Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

SOSIALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA GRIYA DALAM PEMANFAATAN DAUN KELOR MENJADI OLAHAN SEDIAAN GUMMY CANDIES (YUPPI) YANG BERNILAI EKONOMIS Yuli Fitriana; Irmatika Hendriyani; Dzun Haryadi Ittiqo; Nur Furqani; Baiq Nurbaety; Abdul Rahman Wahid; Melati Permata Hati; Taufan Hari Sugara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15322

Abstract

ABSTRAKNutrceutical dapat didefinisikan sebagai makanan (bagian dari makanan) yang memberikan manfaat medis atau kesehatan, termasuk pencegahan dan atau pengobatan penyakit.  Salah satu bentuk sediaan nutrceutical ialah Soft candy. Tanaman yang sering dijumpai dan cukup tinggi untuk menangkal radikal bebas adalah tanaman daun kelor. Metode yang digunakan dalam pembuatan soft candy dari daun kelor adalah mengekstraksi dengan menggunakan metode maserasi yang akan diambil ekstraknya untuk dijadikan soft candy. Perlakuan uji terhadap soft candy antara lain uji flavonoid, organoleptis, dan fisika. Dalam uji flavanoid potif mengandung flavonoid pada sediaan soft candy. Kata kunci: soft candy; kelor; flavonoid ABSTRACTNutrceutical can be defined as food (part of food) that provides medical or health benefits, including the prevention and or treatment of disease. One of the nutrceutical dosage forms is soft candy. Plants that are often found and are tall enough to ward off free radicals are Moringa leaves. The method used in making soft candy from Moringa leaves is extraction using the maceration method which will be extracted to make soft candy. The test treatment for soft candy includes flavonoid, organoleptic, and physical tests. In the positive flavanoid test it contains flavonoids in soft candy preparations. Keywords: soft candy; moringa; flavonoid
Pengaruh Kombinasi Matriks terhadap Karakter Tablet Metformin HCl Lepas Lambat Sistem Floating Effervescent Hati, Melati Permata
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2022.007.02.3

Abstract

The research aimed to prepare and evaluate of sustained release metformin HCl tablet with floating system. The tablets were prepared by wet granulation using HPMC K4M and chitosan as matrixes with proportions (w/w) 17.78%:4.44%; 14.44%:7.78%; 11.11%:11.11% ;7.78%;14.44%; 4.44%:17.78%. The tablets were evaluated of weight variation, drug content, hardness, friability, and in vitro floating and drug release studies. The dissolution study had been carried out for 6 hours using USP dissolution apparatus II (paddle) in 900 ml HCl pH 3.0 media at 37±0.50C. All tablet formulas showed closed similarity with the requirement physical tablet of United State Pharmacopea (USP) and Farmakope Indonesia reference. The matrixes containing higher HPMC K4M, and lower chitosan showed floating lag time decreased and duration time increased. Meanwhile, tablet disintegration was the lowest. The release test showed that all formulas did not meet the requirements dissolution metformin HCl sustained release tablet. The result of this study is sustained release tablet metformin HCl with matrixes HPMC K4M and chitosan able to float, but it did not form sustained release.
Pengaruh Kombinasi Matriks terhadap Karakter Tablet Metformin HCl Lepas Lambat Sistem Floating Effervescent Hati, Melati Permata
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2022.007.02.3

Abstract

The research aimed to prepare and evaluate of sustained release metformin HCl tablet with floating system. The tablets were prepared by wet granulation using HPMC K4M and chitosan as matrixes with proportions (w/w) 17.78%:4.44%; 14.44%:7.78%; 11.11%:11.11% ;7.78%;14.44%; 4.44%:17.78%. The tablets were evaluated of weight variation, drug content, hardness, friability, and in vitro floating and drug release studies. The dissolution study had been carried out for 6 hours using USP dissolution apparatus II (paddle) in 900 ml HCl pH 3.0 media at 37±0.50C. All tablet formulas showed closed similarity with the requirement physical tablet of United State Pharmacopea (USP) and Farmakope Indonesia reference. The matrixes containing higher HPMC K4M, and lower chitosan showed floating lag time decreased and duration time increased. Meanwhile, tablet disintegration was the lowest. The release test showed that all formulas did not meet the requirements dissolution metformin HCl sustained release tablet. The result of this study is sustained release tablet metformin HCl with matrixes HPMC K4M and chitosan able to float, but it did not form sustained release.
Efektifitas Sediaan Foaming Facial Wash Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk) terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes dan Staphylococcus Aureus DZUN HARYADI ITTIQO; Permata Hati, Melati; Irjayanti, Nining
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15 No 1 (2024): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v15i1.1084

Abstract

Kulit merupakan lapisan terluar yang melapisi tubuh, Salah satu masalah kulit yang umum ditemukan adalah jerawat pada muka. Jerawat tidak menyebabkan gejala klinik yang membahayakan, namun sering menjadi permasalahan yang sangat mengkhawatirkan karena mengurangi rasa kepercayaan diri dan rasa tidak nyaman pada penderitanya dan dapat menimbulkan rasa stress. Pemicu timbulnya jerawat oleh berbagai faktor salah satunya adalah infeksi bakteri diantaranya adalah bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Pencegahan penyakit kulit akibat dari bakteri maupun jamur dapat dilakukan dengan membersihkan kulit dengan menggunakan antiseptik. Bentuk sediaan farmasi yang dapat digunakan salah satunya adalah foaming facial wash ekstrak daun kelor. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formula foaming facial wash yang memenuhi syarat mutu dan mendapatakan konsentrasi ekstrak daun kelor dalam sediaan foaming facial wash yang efektif terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini diawali dengan proses ekstraksi serbuk daun kelor dilanjutkan pembuatan formula sediaan foaming facial wash dengan variasi konsentrasi ekstrak kelor dan dilakukan evaluasi mutu fisik nya. Terakhir di lakukan uji anti bakteri dengan metode sumuran untuk mengetahui efektivitas diameter hambat sediaan foaming facial wash terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan semua formula sediaan foaming wash memenuhi persyaratan mutu fisik yaitu sediaan homogen, memenuhi syarat pH antara 4,5-6,5, Nilai viskositas rendah berkisar 2cP-9cP, tinggi busa antara 13 mm-220 mm. Diameter zona hambat terhadap bakteri staphylococcus aureus berkisar 22 mm-24 mm sedangkan terhadap bakteri Propionibacterium acne berkisar 12 mm-22 mm. Analisis anava menunjukkan diameter zona hambat terhadap kedua bakteri tersebut tidak berbeda signifikan pada semua formula sediaan
EDUKASI PEMILIHAN PRODUK KOSMETIK YANG AMAN DAN HALAL DI KALANGAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH MATARAM Hati, Melati Permata; Nurbaety, Baiq; Fitriana, Yuli; Furqoni, Nur; Sugara, Taufan Hadi; Wahid, Abdul Rahman; Ittiqo, Dzun Haryadi
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.20332

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kosmetika merupakan salah satu produk farmasi yang digunakan oleh semua kalangan dan pengguna kosmetika terbanyak adalah generasi milenial. Permintaan pasar akan kosmetik terus meningkat, hal ini mendorong berkembangnya industri kosmetika di Indonesia. Sehingga jenis dan merk kosmetika yang beredar di pasar terus meningkat termasuk kosmetika ilegal yang mengandung bahan berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam  kosmetika. Generasi milenial akrab dengan dunia media sosial dan akun jual beli barang online merupakan salah satu konsumen kosmetika yang perlu mendapatkan edukasi tentang cara memilih kosmetika yang aman dan halal. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengedukasi pentingnya memilih  kosmetik  yang  aman  dan  halal  kepada  mahasiswa  di  Universitas Muhammadiyah Mataram khususnya mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) yang diharapkan lebih bertemu dengan orang banyak di dalam dunia pekerjaannya. Sosialisasi ini dilakukan dengan pretes, pemberian leaflet, edukasi secara langsung dan postes kepada 20 mahasiswa. Keberhasilan kegiatan ini didapatkan dengan membandingkan hasil pretes dan postes peserta terhadap pengetahuan mengenai pemilihan kosmetik yang halal dan tersertifikasi BPOM. Kegiatan ini dinilai berhasil memperbaiki pengetahuan mengenai pemilihan produk kosmetik yang halal dan tersertifikasi BPOM semua partisipan dengan nilai rata-rata postes lebih tinggi dibandingkan pretes yaitu dengan hasil rata-rata pretes(90) dan postes(96,6). Kata kunci: Kosmetik ilegal; generasi milenial ABSTRACTCosmetics are a kind of pharmaceutical product that is used in all generations and millennials made up the largest share of consumers. The cosmetic product market in Indonesia has widespread increased along with the large of consumers. This condition also invited the presence of unethical market businesses that provide illegal cosmetic products with harmless components product in the Indonesian cosmetic market, including the online market. Based on this problem, the millennial generation must know how to choose halal and BPOM-labeled cosmetic products. Therefore, it is important to conduct socialization in the millennial generation. This study was educated and socialized students in Fisipol Universitas Muhammadiyah Mataram who will be working in large social communication. 20 participants were given a leaflet, pre-test, direct material presentation and post-test to 20 participants. The results of their level of understanding about choosing halal and BPOM-labeled cosmetic products was comparing means score pretest and posttest. This study reported the posttest means score (96,6) is higher than the pretest means score (90) so that education and socialization improved participant understanding in choosing halal and BPOM-labeled products. Keywords: illegal cosmetics; millennial generation  
Uji Aktivitas Gel Ekstrak Etanol Kulit Batang Pulai (Alstonia scholaris) pada Kelinci sebagai Obat Luka Bakar Hati, Melati Permata; Pratama, Rafli Renaldy; Ittiqoa, Dzun Haryadi; Nurbaetya, Baiq; Sugara, Taufan Hadi
JOURNAL OF PHARMACEUTICAL (JOP) Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Pharmaceutical (JOP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jop.v2i2.1403

Abstract

Luka bakar dapat disebabkan karena terkena sumber panas seperti air panas, listrik, dan api, yang ditandai dengan rusaknya jaringan pada kulit. Penanganan luka bakar dapat dilakukan secara tradisional menggunakan bahan alam yaitu kulit batang Pulai (Alstonia scholaris). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas gel ekstrak kulit batang Pulai (Alstonia scholaris) terhadap luka bakar derajat II pada kelinci. Metode yang digunakan adalah post-test-only control group design. Kulit batang Pulai diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Perubahan diameter luka bakar dianalisis menggunakan metode Oneway Anova untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang bermakna pada setiap perlakuan. Pengukuran diameter luka bakar pada kelinci dilakukan selama 14 hari. Terjadinya penurunan diameter tersebut didapat pada hari ke-3 sampai dengan ke-14 yang dimana, pada kontrol positif diameter awalnya yaitu 1,94 ± 0.05 cm mengalami penurunan hingga 1,5 ± 1.16 cm dengan selilsih 0,44 cm. Sedangkan pada konsentrasi ekstrak, diameter awalnya yaitu 2 ± 0.06 cm mengalami penurunan hingga 1,68 ± 0.04 cm dengan selisih 0,34 cm sehingga, hasil tersebut menunjukan bahwa gel ekstrak kulit batang pulai memiliki aktivitas dapat mempercepat penyembuhan luka bakar.
Sosialisasi dan edukasi dapatkan, gunakan, simpan dan buang (DAGUSIBU) obat di SMAN 10 Mataram Nurbaety, Baiq; Sugara, Taufan Hadi; Fitriana, Yuli; Hati, Melati Permata; Furqani, Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23935

Abstract

AbstrakPengelolaan obat di masyarakat mulai dari prosedur mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat tidak boleh dianggap remeh, karena jika salah melakukan pengelolaan obat, maka akan berakibat sangat fatal bagi diri kita sendiri atau konsumen obat. Pengetahuan siswa SMAN 10 Mataram masih rendah tentang penggunaan obat yang rasional. Pemahaman siswa masih kurang dalam memahami obat apa saja yang boleh dibeli tanpa resep dan harus memakai resep dokter danpengelolaan obat dirumah seperti cara menyimpan obat dengan benar dan membuang obat yang telah rusak atau kadaluarsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi terkait DAGUSIBU kepada siswa SMAN 10 Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian brosur dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa SMAN 10 Mataram. Instrumen yang digunakan adalah power point, brosur dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan siswa SMAN 10 Mataram tentang DAGUSIBU dari nilai rata-rata pretest peserta adalah 75% (Cukup) meningkat menjadi 87,72% (Baik) pada saat posttest. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: sosialisasi; edukasi; siswa; DAGUSIBU AbstractManagement of medicines in the community, starting from procedures for obtaining, using, storing and disposing of remaining medicines, should not be taken lightly, because if you mismanage medicines, it will have very fatal consequences for ourselves or medicine consumers. SMAN 10 Mataram students' knowledge is still low regarding the rational use of drugs. Students' understanding is still lacking in understanding what medicines can be purchased without a prescription and must use a doctor's prescription and manage medicines at home, such as how to store medicines properly and dispose of medicines that have been damaged or expired. This community service activity aims to provide information related to DAGUSIBU to students of SMAN 10 Mataram. The methods used in this activity are the lecture method, giving brochures and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are students of SMAN 10 Mataram. The instruments used were power points, brochures and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest from the activities carried out, it can be seen that there was an increase in SMAN 10 Mataram students' knowledge about DAGUSIBU from the average pretest score of participants being 75% (Fair) increasing to 87.72% (Good) at the time of the posttest. This shows that the participants can receive the education provided well. Keywords: socialization; education; student; DAGUSIBU