Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Bootcamp Trilogi Got Business Founder Maulidian, Maulidian; P, Mutiara Dewi; Novita, Novita; Purnengsih, Iis
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3371

Abstract

The development of entrepreneurship among students has become a priority in higher education in Indonesia to address unemployment, leading Universitas Trilogi to organise the Trilogi Got Business Founder Bootcamp with the theme “Scaling the Future of Business: Sustainable and Responsible Innovation.” The aim of this activity is to provide in-depth understanding and practical skills in key aspects of entrepreneurship, including product development, digital marketing, and financial reporting. The bootcamp employed three main stages: preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage involved scheduling, selecting speakers, and arranging facilities. The implementation stage comprised lectures, discussions, exercises, and case studies delivered by competent experts in their respective fields. The evaluation stage was conducted through questionnaires to assess the success of the event and its impact on participants. The evaluation results showed that the majority of participants were satisfied with the content delivered and the relevance of the activities to their needs. The methods used were effective in enhancing participants' understanding and practical skills in entrepreneurship. Overall, this bootcamp successfully achieved its objectives and made a positive contribution to the development of entrepreneurial capacity among students at Universitas Trilogi. Keywords: bootcamp; digital marketing; entrepreneurship; sustainable innovation; university students  Abstrak: Pengembangan kewirausahaan mahasiswa menjadi prioritas pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengatasi pengangguran, mendorong Universitas Trilogi mengadakan Bootcamp Trilogi Got Business Founder dengan tema “Scaling the Future of Business: Sustainable and Responsible Innovation”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam aspek-aspek penting kewirausahaan, termasuk pengembangan produk, pemasaran digital, dan pembuatan laporan keuangan. Metode yang digunakan dalam bootcamp ini mencakup tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan melibatkan perencanaan jadwal, pemilihan narasumber, dan penyediaan fasilitas. Tahap pelaksanaan terdiri dari ceramah, diskusi, latihan, dan studi kasus yang dilakukan oleh narasumber berkompeten di bidangnya. Tahap evaluasi dilakukan melalui kuesioner untuk menilai keberhasilan kegiatan dan dampaknya terhadap peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas dengan materi yang disampaikan dan relevansi kegiatan dengan kebutuhan mereka. Metode yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis peserta dalam kewirausahaan. Secara keseluruhan, bootcamp ini berhasil mencapai tujuannya dan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kapasitas kewirausahaan di kalangan mahasiswa Universitas Trilogi. Kata kunci: bootcamp; inovasi berkelanjutan; kewirausahaan; mahasiswa; pemasaran digital
Perancangan infografik ancaman nikotin terhadap remaja sebagai upaya mengatasi ketergantungan rokok Prianto, Fajar; Purnengsih, Iis; Handayani, Dian
Cipta Vol 2, No 3 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v2i3.2782

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang media infografik berjudul “Ancaman Nikotin Terhadap Remaja”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara mengumpulkan data berupa studi literasi, wawancara dengan narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Dr. dr. Nurfanida Librianty, SpP., FAPSR yang bertugas di RSU Bunda Margonda. Hasil yang dicapai adalah data-data tentang zat adiktif nikotin yang bahaya bagi tubuh. Rokok saat ini sudah menjadi kebutuhan primer selain tempe dan tahu, bermula hanya mencoba 1 batang perhari kini menjadi candu tak terhitung dalam penggunaannya bahkan anak remaja usia 14-18 tahun sudah terbiasa merokok dihadapan publik. Rokok elektrik atau sering disebut vape merupakan alternatif lain dari menikmati rokok pada umumnya, vape menggunakan cairan dan baterai untuk menghasilkan uap. Dua hal tersebut adalah kebiasaan yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh apalagi jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya. Berdasarkan data yang terkumpul dibuatlah perancangan infografik yang diperuntukan sebagai media informasi anak remaja usia 14-18 tahun yang rata-rata duduk di bangku SMP-SMA. Hasil dari penelitian ini adalah untuk memberikan infografis dinamis berupa gambar dua dimensi (2D) yang berisi tentang bahaya nikotin dalam rokok dan juga alternatif lain yang sering disebut vape.
Perancangan film dokumenter menguak sejarah stasiun Bogor Madani, Akbar Rais; Purnengsih, Iis; Apriani, Hamidah
Cipta Vol 2, No 3 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v2i3.2807

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk membuat film dokumenter berjudul Rekam Jejak Stasiun Bogor. Saat ini sebagian besar kalangan remaja hingga dewasa, hanya mengenal bangunan ini sebagai salah satu peninggalan bersejarah dari masa pemerintahan kolonial. Padahal banyak sisi lain dari yang dapat dijadikan informasi. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang bersumber dari buku, jurnal, wawancara, hingga dokumentasi demi mendapatkan data berupa informasi, bukan angka. Penelitian menghasilkan film dokumenter yang berjudul Rekam Jejak Stasiun Bogor menceritakan tentang sejarah dan rekam jejak singkat pada Stasiun Bogor, perusahaan yang terlibat pada pembangunan, tokoh-tokoh dunia yang terlibat, peran Stasiun Bogor, material dan bentuk bangunan Stasiun Bogor. Film ini berdurasi 6 menit 52 detik, memiliki resolusi 1920x1080 piksel (full HD), dan berformat MP4. Target khalayak dari film dokumenter ini kalangan remaja hingga dewasa yang berusia 15-50 tahun, dengan lingkup geografis daerah Jabodetabek yang memiliki akses internet baik, karena dapat lebih mudah dan cepat dalam mengakses film dokumenter. Media utama ini diharapkan bisa memberikan wawasan yang mendalam mengenai perjalanan sejarah Stasiun Bogor.
Logo Kerupuk Mie "Kembang Matahari" dari Prespektif Estetika DeWitt Parker Rukiah, Yayah; Purnengsih, Iis; Pratama, Dendi; Dawami, Angga Kusuma
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 3 No. 02 (2019): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v3i02.48

Abstract

Visual identity is the main thing that must be built by an entity to be known to the wider community through appropriate visual communication. The forms of visual communication carried out can take the form of anything, such as logos, corporate identities, to the visual formation of their branding. Visual communication that is constantly being built will make people more familiar with the products or services offered to the community. Mie Kupuk "Kembang Matahari" is trying to shape its visual identity, starting with the logo it made. The method used is descriptive qualitative method with visual analysis of identity. The approach to creativity and aesthetic theory is elaborated to find out more about how the Visual Identity will be built by Crackers Noodle "Kembang Matahari". Through excavation of ideas, construction of corporate identity, overall design, the visual identity to be built by crackers noodle and the making of "Kembang Matahari" is a superior product of the city of Bogor. This paper discusses the visual of a new logo on Crackers Noodle "Kembang Matahari" and the visual identity that the company wants to build by using the aesthetic theory formulated by Parker. This paper concludes that the new logo form that will be used as the visual identity of Crackers Noodle "Kembang Matahari" has the power of ideas that are sufficient to be introduced to the wider community as seen from the principle of Unity, Principle of principle, Principle of variation, Principle of balance, Principle of Development, Principle of Layout seen from the logo of Mie Kupuk "Kembang Matahari".
Perancangan Karakter Purnawarman sebagai Tokoh Utama dalam Film Animasi Kerajaan Tarumanagara Surachmad, Ahmad; Purnengsih, Iis
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 01 (2018): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.171 KB) | DOI: 10.30998/vh.v1i01.4

Abstract

Purnawarman adalah raja ketiga dari Kerajaan Tarumanagara, sosok raja yang gagah berani dalam pertempuran dan raja yang dapat memakmurkan rakyatnya. Sosok yang menarik untuk dijadikan sebuah tokoh utama dalam sebuah cerita sejarah. Artikel ini akan membahas perancangan visual karakter Raja Purnawarman dalam film animasi Kerajaan Tarumanagara dengan tujuan untuk mengetahui karakter visual Purnawarman sebagai sosok raja yang gagah berani dalam pertempuran. Analisis visual artikel ini menggunakan analisis Kualitiatif, sehingga dengan analisis ini dapat diketahui karakter Raja Purnawarman. Film animasi dibuat sebagai media pendukung agar karakter visual Purnawarman lebih menarik perhatian khususnya audiens yaitu anak-anak dan remaja.
Makna dan Pesan dalam Baliho Pemilu Legislatif 2014 Iis Purnengsih
Jurnal Desain Vol 4, No 03 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.771 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i03.1604

Abstract

Baliho adalah salah satu media luar ruang yang banyak digunakan oleh para calon anggota legislatif pada tahun 2014 sebagai alat propaganda politik mereka. Terkait adanya peraturan-peraturan baru pada tata cara kampanye politik di Indonesia pasca orde baru, popularitas adalah syarat mutlak bagi para caleg untuk menarik perhatian masyarakat. Pada prakteknya para caleg memasang foto-foto yang cukup besar disertai dengan pencitraan diri melalui slogan yang bernada patriotik, jargonis maupun idealis baik secara verbal maupun nonverbal. Desain baliho disusun oleh elemen-elemen di antaranya adalah nama caleg, slogan, ilustrasi, logo partai, no urut partai, dan nama wilayah daerah pilihan. Tipologi tanda Peirce digunakan untuk mengidentifikasi elemen-elemen desain tersebut, apakah berupa tanda ikonis, indeksikal maupun simbolis. Dalam membangun konstruksi pemaknaan digunakan model semiotika Barthes yang membagi tingkatan pemaknaan menjadi denotasi, dan konotasi. Dalam membangun pemaknaan desain baliho ini, ada tiga komponen yang dibahas yaitu imaji konotatif, teks linguistik dan imaji denotatif. Temuan pada penelitian ini adalah representasi para caleg dalam baliho melalui berbagai jagat simbol, seperti: simbol agama, pendidikan, status sosial maupun nasionalisme.
Gaya Visual Nusantara dalam Media Cover Komik Sangkuriang Karya R. A. Kosasih Martha Tisna Ginanjar Putri; Iis Purnengsih
Jurnal Desain Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v10i3.16890

Abstract

Perancangan Infografik Sinyal Darurat Tuberkulosis di Masa Pandemi Covid 19 Dhonny Fikhri Ramadhan; Dian Handayani; Iis Purnengsih
Jurnal Desain Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v10i1.16347

Abstract

Karakteristik Gapura di Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah (Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi) Umi Kholisya; Siska Maya; Iis Purnengsih
Jurnal Desain Vol 4, No 02 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.897 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i02.1178

Abstract

Gapura secara umum adalah istilah pintu untuk masuk ke masjid, candi, rumah bangsawan, keraton, desa, dan negara.Gapura sebagai suatu karya arsitektur mencerminkan ciri budaya dari kelompok manusia penciptaannya.Keanekaragaman perwujudan bangunan gapura di pulau Jawa hingga saat ini dapat disaksikan keberadaannya.Masyarakat Jawa dikenal dengan masyarakat berbudaya yang masih mempertahankan tradisinya hingga sekarang.Perwujudan bangunan gapura yang beragam tersebut dapat dilihat dari pelbagai karakteristik yang berbeda di antara bagian-bagian penyusunnya.Bagian-bagian penyusun bangunan gapura berangkat dari tatanan tradisi yang berdasarkan kepercayaan masyarakat Hindu dan Jawa.Gapura pertama yang dibangun dan menjadi cikal bakal pendirian gapura desa yang cukup populer dan fenomenal di Kabupaten Karanganyar adalah gapura Kecamatan Kebakkramat.Hubungan karakeristik gapura dengan tingkat ekonomi masyarakat desa di Kecamatan Kebakkramat Karanganyar tidak sejalan dengan tingkat perekonomian masyarakat setempat.Perekonomian yang terlihat baik di kabupaten Karanganyar namun pembangunan gapura tidak mempengaruhi banyaknya ornamen.Ditinjau dari sudut pandang teori konotasi Barthes (1957), secara denotatif gapura kecamatan Kebakkramat pada awalnya diciptakan sebagai suatu struktur bangunan utuh yang merupakan pintu masuk atau gerbang ke kawasannya.Pada tingkat berikutnya, gapura mempunyai makna konotatif, di antaranya sebagai bangunan/benda seni rupa simbol dari identitas suatu wilayah.Gapura juga merupakan benda yang berfungsi untuk mengkomunikasikan tema tertentu, tentang filosofi atau mitos-mitos yang berkembang di masyarakat dan sebagainya. Bentuk ornamen dalam setiap desain mempunyai konotasi makna tertentu, misalkan patung burung garuda dalam kepercayaan Hindu dipandang sebagai burung keramat dan sakti.
Peningkatan Kapasitas Technosociopreneur melalui Bootcamp Trilogi Got Business Founder 2025 Maulidian, Maulidian; Puspitawati, Mutiara Dewi; Novita, Novita; Purnengsih, Iis
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 1 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i1.25035

Abstract

Program Bootcamp Trilogi Got Business Founder (TGBF) 2025 dilaksanakan sebagai upaya penguatan kapasitas teknososiopreneur di kalangan mahasiswa dan UMKM binaan Universitas Trilogi. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab permasalahan mitra berupa lemahnya pondasi bisnis, keterbatasan literasi digital, minimnya pencatatan keuangan, serta kebutuhan inovasi produk. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi inti, ice breaking berbasis gamifikasi, serta pendampingan coaching dan mentoring. Hasil evaluasi kuesioner menunjukkan mayoritas indikator memperoleh skor di atas 3,6 (skala 5), dengan aspek “bermanfaat bagi peserta” dan “kesempatan diskusi” menempati posisi tertinggi. Sementara itu, indikator negatif seperti “membosankan” dan “monoton” memperoleh skor rendah (2), menandakan dinamika pembelajaran berlangsung interaktif dan menarik. Ice breaking berbasis Blooket terbukti lebih disukai dibanding games fokus, dengan skor rata-rata 3,29 dan preferensi 11 dari 19 responden. Faktor pendorong keberhasilan meliputi antusiasme peserta, relevansi materi, kualitas narasumber, serta metode interaktif. Hambatan berupa keterbatasan waktu, kendala teknis, dan koordinasi narasumber dapat diminimalisasi melalui strategi perencanaan dan dukungan teknis yang lebih baik. Program ini berimplikasi pada peningkatan kapasitas wirausaha mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan berorientasi keberlanjutan.