Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Workshop Eco Enzyme: Edukasi pengolahan sampah organik sebagai alternatif pembersih alami rumah tangga Fadillah, Arsy Nur; Hikmana, Entus; Stephanie, Hanny
Agri Wiralodra Vol. 17 No. 2 (2025): pemasaran dan potensi usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v17i2.171

Abstract

Sampah organik di tempat pembuangan akhir (TPA) menimbulkan bau tidak sedap dan dapat menghasilkan gas metana mengakibatkan ledakan TPA. Hal ini pernah terjadi dalam tragedi ledakan TPA Leuwigajah di Bandung pada tahun 2005 . Namun dengan pengelolaan yang baik dapat diolah menjadi bahan yang bernilai ekonomis. Bahan limbah seperti libah sayuran dan kulit buah dapat diolah menjadi eco enzyme multiguna. Eco enzyme merupakan cairan alami serbaguna yang terbuat dari fermentasi bahan gula,sisa buah atau sayuran dicampur air dengan lama fermentasi tiga bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah bertujuan mengetahui respon masyarakat pada produk eco enzyme untuk diaplikasikan dalam rumah tangga. Melalui workshop eco enzyme diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk timbul keinginan mengolah sampah rumah tangga menjadi cairan eco enzyme multiguna untuk rumah tangga. Terciptanya eco enzyme dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetik, upaya go green mewujudkan zero waste dan ekonomi hijau masyarakat dapat dikelola dengan baik. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik, yaitu memusatkan pada persoalan yang ada pada masa sekarang, data yang terkumpul disusun, dijelaskan kemudian dianalisis. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan SPSS. Penelitian ini menggunakan penelitian survey kepada masyarakat yang megikuti workshop eco enzyme. Luaran dari penelitian yaitu mengetauhi minat masyarakat pada produk eco enzyme untuk diaplikasikan dalam rumah tangga. Hasil dari penelitian ini menunjukan masyarakat sangat antusias dan berminat untuk membuat eco enzyme secara mandiri dari hasil rumah tangga sendiri.
Taman Gizi dan Pembuatan Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal di Posyandu Mawar Putih dalam Upaya Pencegahan Masalah Gizi Kurang: Nutrition Garden and Making of Local Food-Based Supplemental Food at Mawar Putih Integrated Health Post in an Effort to Prevent Malnutrition Problems Widyastuti, Setyo Dwi; Dartiwen, Dartiwen; Hikmana, Entus; Rudiansyah, Rudiansyah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. Suppl-1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11iSuppl-1.8446

Abstract

Malnutrition occurs when the nutrients consumed do not meet the body's needs. To meet nutritional needs, you can use locally grown ingredients. In Wanantara Village, many plants can be used as basic ingredients for making additional food. The purpose of this community service is to increase the knowledge of posyandu cadres about nutrition for toddlers and various additional foods made from local foods, the availability of recipe books for making additional foods made from local foods, improve the skills of posyandu cadres in making additional foods based on local foods, enhance the knowledge of cadres in planting plants with a semi-hydroponic system, and provide a nutrition garden as a source of food ingredients. The activities carried out include providing education and training, and creating a nutrition garden. The results of this service are increased knowledge of posyandu cadres about nutrition for toddlers and various additional foods based on local foods, improved skills of cadres in making additional foods made from local foods, the availability of recipe books for making PMT, increased knowledge of cadres about planting plants with a semi-hydroponic system, and the availability of a nutrition garden. The conclusion is that there is increased knowledge of nutrition for toddlers, enhanced skills among cadres in preparing additional foods from local ingredients, and the availability of a nutrition garden.