Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH DOMINAN E-GOVERNMENT QUALITY BERBASIS APLIKASI DISDUKCAPIL TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT KECAMATAN TANJUNG REDEB KABUPATEN BERAU Sari, Vita Komala; Irawan, Bambang; Zulfiani, Dini
Jurnal Administrative Reform Vol 12, No 1 (2024): JURNAL ADMINISTRATIVE REFORM
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jar.v12i1.12960

Abstract

The purpose of this research is to identify the indicators of e-government quality that mostly affect the people satisfaction on using the Disdukcapil Berau app at Berau, Tanjung Redeb regency. The research method used in this research is associative research with quantitative approach. Therefore the variables about e-government quality used in this research are: Content, Privacy, Usability, Quality, Accesibility, and Citizen engagement. The variables of people satisfaction in this reseach are: Terms,System, mechanism and procedur, Finishing time, Cost/fee,Competent and administrator habit, Report handling, feedback and suggestion, and Facilities and infrastructure. Data collecting method use is online survey which is googleform, literatur research and documentation with sampling method by doing proportional sampling from the apps user at Tanjung Redeb regency which is managed to get 99 responder. Analysis testing using validity test and reliability test, and standardized coefficients with the help of SPSS apps for windows v25. The result of the research can be said that the indication of e-government quality which mostly affect the people’s satisfaction is quality with a 0,330 value.
Implementasi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pelestarian Terhadap Hutan Adat Hemaq Beniung Kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat Madang, Tuni Margianus; Zulfiani, Dini
Jurnal Paradigma Vol 13, No 2 (2024): JURNAL PARADIGMA
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jp.v13i2.13102

Abstract

Menentukan tingkat tersebut merupakan tujuan dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai perlindungan dan pelestarian Hutan Adat Hemaq Beniung di Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014, serta isu-isu yang menghambat upaya-upaya tersebut. dan mempertahankan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat No. 6 Tahun 2014 dengan mengimplementasikannya di Hutan Adat Hemaq Beniung di Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok. Temuan penelitian ini menunjukkan betapa berhasilnya Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat No. 6 Tahun 2014, yang mengatur tentang pelestarian dan perlindungan Hutan Adat Hemaq Beniung, dipraktikkan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah setempat, yang meliputi penanaman pohon dan melibatkan aparat pemerintah untuk melindungi hutan adat. Kemudian, untuk melestarikan hutan adat, pemerintah Desa Juaq Asa membuat peraturan Desa Juaq Asa nomor 1 tahun 2017. Namun, ada beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, termasuk fakta bahwa beberapa anggota masyarakat belum menyadari perlunya menjaga kelestarian hutan, tidak adanya pos jaga, dan kurangnya pegawai pemerintah untuk mengawasi hutan adat Hemaq Beniung.
Consumer awareness and green cosmetics among Samarinda’s Gen Z Sary, Kezia Arum; Purwanti, Silviana; Zulfiani, Dini; Ferdianto Putra, R. Yuda; Khotimah, Husnul
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v9i2.9675

Abstract

This study aims to analyse the influence of Green Consumer Knowledge (GCK), Consumer Social Responsibility (CnSR), and Green Advertising (GA) on green purchasing behaviour (Green Purchase Behaviour) among Generation Z in Samarinda, Kalimantan. A quantitative approach was used with a survey method through an online questionnaire distributed to 189 respondents aged 18-25 years in Samarinda City. Data were analysed using Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). The results showed that GCK significantly influenced Green Purchase Behaviour, both directly and through the partial mediation role of CnSR. This suggests that consumer knowledge of green products increases social awareness and encourages more environmentally responsible purchasing decisions. In addition, GA was shown to positively moderate the relationship between CnSR and Green Purchase Behaviour, indicating that sustainability-focused advertising strengthens the influence of social responsibility on consumer purchasing decisions. This study concludes that the combination of GCK, CnSR, and GA is a key driver in promoting sustainable consumption among Generation Z. Practical implications of this study include the importance of consumer education, corporate collaboration with NGOs to improve CnSR, and transparent and credible advertising strategies to avoid scepticism related to greenwashing. This study is limited to the cosmetics sector and the student population in Samarinda, so generalisation to other sectors or regions may be limited. Further research is recommended to involve non-student Generation Z and more diverse product categories.
SEBUAH MODEL INOVATIF PENGEMBANGAN PAKET WISATA BERBASIS MASYARAKAT STUDY CASE 3 DESA WISATA (DESA PELA, DESA SANGKULIMAN, DESA BANGUN REJO) Noor, Muhammad Fauzan; Zulfiani, Dini; Musdalifah, Musdalifah; Sari, Wahyuni Eka; Pangasih, Feliksdinata
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.165

Abstract

Paket wisata kreatif ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan budaya, melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata, dan memberikan pengalaman nyata kepada pengunjung. Pengembangan paket pariwisata berbasis komunitas diharapkan menjadi solusi strategis untuk merangkai daya tarik desa-desa wisata dan meningkatkan hubungan harmonis antara wisatawan dan penduduk lokal. Dengan melibatkan komunitas dalam setiap tahap pengembangan, mulai dari pengelolaan sumber daya hingga pembuatan produk wisata, diharapkan dapat tercipta kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar. metode untuk mengembangkan pariwisata dengan memulai kunjungan ke setiap desa untuk menentukan daya tarik yang mungkin menjadi tujuan wisata, seperti wisata alam, budaya, dan wisata dengan minat khusus. Kegiatan ini dilakukan melalui survei yang dilakukan bersamaan dengan kehadiran perwakilan dari desa. Setelah mengumpulkan data tentang daya tarik wisata, tim akan berbicara dengan pengelola, termasuk kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), untuk menentukan destinasi mana yang dapat dipromosikan. Sebuah model pelatihan pendampingan digunakan, dan pelatihan dilakukan setiap tiga minggu sekali pada akhir pekan selama sekitar empat bulan.
Memupuk Sinergi: Pengembangan Pariwisata Dewi Belai Melalui Pendekatan Model Pentahelix Ihsan, Muhammad Afdhal; Zulfiani, Dini
Jurnal Paradigma Vol 14, No 2 (2025): JURNAL PARADIGMA
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jp.v14i2.12993

Abstract

The study aimed to identify and describe the collaborative development of Dewi Belai in Batuah Village, examining both the facilitating and hindering factors in this process. Employing a qualitative descriptive methodology, the research investigated variables influencing the cooperative growth of tourism attractions on the Benua Elai. Key informants included the Village Head of Batuah, PT. Baramulti Suksessarana, Samarinda State Polytechnic, Kutai Kartanegara Regency Communication, and Information Service, and a journalist from Kaltimkece. id. Kelompok Tani Borneo Hijau also contributed valuable information. Data collection involved observation, interviews, and documentation. Miles, Huberman, and Saldana's interactive model guided the data analysis. The qualitative analysis revealed that the collaborative development of Dewi Belai using the Pentahelix Model in Batuah Village faced challenges due to insufficient focus on infrastructure development and a lack of public trust. Despite having the necessary resources and willingness from involved parties, the management of tourism sites faced obstacles such as poor cooperation and limited communication between the village authority and the local population. This hindered the success of the collaborative development initiative in promoting tourism spots on the Dewi Belai.
Pelatihan Mencanting Dan Mewarnai Pada Kegiatan Membatik Bagi Pokdarwis di Kampung Ketupat Warna Warni, Kec. Samarinda Seberang Muhammad Fauzan Noor; Winarti Winarti; Dini Zulfiani
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v5i1.10414

Abstract

Kampung ketupat is an educational-based tourist spot, namely education on making ketupat shells which is very familiar in this tourist spot because most of the people rely on the expertise to make diamond shells where later the results of the manufacture will be sold to collectors and appreciated by those who buy it. from that in this ketupat village it became an educational tour that taught how to make ketupat shells. The tourist attraction in this ketupat village needs creation and innovation so that it becomes an attraction for visitors, the lecturers of the Samarinda State Polytechnic (POLNES) are trying to help carry out development in this ketupat village by teaching how to print and color on cloth in the form of a diamond motif where later it will be used as a product for souvenirs or souvenirs for visitors. The purpose of this development is to help the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in this ketupat village to make it more attractive to tourists. The implementation of this service involves the community in Ketupat village to help more in the development of tourist villages, but the problem that must be faced is that the participants must still be monitored in cutting and coloring in making batik cloth because this requires carefulness and neatness in preparing it. so, it takes training really to proficient.Kampung ketupat merupakan tempat wisata yang berbasis edukasi,yakni edukasi pembuatan tempurung ketupat yang sangat familiar di tempat wisata ini karna kebanyakan masyarakatnya mengandalkan keahlian membuat tempurung ketupat yang di mana nanti hasil dari pembuatannya itu akan di jual kepada pengepul dan di hargai oleh orang yang membeli maka dari itu di kampung ketupat ini menjadi wisata edukasi yang mengajarkan bagaimana cara membuat tempurung ketupat. Daya tarik wisata di kampung ketupat ini perlu kreasi dan inovasi agar menjadi daya tarik bagi pengunjung, para dosen Politeknik Negeri Samarinda (POLNES)mencoba membantu melakukan pengembangan di kampung ketupat ini dengan mengajarkan bagaimana cara mencanting dan mewarnai di kain dengan bentuk motif ketupat yang di mana nantinya akan di jadikan produk bagi souvenir atau cinderamata bagi pengunjung. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk membantu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kampung ketupat ini agar lebih menarik wisatawan. Pelaksanaan pengabdian ini dengan melibatkan masyarakat yang ada di kampung ketupat agar lebih membantu dalam perkembangan kampung wisata,tetapi permasalahan yang harus di hadapi yaitu peserta yang masih harus terus di awasi dalam mencanting dan mewarnai dalam pembuatan kain batik karna hal ini membutuhkan kejelian dan kerapian dalam menyusunnya sehingga butuh pelatihan yang betul-betul hingga mahir. 
Peningkatan Kapasitas Barista dan Inovasi Mocktail Berbasis Bahan Lokal pada Desa Wisata Sangkuliman melalui Pelatihan Partisipatif Noor, Muhammad Fauzan; Sudarmayasa, I Wayan; Zulfiani, Dini
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ddjdez87

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas barista pemuda dan Pokdarwis Desa Wisata Sangkuliman serta mendorong inovasi mocktail berbasis bahan lokal sebagai bagian penguatan daya tarik wisata desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang dikemas dalam workshop praktik, diskusi interaktif, simulasi mini café desa, dan evaluasi kinerja peserta selama dua hari kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari pemuda dan unsur Pokdarwis, dengan instrumen pelatihan meliputi peralatan manual brew, mesin espresso, bahan mocktail lokal, serta lembar observasi dan penilaian performa. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta mampu menguasai keterampilan dasar penyeduhan kopi dan pelayanan minuman, serta berhasil menghasilkan lima varian mocktail berbasis bahan lokal desa. Observasi kegiatan juga mencatat peningkatan kepercayaan diri peserta, keterlibatan aktif selama pelatihan, serta munculnya inisiatif pengembangan usaha minuman desa. Secara kuantitatif, program menghasilkan sepuluh SDM terlatih dengan proyeksi potensi omzet kedai mencapai Rp750.000 per hari, sedangkan secara kualitatif kegiatan memperkuat kesiapan Pokdarwis dalam diversifikasi produk wisata. Dengan demikian, pelatihan partisipatif barista dan mocktail terbukti menjadi langkah awal yang efektif dalam penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan pengalaman wisata berbasis minuman lokal di Desa Wisata Sangkuliman.
Penguatan Ikon Kuliner Iwak Basumap sebagai Strategi Branding Desa Wisata melalui Pendampingan Partisipatif Berbasis Uji Cita Rasa Muhammad Fauzan Noor; Dini Zulfiani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/56627j70

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat ikon kuliner lokal Iwak Basumap sebagai strategi branding Desa Wisata Sangkuliman melalui pendekatan pendampingan partisipatif berbasis uji cita rasa. Kegiatan dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi ikan lokal sebagai produk unggulan desa serta keterbatasan kapasitas masyarakat dalam standardisasi pengolahan dan pengemasan kuliner. Metode pelaksanaan menggunakan desain pelatihan partisipatif yang dipadukan dengan workshop praktik memasak, panel blind test, diskusi reflektif, dan penyusunan rencana aksi selama dua hari. Peserta kegiatan berjumlah sekitar 30 orang yang terdiri dari Pokdarwis, PKK, Karang Taruna, pelaku UMKM kuliner, dan pengelola homestay. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan data pre–post test, keterlibatan aktif dalam proses produksi, serta terbentuknya pemetaan preferensi sensori terhadap lima jenis ikan (patin, haruan, repang, jelawat, dan baung). Uji cita rasa menghasilkan validasi awal produk Iwak Basumap sebagai kandidat ikon kuliner desa, yang kemudian ditindaklanjuti dengan komitmen integrasi ke paket wisata dan menu homestay. Secara keseluruhan, program ini berhasil membangun fondasi penguatan branding kuliner desa melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan kurasi produk berbasis potensi lokal. Ke depan, diperlukan pendampingan lanjutan terutama pada aspek standardisasi, uji pasar, dan strategi pemasaran untuk memperluas dampak ekonomi.