Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KRITIK BUDAYA AKADEMIK DI PENDIDIKAN TINGGI Nuryanto, Agus
The Journal of Society and Media Vol 1, No 1 (2017): education in Society & media
Publisher : Department of Social Science, Faculty of Social Science &Law, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v1n1.p35-42

Abstract

AbstrakPendidikan menjadi arena politis dan tidak netral. Karena dari rahim pendidikan akan lahir manusia-manusia idealis atau pragmatis, humanis atau dehumanis, toleran atau intoleran, berintegritas atau krisis integritas, individualis atau sosialis. Pendidikan memiliki peran yang sangat signifikan dalam melahirkan dan membentuk pribadi-pribadi tertentu. Semuanya tergantung pada dasar filosofi dan nilai di atas mana institusi pendidikan dibangun serta praksis pendidikan apa yang dikembangkan. Iklim sosial yang dibangun di kampus, merupakan bagian dari kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yang juga berkontribusi dalam membentuk kepribadian sivitas akademika. Saat ini yang tengah terjadi adalah pertarungan kepentingan antar ideologi dalam pendidikan tinggi, yaitu kontestasi antara pendidikan tinggi yang berbasiskan pada nilai-nilai akademik (academic values) yang cenderung etis-utopis dan yang berbasiskan pada nilai-nilai korporasi (corporate values) yang cenderung praktis-pragmatis. Tarik menarik kepentingan ideologi dalam pendidikan sesungguhnya merupakan tarik menarik kepentingan antara idealisme dan pragmatisme.   Seharusnya pendidikan tinggi menjadi bagian dari institusi sosial yang ikut mendorong terbentuknya masyarakat etis-demokratis. Ketika pendidikan tinggi kehilangan nalar kritisnya maka ia tidak mampu menjadi pencerah bagi masyarakat, atau menjadi agent of social change. Tetapi sebaliknya, pendidikan tinggi semakin jauh dari realitas masyarakat.Kata kunci: kritik, perguruan tinggi, budaya akademikAbstractEducation becomes political arena and it is not neutral. Because of education womb will create idealistic or pragmatic people, humanist or dehumanis, tolerant or intolerant, integrity or the critical integrity, and individualist or socialist. Education has a very significant role in the birth and form certain individuals. All of it depends on the basic philosophy and values on which educational institutions are built and what educational praxis developed. A social climate that is built on the campus, is part of the hidden curriculum which also contribute in shaping the personality of academic society. Current phenomenon shows that there is a conflict of interests between ideology in higher education, the contestation between higher education based on academic values (academic values) that tend ethical-utopian and based on the values of the corporation (corporate values) which tends practically. Ideology of interests in education is real conflict of the interests between idealism and pragmatism. Higher education is supposed to be part of the social institutions that contributed to the formation of ethical-democratic society. When higher education loses its critical reason, it was not able to be a lightening for the community, or become agents of social change. But on the contrary, higher education is getting away from the reality in particular society.Keywords: critic, higher education, academic culture
First Record Sparus aurata Larvae in Teluk Penyu Beach Cilacap, Indonesia, revealed by DNA Barcoding Nuryanto, Agus; Bhagawati, Dian; Winarni, Elly Tuti; Mahmoud, Hanan Hassan Alsheikh
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 28, No 4 (2023): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.28.4.301-312

Abstract

Morphological identification often fails to reveal the taxonomic status of fish larvae. DNA barcoding using particular DNA segment is frequently successful in solving the faulty and might reveal overlooked species, including species outside their recognized geographic ranges, such as Eastern Atlantic seabream Sparus aurata. This study aims to assess fish larvae diversity in Teluk Penyu Beach, Cilacap Central Java, Indonesia, through the cytochrome c oxidase 1 barcoding. Fish larvae were collected using a larva net with a diameter of 60 cm and height of 150 cm and horizontal towing during the field trips in March and April 2021. Larvae morphotypes were determined based on their general morphological performance observed under a magnification lens according the available references. Eighteen larvae morphotypes were successfully barcoded, and 5% genetic distance was used as a species border. Fourteen fish larvae species were revealed, with intraspecific genetic distances between 0.00% and 4.12%, while intrageneric genetic distances ranged from 5.50% to 19.29%. An interesting finding was that one larva morphotype was barcoded as S. aurata with high genetic identity (99.19% to 99.68%) and low genetic distance (0.32% to 0.81%). The discovery provides the first new data on S. aurata in Teluk Penyu Beach Cilacap, Central Java, outside its recognized geographic range. Overall, this study provides information about fish larvae in Teluk Penyu Beach, essential for estimating the number and species of fish recruited in the southern Cilacap, which is vital for fisheries management. Nevertheless, new research requires further clarification of S. aurata in Teluk Penyu Beach.
Identification and Expression of cGnRH-II Gene in Three Strains Osphronemus gouramy (Soang, Jepun and Bluesafir) Rosita, Rita Eka; Syakuri, Hamdan; Nuryanto, Agus; Hilmi, Endang; Sukardi, Purnama; Prayogo, Norman Arie
Molekul Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2023.18.2.7616

Abstract

Gouramy (Osphronemus gouramy) has very high economic value and is easy to cultivate. Currently there are about six strains that have been successfully cultivated based on their reproductive ability to produce eggs, namely goose (soang, goose gouramy), jepun (japan, japonica), blue sapphire, paris, bastar (broiler) and porcelain. One of the reasons for these differences in ability is internal factors which can be seen through the identification and expression of the cGnRH gene that each of these gouramy strains have. The cGnRH gene functions in signaling the pituitary gland to secrete the hormone GtH. This study aims to identify sequences and gene expression values ​​resulting from three strains of gouramyat different age levels. The research method used was the exploration of three gouramy strains (soang, jepun, blue sapphire) at different age levels (4 months, 8 months, 12 months), and three gouramy strains were taken for each age level. This research was conducted through several stages, namely organ preparation, isolation, sequence identification and measurement of cGnRH gene expression. Sequence data was analyzed using phylogenetic trees and gene expression was analyzed using One Way ANOVA test. The sequence results showed that the soang strain had a sequence that was more similar to the jepun strain than the blue sapphire strain, and the resulting gene expression showed that the three gouramy strains with three different age levels did not give different results.
MORFOLOGI KEPITING Albunea symmysta (ALBUNEIDAE:CRUSTACEAE) DARI PANTAI PARANGKUSUMO YOGYAKARTA Purry, Dyah; Bhagawati, Dian; Nuryanto, Agus
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1842

Abstract

Familia Albuneidae terdiri atas Sembilan Genus dan salah satunya yaitu Albunea. Distribusi Albunea di Indonesia telah dilaporkan oleh beberapa peneliti terdahulu, diantaranya terdapat di pesisir Cilacap, Kebumen, Yogyakarta, Aceh, dan Bengkulu. Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan di Pantai Parangkusumo Yogyakarta telah ditemukan kepiting yang memiliki morfologi hampir sama dengan dengan spesies Albunea symmysta yang pernah ditemukan sebelumnya di lokasi yang berbeda. Atas dasar hal tersebut maka telah dilakukan kajian untuk mengetahui kepastian nama spesiesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepiting Albunea yang dimiliki oleh yang berasal dari pantai Parangkusumo Yogyakarta serta untuk mengetahui semua karakter performa dan meristik milik kepiting Albunea yang berasal dari pantai Parangkusumo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Sampel dari pantai Parangkusumo diambil sebanyak dua kali dengan interval waktu dua minggu, pengambilan sampel dilakukan hingga memperoleh jumlah sampel sebanyak 60 ekor. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakter morfologi, yang meliputi performa, morfometri dan meristik. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk performa dan meristik, sedangkan morfometrik dengan uji T. Berdasarkan pengamatan performa morfologi, meristik, hasil penelitian yang didapat yaitu kepiting Albunea yang diperoleh dari Parangkusumo Yogyakarta adalah spesies Albunea symmysta yang memiliki karakter karapas dengan bentuk hampir empat persegi panjang, memiliki antenula yang sangat panjang, karapas dengan permukaan rata, memiliki dactylus pertama subchelate, memiliki 9-12 buah duri anterolateral dan memiliki tujuh buah segmen flagella antena
Pendampingan Aplikasi Resirkulasi Apartemen Untuk Pemijahan Lobster Hias Procambarus clarckii Pada Pokdakan Desa Tidu Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah Bhagawati, Dian; Nuryanto, Agus; Wibowo, Dwi Nugroho; Winarni, Elly Tuti; Pulungsari, A.E.; Atang, Atang; Lestari, Sri; Sastranegara, M.H.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JPMI - Agustus 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2773

Abstract

Ketersediaan air yang cukup secara kualitas dan kauntitas menjadi kebutuhan dan syarat utama dalam kegiatan budi daya komoditas perikanan. Namun hal tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pembudidaya lobster hias air tawar (Procambarus clarrckii) di Desa Tidu, Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga  Jawa Tengah, karena sumber air terbatas akibat sumur yang digunakan mengalami kekeringan. Salah satu solusi mengatasi kondisi itu adalah dengan teknik budi daya yang mampu menghemat kebutuhan air dan lahan. Tujuan kegiatan alih teknologi ini yaitu mengaplikasikan sistem filtrasi dan resirkulasi dengan wadah bertingkat untuk pemijahan dan pemeliharaan lobster hias air tawar. Kegiatan dilaksanakan pada periode Februari-Juni 2024, dengan metode tutorial yang didalam penyampaiannya memadukan pembelajaran interaktif dan kooperatif. Selain itu, didukung dengan praktik dan pembuatan demplot. Tahapan kegiatan meliputi kajian awal, koordinasi pelaksanaan program, realisasi kegiatan, monitoring dan evaluasi, penilaian serta keberlanjutan program. Didalam pembuatan demplot, desain sistem resirkulasi yang dibuat relatif sederhana, serta dapat digunakan secara indoor maupun outdoor. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa wadah resirkulasi dan filtrasi bentuk apartemen yang diaplikasikan  mampu memberikan solusi terhadap mitra binaan, yang memiliki keterbatasan sumber air. Wadah resirkulasi apartemen yang dibuat, mampu mendukung budi daya lobster hias air tawar dan dibuktikan dengan keberhasilan dalam pemijahan, inkubasi telur, perkembangan larva serta burayak.
Pertumbuhan dan Lulus Hidup Larva Ikan Nilem yang Diberi Pakan Awal Infusoria Bhagawati, Dian; Nuryanto, Agus; Rahayu, Diana Retna Utarini Suci; Rachmawati, Farida Nur
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.021 KB)

Abstract

Keberadaan benih ikan Nilem (Osteochilus hasselti Valencienes, 1842) di wilayah Kabupaten Banyumas, pada tingkat petani, semakin sulit diperoleh, karena seringkali mengalami kendala dalam memelihara larvanya, terutama saat larva harus beralih dari pakan endogen ke eksogen. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan Nilem yang diberi pakan awal berupa Infusoria. Penelitian menerapkan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap, lima perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Larva diperoleh dari hasil pemijahan induksi, dan telur ditetaskan dalam kotak inkubasi yang terkontrol. Pemeliharaan larva dilakukan selama 30 hari, dalam kotak kayu berukuran 90x60x20cm, dan dibagian dalam dilapisi terpal plastik, diisi air dengan ketinggian 15cm. Selama pemeliharaan larva tidak diberi aerasi dan ketinggian air dijaga agar konstan dengan cara menambah air baru. Masing-masing kotak diisi sebanyak 750 ekor larva. Perlakuan yang dicobakan yaitu pemberian pakan awal berupa Infusoria selama 7 hari, sebanyak 50 ml(A), 100ml(B); 150ml(C); 200ml(D) dan 250ml(E), mulai hari ke-5 setelah telur menetas. Mulai hari ke-13 sampai dengan ke-30, pada masing-masing perlakuan diberikan tambahan Infusoria sebanyak 50ml dan tepung pellet sebanyak 30mg. Pakan diberikan sehari sekali, pada pagi hari, antara jam 09.00-10.00. Data yang diamati adalah pertumbuhan panjang mutlak, panjang relatif, dan kelulushidupan, yang diuji dengan analysis of variance (ANOVA) selang kepercayaan 95%. Hasilnya menunjukkan, perlakuan E memberikan hasil yang terbaik, sehingga dapat disimpulkan bahwa ketersediaan Infusoria dalam jumlah yang lebih banyak dari kebutuhan pakan awal larva Nilem, memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan kelulushidupannya.
Analisis Bilateral Simetri Kepiting Albunea symmysta berdasarkan Morfometrik dan Meristik Bhagawati, Dian; Nuryanto, Agus; Handayani, D.P.H.
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.913 KB)

Abstract

Kajian performa bilateral simetri berdasarkan morfometrik standar dan meristik telah dilakukan terhadap kepiting Albunea symmysta dari pantai Parangkusumo dan Cilacap. Penelitian menggunakan metode survei dan pengambilan sampel secara purvosive sampling. Pengukuran dilakukan terhadap antennula dan dactylus pereopod I, sedangkan penghitungan dilakukan terhadap jumlah duri anterolateral serta segmen antenna. Karakter meristik dianalisis deksriptif berdasarkan nilai minimal, maksimal, rata-rata dan standar deviasi. Terhadap data morfometri dilakukan uji T. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi morfometrik dan meristik pada performa kepiting dari kedua lokasi pengambilan sampel dan ketidaksimetrisan morfometrik lebih banyak dialami dibandingkan meristik. Munculnya perbedaan pertumbuhan bilateral yang terjadi pada kepiting tersebut kemungkinan berkaitan dengan kondisi genetis, kendala lingkungan dan tekanan predator.
Molecular Characteristics of Giant Gourami from Ciamis and Banyumas NURYANTO, Agus
Biospecies Vol. 11 No. 1 (2018): January 2018
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.11 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v11i1.4992

Abstract

Giant gourami has been widely cultivated across Java Island, including in Banyumas and Ciamis Regencies. However, information genetic characters of both populations were not available. Therefore, this study aims to evaluate molecular characteristics of giant gourami from Ciamis and Banyumas. A purposive random sampling was done Molecular characterization was performed using randomly amplified polymorphic DNA. Molecular data were analyzed statisticaly. Both populations were genetically different and they have high genetic diversity within population. Based on the high genetic diversity of giant gourami from Ciamis and Banyumas populations, it would be very good to crossbreed between those both to produce high quality offspring.
PERANCANGAN SISTEM PROPULSI FFAR DENGAN NOSEL TUNGGAL Samosir, Ganda; Nuryanto, Agus
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 7 No. 2 (2009): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket), merupakan roket taktis dengan diameter dan panjang, berturut-turut 70 mm dan 680 mm. Roket ini dapat digunakan, baik dari darat ke darat, udara ke udara, dan bahkan dari udara ke darat. Roket FFAR 2.75”, mempunyai 4 (empat) buah nosel kecil-kecil sejenis (Multi Nosel) yang pemasangannya diatur sedemikian rupa, sehingga satu dengan lainnya membentuk sudut tertentu. Dengan posisi nosel-nosel seperti ini, dapat menghasilkan efek puntir (sebagai mana gerak laju peluru) pada saat terbang, sehingga roket ini mempunyai jangkauan horizontal sekitar 8 km pada sudut elevasi 40º. Roket substitusi FFAR (RX-70) mempunyai 1 (satu) nosel (Nosel Tunggal), berbahan bakar propelan padat jenis komposit, sementara FFAR asli menggunakan tipe double base. Paper ini membahas simulasi perancangan sistem propulsi, pembuatan dan pengujian (statik maupun terbang) roket RX-70 dengan nosel tunggal sebagai pengganti FFAR nosel jamak. Dari hasil uji terbang yang telah dilaksanakan mulai tahun 2004 di Pandanwangi-Jawa Timur dan dilanjutkan di Pameugpeuk-Jawa Barat, diketahui bahwa roket RX-70 mempunyai jangkauan horizontal 7,8 km pada sudut elevasi 40°, terjadi penyimpangan 2,5 % dari rancangan.
ANALISIS SISTEM DINAMIKA TERBANG (FLIGHT DYNAMICS) SATELIT LAPAN TUBSAT Rahman, Abdul; Nuryanto, Agus
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 6 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phase peluncuran dan awal orbit (Launch and Early Orbit Phase – LEOP) merupakan tahapan kritis dalam siklus pengoperasian sebuah satelit. Aktivitas utama dalam phase peluncuran dan awal orbit satelit terdiri dari pelacakan, pengecekan sistem satelit, pengendalian sikap dan pengujian muatan. Dalam makalah ini akan diulas tahapan-tahapan tersebut terkait dengan sistem dinamika terbang (Flight Dynamics) Satelit LAPAN-TUBSAT atau Satelit LAPAN-A1.