Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KRITIK SOSIAL PADA KUMPULAN PUISI KHOTBAH SI BISU KARYA DEDDY ARSYA DALAM PERSPEKTIF SASTRA MODERN Faza Dwijayanti; Nabilla Nathania; Vanesha Grace Situmorang; Zaky Dikro Pratama; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1108

Abstract

Penelitian ini membahas kritik sosial dalam kumpulan puisi Khotbah Si Bisu karya Deddy Arsya melalui perspektif sastra modern dan pendekatan sosiologi sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kritik sosial yang terkandung dalam puisi, seperti ketimpangan ekonomi, budaya, krisis spiritual, kekerasan, lingkungan, dan ketidaberdayaan serta kekuasaan. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi dan pendekatan kontekstual sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deddy Arsya menggunakan bahasa simbolik dan metafora modern untuk menyoroti persoalan sosial masyarakat kontemporer, khususnya dalam konteks Minangkabau dan Indonesia modern. Melalui puisinya, penyair menggabungkan estetika dan etika untuk menghadirkan refleksi terhadap kondisi sosial yang sarat ketimpangan, sekaligus menggugah kesadaran kritis pembaca. Karya ini menegaskan fungsi sastra modern bukan sekadar estetika, melainkan juga media perlawanan dan refleksi terhadap realitas sosial yang dinamis.
EKPLORASI IDENTITAS DALAM ANTOLOGI PUISI SERGIUS MENCARI BACCHUS: PERSPEKTIF PSIKOLOGI SASTRA Salsabila Ahadani; Rahma Andini Gunawan; Dinda Lorenza; Rahmi Fadillah; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik kejiwaan dan pergulatan identitas dalam Antologi Puisi Sergius Mencari Bacchus karya Norman Erikson Pasaribu melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis isi dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam antologi ini mempresentasikan konflik batin penyair yang dipengaruhi oleh pergulatan identitas, tekanan sosial, serta nilai-nilai religius yang mengikat. Tiga struktur kepribadian Freud—Id, Ego dan Superego—tergambarkan secara simbolis melalui diksi, ekspresi emosional, dan imaji puitik. Aspek Id mencerminkan dorongan naluriah terhadap kasih sayang dan cinta, aspek Ego menggambarkan upaya tokoh menyesuaikan diri dengan realitas, sedangkan aspek Superego memunculkan nilai moral, etika, dan spiritualitas yang membatasi hasrat batin. Keseluruhan puisi mencerminkan perjuangan eksistensial dalam menemukan jati diri dan kebabasan di tengah tekanan sosial dan keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan psikologi sastra mampu mengungkap dinamika batin dan kedalaman makna yang memperkaya interpretasi terhadap karya sastra modern Indonesia.
KECEMASAN DAN PENCARIAN MAKNA HIDUP DALAM PUISI PUISI DEA ANUGRAH: SEBUAH KAJIAN EKSISTENSIALISME Elisia Elisia; Arwiwa Shofi Zetdafi; Bunga Amrina Rosyada Br Purba; Efri Elwando; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1134

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Bentuk-bentuk kecemasan dan pencarian makna hidup terefleksi dalam karya sastra, terutama dalam puisi, merupakan manifestasi dari pergulatan batin manusia dalam menghadapi realitas kehidupan yang penuh ketidakpastian. Sedangkan konsep eksistensialisme dalam karya-karya Dea Anugrah tampak kuat melalui penggambaran tokoh dan suasana batin yang berpusat pada pengalaman manusia dalam menghadapi makna hidup, kebebasan, dan absurditas dalam puisi-puisi Dea Anugrah, kebebasan sering kali hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap norma sosial, agama, dan nilai-nilai yang dianggap mengikat.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT UNTUK MENGANALISIS REPRESENTASI KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI SELAMAT MALAM KAWAN KARYA MUHAIMIN NURRIZQY Arya Maheswara; Nur Anisa Ahira; Sandy Aulia Lubis; Khairani Zulyanti; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1151

Abstract

Secara terang-terangan, melalui sinopsis buku antologi puisinya, yakni “Selamat Malam Kawan” Muhaimin Nurrizqy menuliskan bahwa bukunya tersebut sebagai wahana untuk menyampaikan kritik atas kondisi sosial kiwari. Atas alasan tersebut, tim penulis berusaha menelaah buku “Selamat Malam Kawan” karya Muhaimin Nurrizqy dengan tujuan mengangkat kritik sosial yang dibungkus dengan larik-larik tertentu oleh penulis di dalam buku tersebut melalui pendekatan teori sosiologi sastra Ian Watt bagian sastra sebagai refleksi sosial. Penelitian dilangsungkan secara kualitatif dengan pendekatan analitis-deskriptif untuk menerapkan cara pandang yang induktif dan rinci dalam menginterpretasikan kompleksitas suatu permasalahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan puisi tersebut merekam empat bentuk kritik sosial utama, yakni birokrasi pemerintah yang bobrok, kerusakan lingkungan akibat regulasi yang lemah, kekerasan aparat terhadap warga sipil, serta kemiskinan struktural yang menjerat masyarakat kelas bawah. Temuan ini menegaskan pandangan Ian Watt bahwa karya sastra lahir dari kondisi sosial masanya dan berfungsi sebagai sarana refleksi serta kritik terhadap struktur sosial yang tidak berpihak.
KRITIK SOSIAL DALAM TIKET MASUK BIOSKOP AUTOBIOGRAFI KARYA AFRIZAL MALNA: ANALISIS LIMA PUISI PILIHAN Fatiha Fauziah; Nirzara Utari; Siti Nila Lestari; Adrien Halek; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1152

Abstract

Penelitian ini mengkaji kritik sosial dalam puisi Afrizal Malna dengan menerapkan pendekatan sosiologis sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kritik sosial dalam lima puisi terpilih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis, melalui teknik membaca dan mencatat untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis dengan menginterpretasikan kata-kata yang mengandung kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk utama kritik sosial, yaitu: pertama kritik sosial terhadap konsumerisme dan krisis iklim pada puisi; kedua kritik urban dan alienasi; ketiga kritik budaya dan kematian nilai; keempat kritik ekonomi dan kelas sosial; dan kelima kritik kolonialisme dan rasisme. Kesimpulan dari penelitian ini adalah puisi-puisi Afrizal Malna berfungsi sebagai refleksi mendalam terhadap berbagai isu sosial kontemporer, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ketidakadilan struktural dalam kehidupan masyarakat modern.
MENAFSIRKAN PESAN KRITIK SOSIAL DALAM PUISI DEGUNG TANAH GOYAH KARYA IYUT FITRA MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA SAUSSURE Hany Eliza Ignatia; Fauziah Yenika Putri; Adinda Aristawidia Sahda; Winda Triski; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pesan kritik sosial yang terdapat dalam antologi puisi Dengung Tanah Goyah melalui analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana sumber data berasal dari buku antologi puisi Dengung Tanah Goyah karya Iyut Fitra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara cermat dan mencatat bagian-bagian penting dari teks puisi. Selanjutnya, analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa puisi-puisi dalam antologi tersebut mengandung nilai-nilai kritik sosial, seperti ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan pudarnya nilai kemanusiaan, yang direpresentasikan melalui kutipan dan citraan dalam teks puisi. Kritik sosial disampaikan secara eksplisit melalui pilihan diksi, serta secara implisit melalui simbol, metafora, dan relasi antara penanda dan petanda yang membentuk lapisan makna yang lebih dalam. Dengan demikian, antologi Dengung Tanah Goyah tidak hanya menonjolkan keindahan bahasa dan estetika puitis, tetapi juga berfungsi sebagai media refleksi dan protes sosial yang mendorong pembaca untuk lebih peka terhadap ketimpangan sosial serta menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semiotika Saussure, khususnya dalam memahami fungsi bahasa sebagai sarana penyampaian kritik sosial dalam karya sastra.
Leksem Tebing dalam Tanjak Melayu: Kajian Semantik Inkuisitif M. Zafran Syaira; Hermandra Hermandra; Elmustian Elmustian
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8549

Abstract

This study aims to reveal the meaning and lexem domain of the cliffs in the naming of tanjak Melayu, especially on Tanjak Tebing Tinggi, Tebing Runtuh, and Tebing Laksamana, in the cultural context of the Malay community through an inquisitive semantic approach. This study uses qualitative descriptive method. Data in the form of phrases, sentences, and images related to the names of tanjak Melayu were collected through observation, interview, and documentation techniques, with data sources coming from the book headband Alam Melayu (origins, history and usage) by Johan Iskandar and interviews with speakers from The Serai Serumpun community. Data analysis is carried out through three stages, namely scripting semantics, cognitive semantics, and inquisitive semantics. The results showed that the lexemes of the cliff is interpreted as a symbol of defense that represents firmness, protection, and endurance in Malay culture. Specifically, Tanjak Tebing Tinggi is interpreted as a symbol of Defense and is in the domain of power, tanjak Tebing Runtuh is interpreted as a symbol of success in defending the territory, and tanjak Tebing Laksamana is interpreted as a symbol of successful leaders in defending the territory, both of which are in the service domain. The naming of tanjak berleksem tebing is eventful because it is based on the historical and symbolic experience of the Malay community in the context of defense and leadership. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan domain leksem tebing dalam penamaan tanjak Melayu, khususnya pada Tanjak Tebing Tinggi, Tebing Runtuh, dan Tebing Laksamana, dalam konteks budaya masyarakat Melayu melalui pendekatan semantik inkuisitif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa frasa, kalimat, dan gambar yang berkaitan dengan nama-nama tanjak Melayu dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data berasal dari buku Destar Alam Melayu (Asal-Usul, Sejarah dan Penggunaan) karya Johan Iskandar serta wawancara dengan narasumber dari komunitas Serai Serumpun. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu semantik skrip, semantik kognitif, dan semantik inkuisitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksem tebing dimaknai sebagai simbol pertahanan yang merepresentasikan keteguhan, perlindungan, dan daya tahan dalam budaya Melayu. Secara spesifik, Tanjak Tebing Tinggi dimaknai sebagai simbol pertahanan dan berada pada domain kekuasaan, Tanjak Tebing Runtuh dimaknai sebagai simbol keberhasilan dalam mempertahankan wilayah, dan Tanjak Tebing Laksamana dimaknai sebagai simbol pemimpin yang berhasil dalam mempertahankan wilayah, yang keduanya berada pada domain jasa. Penamaan tanjak berleksem tebing bersifat peristiwa karena didasarkan pada pengalaman historis dan simbolik masyarakat Melayu dalam konteks pertahanan dan kepemimpinan.
Enhancing Short Story Reading Skills Using Multiple Strategies: Google Form-Based Teaching Materials Supported by Online Scientific Articles Welsi Damayanti; Elmustian Elmustian; Zamri Mahamod; Rozaiman Makmun; Gamal Abdul Naser Zakaria; Abdul Razak
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8542

Abstract

This study aims to describe: 1) the results of the pre-test of prophetic short story reading skills; 2) the learning process of prophetic short story reading skills using innovative strategies based on Google Forms integrated with online journal scientific articles; 3) the results of the post-test of prophetic short story reading skills; 4) the role of innovative strategies in improving prophetic short story reading skills. This study uses a quantitative method through a single short case study through a quasi-experiment on new students of the Language and Arts Education Study Program, Universitas Pendidikan Indonesia in the 2024/2025 academic year. The study population was 33 students who took the pre-test, learning activities, and post-test. 31 students were designated as samples. Pre-test and post-test data on prophetic short story reading skills were collected using test instruments. Learning procedure data were collected using observation guidelines. Pre-test and post-test data were each analyzed using a one-sample t-test. Pre-test data analysis used a relatively low mean expectation while post-test data analysis used a relatively high mean expectation. The comparison of pre-test and post-test data was analyzed using a paired sample t-test procedure to determine the role of innovative strategies in improving prophetic short story reading skills. The results of the study: 1) the pre-test mean was only 39.87 (49.84%); 2) the learning procedure was carried out according to plan; 3) the post-test mean was 64.97 (81.21%: A); 4) innovative strategies were able to improve prophetic short story reading skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) hasil pre-test kemampuan membaca cerita pendek profetik; 2) proses pembelajaran keterampilan membaca cerita pendek profetik dengan strategi inovatif berbasis Google Forms yang terintegrasi dengan artikel ilmiah jurnal online; 3) hasil post-test kemampuan membaca cerita pendek profetik; 4) peran strategi inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca cerita pendek profetik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui studi kasus tunggal singkat melalui eksperimen kuasi terhadap mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun akademik 2024/2025. Populasi penelitian adalah 33 mahasiswa yang mengikuti pre-test, kegiatan belajar, dan post-test. 31 mahasiswa ditetapkan sebagai sampel. Data pre-test dan post-test tentang keterampilan membaca cerita pendek profetik dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes. Data prosedur pembelajaran dikumpulkan dengan menggunakan pedoman observasi. Data pre-test dan post-test masing-masing dianalisis menggunakan uji-t satu sampel. Analisis data pre-test menggunakan ekspektasi rata-rata yang relatif rendah sedangkan analisis data post-test menggunakan ekspektasi rata-rata yang relatif tinggi. Perbandingan data pre-test dan post-test dianalisis menggunakan prosedur t-test sampel berpasangan untuk menentukan peran strategi inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca cerita pendek profetik. Hasil penelitian menunjukkan: 1) rata-rata pre-test hanya 39.87 (49.84%); 2) prosedur pembelajaran dilakukan sesuai rencana; 3) rata-rata post-test adalah 64.97 (81.21%:A); 4)strategi inovatif mampu meningkatkan kemampuan membaca cerita pendek profetik.
BOLU KEMOJO: SUMBER BELAJAR IPA BERBASIS KEARIFAN LOKAL RIAU Eliya Tanjung; Nurahmi Nurahmi; Ismail Arafat; Elmustian Elmustian
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11683

Abstract

ABSTRACT Science learning that tends to be abstract and disconnected from local culture can contribute to low scientific literacy among students. An ethnoscience approach offers an alternative by connecting scientific concepts with local knowledge developed within the community. This study aims to examine the science concepts embedded in the process of making Bolu Kemojo and its relevance as a science learning resource based on Riau Malay local wisdom. The study employed a Narrative Literature Review (NLR) method with a qualitative descriptive approach through the stages of collecting, selecting, analyzing, and interpreting relevant literature. A total of 25 scientific sources related to ethnoscience, science education, local wisdom, and Bolu Kemojo were reviewed. The findings indicate that the process of making Bolu Kemojo contains concepts in Biology, Chemistry, and Physics. These concepts include changes in organic materials, ingredient interactions during baking, and heat transfer affecting product maturity. The concepts are relevant to the Science Learning Outcomes of the Merdeka Curriculum Phase D. Integrating Bolu Kemojo into ethnoscience-based science learning can help students connect scientific concepts with local culture and create more contextual learning experiences. The findings show that Bolu Kemojo serves not only as a cultural culinary heritage of Riau Malay society but also as an ethnoscience-based science learning resource that supports scientific literacy and cultural preservation. Its utilization has the potential to improve students’ understanding of scientific concepts, application of knowledge in daily life, and appreciation of local wisdom. ABSTRAK Pembelajaran IPA yang cenderung abstrak dan kurang terhubung dengan budaya lokal dapat berdampak pada rendahnya literasi sains peserta didik. Pendekatan etnosains menjadi alternatif untuk mengaitkan konsep sains dengan pengetahuan lokal yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep-konsep IPA yang terkandung dalam proses pembuatan Bolu Kemojo serta relevansinya sebagai sumber belajar IPA berbasis kearifan lokal Melayu Riau. Penelitian menggunakan metode Narrative Literature Review (NLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan pengumpulan, seleksi, analisis, dan interpretasi sumber pustaka. Kajian dilakukan terhadap 31 sumber ilmiah yang relevan dengan etnosains, pembelajaran IPA, kearifan lokal, dan Bolu Kemojo. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses pembuatan Bolu Kemojo memuat konsep IPA pada bidang Biologi, Kimia, dan Fisika. Konsep tersebut meliputi perubahan bahan organik, interaksi dan perubahan sifat bahan selama pemanggangan, serta perpindahan kalor yang memengaruhi kematangan produk. Konsep-konsep tersebut relevan dengan Capaian Pembelajaran IPA Kurikulum Merdeka Fase D. Integrasi Bolu Kemojo dalam pembelajaran IPA berbasis etnosains dapat membantu peserta didik menghubungkan konsep ilmiah dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa Bolu Kemojo tidak hanya berfungsi sebagai warisan kuliner Melayu Riau, tetapi juga sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains yang mendukung literasi sains dan pelestarian budaya lokal. Pemanfaatannya berpotensi meningkatkan pemahaman konsep sains, penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, serta apresiasi terhadap kearifan lokal.
Examining differentiated instruction practices among secondary school Malay language teachers in Malaysia Elmustian Elmustian; Zamri Mahamod; Edmund Austrus; Norhidayah Azni Mohamed Zohomi
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 15, No 1: February 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v15i1.35198

Abstract

This research focuses on the teaching practices of secondary school Malay language teachers in the Klang District, specifically on implementing differentiated instruction (DI) approaches introduced by the Malaysian Ministry of Education in 2019. This study employed a quantitative research design using a descriptive survey approach. Preliminary findings show that many students lack interest in classroom learning (PdP) due to traditional teaching methods, contributing to difficulties in mastering the syllabus and poor performance in public examinations such as the Sijil Pelajaran Malaysia (SPM). A questionnaire-based survey of 146 teachers was conducted, with descriptive analysis revealing that the overall implementation of DI is moderate (mean=3.15, SD=0.427). Among the 10 assessed items, ‘implementing DI according to environmental conditions’ achieved the highest mean (3.29), while ‘implementing (daily lesson plans RPH) based on DI’ scored the lowest (2.95). The analysis showed no significant gender-based differences in implementation practices, and teaching experience was weakly negatively correlated with implementation effectiveness. These findings suggest the need for targeted professional development programs to enhance teachers’ readiness and competency in applying DI. The study underscores the importance of equipping teachers with the necessary skills to create inclusive and effective learning environments, which can improve student engagement and academic outcomes.
Co-Authors Abdul Razak Abdul Razak Adinda Aristawidia Sahda Adriansyah Adriansyah Adrien Halek Agidia Karina Amalia Anggita Arief Rachman Hadi Ariyanti Rahayu Arwiwa Shofi Zetdafi Arya Maheswara Asya Thalia Salsabila Aulia Annisa Auzar Auzar Bunga Amrina Rosyada Br Purba Charlina Cindy Puja Aulia Cipto Hadi Dara Kasih Tri Rezeki Daryani Daryani Dedek Dwi Suci Ramadhani Dela Tika Diana Sari Dinda Lorenza Dinil Arifah Dudung Burhanudin Dwi Puja Lestari Edmund Austrus Efri Elwando Eka Setia Pratiwi El Firdausia Yahfis Elisia Elisia Eliya Tanjung Elvrin Septyanti Fajri Winanda Fatiha Fauziah Fauziah Yenika Putri Faza Dwijayanti Fitrah Fitrah Fitri Wahyuni Fitrya Ramadhani Gamal Abdul Naser Zakaria Hafidatul Halawah Hairunnisa H Hany Eliza Ignatia Hasminur Hasminur Hasnah Faiza Hasnah Faizah Hasnah Faizah AR Hermandra Hermeria Monica Iga Herlina Inggri Selpi Arianti Ismail Arafat Jania Ningsih Kastri Elmi Keisya Khansa Salsabila Khairani Zulyanti Kusuma, Yanti Yandri M Nur M. Firdaus M. Nur Mustafa M. Raihan Al Ghifari M. Zafran Syaira M. Zikra Rasyidi Mangatur Sinaga Meisy Ravika Samosir Melisa Anggraini Nusainu Muthia Rafli Nabila Amalia Suhada Nabilla Nathania Nana Rahayu Nayla Zahra Nazhifa Fadila Niken Karmila Nina Rahayu Nirzara Utari Norhidayah Azni Mohamed Zohomi Novita Sahara Nuha Amatullah Yasa Nur Anisa Ahira Nur Kkholijah Nurahmi Nurahmi Nurmiyanti Nurmiyanti Nursal Hakim Oktavianingsih Oktavianingsih Putri Delia Putri Pinarsinta Bakara Rafii Ahmad Rahma Andini Gunawan Rahmi Fadillah Redovan Jamil Resti Yanda Anitia Ridia Juwita Dewi Rizka Fadillah Rozaiman Makmun Safitri Safitri Salsabila Ahadani Salwa Salwa Sandy Aulia Lubis Selviani Selviani Septyanti, Elvrin Silvia Permatasari Siti Nila Lestari Soffiatin Stefanie Putri Widya Sukma Anita Syafrial Syafrial Tabita Silaban Talita Nur Havizah Titik Lestari Vanesha Grace Situmorang Welsi Damayanti Winda Triski Yulna Pilpa Sari Zahra Naswa Fitri Zahrah Ade Pratiwi Zaky Dikro Pratama Zamri Mahamod Zamri Mahamod