Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Growth of Oyster Mushroom on Ramie Chip Waste-Derived Media was Accelerated by Rice-washed Water Budiono, Ruly; Washfanisa, Handina Alya; Mutaqin, Asep Zainal; Kusmoro, Joko; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Hasan, Rusdi
Jurnal Biodjati Vol 9 No 2 (2024): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v9i2.33433

Abstract

Rice-washed water is wastewater resulted from the rice cleaning process that is rich in nutrients. The use of ramie chip waste can be considered a potential substrate due to its lignocellulosic nature, similar to other wastes studied. This study aimed to examine the effect of rice-washed water on the mycelium and pinhead growth of white oyster mushrooms grown in the ramie chip waste as the growing medium. The experiment was conducted for three months using a completely randomized design with four rice-washed water treatments and six replications. The rice-washed water concentration treatments were 0% (K0), 25% (K1), 50% (K2), and 100% (K3), which were added to the ramie chip waste as the growing medium for white oyster mushroom. The time of mycelium propagation velocity, the time the first pinhead appearance, the number of mushroom bodies, and the largest cap diameter were observed. The results showed that ramie chip waste-derived media was suitable to cultivate white oyster mushrooms. Adding 100% rice-washed water to the media significantly affected the speed of mycelium propagation (16.51 days) compared to control (30 days) and the appearance of the first pinhead (31.5 days) compared to control (38.5 days) as well as the number of fruiting bodies of mushroom (8.8) compared to control (6.2). However, the rice-washed water application did not significantly affect the diameter of the largest mushroom cap.
Kerapatan Stomata dan Kadar Klorofil Tumbuhan Clausena Excavata berdasarkan Perbedaan Intensitas Cahaya Budiono, Ruly; Sugarti, Dini; Nurzaman, Mohamad; Setiawati, Tia; Supriatun, Titin; Mutaqin, Asep Zainal
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.752 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerapatan stomata dan kadar klorofil tumbuhan Clausena excavata atau ki baceta berdasarkan intensitas cahaya di Cagar Alam Bojonglarang Jayanti Kabupaten Cianjur. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey dan untuk analisis sampel menggunakan spektrofotometer. Pengambilan sampel daun dengan intensitas cahaya 0-500 lux, 500-1000 lux dan 1000-1500 lux dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Sampel daun diambil sebanyak 6 helai kemudian dilakukan pengamatan kerapatan stomata dan ekstraksi untuk pengukuran kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerapatan stomata pada intensitas cahaya 0-500 lux sebesar 149,4/mm², pada intensitas cahaya 500-1000 lux sebesar 156,5/mm², dan pada intensitas cahaya 1000-1500 lux sebesar 166,5/mm². Dari hasil pengukuran kadar klorofil didapatkan bahwa total kadar klorofil pada intensitas 0-500 lux adalah sebesar 25,44 mg/L, pada intensitas 500-1000 lux sebesar 47,70 mg/L, dan pada intensitas 1000-1500 lux sebesar 52,45 mg/L
Kadar Klorofil pada Beberapa Tumbuhan Obat di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung Nurzaman, Mohamad; Meilinda, Pudji; Budiono, Ruly; Setiawati, Tia; Mutaqin, Asep Zainal
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.257 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar klorofil dari tumbuhan–tumbuhan obat di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey. Sampel dianalisis menggunakan spektrofotometer. Penelitian dilakukan pada lima titik lokasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 15 jenis tumbuhan obat dari 15 famili yang berbeda, yaitu Cananga odorata (Annonaceae), Cinnamomum parthenoxylon (Lauraceae), Cordyline fruticosa (Liliacaee), Datura metel (Solanaceae), Gossampynus heptaphylla (Bombacaceae), Intsia bijuga (Fabaceae), Ixora javinca (Rubiaceae), Lagerstromia speciosa (Lythraceae), Lantana camara (Verbenaceae), Melastoma candidum (Melastomaceae), Pileatrinervia (Urticaceae), Psidium guajava (Myrtaceae), Rhoeo discolor (Commelinaceae), Stercullia Oblongata(Streculiaceae), dan Styrax benzoin (Sytraceae). Jenis yang memiliki kadar klorofil tertinggi adalah Lantana camara dari famili verbenaceae, yaitu sebesar 50,52mg/L. Sedangkan Stercullia Oblongata dari famili Streculiaceae memiliki kadar klorofil terendah dengan nilai sebesar 3,96 mg/L.