Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perancangan dan penjadwalan tambang batu andesit kuari blok 2 di PT Mosa Indo Palma Moh Suhudi; Romla Noor Noor Hakim; Sari Melati
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8725

Abstract

PT Mosa Indo Palma sudah melaksanakan operasi produksi sejak tahun 2017 dengan target peningkatan produksi pada tahun 2019, oleh karena itu untuk mewujudkannya diperlukan perencanaan dan perancangan seperti membuat permodelan lapisan batu andesit, penentuan desain akhir, perhitungan cadangan batu andesit dan volume overburden dalam batas desain akhir, perancangan tambang meliputi geometri jenjang, jalan angkut, disposal, penentuan tahapan penambangan (pushback) dan penjadwalan produksi serta penentuan kebutuhan alat mekanis. Perencanaan dan perancangan tambang pada penelitian ini menggunakan aplikasi pertambangan Geovia Surpac 6.5.1. Penyajian peta menggunakan software ArcGIS 10.5. Penelitian ini hanya terfokus pada area blok 2 di PT Mosa Indo Palma. Target produksi andesit pertriwulan adalah sebesar 60.000 m3. Pada rancangan geometri kuari dan disposal menggunakan geometri yang disarankan oleh PT Mosa Indo Palma. Hasil permodelan menunjukkan bahwa bentuk endapan andesit tersebut terdapat pada area sebesar 5,57 Ha yang mana permukaan andesit semakin ke arah utara memiliki elevasi yang semakin dalam dan semakin ke arah selatan akan semakin dangkal terhadap topografi yang ada. Diketahui ketebalan endapan bervariasi dengan ketebalan antara 25 meter sampai dengan 50 meter. Jumlah cadangan andesit sebesar 1.086.315 m3 dan overburden sebesar 1.219.726 BCM dengan stripping ratio (SR) sebesar 1,1. Pertimbangan SR mengacu pada nilai SR yang semakin kecil, semakin kecil nilai SR akan mengurangi cost yang dikeluarkan. Umur kuari blok 2 berdasarkan desain adalah 4 tahun 6 bulan. Desain disposal hanya dibuat 20% dari total overburden yang dikeluarkan karena keterbatasan lokasi. Jenis isposal yang digunakan adalah Valley Fill/Crest Dump diamana dump dibangun pada lereng. Kapasitas disposal yang disediakan adalah sebesar 356.335 LCM. Pembongkaran overburden  menggunakan 2 unit Excavator Komatsu PC200 dan 4 unit dump truck Mitsubisi Fuso  FM257ML sedangkan pembongkaran endapan andesit menggunakan peledakan dan pengangkutan diperlukan  1 unit Excavator Komatsu PC300 dan 3 unit dump truck Mitsubisi Fuso  FM257ML.
Prediksi Modulus Elastisitas Batuan Utuh dan Modulus Deformasi Massa Batuan dari Kurva Perilaku Konstitutif: Prediction of Modulus of Elasticity of Intact Rock and Rock Mass Deformation Modulus from Constitutive Behavior Curves Melati, Sari; Riswan
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 1 No. 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.v1i2.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi nilai modulus elastisitas batuan utuh dan modulus deformasi massa batuan. Pemboran inti pada batulempung di kedalaman 35, 42, dan 60 meter serta batubara di kedalaman 164 dan 181 meter telah dilakukan untuk mendapatkan contoh batu berbentuk silinder. Kemudian gaya diukur dan perpindahan titik diamati selama contoh diuji kuat tekan uniaksial. Selanjutnya regangan dan tegangan dihitung untuk membangun kurva perilaku konstitutif. Modulus elastisitas batuan utuh diprediksi dari Modulus Young Rata-rata karena tipe kurva tegangan-regangan contoh batubara dan batulempung yang diuji termasuk fase elastik pendek. Modulus deformasi massa batuan diprediksi dari Modulus Young Sekan yang diukur dari tegangan nol sampai lima puluh persen dari tegangan puncak. Hasil penelitian menunjukan bahwa Modulus Young contoh batubara 0.30 dan 0.44 GigaPascal (GPa), sedangkan contoh batulempung 3.92, 4.14, dan 4.28 GPa. Modulus deformasi massa batuan batubara diprediksi 0.11 dan 0.35 GPa, sedangkan modulus deformasi massa batuan batulempung diprediksi 2.40, 3.86, dan 4.46 GPa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa batuan sedimen di Formasi Tanjung Kalimantan Selatan memiliki karakteristik modulus deformasi massa batuan yang 20-63% kurang dari modulus elastisitas batuan utuh. Mengingat studi mengenai topik tersebut masih terbatas jumlahnya, data empiris yang didapatkan dari penelitian ini sangat berharga untuk berbagai kepentingan di bidang mekanika batuan. Contoh terapannya yaitu modulus deformasi massa batuan sebagai parameter masukan pada analisis tegangan-regangan di sekitar bukaan tambang bawah tanah menggunakan permodelan numerik, penilaian kondisi tegangan insitu dan distribusi tegangan terinduksi melalui pemantauan pergerakan massa batuan, atau perhitungan energi regangan dari ledakan batuan (rock bursts).
APPROACH FOR ESTIMATING COHESION AND ANGLE OF INTERNAL FRICTION USING UNIAXIAL COMPRESSIVE AND TENSILE STRENGTH VALUES OF ROCKS Melati, Sari; Hakim, Romla Noor; Santoso, Santoso; Arief, Muhammad Zaini
INTAN Jurnal Penelitian Tambang Vol. 8 No. 2 (2025): INTAN: Jurnal Penelitian Tambang
Publisher : Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56139/intan.v8i2.315

Abstract

Rock characteristics, such as failure criteria, play a critical role in the assessment of stability in rock engineering, alongside design factors. Stability in rock engineering is cohesion (c) and friction angle (j) are parameters of failure criteria obtained by performing direct shear test or triaxial test. However, the measurements require a certain number of intact rock samples.  On the restricted condition or preliminary study, an approach involves for predicting both parameters. Using data statistical analysis of Uniaxial Compressive Strength (sc) and Brazilian Tensile Strength (st) of limestone and gypsum, empirical equations to predict c dan j were resulted in this research. Cohesion is strongly determined by st with average constants in equations: c = 1.81st dan c = 1.84st, for limestone and gypsum. Cohesion of limestone depends on sc with average constant in equation: c = 0.22sc. Friction angle and rock strength ratio (sc/st) are related by exponential equations: c/st = 2.1624e0.0314j dan sc/st = 3.6936e0.0183j, for limestone and gypsum, respectively. This approach using constructed empirical equations provides the prediction of c and j that relevant with theoretical values, indicated by 2.8% and 8.22% relative deviations. These empirical equations are useful for predicting the values ​​of c and j.
Kestabilan lereng kritis pada tambang terbuka batubara menggunakan metode kesetimbangan batas Akbar, Muhammad Fadlillah; Santoso, Eko; Melati, Sari
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.16533

Abstract

Genangan air dalam bekas pit (void) akan mempengaruhi re-distribusi tegangan dan kondisi massa batuan pada lereng. Adanya creek di sisi luar lereng tersebut menyebabkan interaksi antara creek, lereng, dan void, menjadi lebih kompleks dan berdampak pada kestabilan lereng. Pada penelitian ini mengaplikasikan metode Limit Equilibrium dengan kriteria Mohr-Coulomb serta prangkat lunak MineScape 5.7 dan Rocsience Slide 6.0 untuk menganalisis Lereng X yang langsung berbatasan dengan sungai. Membuat simulasi pesimistik yang mempengaruhi tingkat kestabilan lereng aktual dengan membuat simulasi pengaruh level muka air sungai dan void terhadap lereng, membuat pengaruh pelapukan material penyusun lereng dan pengaruh jarak sungai terhadap tingkat kestabilan lereng. Hasil analisis kondisi aktual pada Lereng X nilai FK semua penampang >2,0 dengan kondisi lereng di antara sungai dan ­void. Hasil simulasi penurunan level muka air sungai 11 m dan ­void 39 m hingga surut mempengaruhi tingkat kestabilan lereng di indikasikan adanya gaya hidrostatis terhadap lereng yang mempengaruhi nilai FK dari 2,011 menjadi 0,927. Lereng yang terlapukan oleh air juga mempengaruhi nilai FK dari 1,773 menjadi 0,790 kondisi kritis. Simulasi penambahan jarak sungai terhadap lereng berdampak baik bagi lereng dari faktor keamanan awal 0,927 pada jarak 6,4 m menjadi 1,977 pada jarak 500 m. ABSTRACTThe accumulation of water in former pit (void) affects stress redistribution and rock mass condition of the slope. The presence of a creek on the outer side of slope further increases the complexity of interaction between creek, slope, and void, thereby influencing overall slope stability. This study applies Limit Equilibrium Method with the Mohr-Coulomb failure criterion, utilizing MineScape and Rocscience Slide 6.0 software to analyze Slope X, which is directly adjacent to the creek. A series of pessimistic simulations were conducted to assess actual slope stability, including the effects of creek and void water level fluctuations, the effects of material weathering on slope stability, and the impact of creek distance on slope safety factor. The analysis of actual condition of Slope X indicates that Factor of Safety (FoS) in all cross-sections is >2.0, with the slope located between creek and void. The simulation results show that a decrease in creek water level by 11 m and void water level by 39 m significantly affects slope stability, as indicated by hydrostatic forces acting on the slope, reducing the FoS from 2.011 to 0.927. Furthermore, slope material weathering due to water infiltration decreases FoS from 1.773 to a critical value of 0.790. Increasing distance between creek and slope improves its stability, which is the initial FoS of 0.927 at a distance of 6.4 m increases to 1.977 at a distance of 500 m.
Kajian powder factor peledakan terhadap fragmentasi hasil peledakan pada pit Aster PT Madhani Talatah Nusantara Amrullah, Risky; Santoso, Eko; Ramadhan, Satrio; Melati, Sari
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16338

Abstract

Powder Factor (PF) adalah salah satu faktor yang sangat diperhatikan dalam suatu kegiatan peledakan. Powder Factor (PF) adalah perbandingan antara jumlah bahan peledak yang digunakan terhadap volume batuan yang akan diledakkan. Pada kegiatan peledakan nilai powder factor ini dijadikan suatu acuan dalam menilai keberhasilan dari suatu kegiatan peledakan. Dari nilai powder factor ini, akan mempengaruhi beberapa faktor diantaranya fragmentasi batuan hasil peledakan dan digging time alat gali muat.Metode analisis fragmentasi batuan hasil peledakan yang digunakan adalah dengan menggunakan software split desktop 2.0 untuk mengetahui nilai persentase fragmentasi aktual peledakan. Peledakan overburden pada PT Madhani Talatah Nusantara menetapkan standar nilai powder factor yakni 0,17 – 0,24 Kg/m3 dan persentase fragmentasi ukuran boulder ≥ 117 cm yang ditargetkan tidak lebih dari 15%. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 7 hari peledakan, didapatkan nilai powder factor berada pada 0,21 – 0,24 Kg/m3. Kemudian fragmentasi aktual boulder ≥ 117 cm didapatkan persentase rata-rata sebesar 0.1% dan sudah memenuhi standar perusahaan. Ditinjau dari fragmentasi batuan aktual setelah dilakukan uji coba peledakan dengan nilai PF 0,21 sampai 0,24 didaptkan  nilai powder factor yang paling optimal adalah 0,21 Kg/m3. ABSTRACTPowder Factor (PF) is one of factors that is highly considered in blasting activities. Powder Factor (PF) is the ratio between amount of explosives used and volume of rock to be blasted. In blasting operations, Powder Factor value serves as a benchmark for assessing the success of a blasting operation. This value influences several factors, including fragmentation of the blasted rock and digging time of excavation equipment.The method used to analyze rock fragmentation resulting from blasting is to use Split Desktop 2.0 software to determine actual percentage of fragmentation from blasting. Blasting of overburden at PT Madhani Talatah Nusantara sets the standard powder factor value at 0.17–0.24 kg/m³ and targets a fragmentation percentage for boulder-sized fragments (≥117 cm) of no more than 15%.Based on the results of research in 7 days of blasting, powder factor value was found between 0.21 and 0.24 kg/m3. Then, the actual fragmentation of boulders ≥ 117 cm was found to have an average percentage of 0.1% and met Ccompany standards. Based on the actual rock fragmentation after conducting blasting tests with a powder factor (PF) of 0.21 to 0.24, the most optimal powder factor value was found to be 0.21 kg/m³. 
Perancangan pit dan penjadwalan tambang batubara menurut analisis sensitivitas Break Even Stripping Ratio Adiatma, Diyan; Santoso, Eko; Melati, Sari
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18170

Abstract

Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor usaha yang memiliki potensi pendapatan tinggi, namun juga diikuti oleh tingkat risiko yang besar. Risiko tersebut dapat berasal dari fluktuasi kondisi ekonomi, khususnya perubahan harga komoditas, serta keterbatasan dan karakteristik bahan galian yang ditambang. Oleh karena itu, sebelum kegiatan penambangan dilakukan, diperlukan beberapa alternatif desain pit agar rencana penambangan dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang terjadi selama umur tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas Break Even Stripping Ratio (BESR) sebagai kriteria utama dalam perancangan Pit Alfa, merancang Pit Alfa berdasarkan tiga nilai BESR, serta menyusun penjadwalan penambangan untuk masing-masing desain pit. Analisis sensitivitas dilakukan dengan memvariasikan nilai BESR sebesar ±10%. Alternatif rancangan pit disusun dalam tiga skenario, yaitu kondisi yang diharapkan, kondisi peningkatan sebesar 10%, dan kondisi penurunan sebesar 10%. Perancangan pit dilakukan menggunakan perangkat lunak Minescape dengan model topografi dan endapan batubara yang telah tersedia. Geometri lereng Pit Alfa mengikuti geometri lereng yang diterapkan pada Pit Clara. Tahapan penambangan dirancang untuk memenuhi target produksi sebesar 50.000 ton batubara per bulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa BESR paling sensitif terhadap perubahan harga batubara. Pada harga batubara USD 42,39/ton, Pit Alfa dirancang dengan BESR 5,31, menghasilkan luas pit 24,4 ha, cadangan batubara 770.135 ton, dan umur tambang 14 bulan. Pada kondisi harga turun 10%, BESR sebesar 4,24 menghasilkan luas pit 18,2 ha, cadangan 546.884 ton, dan umur tambang 11 bulan. Sebaliknya, pada harga naik 10%, BESR sebesar 6,39 menghasilkan luas pit 30 ha, cadangan 936.780 ton, dan umur tambang 18 bulan. Kata kunci : analisis sensitivitas, BESR, penjadwalan tambang, perancangan pit ABSTRACTThe mining sector is one of the industries with high revenue potential; however, it is also associated with significant risks. These risks arise from fluctuations in economic conditions, particularly changes in commodity prices, as well as the availability and characteristics of the mined mineral resources. Therefore, prior to mining operations, several alternative pit designs must be prepared to allow flexibility in adapting to economic conditions throughout the mine life.This study aims to analyse the sensitivity of the Break Even Stripping Ratio (BESR) as a key criterion in the design of Pit Alfa, to develop Pit Alfa designs based on three BESR values, and to establish mining schedules for each pit design. The sensitivity analysis was conducted by varying the BESR parameter by ±10%. Three pit design scenarios were evaluated, representing the expected condition, a 10% increase, and a 10% decrease.Pit design was performed using Minescape software, utilizing available topographic and coal deposit models. The slope geometry of Pit Alfa was designed to follow the slope geometry applied at Pit Clara. Mining stages were developed to achieve a production target of 50,000 tons of coal per month.The results indicate that BESR is most sensitive to changes in coal price. At a coal price of USD 42.39 per ton, Pit Alfa was designed with a BESR of 5.31, resulting in a pit area of 24.4 ha, coal reserves of 770,135 tons, and a mine life of 14 months. When coal prices decrease by 10%, a BESR of 4.24 produces a pit area of 18.2 ha, coal reserves of 546,884 tons, and a mine life of 11 months. Conversely, when coal prices increase by 10%, a BESR of 6.39 yields a pit area of 30 ha, coal reserves of 936,780 tons, and a mine life of 18 months. Keywords: sensitivity analysis, break even stripping ratio, mine scheduling, pit design