Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

IMPLEMENTASI E-MODULE BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI BUDAYA LOKAL PESERTA DIDIK KELAS IV SD Niniss Margareth; Erni Suharini; Eko Handoyo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10559

Abstract

This study aims to implement and determine the effectiveness of Project Based Learning (PjBL)-based e-modules in improving fourth-grade students' understanding of local culture at SDN Cangkuang Elementary School. The study used a mixed methods approach with a concurrent embedded model, which combines quantitative and qualitative data simultaneously. There were 12 students participating in the study. Data collection techniques were carried out through pretest-posttest tests and observations. The research instruments consisted of pretest and posttest sheets for material comprehension and observation sheets for learning activities. Quantitative data analysis was performed using descriptive statistics using SPSS and N-Gain calculations, while qualitative data was analyzed using descriptive narrative analysis. The results showed that the average N-Gain value was 0.56 or 56.25%, which was in the moderate improvement category. In addition, the observation results showed that students were more active, enthusiastic, and involved in project-based learning activities. Thus, it can be concluded that the Project Based Learning-based e-module is effective in improving elementary school students' understanding of local culture.
FILOSOFI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM MENJAWAB TANTANGAN PENDIDIKAN KONTEMPORER Andaru Krisna Jati; Eko Handoyo; Tutik Wijayanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11931

Abstract

Contemporary education faces various complex challenges, ranging from the dominance of technocratic approaches, an excessive orientation towards cognitive achievement, to the risk of dehumanization due to the digitization of education. These conditions demand deep philosophical reflection so that education remains grounded in its fundamental purpose as a process of humanization. This article aims to examine and reconstruct Ki Hadjar Dewantara's ideas on education conceptually and philosophically in response to the challenges of education today. This study uses a qualitative approach with library research. The data sources consist of Ki Hadjar Dewantara's original works as primary sources and various relevant national and international literature as secondary sources. Data analysis was conducted descriptively and analytically with a philosophical-critical approach through data reduction, theme organization, and reflective interpretation. The results of the study show that Ki Hadjar Dewantara's educational thinking emphasizes education as a process of guiding human nature as a whole through a balance of creativity, feeling, and will. The principles of among and the trilogy of educational leadership have strong conceptual relevance to the humanistic pedagogical paradigm, learner-centered learning, and transformative educational leadership. This study confirms that Ki Hadjar Dewantara's thinking is not only historically valuable but also offers an important reflective philosophical framework for reconstructing the direction of national education to remain humanistic, character-building, and contextual amid the dynamics of changing times.
PENDIDIKAN KARAKTER DAN TANTANGANNYA DI ERA DIGITAL: PERSPEKTIF PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA Bunan Dafa Dzaki Ariza; Eko Handoyo; Tutik Wijayanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12506

Abstract

Character education in the digital era faces significant challenges due to the rapid advancement of technology, social media, and online learning platforms that influence students’ behavior and moral development. Although digital transformation provides wide access to information and learning resources, it also contributes to issues such as cyberbullying, misinformation, declining digital ethics, and gadget dependency. This study aims to analyze Ki Hadjar Dewantara’s perspective on character education and examine its relevance in addressing the challenges of the digital era. The research employs a library research method in the form of a figure study, utilizing primary sources from Ki Hadjar Dewantara’s original works and secondary sources from relevant scholarly articles and research findings. Data were collected through documentation techniques and analyzed using content analysis to identify key concepts and their contextual implementation in modern education. The findings reveal that Ki Hadjar Dewantara’s concept of character education, which emphasizes the balanced development of cipta (intellect), rasa (emotion), and karsa (will), as well as the principles of Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, and Tut Wuri Handayani, remains highly relevant. These principles provide a moral foundation for integrating technology into education while maintaining ethical and humanistic values.
Penguatan Budaya Integritas melalui Edukasi Anti-Korupsi bagi Siswa SMA Institut Indonesia Semarang Eko Handoyo; Wasino Wasino; Tutik Wijayanti; Hendri Irawan
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat budaya anti-korupsi melalui penyuluhan pendidikan anti-korupsi kepada siswa SMA Institut Indonesia Semarang. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, meliputi penyampaian materi dalam Kelas Inspirasi, pelaksanaan Proyek Aksi Nyata, dan Kampanye Digital Anti-Korupsi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman siswa dari 42% menjadi 86%. Proyek aksi yang dijalankan antara lain Kotak Saran Anti-Korupsi dan Pengawasan Kantin Jujur, sedangkan kampanye digital dilakukan melalui konten kreatif di media sosial. Tim pengabdian yang terdiri dari akademisi lintas disiplin berperan aktif dalam menyusun kurikulum, merancang pendekatan pembelajaran karakter, serta mengintegrasikan nilai-nilai historis dan kebangsaan. Tindak lanjut dilakukan melalui pendampingan intensif dan pembentukan Duta Integritas Sekolah sebagai upaya keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran integritas siswa dan dapat dijadikan model penguatan karakter berbasis nilai antikorupsi di lingkungan pendidikan
Sekolah Ramah Anak dan Transformasi Budaya Sekolah: Perspektif Hak Anak dalam Pendidikan Dasar Desi Setiyadi; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.359

Abstract

Masalah utama yang dihadapi dalam penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah bagaimana menciptakan transformasi budaya sekolah yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan hak anak, tetapi juga pada perubahan pola interaksi dan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis secara mendalam bagaimana SRA dapat mendorong transformasi budaya sekolah yang berorientasi pada pemenuhan hak anak; (2) mengidentifikasi hambatan dan peluang dalam implementasi SRA; dan (3) merumuskan rekomendasi kebijakan serta praktik pendidikan yang aplikatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena budaya sekolah secara komprehensif dan kontekstual. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dari Maret-April 2025.  Lokasi penelitian di SD Kota Tangerang yaitu SD YTS, SDN 5 CPD, SDN 3 SBA, dan SD ALS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua; observasi partisipatif dalam interaksi formal maupun informal; serta dokumentasi kebijakan sekolah, notulen rapat, dan media visual. Analisis data mengikuti model Miles & Huberman, redaksi, penyajian, dan verifikasi dilakukan secara berkelanjutan dan interaktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa SRA berhasil menciptakan atmosfer dialogis, inklusif, dan berkeadilan, serta menggantikan disiplin retributif dengan restoratif. Hambatan utama meliputi rendahnya literasi pendidik, resistensi budaya, dan keterbatasan infrastruktur, sedangkan peluang muncul dari dukungan regulatif, kesadaran publik, Kurikulum Merdeka, dan platform digital. Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada pemetaan bentuk-bentuk transformasi budaya sekolah yang berorientasi pada penghormatan dan perlindungan hak anak, sekaligus memberikan dasar pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih humanis dan berkeadilan. Rekomendasi menitikberatkan pada penguatan kebijakan afirmatif, pelatihan berkelanjutan, forum partisipatif anak, dan sinergi lintas sektor.
Gambar Seri Sebagai Media Literasi : Analisis Hak dan Perlindungan Pendidikan bagi Anak Tunarungu Asi Sriwidiastuty; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.371

Abstract

Pendidikan inklusif untuk anak tunarungu menghadapi berbagai tantangan dalam proses komunikasi dan pembelajaran. Salah satu solusi potensial adalah penggunaan gambar seri sebagai media literasi visual yang dapat membantu menjembatani hambatan komunikasi dan memperkuat kapasitas literasi anak tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis dan holistik peran gambar seri sebagai media literasi visual yang mampu menjembatani hambatan komunikasi serta memperkuat kapasitas literasi anak tunarungu di sekolah khusus di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di tiga sekolah khusus bagi anak tunarungu di Kalimantan Tengah selama 2 bulan dari Maret-April 2025, dengan melibatkan 3 siswa tunarungu sebagai sampel utama. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran yang menggunakan gambar seri. Sumber data sekunder diperoleh dari kajian literatur terkait pendidikan inklusif dan penggunaan media visual dalam pendidikan anak tunarungu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik untuk menggali pola dan temuan utama yang berkaitan dengan efektivitas gambar seri dalam meningkatkan literasi anak tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambar seri berfungsi efektif dalam mengurangi hambatan komunikasi dan meningkatkan pemahaman materi ajar, serta berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan literasi visual anak tunarungu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan gambar seri sebagai media literasi visual memberikan dampak positif dalam meningkatkan interaksi dan pemahaman materi pelajaran anak tunarungu di sekolah inklusif. Implikasi dalam penelitian ini sangat signifikan dalam memperkuat pendekatan pembelajaran inklusif di sekolah-sekolah yang melayani anak-anak tunarungu.
Analisis Implementasi Sekolah Ramah Anak Berbasis Islam Terhadap Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak Okvi Maharani; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.375

Abstract

Sekolah sebagai tempat memperoleh ilmu pengetahuan harus menjadi tempat yang menjamin dan melindungi terpenuhinya hak anak. Dengan semakin banyaknya kasus yang terjadi di dunia pendidikan, sekolah dengan berbasis nilai-nilai islam memberi warna baru dalam pemenuhan hak anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program Sekolah Ramah Anak berbasis nilai-nilai Islam dalam memenuhi hak anak dan memberikan perlindungan optimal di lingkungan sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di Sekolah Dasar Islam yang telah menerapkan program ini. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, siswa, guru, dan orang tua. Penelitian dilakukan selama rentang waktu tiga bulan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman, seperti kasih sayang (rahmah), keadilan (‘adl), dan penghormatan terhadap martabat manusia (karamah insaniyah), memperkuat efektivitas pelaksanaan Sekolah Ramah Anak. Program ini berkontribusi positif dalam menjamin hak anak atas pendidikan, perlindungan dari kekerasan, partisipasi aktif, serta kesehatan dan kesejahteraan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan kebijakan internal sekolah yang berbasis syariat Islam yang moderat dan berorientasi pada pemenuhan hak anak. Penelitian ini juga merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi pendidik untuk memahami prinsip perlindungan anak dalam konteks pendidikan Islam
Analisis Pemenuhan Hak Anak dalam Program Sekolah Ramah Anak : Literatur Review Bambang Bambang; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.377

Abstract

Program Sekolah Ramah Anak (SRA) diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif, serta memastikan hak-hak dasar anak, termasuk hak atas pendidikan yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi, terlindungi dengan baik. Namun, meskipun banyak sekolah di Indonesia yang telah mengimplementasikan program ini, masih terdapat berbagai tantangan dalam pemenuhan hak anak, termasuk keterbatasan infrastruktur, kurangnya pemahaman mengenai hak-hak anak di kalangan pendidik, dan pengawasan yang kurang optimal. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menyelidiki bagaimana program SRA  diterapkan untuk melindungi hak-hak anak di lingkungan pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah ulasan narrative literature review terhadap lima belas artikel ilmiah yang dipilih secara purposif menggunakan kata kunci "pemenuhan hak anak" dan "sekolah ramah anak" melalui Google Scholar. Data yang diperoleh dari artikel-artikel tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik tabulasi data, perbandingan hasil penelitian, serta penarikan kesimpulan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai keberhasilan dan tantangan dalam implementasi program SRA. Hasil kajian menunjukkan bahwa program SRA secara umum mampu membuat lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, dan mendorong anak untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pendidikan. Keterlibatan orang tua, partisipasi guru, dan dukungan kebijakan dan anggaran pemerintah memastikan program ini sukses. Namun demikian, masalah seperti kekurangan infrastruktur, kurangnya pemahaman sekolah tentang hak anak, dan sistem pengawasan yang buruk masih ada. Sebagai bagian dari pendekatan yang berkelanjutan untuk pemenuhan hak anak, penelitian ini menyarankan penguatan kebijakan, peningkatan pelatihan guru, dan pelibatan masyarakat yang lebih luas untuk mendukung keberlanjutan program SRA. Dampak temuan penelitian menunjukkan bahwa Program Sekolah Ramah Anak (SRA) berhasil meningkatkan kesadaran akan hak anak, mengurangi kekerasan di sekolah, dan meningkatkan partisipasi anak dalam pembelajaran. Saran tindak lanjut mencakup penguatan kebijakan, peningkatan pelatihan guru, keterlibatan orang tua, serta penguatan sistem pengawasan dan evaluasi untuk mendukung keberlanjutan program SRA.
Praktik Behavior Reflection Mencegah Perlakuan Salah Terhadap Perilaku Agresif Irna Anjarsari; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.378

Abstract

Penanganan pencegahan pelanggaran anak melakukan tindakan penganiayaan atau kekerasan perlu diedukasi sejak dini dalam pengaturan emosi dan dukungan sosial Kesulitan pada fungsi eksekutif pada kemampuan berpikir siswa lebih rendah jika diintervensi dengan pengasuhan positif saat anak usia pra sekolah dan siswa mampu mengontrol perilaku negatif. Tujuan penelitian ini melihat kesiapan pendidik untuk mencegah perlakuan salah terhadap sikap agresif siswa dengan praktik behavior reflection. Metode penelitian ini merupakan deskripsi kualitatif dengan menggambarkan praktik intervensi pencegahan dalam menghindari perilaku agresif yang merupakan gejala kasus pelanggaran dan hak anak dengan survei kepada 62 responden Mahasiswa RPL Universitas Ivet Semarang Jawa Tengah. Teknik analisis data dengan menggunakan angket tertutup melalui media google form yang direduksi data perilaku agresif siswa yang muncul melalui pengamatan pendidik, dan data disajikan dalam bentuk tabel untuk menarik kesimpulan tentang perilaku agresif siswa.  Berdasarkan hasil angket 62 responden hampir keseluruhan anak yang menunjukkan gejala agresif kurang dari 5 anak, dalam hal ini pendekatan yang dilakukan oleh pendidik PAUD baik dari jenis layanan TK/RA, KB, pos PAUD sudah cukup baik karena pendidik melakukan pendekatan personal pada anak dengan pertanyaan tematik dan sesi refleksi diakhir kegiatan.  Dari 98,4 % dari 62 pendidik membimbing perilaku siswa dengan cara pendekatan secara personal sehingga dalam hal ini menunjukkan siswa mendapatkan perlakuan positif dari pendidik dengan membimbing siswa sesuai tumbuh kembangnya. Penelitian ini dapat menerapkan tindakan secara personal dari pendidik untuk membimbing perilaku pada siswa sesuai tumbuh dan perkembangannya. Dengan intervensi sedini mungkin dalam pengasuhan positif terkait regulasi emosi anak akan perilaku agresif dapat mengurangi resiko pelanggaran hak anak.
Peran Guru dalam Mencegah Bullying terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Devi Rahmiati; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.379

Abstract

Bullying terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah merupakan masalah serius yang mempengaruhi perkembangan akademik, sosial, dan psikologis mereka. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memegang peran kunci dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan aman. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mencegah bullying terhadap ABK. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan metode studi literatur berbagai sumber tertulis (artikel jurnal ilmiah, buku referensi, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan).  Teknik pengumpulan data dengan menggunakan diagram PRISMA untuk menganalisis 1.248 artikel dengan basis data dari google scholar. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik (thematic analysis) dengan mengadopsi model Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pencegahan bullying meliputi tiga aspek utama, adalah pendidikan karakter, manajemen kelas, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan sebagai agen perubahan tentang kebijakan anti-bullying di sekolah. Tantangan utamanya yaitu kurangnya pelatihan guru, keterbatasan sumber daya, dan resistensi sosial. Solusi yang direkomendasikan mencakup pelatihan guru berbasis inklusi, penguatan sistem pelaporan bullying, dan program pendampingan sebaya. Dapat disimpulkan bahwa efektivitas pencegahan bullying bergantung pada komitmen guru, dukungan kebijakan sekolah, dan kesadaran kolektif warga sekolah. Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi praktisi pendidikan dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk melindungi ABK dari bullying.