Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Kadar Alkohol pada Minuman Beralkohol Tradisional (Arak) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis: Analysis of Alcohol Content in Traditional Alcoholic Beverages with UV-Vis Spectrophotometry Method Benedicta R.H Nahak; Ahmad Irsyad Aliah; Suhrah Febrina Karim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.360

Abstract

Arak adalah minuman beralkohol jenis minuman keras yang dihasilkan dari proses fermentasi nira yang berasal dari tanaman siwalan. Alkohol adalah senyawa organik dengan gugus fungsi –OH (hidroksil). Telah dilakukan penelitian dengan juduk “Analisis Kadar Alkohol Pada Minuman Beralkohol Tradisional (Arak) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis”. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar alkohol pada minuman beralkohol tradisional (Arak) dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dan parameter-parameter validasi yaitu: ketelitian, linieritas, batas deteksi dan batas kuantitas (LOD dan LOQ), ketepatan. Hasil penelitian didapatkan nilai RSD = 1.796799126 %, persamaan regresi linear y = -0.6759x + 0.8573 dan koefisien regresi R2 = 0.9977, LOD = 0.056 mg/L, LOQ = 0.187 mg/L dan % perolehan kembali = 91.5 %, menunjukkan bahwa parameter validasi ini cukup baik dan layak digunakan untuk penentuan kadar alkohol. Uji kuantitatif penetapan kadar alkohol sampel minuman beralkohol tradisional (arak) didapatkan kadar 58 %. Kata Kunci : Arak ; Alkohol; Spektofotometri UV-Vis
Uji Daya Hambat Formula Gel Ekstrak Etanol Daun Murbei (Morus alba L.) Sebagai Anti Acne Terhadap Bakteri Propionibacterium acne.: Inhibition Test of Ethanol Extract Gel of Mulberry (Morus alba L.) Leaves as an Anti Acne on Propionibacterium acne Bacteria Aliah, Ahmad Irsyad; Wahyuni, Wahyuni; Bachri, Nurjannah
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2019): (October 2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.636 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2019.v5.i2.13663

Abstract

A research on the inhibition of formula gel test ethanol extract of leaves of mulberry (Morus alba L.) as an anti-acne against bacteria Propionibacterium acne. This study uses a gel formulation made using mulberry leaf extract (Morus alba L.), which aims to determine the inhibition of antibacterial gel mulberry leaf extract (Morus alba L.) against the bacteria Propionibacterium acne. Gel made three dosage concentrations of 2%, 4% and 6%. Testing inhibition of antibacterial gel agar diffusion method. Test Antibacterial inhibition obtained by looking at the clear zone in the medium and measured using calipers. The results showed that the inhibition of antibacterial gel formulation with a concentration of 2%, 4% and 6% showing that inhibiting bacterial activity.
Uji Efektivitas Anthelmintik Formula Suspensi Biji Mentimun (Cucumissativus L.) Terhadap Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides) : The effectiveness Test of Cucumber Seeds Suspension Formula (Cucumissativus L.) Towards Roundworms (Ascaris Lumbricoides) as Anthelmintic Farid, Nurfiddin; Syamsu, Andi Suparlan Isya; Aliah, Ahmad Irsyad; Murdi, Anna Muthmainna
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2020): (March 2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.057 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2020.v6.i1.14307

Abstract

The Effectiveness Test of Cucumber Seeds Suspension Formula (Cucumis sativus L) towards Roundworms (Ascaris lumbricoides) as in Vitro Anthelmintic, It has been conducted research to know cucumber seeds powder (Cucumis sativus L) can be made into form of suspension stock and to know stock of cucumber seeds suspension (Cucumis sativus L) can give effect of anthelmintic toward roundwoms Ascaris lumbricoides. The research was conducted by using experimental method. Powder of cucumber seeds (Cucumis sativus L) were made into suspension stock with 3 concentratios such as 5%, 10%, 15% concetrations and suspension without powder of cucumber seeds (Cucumis sativus L) with different addition subtance concentration. Test animal used was roundworm (Ascaris lumbricoides) that was taken by pig’s intestine. Treatment group consisted into five categories such as 125 mg positive control of pamoat pirantel (Combantrin®), negative control of suspension without powder of cucumber seeds (Cucumis sativus L), and category of cucumber seeds suspension (Cucumis sativus.L) as 5%, 10%, and 15%. Each group was soaked with 40 ml test ingredient into petri dish. Then it was observed and writte the number of died worms in every minute. 100% observation of died worm was group of positive control at 405 minutes, negative control at 1710 minutes, 5% concetration of cucumber seeds suspension stock at 540 minutes, 10%concentration at 465 minutes and 15% concentration at 420 minutes. The result of research showed that cucumber seeds (Cucumis sativus L) can be made into suspension stock and effective as anhelmintic toward roundworms Ascaris lumbricoides.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN SABUN PADAT TRANSPARAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Junita, Nurfitria; Aliah, Ahmad Irsyad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26213

Abstract

Kersen adalah tanaman yang banyak dijumpai di daerah tropis, diantaranya Indonesia. Daun kersen (Muntingia calabura L) mengandung berbagai jenis senyawa aktif salah satunya flavanoid sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) dapat diformulasikan dalam sediaan sabun padat transparan dan mengetahui aktivitas antibakteri yang dihasilkan dalam sediaan sabun padat transparan fraksi etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan ekstrak sampel menggunakan metode sokletasi dan fraksi etil asetat, lalu dibuat formulasi sediaan sabun padat transparan dengan konsentrasi 0,5(g), 1(g) dan 1,5(g) yang dievaluasi secara fisika dan kimia serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Evaluasi sediaan sabun transparan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji tinggi busa, uji kekerasan, uji alkali bebas dan cycling test serta analisis data secara statistik menggunakan uji Oneway ANOVA yang dilanjutkan ke metode Kruskal-Wallis Test dan Mann-Whitney Test. Data hasil pengujian antibakteri sediaan sabun padat transparan fraksi etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) dari ketiga formula didapatkan zona hambat dengan diameter rata-ratanya konsentrasi 0,5(g) sebesar 24,6 mm,1(g) sebesar 25,5 mm dan 1,5(g) sebesar 26,5 mm dan termasuk kategori sangat kuat.  
PASTA GIGI EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Sri Wahyuningsih; Ivon Sensiana Ndaso; Ahmad Irsyad Aliah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v10i1.7525

Abstract

Beragam mikroorganisme dapat ditemukan dan hidup dalam rongga mulut, salah satunya Streptococcus mutans yang dapat menyebabkan karies gigi. Daun beluntas (Pluchea indica L.) mempunyai banyak kandungan senyawa aktif seperti flavonoid yang memiliki aktivitas terhadap bakteri gram positif yang mampu dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada rongga mulut terutama gigi seperti bakteri Streptococcus mutans. Salah satu pencegahan terjadinya karies gigi dengan penggunaan pasta gigi secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi pasta gigi dari daun beluntas dan mengetahui aktivitasnya sebagai antibakteri. Daun beluntas (Pluchea indica L.) dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian ekstrak etanol daun beluntas (EEDB) diformulasikan menjadi pasta gigi dengan masing-masing konsentrasi 5% (F1), 7,5% (F2); dan 10% (F3) dan diuji aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Hasil penelitian formula pasta gigi menunjukkan tidak terjadi perubahan sebelum dan setelah uji cyling test untuk kestabilan formula pasta gigi. Uji aktivitas pasta gigi EEDB yang diukur dengan jangka sorong menunjukkan konsentrasi 10% (F3) memiliki diameter zona hambat 21,77±0,49 mm mendekati zona hambat pasta gigi merk ‘X’ sebagai pembanding dengan zona hambat 22,00±1,32 mm yang termasuk kategori sangat kuat sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan nilai signifikansi p=1,000 (p>0,05).