Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KRITIK SOSIAL PADA KUMPULAN PUISI KHOTBAH SI BISU KARYA DEDDY ARSYA DALAM PERSPEKTIF SASTRA MODERN Faza Dwijayanti; Nabilla Nathania; Vanesha Grace Situmorang; Zaky Dikro Pratama; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1108

Abstract

Penelitian ini membahas kritik sosial dalam kumpulan puisi Khotbah Si Bisu karya Deddy Arsya melalui perspektif sastra modern dan pendekatan sosiologi sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kritik sosial yang terkandung dalam puisi, seperti ketimpangan ekonomi, budaya, krisis spiritual, kekerasan, lingkungan, dan ketidaberdayaan serta kekuasaan. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi dan pendekatan kontekstual sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deddy Arsya menggunakan bahasa simbolik dan metafora modern untuk menyoroti persoalan sosial masyarakat kontemporer, khususnya dalam konteks Minangkabau dan Indonesia modern. Melalui puisinya, penyair menggabungkan estetika dan etika untuk menghadirkan refleksi terhadap kondisi sosial yang sarat ketimpangan, sekaligus menggugah kesadaran kritis pembaca. Karya ini menegaskan fungsi sastra modern bukan sekadar estetika, melainkan juga media perlawanan dan refleksi terhadap realitas sosial yang dinamis.
EKPLORASI IDENTITAS DALAM ANTOLOGI PUISI SERGIUS MENCARI BACCHUS: PERSPEKTIF PSIKOLOGI SASTRA Salsabila Ahadani; Rahma Andini Gunawan; Dinda Lorenza; Rahmi Fadillah; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik kejiwaan dan pergulatan identitas dalam Antologi Puisi Sergius Mencari Bacchus karya Norman Erikson Pasaribu melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis isi dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam antologi ini mempresentasikan konflik batin penyair yang dipengaruhi oleh pergulatan identitas, tekanan sosial, serta nilai-nilai religius yang mengikat. Tiga struktur kepribadian Freud—Id, Ego dan Superego—tergambarkan secara simbolis melalui diksi, ekspresi emosional, dan imaji puitik. Aspek Id mencerminkan dorongan naluriah terhadap kasih sayang dan cinta, aspek Ego menggambarkan upaya tokoh menyesuaikan diri dengan realitas, sedangkan aspek Superego memunculkan nilai moral, etika, dan spiritualitas yang membatasi hasrat batin. Keseluruhan puisi mencerminkan perjuangan eksistensial dalam menemukan jati diri dan kebabasan di tengah tekanan sosial dan keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan psikologi sastra mampu mengungkap dinamika batin dan kedalaman makna yang memperkaya interpretasi terhadap karya sastra modern Indonesia.
KECEMASAN DAN PENCARIAN MAKNA HIDUP DALAM PUISI PUISI DEA ANUGRAH: SEBUAH KAJIAN EKSISTENSIALISME Elisia Elisia; Arwiwa Shofi Zetdafi; Bunga Amrina Rosyada Br Purba; Efri Elwando; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1134

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Bentuk-bentuk kecemasan dan pencarian makna hidup terefleksi dalam karya sastra, terutama dalam puisi, merupakan manifestasi dari pergulatan batin manusia dalam menghadapi realitas kehidupan yang penuh ketidakpastian. Sedangkan konsep eksistensialisme dalam karya-karya Dea Anugrah tampak kuat melalui penggambaran tokoh dan suasana batin yang berpusat pada pengalaman manusia dalam menghadapi makna hidup, kebebasan, dan absurditas dalam puisi-puisi Dea Anugrah, kebebasan sering kali hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap norma sosial, agama, dan nilai-nilai yang dianggap mengikat.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT UNTUK MENGANALISIS REPRESENTASI KRITIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI SELAMAT MALAM KAWAN KARYA MUHAIMIN NURRIZQY Arya Maheswara; Nur Anisa Ahira; Sandy Aulia Lubis; Khairani Zulyanti; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1151

Abstract

Secara terang-terangan, melalui sinopsis buku antologi puisinya, yakni “Selamat Malam Kawan” Muhaimin Nurrizqy menuliskan bahwa bukunya tersebut sebagai wahana untuk menyampaikan kritik atas kondisi sosial kiwari. Atas alasan tersebut, tim penulis berusaha menelaah buku “Selamat Malam Kawan” karya Muhaimin Nurrizqy dengan tujuan mengangkat kritik sosial yang dibungkus dengan larik-larik tertentu oleh penulis di dalam buku tersebut melalui pendekatan teori sosiologi sastra Ian Watt bagian sastra sebagai refleksi sosial. Penelitian dilangsungkan secara kualitatif dengan pendekatan analitis-deskriptif untuk menerapkan cara pandang yang induktif dan rinci dalam menginterpretasikan kompleksitas suatu permasalahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan puisi tersebut merekam empat bentuk kritik sosial utama, yakni birokrasi pemerintah yang bobrok, kerusakan lingkungan akibat regulasi yang lemah, kekerasan aparat terhadap warga sipil, serta kemiskinan struktural yang menjerat masyarakat kelas bawah. Temuan ini menegaskan pandangan Ian Watt bahwa karya sastra lahir dari kondisi sosial masanya dan berfungsi sebagai sarana refleksi serta kritik terhadap struktur sosial yang tidak berpihak.
KRITIK SOSIAL DALAM TIKET MASUK BIOSKOP AUTOBIOGRAFI KARYA AFRIZAL MALNA: ANALISIS LIMA PUISI PILIHAN Fatiha Fauziah; Nirzara Utari; Siti Nila Lestari; Adrien Halek; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1152

Abstract

Penelitian ini mengkaji kritik sosial dalam puisi Afrizal Malna dengan menerapkan pendekatan sosiologis sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kritik sosial dalam lima puisi terpilih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis, melalui teknik membaca dan mencatat untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis dengan menginterpretasikan kata-kata yang mengandung kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk utama kritik sosial, yaitu: pertama kritik sosial terhadap konsumerisme dan krisis iklim pada puisi; kedua kritik urban dan alienasi; ketiga kritik budaya dan kematian nilai; keempat kritik ekonomi dan kelas sosial; dan kelima kritik kolonialisme dan rasisme. Kesimpulan dari penelitian ini adalah puisi-puisi Afrizal Malna berfungsi sebagai refleksi mendalam terhadap berbagai isu sosial kontemporer, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ketidakadilan struktural dalam kehidupan masyarakat modern.
MENAFSIRKAN PESAN KRITIK SOSIAL DALAM PUISI DEGUNG TANAH GOYAH KARYA IYUT FITRA MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA SAUSSURE Hany Eliza Ignatia; Fauziah Yenika Putri; Adinda Aristawidia Sahda; Winda Triski; Elmustian Elmustian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pesan kritik sosial yang terdapat dalam antologi puisi Dengung Tanah Goyah melalui analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana sumber data berasal dari buku antologi puisi Dengung Tanah Goyah karya Iyut Fitra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara cermat dan mencatat bagian-bagian penting dari teks puisi. Selanjutnya, analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa puisi-puisi dalam antologi tersebut mengandung nilai-nilai kritik sosial, seperti ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan pudarnya nilai kemanusiaan, yang direpresentasikan melalui kutipan dan citraan dalam teks puisi. Kritik sosial disampaikan secara eksplisit melalui pilihan diksi, serta secara implisit melalui simbol, metafora, dan relasi antara penanda dan petanda yang membentuk lapisan makna yang lebih dalam. Dengan demikian, antologi Dengung Tanah Goyah tidak hanya menonjolkan keindahan bahasa dan estetika puitis, tetapi juga berfungsi sebagai media refleksi dan protes sosial yang mendorong pembaca untuk lebih peka terhadap ketimpangan sosial serta menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semiotika Saussure, khususnya dalam memahami fungsi bahasa sebagai sarana penyampaian kritik sosial dalam karya sastra.
Co-Authors Abdul Razak Adinda Aristawidia Sahda Adriansyah Adriansyah Adrien Halek Agidia Karina Amalia Anggita Arief Rachman Hadi Ariyanti Rahayu Arwiwa Shofi Zetdafi Arya Maheswara Asya Thalia Salsabila Aulia Annisa Auzar Auzar Bunga Amrina Rosyada Br Purba Charlina Cipto Hadi Dara Kasih Tri Rezeki Daryani Daryani Dedek Dwi Suci Ramadhani Diana Sari Dinda Lorenza Dinil Arifah Dudung Burhanudin Dwi Puja Lestari Efri Elwando Eka Setia Pratiwi El Firdausia Yahfis Elisia Elisia Elvrin Septyanti Fatiha Fauziah Fauziah Yenika Putri Faza Dwijayanti Fitrah Fitrah Fitri Wahyuni Fitrya Ramadhani Hafidatul Halawah Hairunnisa H Hany Eliza Ignatia Hasminur Hasminur Hasnah Faiza Hasnah Faizah Hasnah Faizah AR Hermandra Hermeria Monica Iga Herlina Kastri Elmi Keisya Khansa Salsabila Khairani Zulyanti Kusuma, Yanti Yandri M Nur M. Firdaus M. Nur Mustafa M. Raihan Al Ghifari M. Zikra Rasyidi Mangatur Sinaga Meisy Ravika Samosir Nabilla Nathania Nana Rahayu Nayla Zahra Nazhifa Fadila Niken Karmila Nina Rahayu Nirzara Utari Novita Sahara Nuha Amatullah Yasa Nur Anisa Ahira Nur Kkholijah Nurmiyanti Nurmiyanti Nursal Hakim Oktavianingsih Oktavianingsih Putri Pinarsinta Bakara Rafii Ahmad Rahma Andini Gunawan Rahmi Fadillah Redovan Jamil Resti Yanda Anitia Rizka Fadillah Safitri Safitri Salsabila Ahadani Sandy Aulia Lubis Selviani Selviani Septyanti, Elvrin Silvia Permatasari Siti Nila Lestari Soffiatin Stefanie Putri Widya Sukma Anita Syafrial Syafrial Tabita Silaban Talita Nur Havizah Titik Lestari Vanesha Grace Situmorang Winda Triski Yulna Pilpa Sari Zahrah Ade Pratiwi Zaky Dikro Pratama