Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENINGKATAN NILAI EKONOMI PRODUK PEKARANGAN MELALUI TEKNOLOGI PENGEMASAN DI DESA SUKAJADI KECAMATAN SADANANYA Tiktiek Kurniawati; Ivan Sayid Nurahman; Ane Novianty
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.8346

Abstract

Pengabdian dilakukan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati II Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Tujuan kegiatan ini untuk: 1) untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan petani di Kelompok Wanita Tani Melati II Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis dan 2) Penyampaian informasi berupa penyuluhan teknologi pengemasan dengan metode food wrapping disertai dengan demonstrasi kepada para anggota KWT. Kegiatan pengabdian ini di ikuti oleh seluruh anggota KWT Melati II sebanyak 25 orang. Tim Pengabdian ini di desain untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan petani di Kelompok Wanita Tani Melati II Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis yang dikemas dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi, dan pelatihan pengemasan produk pekarangan menggunakan metode food wrapping. Hasil dari kegiatan penyuluhan menunjukkan : 1) Respon peserta terhadap kegiatan penyuluhan cukup baik dan antusias, 2) Para Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan mulai menerapkan rekomendasi teknologi melalui metode food wrapping terhadap hasil pertanian yaitu berupa sayuran yang dihasikannya.  
PEMBERDAYAAN RUMAH TANGGA DIHARAPKAN DAPAT MEWUJUDKAN DISERTIFIKASI BAHAN PANGAN KEARIFAN LOKAL DI DESA IMBANAGARA KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS Neti Sunarti; Arie Budiawan; Tiktiek Kurniawati; Muhamad Parhan; Regina Regina
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.7687

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak bagi semua bidang kehidupan, termasuk dampak penurunan perekonomian masyarakat. Hal tersebut juga terjadi di Desa Imbanagara Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Dengan demikian untuk meningkatkan kembali tingkat perekonomian masyarakat akibat adanya pandemic covid-19 rumah tangga dapat memangfaatkan disertifikasi bahan pangan untuk diolah, dimangfaatkan dan dipasarkan. Selanjutnya penulis melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Galuh ini dengan tahapan-tahapan yaitu (1) Melakukan sosialisasi yang berkaitan berkaitan dengan Pemberdayaan Rumah Tangga Diharapkan Dapat Mewujudkan Disertifikasi Bahan Pangan Berkearifan Local dan pendekatan teoritisnya berdasarkan teori permasalahan yang ada (2)Penyuluhan/pendampingan  dengan metode ceramah Ibu-ibu Rumah tangga Kader PKK, dan Memberikan percontohan cara penanaman tanaman pangan dengan memanfaatkan lahan untuk menambahan penghasilan serta dijadikan modal berikutnya(3) Mengembangkan bahan pangan untuk diolah dan  hasilnya bisa dijual bisa secara langsung dan lewat media sosial secara online (4)Sebagai motivasi bagi kaum  wanita diadakannya perlombaan penataan halaman rumah yang baik (5)Memonitor kegiatan program untuk keberlangsungan keberhasilan tujuan kegiatan ketahanan serta ada nya tambahan modal dari pihak pemerintah desa.               Setelah dilaksanakan PKM maka (1) Dengan adanya Penyuluhan dan Pendampingan kepada Mitra adalah Kelompok tani wanita/ibu-ibu rumah tangga dapat pemahaman mengenai penting makanan yang bergizi, pengolahan makanan, menanam tanaman halaman dirumah,(2) Pelaksanaan pemberdayaan rumah tangga dalam disertifikasi makanan adalah dengan tujuan untuk membantu penambahan penghasilan bagi kaum wanita kemudain hasil selain untuk di konsumsi sendiri bisa untuk dipasarkan baik secara langsung di pasar tradisional Imbanagara atau lewat media sosial dengan pemgemasan makanan serta olahan yang dapat menarik pembeli (3)Mitra telah mempunyai pengetahuan dalam pengembangan dan pemanfaatan lahan yang ada di halaman rumah yang dapat menghasilkan secara optimal.Kata Kunci : Pemberdayaan, disertikasi, bahan pangan      
STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pluerotus Ostreatus) (Studi Kasus pada Home Industry Ustadz Jamur Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap) Dewi Yuliana; Dini Rochdiani; Tiktiek Kurniawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8882

Abstract

Dalam mengelola usaha jamur tiram putih faktor internal dan eksternal turut memberikan dampak terhadap usaha atau bisnis yang sedang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui faktor kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang. 2) untuk mengetahui strategi apa yang dapat diterapkan pada home industry ustadz jamur(UJ). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan data primer dan sekunder.  Analisis data menggunakan IFE, EFE, Diagram SWOT dan Matriks SWOT. Hasil dari penelitian ini menunjukan 1) faktor kekuatan yaitu tenaga kerja ahli dibidangnya, jamur tiram putih dijual dalam keadaan segar, jamur tiram yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, jamur tiram cukup terkenal, harga terjangkau. Faktor kelemahan yaitu lokasi kurang strategis, modal terbatas, belum memiliki izin usaha, proses produksi masih tradisional, belum bisa memenuhi target pasar. Faktor peluang yaitu memiliki pelanggan teta, jamur tiram memiliki peminat yang banyak, memiliki peluang pasa yang baik. Faktor ancaman yaitu kondisi cuaca dan iklim yang tidak menentu, kesulitan dalam menemukan bahan baku dan bahan lainnya, persaingan dengan komoditas yang sama. 2) Strategi yang tepat yang dapat diterapkan yaitu Mempertahankan kondisi jamur tiram putih dalam keadaan segar dengan kualitas yang baik pada saat dijual, memanfaatkan peluang pasar yang ada dengan menambah pelanggan tetap untuk menjual jamur tiram
ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI KUE SEMPRONG Risma Dwijayanti; Trisna Insan Noor; Tiktiek Kurniawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8837

Abstract

Studi Kelayakan usaha diperlukan untuk melihat sebuah gambaran mengenai layak atau tidak layak suatu usaha. Dalam menjalankan usaha Kue Semprong, kebanyakan pengusaha belum melakukan pencatatan khusus keuangan untuk usahanya,sehingga tidak diketahui berapa biaya pengeluaran dan pendapatan pada usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan pada agroindustri kue semprong”Adin Jaya Rasa” di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. 2) Besarnya R/C agroindustri kue semprong “Adin Jaya Rasa” di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sampel penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa usaha tersebut merupakan satu-satunya agroindustri kue semprong yang memiliki keunikan pada bentuk dan rasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Biaya total agroindustri kue semprong “Adin Jaya Rasa” dalam satu kali proses produksi adalah Rp 2.509.525,53, penerimaan Rp 4.200.000, dan pendapatan Rp 1.690.474,47. 2) Besarnya R/C agroindustri kue semprong “Adin Jaya Rasa” adalah 1,67   artinya setiap biaya yang dikeluarkan 1 rupiah menghasilkan penerimaan 1,67 dan usaha kue semprong :Adin Jaya Rasa” di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis layak untuk diusahakan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI KENCUR Alin Marlina; Agus Yuniawan Isyanto; Tiktiek Kurniawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan produksi kencur pada Kelompok tani “Budaya Bakti” di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, (2) Bagaimana alternatif strategi yang dapat dalam Pengembangan Produksi Kencur pada Kelompok tani “Budaya Bakti” di Desa Werasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, dengan mengambil kasus pada Kelompok Tani Budaya Bakti di Desa Werasari Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Faktor internal dan eksternal : (a) Faktor-faktor yang menjadi kekuatan dalam pengembangan produksi kencur yaitu ketersediaan lahan masih luas, ketersediaan cukup tenaga, pengalaman usahatani kencur, adanya kelembagaan (kelompok tani), kepemilikan lahan, (b) Faktor-faktor yang menjadi kelemahan kencur yaitu keterbatasan modal, produksi kencur masih rendah, kualitas kencur masih rendah, kemampuan manajemen rendah, adopsi teknologi rendah, (c) Faktor-faktor yang menjadi peluang dalam pengembangan kencur yaitu permintaan pasar, dukungan kebijakan pemerintah, berkembangnya produksi makanan rasa kencur, harga stabil, penjualan secara online, (d) Faktor-faktor yang menjadi ancaman dalam kencur yaitu serangan hama dan penyakit, dipengaruhi cuaca dan iklim, meningkatnya produksi kencur diluar wilayah Kecamatan Sadananya, minimnya pola kemitraan, harga di tetapkan pembeli. (2) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan kencur yaitu strategi S-O yaitu: Memanfaatkan kebijakan pemerintah, Memanfaatkan lahan yang luas, strategi S-O yaitu: akses permodalan melalui bantuan modal, berkembangnya berbagai produk, strategi S-T yaitu: Petani memiliki pengalaman usahatani, keberadaan kelompok, strategi W-T yaitu: menjalin kerjasama dengan lembaga, meningkatkan kemampuan manajemen usahatani kencur  
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG Gina Hazirah Purnama; Budi Setia; Tiktiek Kurniawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8621

Abstract

Penelitian dilaksanakan di perusahaan agroindustri keripik pisang yang terletak di daerah Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agroindustri keripik pisang Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg. (2) Alternatif strategi pengembangan yang diterapkan pada agroindustri keripik pisang Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus di salah satu agroindustri keripik pisang di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive dengan wawancara terhadap 5 informan pegawai dan 6 informan konsumen. Data primer dan data sekunder yang diperoleh dianalisis menggunakan SWOT. Hasil Penelitian menujukkan bahwa : (1) Perusahaan memiliki kekuatan yang tinggi, sedangkan kelemahannya promosi masih kurang. Peluangnya memiliki pelanggan tetap, sedangkan yang menjadi ancamannya persaingan industri sejenis. (2) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri keripik pisang Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yaitu strategi S-O menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal.
Vegetation Structure and Composition in the Nusa Gede Panjalu Nature Reserve Area, Ciamis, Indonesia Bahana Aditya Adnan; Giena Sitha Supriatna; Tiktiek Kurniawati
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15 No 2 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i2.38

Abstract

The Nusa Gede Panjalu Nature Reserve in Ciamis Regency is a conservation area that holds a variety of biodiversity and within it is a natural tourism area. It is feared that the existence of natural tourism areas will result in damage caused by human activities. This study aims to analyze the structure and composition of vegetation as well as environmental factors that affect vegetation growth in the Nusa Gede Panjalu Nature Reserve area. The method used in this study is the line transect method with sampling using quadrat. The data obtained were analyzed using the Importance Value Index (IVI), the index of Shannon-Wiener, and the index of Evenness. The results showed that the structure and composition of the vegetation in the Nusa Gede Panjalu Nature Reserve consisted of 416 individuals divided into 29 species. The plant species with the highest Importance Value Index (IVI) in the seedling category were Dysoxylum densiflorum (28.73%), the pole category Litsea noronhae (23.72%) and for the tree category Dysoxylum densiflorum (49.12%). The diversity index obtained is included in the moderate level of diversity. Environmental factors affecting the growth of vegetation in the Nusa Gede Nature Reserve are the temperature, humidity, light intensity, and pH with an average temperature of 28.4°C, humidity of 85.1% light intensity of 1070.1 lux, and pH of 6.3.
Diversity and Abundance of Soil Arthropods in Terrestrial Area of Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia Bahana Aditya Adnan; Tiktiek Kurniawati; Manap Trianto
Jurnal Biodjati Vol 9, No 1 (2024): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v9i1.33980

Abstract

Soil arthropods play an important role in nutrient cycling and maintenance of soil structure. Thus, their abundance and diver­sity can indicate the biological quality of the soil. Due to different soil management practices, arthropods are also very sensitive to en­vironmental changes. This study aims to analyze the abundance and diversity of soil arthropods and the environmental factors that sup­port the abundance of soil arthropods in terrestrial of Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia. The methods used to obtain samples of soil arthropods are pitfall trap. Soil arthropod data were analyzed to determine the Shannon diversity index (H'), Margalef richness index (R), and Evenness index (E). The effect of abiotic environmental fac­tors was analyzed using Principal Component Analysis (PCA). A total of 1263 arthropods were found in Situ Lengkong Panjalu, belonging to 11 orders, 24 families, and 32 morphospecies. The current work determined the scores of H'= 2.08, R = 3,08, and E = 0.72 of soil arthropods in Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia. Results revealed that humidity is one such environmental parameter affecting the presence of soil arthropods in Situ Lengkong Panjalu, West Java, Indonesia. This research can be used as a guide in validating and conservation of the habitat of soil arthropod species on West Java
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN TITIK IMPAS SIRUP HONJE (Studi Kasus Pada UMKM Rengganis di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya) Ariani, Ressi; Sudrajat, Sudrajat; Kurniawati, Tiktiek
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i1.11765

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : 1. Besarnya Biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri sirup honje yang diperoleh UMKM Rengganis dalam satu kali proses produksi yang berada di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. 2. Besarnya nilai tambah komoditas honje pada UMKM Rengganis dalam satu kali proses produksi yang berada di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. 3. Besarnya titik impas agroindustri sirup honje yang diperoleh UMKM Rengganis dalam satu kali proses produksi yang berada di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Besarnya biaya total yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp. 535.179,74 besarnya penerimaan yang diperoleh sebesar Rp. 840.000 dan besarnya pendapatan yang diperoleh Rp.304.820,26. 2). Nilai tambah komoditas honje pada UMKM Rengganis sebesar Rp. 51.150 dalam satu kali proses produksi. 3). Titik impas dasar unit adalah 76 botol per satu kali proses produksi. Sedangkan  titik impas atas dasar harga adalah Rp. 4.500/botol.
ANALISIS SALURAN DISTRIBUSI DAN EFISIENSI PEMASARAN AGROINDUSTRI JAMUR CRISPY Syaban, Nia Nurul; Setia, Budi; Kurniawati, Tiktiek
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i1.11749

Abstract

Kabupaten Ciamis memiliki potensi untuk mengembangkan usaha jamur crispy karena didukung ketersedian bahan baku pada beberapa Kecamatan. Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis terdapat PT Mandiri Cikal Bakti yang merupakan agroindustri jamur crispy. Agar jamur crispy dapat diterima di pasar sasaran dibutuhkan analisis saluran distribusi dan efisiensi pemasaran untuk menentukan saluran mana yang memperoleh keuntungan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran distribusi agroindustri jamur crispy pada PT Mandiri Cikal Bakti, (2) Efisiensi biaya pemasaran dalam setiap saluran distribusi agroindustri jamur crispy pada PT Mandiri Cikal Bakti. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan metode studi kasus dan teknik penarikan sampel menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi jamur crispy pada PT Mandiri Cikal Bakti terdiri dari 3 saluran yaitu saluran distribusi I: Produsen → Konsumen Akhir, saluran distribusi II: Produsen → Pedagang Pengecer → Konsumen Akhir dan saluran distribusi III: Produsen → Pedagang Besar → Pedagang Pengecer → Konsumen Akhir. Saluran distribusi jamur crispy pada PT Mandiri Cikal Bakti yang paling efisien adalah saluran distribusi I dengan tingkat efisiensi 16,8%; selanjutnya saluran distribusi II dengan tingkat efisiensi 17,3% dan yang terkecil saluran distribusi III dengan tingkat efisiensi 27,7%