Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERANAN FAUNA LALAT DALAM BIDANG KESEHATAN DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Intan Kurniawati Pramitaningrum
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.6

Abstract

Pendahuluan: Lalat merupakan salah satu serangga yang berperan dalam masalah kesehatan sebagai vektor mekanik penyakit. Lalat memiliki kebiasaan hidup di sanitasi buruk seperti pasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sanitasi pasar tradisional di Kabupaten Sleman, Daetah Istimewa Yogyakarta, mengetahui fauna lalat, hubungan sanitasi pasar dengan parasit usus yang ditemukan pada tubuh lalat, mengetahui hubungan sanitasi pasar dengan parasit usus, mengetahui hubungan kepadatan lalat dengan jumlah pasasit usus dan mengetahui kemampuan lalat sebagai vektor mekanik setelah dipaparkan dengan tinja yang mengandung parasit usus. Metode: Penelitian ini bersifat obeservasional dan eksperimental. Lalat dikoleksi dari 6 pasar tradisional menggunakan sweep net selama 3 hari dan diperiksa parasit ususnya di Laboratorium Parasitologi UGM. Data dianalisis dengan Fisher’s Exact Test (a=0,05). Pasar Cebongan, P. Sleman dan P. Condongcatur memiliki sanitasi baik, sedangkan P. Gamping, P. Godean dan P. Ngino memiliki sanitasi buruk. Fauna lalat yang ditemukan adalah M. domestica ,C.megacephala dan Sarcophaga spp. Hasil: Parasit usus tidak ditemukan dari tubuh  lalat yang dikoleksi. Kepadatan lalat tidak memiliki hubungan dengan jumlah parasit usus pada tubuh lalat. Kesimpulan: Lalat M. domestica mampu berperan sebagai vektor mekanik setelah dipaparkan dengan tinja yang mengandung parasit usus.
IDENTIFIKASI TELUR Ascaris lumbricoides PADA FESES ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 5 DAN 6 DI YAYASAN DINAMIKA INDONESIA, BANTAR GEBANG Lili Rosmalia; Intan Kurniawati Pramitaningrum
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v2i1.28

Abstract

Pendahuluan: Cacing Ascaris lumbricoides salah satu cacing yang termasuk dalam cacing jenis Soil Transmitted Helminths (STH). Cacing A. lumbricoides hidup didalam usus halus manusia menyebabkan askariasis. Di Indonesia tahun 2006 prevalensi infeksi A. lumbricoides sebanyak 17,8%. Tujuan penelitian mengetahui prevalensi anak yang terinfeksi telur A. lumbricoides di Yayasan Dinamika Indonesia, Bantar Gebang. Bantar Gebang sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) menyebabkan sanitasi lingkungan yang buruk sehingga potensial terjadinya infeksi parasit usus. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Pemeriksaan telur A. lumbricoides dengan menggunakan metode natif dan metode apung dengan sentrifugasi. Responden penelitian yaitu anak–anak kelas 5 dan kelas 6 di Yayasan Dinamika Indonesia, Bantar Gebang. Hasil: Hasil penelitian didapatkan jumlah anak yang terinfeksi telur A. lumbricoides 0% dan jumlah anak yang terinfeksi larva cacing tambang sebanyak 1,9%. Kesimpulan: Tingkat infeksi A. lumbricoides di Yayasan Dinamika Indonesia, Bantar Gebang adalah negatif.
Identifikasi Telur Cacing Ascaris lumbricoides pada Kuku Petugas Pasukan Laskar Hijau di Kebun Bibit Jakarta Selatan Retno Fania; Intan Kurniawati Pramitaningrum; N.S Widada
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 1 (2023): JKP Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i1.617

Abstract

Latar belakang: Kecacingan dapat menyerang manusia tanpa melihat jenis usia, baik dewasa maupun anak-anak. Penyebab kecacingan berasal dari berkembangnya telur cacing melalui media tanah. Ascaris lumbricoides termasuk helmintiasis yang paling sering menyebabkan masalah kesehatan pada manusia salah satunya adalah kuku yang terkontaminasi merupakan media penularan cacing melalui fecal-oral. Seorang petugas pasukan laskar hijau memiliki resiko yang cukup tinggi untuk terkontaminasi telur cacing dikarenakan kesehariannya yang berkontak langsung dengan tanah.Tujuan: untuk mengetahui ada tidaknya telur cacing A.lumbricoides pada kuku Petugas Pasukan Laskar Hijau di Kebun Bibit Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Jakarta Selatan.Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif metode sedimentasi dengan desain penelitian secara cross-sectional.Hasil: Hasil dari pemeriksaan kuku petugas pasukan laskar hijau dari 35 sampel kuku ditemukan positif telur cacing A.lumbricoides sebanyak 3 sampel (9%) dan negatif telur cacing A.lumbricoides sebanyak 32 sampel (91%).Kesimpulan: Terdapat kontaminasi telur cacing A.Lumbricoides pada kuku petugas pasukan laskar hijau. Penyebab terkontaminasinya adalah kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Dampak yang ditimbulkan dari kecacingan cukup beragam mulai dari gejala mual, kurangnya nafsu makan, diare, anemia, hingga kematian apabila tingkat infeksi meningkat. 
Penyuluhan Penyebab dan Bahaya Kecacingan di SDN Susukan Pagi 4 Ciracas Jakarta Timur Intan Kurniawati Pramitaningrum; Ahmad Fitra Ritonga; Wulan Fitriani Safari; Achmadi Achmadi
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1619

Abstract

Infeksi kecacingan merupakan masalah kesehatan pada anak usia sekolah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan mengenai penyebab dan bahaya kecacingan pada anak usia sekolah dasar di SDN Susukan Pagi 4 Ciracas, Jakarta Timur. Kegiatan penyuluhan bertujuan mencegah dan menekan angka kecacingan. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada 16 September 2022 yang dihadiri 50 siswa kelas 3, kepala sekolah dan 6 guru. Metode penyampaian dilakukan dengan penyuluhan menggunakan video, poster, dan interaksi langsung. Kegiatan diawali dengan pembagian kuesioner mengenai pemahaman siswa mengenai penyebab dan bahaya kecacingan. Dari hasil kuesioner menunjukkan 68% siswa tidak memahami penyebab kecacingan dan 69% tidak memahami bahaya kecacingan. Seluruh kegiatan berjalan lancar dan disarankan untuk kegiatan selanjutnya dilakukan pemeriksaan feses untuk mengetahui angka infeksi kecacingan.Kata kunci: Bahaya kecacingan, Infeksi kecacingan, Penyebab kecacingan
PENGARUH VARIASI WAKTU SENTRIFUGASI NILAI HEMATOKRIT MENGGUNAKAN METODE MIKROHEMATOKRIT DI UNIVERSITAS BINAWAN Nurcholis Majid; Sabarina Elfrida Manik; Intan Kurniawati Pramitaningrum
Jurnal SainHealth Vol. 7 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v7i2.14334.51-57

Abstract

Hematocrit is the total volume of red blood cells in 100 ml of blood expressed as a percentage of blood volume. Hematocrit examination is needed to help diagnose diseases such as anemia and dengue hemorrhagic fever (DHF) to determine the total volume of red blood cells or erythrocytes. The normal value for hematocrit examination is 40-54% for males and 37-47% for females. The purpose of this study was to determine the effect of variations in centrifugation time on hematocrit values using the microhematocrit method. This type of research is quantitative using experimental method with cross sectional design. The method used for hematocrit examination is the microhematocrit method with variations in centrifugation time of 2 minutes, 3 minutes, 4 minutes, and 5 minutes as a control with a speed of 12,000 rpm. The respondents of this study were 35 respondents and the samples of this study were 35 venous blood samples taken from Binawan University students, Medical Laboratory Technology Study Program batch 2021 and 2022. The average result of the 2-minute centrifugation hematocrit value examination is 37.87%, 3-minute centrifugation is 37.57%, 4-minute centrifugation is 37.30%, and 5-minute centrifugation is 37.25%. The Wilcoxon test results show the Sig. (2-tailed) of 2-minute centrifugation compared with 5 minutes is 0.00 (<0.05), 3-minute centrifugation compared with 5 minutes is 0.001 (<0.05), 4-minute centrifugation compared with 5 minutes is 0.560 (>0.05). The results of this study showed that hematocrit values with centrifugation times of 2 minutes and 3 minutes compared to 5 minutes had significant differences in hematocrit values.
ANALISIS KADAR FERRITIN SERUM DENGAN NILAI LAJU ENDAP DARAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER II Tia Novita; Nicolaus Sri Widada; Intan Kurniawati Pramitaningrum
Jurnal SainHealth Vol. 7 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v7i2.14349.58-62

Abstract

Ferritin examination is an important measurement parameter used to measure the presence of iron in the body. Iron deficiency in the body will result in anemia. Anemia that often occurs in pregnant is iron deficiency anemia because the need for iron in pregnant. An increase in erythrocyte sedimentation rate occurs during pregnancy and can also be observed in pregnant. The purpose of this study was to determine the relationship between serum ferritin levels and the value of ESR in second trimester pregnant. This study was conducted at YPK Mandiri Hospital, samples were in the form of medical record data with 92 samples of second trimester pregnant who performed complete hematological examinations and ferritin levels. The results of this study indicate that second trimester pregnant who do complete blood checks and ferritin levels at YPK Mandiri Hospital with ferritin levels ranging from 2 - 219 ng/mL with an average level of 26.31 ng/mL and the value of the Blood Cessation Rate ranging from 5 - 105 mm / hour with an average of 35 mm / hour. This study uses the Spearman Rho test method, obtained a sig value of 0. 962 (>0.05) with a correlation coefficient of 0.005 which means there is no correlation between ferritin levels and the value of the rate of blood absorption in second trimester pregnant.
TINGKAT KUALITAS PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PRA ANALITIK PEMERIKSAAN HEMATOLOGI Khotimah, Enny; Sabda Lingga, Pudja Aditya; Pramitaningrum, Intan Kurniawati
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 9 No 1 (2024): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v9i1.5291

Abstract

Pemantapan mutu internal adalah aktivitas pengendalian dan pengawasan yang dilakukan oleh tiap- tiap laboratorium secara berulang-ulang supaya tidak terjadi atau meminimalisasi kejadian error sebagai akibatnya didapatkan hasil investigasi yang sempurna. Cakupan objek pemantapan mutu internal meliputi pra analitik, tahap analitik dan tahap pasca analitik. Pemeriksaan hematologi adalah prosedur yang digunakan untuk menilai komposisi dan kualitas darah untuk memastikan status pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas pemantapan mutu internal tahap pra analitik pemeriksaan hematologi di laboratorium RSUD Budhi Asih. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional dan teknik purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah ahli tenaga laboratorium medis RSUD Budhi Asih. Hasil tahap pra analitik penerimaan pasien dengan persentase 92,5% masuk kriteria sangat baik. Hasil tahap pra analitik pengambilan dan penanganan sampel dengan persentase 99% masuk kriteria sangat baik.
Analisis Variasi Komposisi Daging Buah Salak Terhadap Mutu Penyimpanan Media Alternatif Pertumbuhan Bakteri SATWIKHA DEWI, I GUSTI AGUNG AYU; Sridwijastuti, Ni Made; Septiasari, Ni Putu Senshi; Harmawati Noviari HS, Andi; Kurniawati Pramitaningrum, Intan; Agustini, Ni Luh Putu; Ayu Trisna Dewi, Dewa; Da Costa, Sandra
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i1.237

Abstract

Keterbatasan akses dan tingginya biaya media pertumbuhan bakteri konvensional mendorong pencarian alternatif yang terjangkau dan berkelanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi potensi daging buah salak, komoditas lokal yang melimpah di Indonesia, sebagai sumber nutrisi alternatif untuk media pertumbuhan bakteri. Dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), kami membandingkan mutu penyimpanan media alternatif dengan tiga konsentrasi daging buah salak (1, 2, dan 3 gram) dan kontrol (NA) selama empat minggu pada suhu 5°C. Tidak ditemukan perubahan warna atau kontaminasi pada semua perlakuan. Meskipun menjanjikan, penelitian ini terbatas pada satu varietas salak dan rentang konsentrasi tertentu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji pengaruh varietas dan konsentrasi yang lebih luas. Namun, temuan ini menunjukkan potensi besar salak sebagai alternatif media pertumbuhan bakteri yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Melalui Kebersihan Diri, Toilet, dan Penggunaan Alas Kaki Ayu, Olga Dewi Citra; Afifah, Nazwa Pramitya; Pramitaningrum, Intan Kurniawati; Wijayanti, Dian Rachma; Emhari, Awaliyah; Nurhusna, Maryam; Bara, Steffany Nurjanah Batu; Purboningrum, Diah Ayu; Sari, Anita Fatikah; Sari, Puspa Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.821

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amal Mulia Kota Depok mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan penyakit melalui kebersihan diri, toilet, dan penggunaan alas kaki. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan 98 siswa kelas 4 dan 6 secara aktif dalam proses pembelajaran melalui edukasi interaktif, simulasi, permainan edukatif, serta diskusi dan tanya jawab. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan setelah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya PHBS. Pengetahuan siswa tentang pentingnya menggunakan alas kaki meningkat dari 85% menjadi 92%, dan pengetahuan tentang bahaya tidak menggunakan alas kaki naik dari 92% menjadi 98%. Pengetahuan mengenai kebersihan toilet juga meningkat dari 77% menjadi 83%, dan kesadaran akan bahaya tidak menjaga kebersihan toilet meningkat dari 83% menjadi 88%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode edukatif-partisipatif efektif dalam menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.