Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Alternatif Strategi Kebijakan Keberlanjutan Budi Daya Rumput Laut di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Ismail, Ahyar; Nuva, Nuva
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v15i1.14300

Abstract

Produksi rumput laut di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Muna mengalami fluktuasi pada periode 2018–2022 meskipun memiliki potensi lahan budi daya yang luas dan garis pantai yang panjang. Kondisi ini mengindikasikan belum optimalnya strategi kebijakan yang mampu mendorong keberlanjutan.Tujuan dari penelitian ini merumuskan alternatif strategi kebijakan dalam mendorong usaha keberlanjutan budi daya rumput laut di Kabupaten Muna yang dilakukan pada pemangku kepentingan dari Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) merupakan bagian dari Multi Criteria Decision Analysis (MCDA), dimana menggunakan empat alternatif kebijakan keberlanjutan, yaitu alternatif I melanjutkan budi daya rumput laut dengan penguatan ekonomi lokal, alternatif II melanjutkan program budi daya rumput laut dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, alternatif III melanjutkan kegiatan budi daya rumput laut dengan program penguatan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan serta alternatif IV pengembangan sumber daya manusia. Hasil analisis berdasarkan Complete Ranking dan skor net flow pada keempat alternatif yang menggambarkan pada Phi+ berada di atas nol atau mendekati satu yaitu alternatif III dengan total skor 0,6364, skor tersebut merupakan kategori tertinggi dibandingkan alternatif I, II dan IV. Title: Alternative Policy Strategies Ffor Sustainable Seaweed Cultivation in Muna District, Southeast Sulawesi Province Seaweed production in Southeast Sulawesi, particularly in Muna Regency, fluctuated between 2018 and 2022, despite its extensive cultivation potential and long coastline. This situation indicates a suboptimal policy strategy to promote sustainability. The purpose of this study is to formulate alternative policy strategies in encouraging sustainable seaweed cultivation efforts in Muna Regency which are carried out by stakeholders from the Fisheries Service and the Environmental Service of Muna Regency. This study uses the Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) which is part of the Multi Criteria Decision Analysis (MCDA), which uses four alternative sustainability policies, namely alternative I continuing seaweed cultivation by strengthening the local economy, alternative II continuing the seaweed cultivation program by considering environmental aspects, alternative III continuing seaweed cultivation activities with economic, socio-cultural and environmental strengthening programs and alternative IV developing human resources. The results of the analysis based on Complete Ranking and net flow scores on the four alternatives that describe Phi+ are above zero or close to one, namely alternative III with a total score of 0.6364, this score is the highest category compared to alternatives I, II and IV.
PELUANG DAN TANTANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa) BANTARGEBANG DALAM PRINSIP EKONOMI SIRKULAR Dharmawan, Arya Hadi; Nuva, Nuva; Tampubolon, Arisandy Fernando
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v12i2.65768

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang dibangun sebagai respons terhadap krisis over kapasitas Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan menjadi proyek percontohan teknologi Waste-to-Energy (WtE) di Indonesia dengan menggunakan metode insinerasi. Namun, kontribusinya terhadap pengurangan sampah DKI Jakarta masih sangat kecil, dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam kerangka ekonomi sirkular. Tantangan utama mencakup karakteristik sampah yang basah dan heterogen, minimnya kesadaran sistem pemilahan di masyarakat, serta minimnya pelibatan pelaku daur ulang informal seperti pemulung. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis Strengths, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT) untuk mengevaluasi potensi dan tantangan PLTSa dalam mendukung sistem ekonomi sirkular. Hasil menunjukkan bahwa PLTSa memiliki peluang sebagai solusi pengolahan sampah residu dan penyedia energi bersih, namun berisiko memperparah eksklusi sosial bila tidak dirancang secara inklusif. Solusi strategis mencakup penguatan pemilahan dan pre-treatment, integrasi pemulung, pemanfaatan residu sebagai produk sirkular, serta transparansi dan partisipasi publik. PLTSa seharusnya menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu yang menempatkan prinsip Reduce-Reuse-Recycle (3R) dan keadilan sosial sebagai fondasi utama menuju transisi ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Effectiveness of Rehabilitation of Former Limestone Quarry Land: A Case of Ecologi-cal Market in Gari Village, Gunung Kidul Regency Sinukaban, Paska Prasasti; Suryanuingtyas, Dyah Tyahyandari; Nuva, Nuva
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i3.1104

Abstract

The objective of the study was to evaluate the environmental, economic and social benefits of the reclamation of limestone from the quarry to pasar ekologis. Community involvement in reclamation planning is one of the government's strategies to accommodate the community's aspirations for the type of reclamation so that a sense of concern for the maintenance of Pasar Ekologis Argo Wijil can be properly carried out. The research was carried out in Gari Village, Gunung Kidul Regency. Data was collected through direct observation to measure plant height, observe the growth of vegetation in Pasar Ekologis Argo Wijil, and interview structures with traders and visitors. Pasar Ekologis Argo Wijil contains several plant species, including Terminalia mantaly, Pterocarpus indicus, Syzygium Mytifolium, and Tamarindus indica. Plant growth can be beneficial in pasar ekologis as it helps to reduce air pollution, ensuring safe activities can take place. The success of the reclamation of ex-mining limestone cannot be separated from the participation of the people of Gari Village. The community of Pasar Ekologis Argo Wijil has taken the initiative to increase green open spaces and promote vegetation growth by planting and replenishing more plants. The management of the pasar ekologis is enriched by the combination of traditional market culture and ecological concepts. Pasar ekologis was originally planned for Sunday mornings only. Activities in Pasar Ekologis Argo Wijil provide an opportunity for the community to improve the local economy. The reclamation of ex-mining limestone for a traditional market with an ecological concept promotes environmentally responsible behaviour.
Estimasi Kerugian Akibat Banjir di Desa Murung Kenanga: Estimated Flood Losses in Murung Kenanga Village Rahmah, Azkia; Fauzi, Akhmad; Nuva, Nuva
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i1.50241

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah rawan bencana banjir di Indonesia. Tingginya intensitas hujan pada pertengahan bulan Januari 2021 di beberapa wilayah tersebut menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir. Desa Murung Kenanga merupakan salah satu kawasan yang turut dilanda banjir. Wilayah Desa Murung Kenanga diapit oleh Sungai Martapura di kedua sisinya, sehingga cukup sering dilanda banjir karena kenaikan permukaan air sungai. Selain itu, banjir di Desa Murung Kenanga disebabkan oleh tingginya curah hujan di bulan Januari 2021. Adanya kejadian banjir menyebabkan masyarakat harus menanggung kerugian ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai kerugianekonomi akibat banjir di Desa Murung Kenanga. Hasil penelitian menunjukkan kerugian terbesar yang diderita masyarakat terdiri atas biaya kehilangan pendapatan dan biaya kehilangan peralatan rumah tangga. Total kerugian ekonomi masyarakat akibat banjir pada tahun 2021 sebesar Rp 4.191.344.608. South Kalimantan province was one of the flood-prone areas in Indonesia. The high intensity of rain in mid-january 2021 was one of the triggers for flooding. Murung Kenanga Village was one of the areas that was also hit by the floods. The Murung Kenanga Village area was flanked by the Martapura River on both sides, so that it was frequently hit by floods due to rising river levels. In addition, the floods in Murung Kenanga Village was caused by high rainfall in january 2021. The occurrence of floods caused the community to bear economic losses, both directly and indirectly. This studied aims to estimate the valued of economic losses of flooding in murung kenanga village. The results showed that the biggest losses suffered by the community consist of the costed of lost income, the costed of building repairs, and the costed of losing household equipment. The total economic loss to the community due to the flood in 2021 amounted to 4.191.344.608 IDR.
ENHANCING DISASTER RESILIENCE INDICATORS TOWARDS APPROPRIATED MITIGATING STRATEGIES: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW APPROACH Istiqomah, Asti; Fauzi, Akhmad; Mulatsih, Sri; Nuva, Nuva; Wijayanti, Pini
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10, Nomor 1, February 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i1.53347

Abstract

Developing a regional resilience index for natural disasters is essential for systematically monitoring resilience performance and supporting evidence-based policymaking. Strengthening regional resilience is particularly critical for West Java Province, given its high exposure and vulnerability to multiple hazards. This study aims to construct a comprehensive framework of regional disaster resilience indicators and to assess the level of resilience across the province. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) and the PROMETHEE (Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation) for multi-criteria analysis. Secondary data were obtained from Statistics of West Java Province, while the SLR was conducted using the Scopus database complemented by manual searches. A total of 77 selected articles yielded 22 principal indicators of regional disaster resilience, classified into five dimensions: economic, social, ecological, infrastructure, and institutional. The assessment reveals that several indicators—particularly within the ecological, infrastructure, and institutional dimensions—demonstrate relatively low performance across districts and cities. Based on 17 equally weighted indicators, the ranking results identify Cimahi City, Bandung City, and Cirebon City as the three most resilient regions in the province. Meanwhile, Tasikmalaya City, Cianjur City, and Indramayu City ranked lowest in terms of disaster resilience. These findings provide an empirical basis for stakeholders and policymakers to evaluate regional resilience capacity and formulate integrated action plans and targeted mitigation strategies to support sustainable and adaptive regional development.
Analisis Pendapatan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Wortel Pada Usahatani Pengguna IoT Dan Non-IoT (Studi Kasus: Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, Bali) Hidayat, Nia Kurniawati; Hardjanto, Arini; Amanda, Dea; Nuva, Nuva; Koswara, Titin Suhartini
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.94-104

Abstract

Penurunan produksi pada berbagai komoditas pertanian salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim. Program mitigasi di sektor pertanian terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun petani seperti memanfaatkan teknologi digital yang dikenal dengan Internet of Things (IoT). Penggunaan IoT memiliki tujuan untuk mempermudah pekerjaan petani serta mengefisienkan waktu dan tenaga kerja. Penggunaan IoT telah dilakukan oleh Kelompok Petani Muda Keren di Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dengan membangun sebuah aplikasi bernama Blynk. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan petanian IoT dan non-IoT dengan R/C rasio dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi wortel dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani IoT lebih menguntungkan dibandingkan petani non-IoT dan faktor yang mempengaruhi produksi adalah benih, luas lahan dan adopsi teknologi IoT. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi IoT dapat meningkatkan pendapatan sehingga pemerintah dapat membuat kebijakan penggunaan teknologi berbasiskan internet kepada petani agar perubahan iklim dapat dimitigasi dan menjamin ketahanan pangan.
EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT MUSIMAN DAN KONTINYU DI KECAMATAN PASIKOLAGA KABUPATEN MUNA Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Ismail, Ahyar; Nuva, Nuva; Basmar, Edwin; Jhohan, Jhohan
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 10 No 1 (2026): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/papalele.2026.10.1.1

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan kelayakan finansial usaha budidaya rumput laut musiman dan kontinyu di Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling , menggunakan rumus Slovin untuk menentukan 86 responden dari total 608 petani. Analisis dilakukan terhadap total biaya, total penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pembudidaya rumput laut kontinyu sebesar Rp 4.626.690 per bulan dan musiman sebesar Rp 3.942.167 per bulan, keduanya berada di atas Upah Minimum Regional Kabupaten Muna Tahun 2025 yaitu Rp 3.073.551. Hal ini menunjukkan bahwa kedua pola budidaya tergolong layak secara finansial dan memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan pembudidaya. Penelitian merekomendasikan perlunya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan modal, pembinaan kelembagaan, dan pengelolaan lingkungan budidaya yang berkelanjutan. Kata kunci: rumput laut, budidaya musiman, budidaya kontinyu, kelayakan finansial, pendapatan.