Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

UJI PERTUMBUHAN MISELIA F2 DAN F3 LIMA ISOLAT CALON BIBIT JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) FAPERTA UNSIKA Nurlia Hasna Nabilah; Ani Lestari; Vera Oktavia Subarja
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.10679

Abstract

Keberhasilan budidaya jamur merang (Volvariella volvaceae) tidak hanya ditentukan oleh budidaya yang baik, tetapi juga dari kualitas biakan murni. Miselium jamur merang akan lebih cepat menyebar, lebih kuat, dan produksinya lebih baik bila menggunakan bibit sebar jamur merang turunan F3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan isolat F2 dan F3 calon bibit jamur merang (Volvariella volvaceae) Faperta Unsika yang memberikan pertumbuhan miselia terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang pada bulan Februari hingga Maret 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 5 kali ulangan dengan taraf : A = FPTP, B = FPTS, C = FP004, D = FP005, E = FP006, F =FP007, G = FP008. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang berbeda nyata antara lima isolat calon bibit jamur merang (Volvariella volvaceae) Faperta Unsika terhadap pertumbuhan miselia pada F2 dan F3. Isolat FP004 memberikan hasil terbaik pada diameter miselia F2 dan laju pertumbuhan miselia F3.
SUBTITUSI MEDIA TUMBUH JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) UNTUK BIBIT SEBAR F3 ISOLAT FP007 FAPERTA UNSIKA DI MAJALAYA KARAWANG Syakilah Aini Zuhroh; Bastaman Syah; Vera Oktavia Subardja; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.11204

Abstract

Salah satu spesies jamur yang terkenal di Asia Tenggara adalah jamur merang, tetapi disisi lain produksi jamur merang di Indonesia masih bersifat fluktuatif. Media tumbuh pada jamur merang merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil dari jamur merang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh bahan subtitusi media tumbuh yang dapat memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil bibit sebar F3 isolat FP007 Faperta Unsika di Majalaya, Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor Tunggal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata uji berbagai bahan subtitusi media tumbuh jamur merang terhadap parameter diameter badan buah dan panjang badan buah, tetapi tidak berbeda nyata terhadap bobot per badan buah dan intensitas panen. Perlakuan G (Jerami 20% + Sekam Padi 20% + Kapas 60%) memberikan hasil produksi terbaik pada budidaya jamur merang (Volvariella volvaceae
PENGUJIAN BEBERAPA KLON SEBAR F3 JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) FAPERTA UNSIKA DENGAN MEDIA TANAM JERAMI DI KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN KARAWANG Shafira Khansa Lutfiah; Ani Lestari; Winda Rianti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.10715

Abstract

Kabupaten Karawang belum memiliki bibit unggul yang tersertifikasi namun memiliki potensi menciptakan bibit unggul hasil biakan kultur murni khas Kabupaten Karawang. Salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah produksi jamur merang yaitu sulitnya mendapatkan bibit sebar yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan calon bibit sebar yang memberikan hasil produksi tertinggi pada calon bibit F3 jamur merang Faperta Unsika. Percobaan ini dilakukan dikumbung milik petani jamur merang di Dusun Pasir buah, Desa Pasirmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.Terdapat 7 perlakuan yaitu A(Tetua PI), B (Tetua PII), C (KLON 16), D (KLON 17), E (KLON 18), F (KLON 19), G (KLON 20) Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya Pengaruh nyata terhadap panjang badan buah, diameter badan buah, bobot badan buah dan intensitas panen.
UJI DAYA HASIL BEBERAPA BIBIT F3 KLON JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) FAPERTA UNSIKA PADA MEDIA JERAMI DI MAJALAYA, KABUPATEN KARAWANG Anggrita Eka Puspitasari; Ani Lestari; Winda Rianti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.10716

Abstract

Bibit yang unggul merupakan salah satu faktor dalam menentukan keberhasilan budidaya jamur merang. Ketersediaan bibit jamur merang yang berkualitas memiliki peran penting pada proses budidaya jamur merang untuk meningkatkan hasil produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bibit F3 klon jamur merang yang memberikan hasil terbaik pada daya hasil jamur merang (Volvariella volvaceae). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata bibit F3 Faperta Unsika terhadap parameter bobot per badan buah, bobot badan buah per petak, jumlah badan buah, dan konversi satu kumbung. KLON 8 memberikan hasil produksi terbaik pada budidaya jamur merang (Volvariella volvaceae).
UJI PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA ISOLAT F3 JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) KOLEKSI LABORATORIUM BIOTEKNOLOGI TANAMAN FAKULTAS PERTANIAN UNSIKA Rimba Ghazali Bungsu Sinatria; Vera Oktavia Subardja; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.12201

Abstract

Satu-satunya faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan budidaya jamur merang adalah kualitasnya, namun saat ini sulit untuk mendapatkan produk berkualitas tinggi karena rantai pasokan yang panjang. Oleh sebab itu, sifat bibit unggul dapat menjadi solusi untuk menggenjot produksi jamur merang yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan koleksi isolat jamur merang (Volvariella volvaceae) dari laboratorium bioteknologi Fakultas Pertanian Unsika yang memberikan hasil terbaik. Menggunakan faktor Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan sebagai metodologi penelitian dalam tulisan ini. Adapun 7 perlakuan isolat, yaitu A (F3 FP Putih), B (F3 FP Semi), C (F3 FP 032), D (F3 FP 033), E (F3 FP 035), F (F3 FP 036), G (F3 FP 037). Perlakuan E (F3 FP  035) memberikan hasil terbaik dibandingkan isolat F3 Faperta Unsika lainnya pada rata-rata panjang badan buah 2,70 cm, rata- rata bobot per badan buah 13,73 g dan rata-rata intensitas panen 15,20 hari.
UJI PENGARUH 5 ISOLAT HARAPAN DAN 2 TETUA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) KOLEKSI FAPERTA UNSIKA TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIA F2 DAN F3 Prameswari Hafidz Hidayat; Ani Lestari; Vera Oktavia Subardja
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.11958

Abstract

Jamur merang ( Volvariella volvaceae) merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak digemari masyarakat namun produksinya masih fluktuatif. Salah satu faktor produksi jamur merang adalah bibit. Bibit yang unggul dapat membantu meningkatkan hasil produksi jamur merang. Salah satu ciri bibit jamur merang unggul memiliki pertumbuhan miselia yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan satu isolat jamur merang koleksi Faperta Unsika yang memiliki pertumbuhan miselia F2 dan F3 yang terbaik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang pada bulan Februari-Maret 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 5 ulangan. Terdapat 7 perlakuan yaitu A (FPTP), B (FPTS), C (FP009), D (FP010), E (FP013), F (FP014) dan G (FP015). Pengaruh studi dianalisis statistik dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada tingkat 5%. Hasil penelitian perawatan perawatan 5 isolat harapan dan 2 tetua jamur merang koleksi Faperta Unsika memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan miselia F2 dan F3. Perlakuan E (FP013) memberikan hasil pertumbuhan miselia terbaik.
UJI PERTUMBUHAN MISELIA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) PADA KOMBINASI BEBERAPA MEDIA SECARA IN VITRO Amrina Rosada; Sulistyo Sidik Purnomo; Devie Rienzani Supriadi; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.12494

Abstract

Biakan yang unggul, media, serta perawatan tanpa adanya kontaminasi menjadi faktor penting untuk mendapat bibit jamur merang yang unggul. Media murni PDA (Potato Dextrose Agar) yang relatif mahal membuat cara kultur jamur merang membutuhkan pilihan media kultur lain. Arang sekam dan sekam padi berpotensi menjadi alternatif media kultur jamur merang karena kandungan karbon yang tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan kombinasi media kultur jamur merang dengan harapan dapat menghasilkan pertumbuhan miselia tertinggi biakan G2 FP007 Faperta Unsika secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang pada bulan Februari sampai dengan bulan April tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor Tunggal dengan 5 kali ulangan. Terdapat 7 perlakuan, yaitu A (PDA 100%), B (Arang Sekam 100%), C (Sekam 100%), D (PDA 80% + Arang Sekam 20%), E (PDA 80% + Sekam 20%), F (PDA 60% + Arang Sekam 20% + Sekam 20%), dan G (Arang Sekam 50% + Sekam 50%). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam taraf 5% dan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Perlakuan E (PDA 80% + Arang Sekam 20%) menunjukkan hasil rerata pertumbuhan diameter miselia tertinggi setelah perlakuan kontrol PDA 100% yaitu sebesar 6,99 cm. Perlakuan E juga memperlihatkan laju tumbuh miselia tertinggi daripada perlakuan media lainnya dengan pertumbuhan 3,32 cm/hari dikarenakan kandungan yang terdapat pada arang sekam mampu dimanfaatkan secara langsung oleh hifa jamur merang. 
Sosialisasi dan Pelatihan Teknis Budidaya dan Pembuatan Bibit Sebar F3 Baglog Jamur Merang Hasil Isolasi Laboratorium Fakultas Pertanian Unsika Di Desa Kiara, Kabupaten Karawang Ani Lestari; Tia Setiawati; Vera Octavia Subardja
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karawang merupakan salah satu sentra produksi padi di Jawa Barat, dari total lahan tanam padi seluas 89.360 hektar, produksi panen padi di Karawang per Juni 2022 mencapai 612.309,47 ton. Banyaknya hasil penen padi menyisakan Jerami yang melimpah, sebagaian petani membakar jerami namun pembakaran Jerami akan berdampak pada pencemaran udara. Oleh karena itu salah satu solusi dalam pemanfaatan Jerami adalah dengan membudidayakan jamur merang. Selain menanam padi petani juga dapat melakukan budidaya jamur merang sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Desa Kiara merupakan salah satu Desa di Kabupaten Karawang yang sebagaian besar masyarakatnya berpendapatan sebagai petani dan pedagang. Saat ini pembudidaya jamur merang hanya tersisa 3 petani saja, oleh karena itu diperlukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan bibit sebar F3 baglog jamur merang, bibit sebar merupakan hasil isolasi di laboratorium Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Selain itu diskusi terkait hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat menjadi sumber informasi Teknik budidaya bagi petani jamur merang. Sosialisasi dan Penyuluhan dilaksanakan di Kantor Kapala Desa Kiara, dengan peserta Kepala Desa dan perangkat Desa, Gapoktan, warga, dan Ibu – ibu PKK, sehingga mampu membangkitkan Kembali minat masyarakat dalam membudidayakan jamur merang.