Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMANFAATAN TUMBUHAN FAMILI ZINGIBERACEAE OLEH MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN WISATA PANTAI RANCABUAYA KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN GARUT Mutaqin, Asep Zainal; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Budiono, Ruly; Noviani, Ela
Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): April, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman suku bangsa dan budaya, termasuk pengetahuan tradisional di dalamnya. Salah satu pengetahuan yang ada di masyarakat adalah pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mendokumentasikan pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan famili Zingiberaceae oleh masyarakat desa di kawasan Wisata Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara semistruktur terhadap informan kunci. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling. Hasil wawancara menunjukan bahwa terdapat 12 jenis tumbuhan famili Zingiberaceae yang dimanfaatkan masyarakat, yaitu laja bodas (Alpinia galanga (L.) Willd.), laja beureum (Alpinia purpurata K. Schum.), kapolaga (Amomum cardamomum Maton), koneng temen (Curcuma domestica Val.), koneng gede (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), cikur (Kaempferia galanga Linn.), jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe beureum (Zingiber officinale var. Rubrum), koneng bodas (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.), lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.), dan panglay (Zingiber cassumunar Roxb.). Berdasarkan genusnya, masyarakat memanfaatkan Alpinia, Amomum, dan Kaempferia sebagai bumbu masak dan obat; Curcuma sebagai bumbu masak, bahan jamu, dan obat; serta Zingiber sebagai obat, bumbu masak, bahan minuman, dan ritual adat. Tumbuhan-tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan liar dan hasil budidaya yang diperoleh dari pekarangan, kebun, dan sawah. Indonesia is a country that has a diversity of ethnic groups and cultures, including traditional knowledge in it. One of the existing knowledge in society is knowledge about the use of plants. This research was conducted to document the utilization of Zingiberaceae family of plant species by rural communities in the Rancabuaya Coastal area of Caringin District, Garut Regency. The method used in this research is descriptive qualitative analysis. Data collection techniques were carried out by direct observation and semistructured interviews of key informants. Determination of informants is done by snowball sampling technique. Interview results show that there are 12 species of plants of the Zingiberaceae family that are utilized by the community, namely laja bodas (Alpinia galanga (L.) Willd.), laja beureum (Alpinia purpurata K. Schum.), kapolaga (Amomum cardamomum Maton), koneng temen (Curcuma domestica Val.), koneng gede (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), cikur (Kaempferia galanga Linn.), jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe beureum (Zingiber officinale var. Rubrum), koneng bodas (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.), lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.), dan panglay (Zingiber cassumunar Roxb.).  Based on its genus, people use Alpinia, Amomum, and Kaempferia as cooking spices and medicines; Curcuma as cooking spices, herbal ingredients, and medicine; and Zingiber as medicine, cooking spices, beverage ingredients, and traditional rituals. These plants are wild plants and cultivation results obtained from the yard, garden, and rice fields.
Pemanfaatan Tumbuhan Famili Zingiberaceae oleh Masyarakat Sekitar Kawasan Wisata Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut Mutaqin, Asep Zainal; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Budiono, Ruly; Noviani, Ela
Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): April, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman suku bangsa dan budaya, termasuk pengetahuan tradisional di dalamnya. Salah satu pengetahuan yang ada di masyarakat adalah pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mendokumentasikan pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan famili Zingiberaceae oleh masyarakat desa di kawasan Wisata Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara semistruktur terhadap informan kunci. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling. Hasil wawancara menunjukan bahwa terdapat 12 jenis tumbuhan famili Zingiberaceae yang dimanfaatkan masyarakat, yaitu laja bodas (Alpinia galanga (L.) Willd.), laja beureum (Alpinia purpurata K. Schum.), kapolaga (Amomum cardamomum Maton), koneng temen (Curcuma domestica Val.), koneng gede (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), cikur (Kaempferia galanga Linn.), jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe beureum (Zingiber officinale var. Rubrum), koneng bodas (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.), lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.), dan panglay (Zingiber cassumunar Roxb.). Berdasarkan genusnya, masyarakat memanfaatkan Alpinia, Amomum, dan Kaempferia sebagai bumbu masak dan obat; Curcuma sebagai bumbu masak, bahan jamu, dan obat; serta Zingiber sebagai obat, bumbu masak, bahan minuman, dan ritual adat. Tumbuhan-tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan liar dan hasil budidaya yang diperoleh dari pekarangan, kebun, dan sawah. Indonesia is a country that has a diversity of ethnic groups and cultures, including traditional knowledge in it. One of the existing knowledge in society is knowledge about the use of plants. This research was conducted to document the utilization of Zingiberaceae family of plant species by rural communities in the Rancabuaya Coastal area of Caringin District, Garut Regency. The method used in this research is descriptive qualitative analysis. Data collection techniques were carried out by direct observation and semistructured interviews of key informants. Determination of informants is done by snowball sampling technique. Interview results show that there are 12 species of plants of the Zingiberaceae family that are utilized by the community, namely laja bodas (Alpinia galanga (L.) Willd.), laja beureum (Alpinia purpurata K. Schum.), kapolaga (Amomum cardamomum Maton), koneng temen (Curcuma domestica Val.), koneng gede (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), cikur (Kaempferia galanga Linn.), jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum), jahe beureum (Zingiber officinale var. Rubrum), koneng bodas (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.), lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.), dan panglay (Zingiber cassumunar Roxb.).  Based on its genus, people use Alpinia, Amomum, and Kaempferia as cooking spices and medicines; Curcuma as cooking spices, herbal ingredients, and medicine; and Zingiber as medicine, cooking spices, beverage ingredients, and traditional rituals. These plants are wild plants and cultivation results obtained from the yard, garden, and rice fields.
Antioxidant Activity of Non-Volatile Lime (Citrus aurantifolia Swingle) Extract Permadi, Nandang; Julaeha, Euis; Rosandi, Yudi; Nurzaman, Mohamad
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i2.1919

Abstract

The paper reports the antioxidant activity of a non-volatile fraction of lime processing byproducts from the lime syrup home industry. The activity was measured by spectrophotometry to obtain the 50% inhibition concentration (IC50) using the 2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. The sample was extracted by the maceration method with n-hexane, ethyl-acetate, and ethyl-ethanol. The IC50 values of 681 ppm, 458 ppm, and 2,775 ppm were n-hexane, ethyl-acetate, and ethyl-ethanol. The experiments concluded that the ethyl-acetate extract provides the best inhibition value to scavenge free-radicals DPPH. The HPLC and mass spectroscopy were measured to find out the content and group of active compounds. The significant compounds consisted of naringin, poncirin, or neoponcirin, which are known as antioxidant substances. The result shows the potential application of the lime by-products, its volatile fraction, and the nonvolatile fraction, which is the production residue of lime peel. This work can be applied as an alternative to zero-waste lime production, which may benefit the industry and the environment.
UJI EFEKTIFITAS KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN PADI (Oryza sativa L.) Ruly Budiono; Tarwinih Tarwinih; Mohamad Nurzaman; Fetriyuna Fetriyuna; Asep Zainal Mutaqin
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 14, No 1 (2016): BIOTIKA JUNI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v14i1.14417

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh dan informasi dosis terbaik dari pemberian berbagai kombinasi pupuk organik cair dengan NPK terhadap pertumbuhan padi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor dalam 3 kali pengulangan. Faktor perlakuan tersebut terdiri dari dua kombinasi jenis pupuk yaitu POC 50% (567ml/pot), 75% (850,5ml/pot), 100% (1134ml/pot), 125% (1417,5ml/pot), dan 150% (1700ml/pot) dengan NPK 25% (12,5gram/pot), 50% (25gram/pot), 75% (37,5gram/pot) dan 100% (50gram/pot). Parameter yang diukur yaitu jumlah anakan padi generatif, jumlah bulir padi per malai, bobot 1000 bulir, berat basah dan berat kering padi, serta tinggi tanaman padi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA taraf 95% dan uji lanjut Duncan 5%. 
Pengaruh Berbagai Metode Pematahan Dormansi Biji Terhadap Kecepatan Tumbuh Kecambah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Aulia Nurmalasari Pane Nurmalasari Pane; Ruly Budiono; Mohamad Nurzaman
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 1 (2013): BIOTIKA JUNI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v11i1.10047

Abstract

PENGARUH LIMBAH PADAT RUMAH SAKIT HASIL INSINERASI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp.) VAR. GITI HIJAU Oman Karmana; Lidwina E. Septiany; Mohamad Nurzaman
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 2 (2003): Biotika Desember 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v2i2.247

Abstract

Penggunaan Ekstrak Manur Ayam dari Hasil Fermentasi dengan Limbah Ragi pada Pertumbuhan Spirulina Fusiformis Michelle Azista N. Casandra; Mohamad Nurzaman; Asri Peni Wulandari
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 2 (2013): BIOTIKA DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v11i2.10053

Abstract

PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH DAN AIR KELAPA TERHADAP MIKROPROPAGASI ANGGREK Phalaenopsis sp. Mohamad Nurzaman; Irma Wahyuningsih; Tia Setiawati
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 14, No 1 (2016): BIOTIKA JUNI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v14i1.14413

Abstract

Penelitian mengenai mikropropagasi anggrek Phaaenopsis sp. dengan penambahan zat pengatur tumbuh dan air kelapa pada media Vacin and Went (VW) telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari dua tahap. Penelitian tahap pertama adalah multiplikasi tunas menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal yang terdiri dari 16 perlakuan kombinasi konsentrasi BAP dan air kelapa dengan dua ulangan, penelitian tahap kedua adalah induksi perakaran menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal yang terdiri dari empat konsentrasi NAA dengan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan Analisis Variansi (Anava) dan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BAP 4 ppm dan air kelapa 100 ml/l memberikan hasil terbaik untuk waktu muncul tunas yaitu pada 2,5 HST, perlakuan kombinasi BAP 2 ppm dan air kelapa 200 ml/l memberikan hasil terbaik untuk jumlah tunas sebanyak 6,5 tunas, dan perlakuan kombinasi BAP 4 ppm dan air kelapa 150 ml/l memberikan hasil terbaik untuk panjang tunas yaitu 1,35 cm. Waktu muncul akar tercepat diperoleh dari perlakuan NAA 3,5 ppm yaitu 3 HST, jumlah akar terbanyak diperoleh dari perlakuan NAA 2 ppm yaitu 2,8 akar, dan akar terpanjang diperoleh dari perlakuan NAA 3,5 ppm yaitu 0,32 cm.
PENYIMPANAN DAN PERBANYAKAN ENDOMIKORIZA PADA AKAR TUNAS KEDELAI (Glycin max(L)Merril ) DAN KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris) SECARA IN VITRO PADA MEDIA CZAPEK DAN MURASHIGE DAN SKOOG (MS Audia Putri Kamajaya; Titin Supriatun Sadeli; Mohamad Nurzaman
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 13, No 1 (2015): BIOTIKA JUNI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v13i1.10093

Abstract

Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Hayati dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) pada Tahap Pre Nursery Angger Waspodo; Mohamad Nurzaman; Ruly Budiono
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 1 (2013): BIOTIKA JUNI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v11i1.10048

Abstract