Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

EDUKASI PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI MENUJU PERSALINAN YANG AMAN Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Aryani, Ni Wayan; Novya Dewi, IGAA
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v3i1.302

Abstract

Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi(P4K) merupakan salah satu program yang   menjadi prioritas sebagai upaya terobosan untuk percepatan penurunan AKI dan penting dilakukan untuk membantu keluarga membuat perencanaan persalinan yang baik dan menghindari risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil, menyediakan akses pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. Dalam pengabdian masyarakat ini memberikan solusi dalam mengatasi transfer pengetahuan yang menjadi basis sikap dan keterampilan P4K. Tujuan dari pengabdian ini adalah menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap, dan  keterampilan ibu hamil meningkat setelah diberikan edukasi dengan media booklet. Pengabdian telah dilaksanakan bulan Mei sampai Oktober 2023 di banjar banjar wilayah Puskesmas I Denpasar Timur.  Sasaran adalah ibu hamil sejumlah 50 orang dengan menyebarkan kuesioner (pre-posttest). Hasil pengabdian ini menemukan terdapat peningkatan mean, median, nilai maksimun dan minimum pengetahuan, sikap dan paska edukasi 100% ibu hamil mampu melengkapi komponen P4K. Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu hamil sebelum dan sesudah di berikan edukasi (p; 0,000). Tenaga kesehatan dalam melakukan edukasi dapat mengkombinasikan media yang ada untuk mengoptimalkan upaya transfer informasi bagi ibu hamil terutama dalam mempersiapkan ibu hamil menghadapi  persalinan.   Kata kunci: hamil, komplikasi, pencegahan, persalinan, P4K   The Childbirth Planning and Complication Prevention (P4K) Program is one of the priority programs as a breakthrough effort to accelerate the reduction of MMR and is important to help families make good birth plans and avoid the risk of health problems for pregnant women, providing access to obstetric and neonatal emergency services. In this community service, it provides a solution to overcome the transfer of knowledge which is the basis of P4K attitudes and skills. The aim of this service is to analyze differences in knowledge, attitudes and skills of pregnant women before and after being given P4K education using booklet media. The service was carried out from May to October 2023 in the hamlets of the East Denpasar Community Health Center I area. The target is 50 pregnant women. Community service evaluation is carried out by distributing questionnaires (pre-posttest). The results of the service found an increase in the mean, median, maximum and minimum values ??for knowledge, attitudes and post-education. There is a significant difference in the knowledge and attitudes of pregnant women before and after education (p 0.000). Health workers provide education by combining existing media to optimize efforts to transfer information to pregnant women, especially in preparing pregnant women for childbirth.   Keywords: childbirth, complications, pregnancy, prevention, P4K
Peran Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif dalam Mencegah Stunting Pada Balita Riniasih, Ni Kadek; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Mahayati, Made Dwi; Tedjasulaksana, Regina
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.5573

Abstract

Latar belakang: Salah satu faktor penting dalam mencegah stunting pada anak adalah pemberian ASI. ASI eksklusif adalah praktik pemberian ASI kepada bayi yang hanya menerima ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama 6 bulan pertama kehidupannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian air susu ibu eksklusif dengan kejadian balita berisiko stunting Di Desa Getasan Kabupaten Badung. Jenis penelitian menggunakan metode pendekatan secara cross sectional. Pelaksanaan pada bulan Maret-April 2024 dengan tehnik Proportional Random sampling. Sampel berjumlah 52 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Instrument pengumpulan data dengan lembar observasi. Hasil penelitian mayoritas ibu memiliki riwayat pemberian ASI eksklusif sejumlah 73,1% responden dan mayoritas balita tidak beresiko stunting sejumlah 90,4% dan balita berisiko stunting sejumlah 9,6% responden. Uji analisis menggunakan uji Contingency Coefficient didapat nilai signifikansi p = 0,001. Simpulan penelitian ini bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI ekslusif dapat menyebabkan kekurangan gizi yang dimana dapat menyebabkan balita berisiko stunting sehingga ada hubungan riwayat pemberian air susu ibu eksklusif dengan kejadian balita berisiko stunting Di Desa GetasanKabupaten Badung. Saran kepada keluarga bayi penelitian ini dapat digunakan sebagai gambaran pada orangtua tentang pemberian ASI ekslusif pada bayi yang mengalami stunting dan orangtua dapat memberikan makanan sesuai dengan usia bayi
Hubungan Karakteristik Ibu dan Balita dengan Kejadian Stunting pada Balita Susanti, Ni Wayan; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Ningtyas, Listina Ade Widya
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 2 (2024): JKP DESEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v12i2.951

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan keadaan tinggi badan yang tidak sesuai umur, dimana nilai skor Z-indeks panjang atau tinggi badan dibawah -2 SD dari standar WHO. Prevalensi Stunting pada tahun 2022 di Provinsi Bali yaitu sebesar 8,0% dan di Kabupaten Tabanan sebesar 8,2%.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dan balita dengan kejadian Stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pupuan II Tahun 2024.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah analitik cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu dan balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang.Hasil: Analisisi data menggunakan uji hipotesis korelasi uji Chi-Square. Pada Uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,004), pendapatan (p=0,000), dan asi eksklusif (p=0,009). Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,360), pekerjaan (p=0,123), berat badan lahir (p=0,092) dan panjang badan lahir (p=0,209) dengan kejadian Stunting.Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu, pendapatan dan asi ekslusif terhadap kejadian Stunting.
UPAYA MENINGKATKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF MELALUI BIMBINGAN DAN LATIHAN AKUPRESUR PADA IBU HAMIL Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Ni Gusti Kompiang Sriasih; Asep Arifin Senjaya
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i1.375

Abstract

Air Susu Ibu merupakan makanan penting bagi bayi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang ibu menyusui, secara internal maupun eksternal. keberhasilan menyusui seorang ibu perlu dukungan dari berbagai pihak, yaitu dari suami, keluarga, teman, masyarakat dan pemerintah. Untuk meningkatkan pemahaman tentang ASI Eksklusif, ibu hamil diberikan buku saku tentang akupresur pada ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Adapun Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengetahui Perbedaan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Mendapatkan Bimbingan dan Latihan Akupresur Terkait Pemberian ASI Eksklusif. Lokasi Pengabdian Masyarakat Kelas Hamil di wilayah UPTD. Puskesmas Blahbatuh 1 Gianyar Bali, pada bulan Maret-September 2024. Pencapaian positif rank terbanyak yaitu 34 orang dengan rata rata rank 21.10. Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi secara bermakna (p 0,000). Pencapaian positif rank terbanyak yaitu 39 orang dengan rata rata rank 20.97. Terdapat perbedaan keterampilan sebelum dan sesudah edukasi secara bermakna (p 0,000). Analisis juga menunjukkan perbedaan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi p 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa bimbingan dan latihan akupresur, efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sasaran. Kesimpulan terdapat perbedaaan yang signifikan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah Mendapatkan Bimbingan dan Latihan Akupresur dalam Pemberian ASI Eksklusif. Kata kunci: akupresur; asi eksklusif; ibu hamil Mother's milk is an important food for babies. There are several factors that influence the success of a breastfeeding mother, internally and externally. A mother's success in breastfeeding requires support from various parties, namely from her husband, family, friends, community and government. To increase understanding about exclusive breastfeeding, pregnant women are given a pocket book about acupressure for pregnant women during exclusive breastfeeding to improve understanding and skills. The aim of this community service is to find out the differences in knowledge and skills of pregnant women before and after pregnancy Guidance and Acupressure Exercises Regarding Exclusive Breastfeeding. Location of Pregnant Class Community Service in the primary health care Blahbatuh 1 Gianyar Bali Health Center, in March-September 2024. Achievements positive rank largest number is 34 people on average rank 21.10. There is a significant difference in knowledge before and after education (p 0.000). The highest number of positive rank achievers was 39 people on average rank 20.97. There are significant differences in attitudes before and after education (p 0.000). The analysis also shows significant differences in knowledge and skills before and after education p 0,000. This shows that acupressure guidance and training is effective in increasing target knowledge and skills. Conclusion: There is a significant difference in the knowledge of pregnant women before and after receiving guidance and acupressure training in exclusive breastfeeding. Keywords: acupressure; exclusive breastfeeding; pregnant women
Knowledge of Postpartum Mother And Husband’s Support Regarding Postpartum Birth Control In Tembuku II Ni Ketut Siarni; Made Widhi Gunapria Darmapatni; Ni Made Purnamayanthi
Gaster Vol 23 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v23i1.1658

Abstract

Background: The Postpartum Birth Control/Family Planning Method is an effort to prevent pregnancy by using contraceptive devices and drugs immediately after giving birth up to 42 days/6 weeks after giving birth. The achievement of Postpartum Birth Control/Family Planning in Tembuku II Public Health Center in 2023 was 17.54%, it's still under the target. Purpose:This study aims to determine the knowledge of postpartum mothers and husbands' support regarding the use of postpartum Birth Control/Family Planning in Tembuku II Public Health Center, Bangli Regency. Method: This type of research is quantitative descriptive using a crosssectional approach. The study was conducted from March to May 2024 with a sample of 56 postpartum mothers. Data collection and retrieval was using a questionnaire with a Likert scale. Result:The results of the study found that 22 people (39.28%) had propper knowledge, 30 people (53.58%) had sufficient knowledge, and 4 people (7.14%) had insufficient knowledge. Meanwhile, husbands' support was found to be good support of 31 people (55.35%), and husbands' support was sufficient of 25 people (44.65%). Conclusion:The conclusion of the study found that most of mothers had sufficient knowkedge and supported by their husbands. In improving postpartum birth control/family planning achievement, it is necessary to pay more attention to the mother's knowledge and husband's support.
Mothers Of Infants Knowledge About How To Feed Expressed Breast Milk Mudani, Ni Wayan; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Tirtawati, Gusti Ayu
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.19626

Abstract

ABSTRAK : PENGETAHUAN IBU DARI BAYI TENTANG PEMBERIAN ASI PERAH Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi ideal bagi bayi, terutama selama 6 bulan pertama. Namun, cakupan ASI eksklusif masih belum optimal. ASI perah menjadi solusi bagi ibu bekerja untuk tetap memberikan ASI eksklusif, sehingga pengetahuan tentang cara pemberian ASI perah menjadi faktor penting.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan tentang cara pemberian ASI perah pada ibu bayi usia 0-6 bulanMetode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional.  Sampel adalah 35 bu bayi usia 0-6 bulan yang dipilih secara purposive sampling yang datang ke Klinik Mutiara Bunda pada bulan Oktober. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dianalisis secara deskriptif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan software.Hasil: Terdapat 91,4% ibu bayi berusia 20-35 tahun, 57,2% merupakan multipara, 57,1% berpendidikan menengah, 72,4% merupakan ibu yang bekerja. Terdapat 74,3% ibu bayi yang memiliki pengetahuan baikKesimpulan: Ibu bayi dengan pengetahuan kurang cenderung berusia 20-35 tahun, berpendidikan dasar, tidak bekerja, dan pada ibu multipara.Saran: tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemberian KIE tentang cara pemberian ASI untuk mendukung pemberian ASI perah secara efektif. Kata Kunci: Air Susu Ibu, ASI perah, Pengetahuan ABSTRACT Background: Breast milk is the ideal source of nutrition for infants, especially during the first 6 months. However, exclusive breastfeeding coverage is still not optimal. Expressed breast milk is a solution for working mothers to continue providing exclusive breastfeeding, so knowledge about how to provide expressed breast milk is an important factor.Objective: To determine the knowledge about express breastfeeding among mothers of infants aged 0-6 months.Methods: This type of research is descriptive research with cross-sectional design.  The sample was 35 mothers of infants aged 0-6 months selected by purposive sampling who came to Mutiara Bunda Clinic in October 2024. Data were obtained through a questionnaire that had been tested for validity and reliability and analyzed descriptively. The analysis used was descriptive analysis using software assistance.Results: There were 91.4% of mothers aged 20-35 years, 57.2% were multiparous, 57.1% had secondary education, 72.4% were working mothers. There were 74.3% of mothers who had good knowledge.Conclusion: Infant mothers with poor knowledge tend to be 20-35 years old, have primary education, do not work, and are multiparous mothers.Suggestion: Health workers can increase the provision of breastmilk on breastfeeding to support effective breastfeeding. Keywords: Breast Milk, Expressed Breast Milk, Knowledge
KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN, SUMBER INFORMASI SERTA DUKUNGAN SUAMI PADA ANTENATAL CLASS Putri, Ni Kadek Wilandari Andika; Darmapatni, Made widhi Gunapria; Ningtyas, Listina Ade Widya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41816

Abstract

Seorang wanita akan melalui beberapa fase dalam hidupnya, khususnya fase kehamilan. Saat hamil, wanita hamil mengalami banyak perubahan baik fisik maupun psikologis. Selama masa kehamilan terdapat banyak risiko kesehatan yang mungkin muncul yang disebaban karena wanita hamil rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk anemia, diabetes gestasional, dan lainnya. Jika masalah kesehatan ini tidak ditangani dengan baik, dapat meningkatkan risiko bagi ibu dan janin, termasuk risiko kematian pada ibu. Kesehatan ibu hamil harus menjadi perhatian karena jika diabaikan akan memicu masalah kesehatan yang lebih besar. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan mencakup seluruh ibu hamil yang terdaftar di Puskesmas IV Denpasar Selatan yang berjumlah 75 orang. Sampel terdiri dari 47 ibu hamil yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah ibu hamil berusia 20 hingga 35 tahun, dengan pendidikan terakhir berada pada tingkat menengah dan tidak bekerja. Sebagian besar adalah ibu multipara dengan tingkat pengetahuan yang baik. Sumber informasi yang paling banyak diakses oleh ibu hamil berasal dari tenaga kesehatan dan keluarga. Hasil menunjukan bahwa ibu hamil yang datang berada pada rentang usia 20 – 35 tahun dengan menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik. Sumber informasi yang didapatkan oleh ibu hamil sebagian besar didapatkan dari petugas kesehatan juga keluarga, dukungan suami tergolong cukup mendukung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kurangnya dukungan suami selama kehamilan dapat berdampak serius terhadap perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil.
PELATIHAN PERAWATAN METODE KANGURU MENINGKATKAN KESIAPAN CALON ORANG TUA DALAM MENJAGA KESTABILAN SUHU TUBUH DAN BERAT BADAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH Budiani, Ni Nyoman; Surati, Gusti Ayu; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Lindayani, I Komang; Eka Utarini, Gusti Ayu
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v5i4.1514

Abstract

Bayi baru lahir, terutama bayi berat badan lahir rendah berisiko mengalami hipotermi yang dapat mengancam jiwanya. Dalam kondisi tersebut, bayi harus segera dihangatkan. Pada fasilitas terbatas, dapat dilakukan metode kanguru. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan calon orang tua dalam menjaga kestabilan suhu tubuh dan berat badan bayi dengan berat badan lahir rendah melalui pelatihan Perawatan Metode Kanguru. Metode pengabdian dengan rancangan one group pretest posttest. Sasarannya adalah ibu hamil trimester II hingga III dengan/atau tanpa kehadiran suami/keluarga, diutamakan yang berisiko melahirkan BBLR. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2019 di wilayah kerja UPT Kesmas Sukawati II. Hasil. Pengetahuan sebelum diberikan pelatihan perawatan metode kanguru sebagian besar memeroleh nilai 60 (78,84%), sedangkan setelah diberikan pelatihan, seluruhnya memeroleh 60 atau lebih (lulus). Keterampilan sebelum diberikan pelatihan Perawatan Metode Kanguru (PMK) hampir seluruhnya memeroleh nilai 80 (98,08%), sedangkan setelah diberikan pelatihan, tertinggi seluruhnya memeroleh nilai 80 atau lebih. Terdapat perbedaan bermakna pengetahuan dan keterampilan sasaran antara sebelum dengan sesudah diberikan pelatihan PMK, p value 0,000. Simpulan. Pelatihan PMK mampu meningkatkan kesiapan calon orang tua dalam menjaga kestabilan suhu tubuh dan berat badan bayi berat lahir rendah. Kata Kunci: Pelatihan Perawatan Metode Kanguru, kesiapan calon orang tua
PERILAKU KADER POSYANDU BALITA DALAM DETEKSI DINI STUNTING Mertasih, Ni Made Nelly; Darmapatni, Made Widhi Gunapria
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v13i1.346

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Besarnya dampak stunting yang ditimbulkan, sehingga masih sangat diperlukan upaya menurunkan angka stunting pada balita di Indonesia salah satunya dengan deteksi dini stunting oleh kader posyandu. Kader harus memiliki perilaku yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan keterampilan yang merupakan hal penting dan harus dimiliki oleh kader untuk meningkatkan deteksi dini stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku kader posyandu balita dalam deteksi dini stunting di Kelurahan Subagan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangasem I pada Februari sampai April 2024. Jenis penelitian deskriptif. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel sebanyak 70 orang kader posyandu dipilih secara total sampling. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dan ceklist yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar yaitu 52 orang (74,3%) kader posyandu balita memiliki pengetahuan yang cukup, sebagian besar yaitu 97,1% memiliki sikap yang positif dalam deteksi dini stunting dan 58 orang (82,9%) kader posyandu balita tidak kompeten dalam deteksi dini stunting. Bagi fasilitas kesehatan dan pemegang kebijakan kesehatan khususnya UPTD Puskesmas Karangasem I dapat meningkatkan kemitraan serta memberikan pelatihan secara lebih intensif kepada kader posyandu balita dalam deteksi dini stunting. Kata kunci : balita; deteksi dini; kader posyandu; perilaku; stunting Stunting was a condition of failure to thrive in toddlers due to chronic malnutrition in the first 1,000 days of life (HPK). The impact of stunting is so large that efforts are still needed to reduce stunting rates among toddlers in Indonesia, one of which is early detection of stunting by posyandu cadres. Cadres must have behavior consisting of knowledge, attitudes and skills which are important and must be possessed by cadres to increase early detection of stunting. The aim of the research is to determine the behavior of toddler posyandu cadres in early detection of stunting in Subagan Village, Working Area of ??UPTD Karangasem I Health Center from February to April 2024. This type of research is descriptive. The research design uses a cross sectional approach. The population and sample were 70 posyandu cadres selected by total sampling. The data collection instruments are questionnaires and checklists that have been tested for validity and reliability. The research results showed that the majority, namely 52 people (74.3%) of toddler posyandu cadres, had sufficient knowledge, the majority, namely 97.1%, had a positive attitude in early detection of stunting and 58 people (82.9%) of toddler posyandu cadres did not. competent in early detection of stunting. For health facilities and health policy holders, especially UPTD Karangasem I Health Center, they can improve partnerships and provide more intensive training to posyandu cadres for toddlers in early detection of stunting. Keywords : behavior; early detection; posyandu cadres; stunting; toddler
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERNIKAHAN USIA DINI Indah , I Gusti Agung Ayu Cahyani; Sriasih, Ni Gusti Kompiang; Darmapatni, Made Widhi Gunapria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42293

Abstract

Saat ini, semakin banyak pernikahan usia dini terjadi, terutama di kalangan mereka yang masih bersekolah. Salah satu hal yang dapat memengaruhi fenomena ini adalah pengetahuan. Pemahaman dan sikap memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Seseorang yang memiliki pemahaman yang baik tentang pernikahan dini akan memiliki sikap yang positif terhadap hal tersebut. Keduanya dapat menjadi modal bagi individu dalam mengambil keputusan. Selain itu faktor lain penyebab terjadinya pernikahan usia dini diakibatkan gaya pacaran remaja yang melampaui batas. Sex before marriage dinormalisasikan oleh remaja tanpa peduli dampak buruk baik kesehatan mental, penyakit menular seksual, dan putusnya pendidikan akibat pernikahan dini.  Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi peneitian ini yaitu seluruh siswa kelas IX di SMK Negeri 1 Petang, yang terdiri dari empat kelas dengan total 193 oran dan sampel sebanyak 66 orang. Hasil analisis data menunjukkan hasil sebanyak 72,2% responden menunjukkan pengetahuan baik dan sikap positif, sedangkan 66,7% responden memiliki pengetahuan yang baik namun tetap menunjukkan sikap yang negatif. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa responden yang memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dengan yang memiliki sikap yang negatif tidak jauh berbeda. Sehingga, pendidikan terkait dengan hal tersebut sangat dibutuhkan untuk dilaksanakan secara rutin. Hal ini diharapkan mampu menekan angka pernikahan dini yang terjadi.