ABSTRACT Schistosomiasis, also known as snail fever, is caused by a parasitic worm. These parasites emerge from snails (conch) to contaminate fresh water and then infect humans or mammals such as cows, buffalo, and pigs whose skin is in contact with water. Various efforts continue to be encouraged so that cases of schistosomiasis decrease. Methods to prevent disease include increasing access to clean water, reducing snail populations, improving waterways, and the role of local community leaders. This study aimed to explore people's local knowledge and perspectives in endemic schistosomiasis areas. This study uses a cross-sectional design for quantitative and qualitative by collecting data through FGD. With as many FGD participants in each group, as many as ten people. The number of respondents was selected by simple random sampling. The results showed that local people's knowledge was still low, especially about the causes and modes of transmission of schistosomiasis. The community's perspective on controlling schistosomiasis carried out by cross-sectoral and health services and their staff is quite good. Local people expect stockpiling/drying of snail-focused areas, giving PPE boots for free. Local perspectives on the involvement of community leaders are still lacking, especially in community social groups such as PKK and dasawisma. In addition, cross-sectoral collaboration, the health office, and community leaders still need to be improved. The need for strengthening the eradication of schistosomiasis by involving informal, formal leaders in endemic schistosomiasis areas ABSTRAK Schistosomiasis atau disebut juga demam keong, disebabkan oleh parasit cacing. Parasit ini muncul dari siput (keong) untuk mencemari air tawar dan kemudian menginfeksi manusia ataupun hewan mamali. Metode untuk mencegah penyakit ini adalah meningkatkan akses terhadap air bersih, mengurangi populasi keong, perbaikan saluran air, dan peran dari tokoh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi pengetahuan dan perspektif lokal masyarakat di daerah endemis schistosomiasis. Peneltian ini menggunakan desain cross-sectional melalui pendekatan kuantitatif dan Kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD). Jumlah peserta FGD masing-masing kelompok sebanyak 10 orang. Jumlah responden 1692 yang dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan, pengetahuan masyarakat lokalmasih rendah khususnya tentang penyebab dan cara penularan schistosomiasis. Persepektif masyarakat tentang pengendalian schistosomiasis yang dilakukan oleh lintas sector dan dinas kesehatan bersama jajarannya sudah cukub baik. Masyarakat lokal mengharapkan penimbunan/ pengeringan areal fokus keong,pemberian Alat Pelindung Diri (APD) sepatu bot secara gratis. Perspektif lokal tentang keterlibatan tokoh-tokoh masyarakat masih kurang terutama kelompok sosial masyarakat seperti Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan dasawisma. Selain itu kerjasama lintas sektor, dinas kesehatan dan tokoh-tokoh masyarakat masih perlu ditingkatkan. Perlunya penguatan dalam pemberantasan schistosomiasis dengan melibatkan tokoh formal nonformal di daerah endemis schistosomiasis.
Evaluation of one-house one-larvae observer program in controlling dengue hemorrhagic fever in Central Sulawesi Koraag, Meiske Elisabeth; Samarang, Samarang; Nurjana, Made Agus; Octaviani, Octaviani; Widjaja, Junus; Massie, Roy Glen Albert
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 1: March 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i1.23122

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still a health problem in Poso District. This can be seen from the high number of DHF cases and potential outbreaks from 2017 to 2018. The local government took the initiative to prevent DHF outbreaks in Poso Regency. The Central Sulawesi Provincial Health Office and the Poso Regency Health Office have implemented onehouse one-larvae observer program in the Poso Kota Selatan District area by engaging the local government and community. The implementation of the program and its accomplishments requires evaluation. This study aims to evaluate the one-house one-larvae observer program using input, process, output, and outcome indicators. The research adopts a descriptive-qualitative approach, employing observation and interviews within an evaluation research design. Data analysis was performed using interpretation and triangulation methods. Policy documents are available, and human resources supporting the program are in compliance with the decree. However, the budget for the program is insufficient, while the available infrastructure is sufficient. The process indicators demonstrate satisfactory progress. Based on outputs, there was an increase in achievement against the program target of the number of buildings inspected by house larvae observers over four years. The outcome indicator in the form of the larvae-free rate increased by >90% during one year of program implementation. The implementation of local innovations initiated by the Regency Health Office and stakeholders’ engagement has been proven to increase community participation in programs that impact the achievement of program outputs and outcomes.
Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Covid-19 di Kota Palu Hayani Anastasia; Made Agus Nurjana; N Ningsi; Rina Isnawati; Muchlis Syahnuddin
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang menyebabkan pandemi yang mengancam kehidupan semua orang. Keberhasilan melawan Covid-19 sangat dipengaruhi oleh kepatuhan masyarakat terhadap upaya pencegahan, seperti sering cuci tangan, etika batuk, penggunaan masker, maupun social distancing. Kepatuhan masyarakat sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat terhadap Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur pengetahuan dan perilaku masyarakat Kota Palu tentang Covid-19 dan pencegahannya. Sebanyak 2.767 responden diwawancarai dari seluruh kelurahan di Kota Palu. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 sudah baik, sebagian besar masyarakat mengetahui penyebab, gejala, cara penularan dan pencegahan penyakit ini. Demikian pula dengan perilaku responden untuk mencegah penularan Covid-19 sudah baik seperti mencuci tangan, menggunakan masker, mengganti pakaian, jaga jarak, perilaku saat batuk hingga tindakan disinfektan.
Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Daerah Endemis Filariasis di Kabupaten Donggala Made Agus Nurjana; Junus Widjaja; Hayani Anastasia; Anis Nur Widayati; M Mujiyanto; M Murni; Phetisyia Pamela Frederika Sumolang; Ade Kurniawan; Yuyun Srikandi
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah salah satu dari 53 negara di dunia yang merupakan negara endemis filariasis. Kabupaten Donggala merupakan daerah endemis filariasis yang telah dinyatakan lulus Transmission Assesment Survey-1 (TAS-1) tahun 2017. Pengetahuan dan perilaku mendukung keberhasilan pengobatan massal filariasis. Studi Cross sectional dilakukan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pengobatan massal filariasis dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Studi terhadap 450 orang usia ≥15 tahun dilakukan di Kabupaten Donggala melalui wawancara. Hasilnya menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang penyebab, gejala dan pengobatan massal filariasis masih rendah berturut-turut 2,2%, 28,9% dan 33,6%, namun perilaku keikutsertaan dalam pengobatan massal sudah baik yaitu 63,1%. Masih diperlukan peningkatkan pengetahuan masyarakat tentang filariasis melalui penyuluhan yang terencana dan kontinyu oleh petugas kesehatan maupun non kesehatan.
Perilaku Pencarian Pengobatan pada Penderita Covid-19 di Kota Palu, Sulawesi Tengah Hayani Anastasia; Made Agus Nurjana; O Octaviani
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO mengklasifikasikan COVID-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Kota Palu memiliki kasus terbanyak di Sulawesi Tengah per 12 April 2022, dengan 13.121 kasus dengan 239 kasus kematian (1,79%). Penelitian observasional dengan desain potong lintang berdasarkan laporan kasus COVID-19 di fasilitas kesehatan masyarakat dilakukan untuk mengetahui perilaku perilaku mencari pengobatan untuk pengobatan terhadap COVID-19 pada 268 kasus konfirmasi PCR COVID-19 antara Maret 2020 dan Mei 2021 di Kota Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,8% pasien mencari tenaga kesehatan (puskesmas atau rumah sakit), 62,7% mencari obat kimia sendiri, 58,8% mengonsumsi obat tradisional, dan 69% melakukan kombinasi pengobatan. Sebagian besar pasien mencari pengobatan untuk Covid-19 di fasilitas kesehatan, pengobatan sendiri, melakukan pengobatan tradisional, atau menggabungkan beberapa perawatan.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Ade Kurniawan Ade Kurniawan Ade Kurniawan Ahmad Erlan Anastasia, Hayani Anis Nur Wdayati Anis Nur Widayati Anis Nur Widayati Anis Nur Widayati Anis Nur Widayati Anis Nurwidayati Anis Nurwidayati Feliatra Gunawan Gunawan Hasrida Mustafa Hayani Anastasia Hayani Anastasia Hayani Anastasia Hayani Anastasia Hayani Anastasia Hayani Anastasia Intan Tolistiawaty Intan Tolistiawaty Jastal Jastal Jayawarsa, A.A. Ketut jek managerxot Junus Widjaja Junus Widjaja Junus Widjaja Junus Widjaja Junus Widjaja Junus Widjaja Junus Widjaja Junus Widjaja Koraag, Meiske Elisabeth Laksono Trisnantoro Leonardo Taruk Lobo Leonardo Taruk Lobo M Mujiyanto M Murni Malonda Maksud MARIA BINTANG Massie, Roy Glen Albert Muchlis Syahnuddin Mujiyanto Mujiyanto Mujiyanto Mujiyanto Murni Murni Mutiara Widawati N Ningsi Ni Nyoman Veridiana Ni Nyoman Veridiana Ni Nyoman Veridiana Ni Nyoman Veridiana Ni Nyoman Veridiana Ningsi Ningsi Ningsi Ningsi Ningsi, Ningsi O Octaviani Octaviani Octaviani Octaviani Octaviani Octaviani Octaviani Octaviani Octaviani Octaviani Octaviani Patuba, Riri Arifah Phetisya Pamela Frederika Sumolang Phetisya Pamela Frederika Sumolang Phetisya Pamela Frederika Sumolang Phetisya PF Sumolang Phetisya PFS Phetisyia Pamela Frederika Sumolang Resmiwaty Resmiwaty Rika mayasari Rina Isnawati Riri Arifah Patuba Risti Risti Rony, Zahara Tussoleha Rosmini Rosmini Rosmini Rosmini Samarang Samarang Samarang Samarang Samarang Samarang Samarang Samarang Sitti Chadijah Sitti Chadijah Sitti Chadijah sri murtini . Yuyun Srikandi Yuyun Srikandi YUYUN SRIKANDI