Pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran konvensional menjadikan siswa tidak dapat aktif dalam mengeksplorasi pengetahuan dan pengalaman belajarnya, sehingga menjadikan kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Latar belakang dari penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 3 Mayonglor pada mata pelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas model discovery learning berbantuan aplikasi LASERA terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Populasi pada penelitian ini berjumlah 27 siswa. Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik smapling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawacara, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji paired sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil uji normalitas pretest diperoleh nilai signifikansi 0,164 > 0,05 dan posttest 0,108 > 0,05 maka H0 diterima H1 ditolak yang menunjukkan data berdistribusi normal. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai sig 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan hasil uji N-Gain diperoleh skor 0,6911 dengan kategori sedang atau 69,11% termasuk dalam kategori cukup efektif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah menggunakan model discovery learning berbantuan aplikasi LASERA terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar; (2) model discovery learning berbantuan aplikasi LASERA cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.