Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

UJI PRODUKTIVITAS JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) BIBIT F3 CILAMAYA DAN KONSENTRASI MEDIA TANAM AMPAS TAHU Gita Erina Apriyanti Widiyanto; Ani Lestari; Yayu Sri Rahayu
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 46, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v46i1.3936

Abstract

Karawang is a rice center in West Java and National, rice straw potentially used as a media for merang mushroom to grow. In research, tofu pulp planting media was carried out and tested the productivity of the merang mushroom F3 seedlings from Cilamaya. The purpose of the research to obtain the composition of the tofu pulp growing media which gave the highest result towards merang mushroom growth. The research was conducted in Plant Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Singaperbangsa Karawang University and in Kumbung (Mushroom House), Pasirmulya Village, Majalaya, Karawang. The method that is used was experimental, single factor randomized block design (RBD) of 6 treatments in 4 replications, the treatments were: A (Control + Straw 100%), B (Tofu pulp 5% + straw 95%), C (Tofu plus 15% + straw 85%), D ( tofu pulp  25% + straw 75%), E (tofu pulp 35% + straw 65%) and F (tofu pulp 45% + straw 55%). The results showed that treatment C (15% tofu pulp + 85% straw) has the best value, there is a significant effect on the parameters of fruit body length of 6,98 cm, fruit body diameter with a value of 18,22 mm, number of fruit bodies with a value of 5,80, fruit body weight 10,05 g.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP SUBTITUSI SEKAM PADI DAN PEMBERIAN SUPLEMEN ORGANIK Malik Tsaqafi; Darso Sugiono; Ani Lestari
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 46, No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v46i3.5243

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a type of local mushroom that has been and is being developed in Indonesia. Efforts to find alternative media for sawdust if it is difficult to obtain or not available and the addition of nutrients from the outside by giving organic supplements to increase the growth and development of oyster mushrooms. The experiment was carried out in Bahagia Village, Babelan District, Bekasi Regency. The research method used was an experimental method with a single factor Randomized Block Design (RBD). There were 10 treatment, namely A (without the addition of media + aquades 100%), B (15% rice husk + 25% organic supplement), C (15% rice husk + 50% organic supplement), D (15% rice husk + 75% organic supplement), E (30% rice husk + 25% organic supplement), F (30% rice husk + 50% organic supplement), G (30% rice husk + 75% organic supplement), H (45% rice husk + 25% organic supplement), I (45% rice husk + 50% organic supplement) and J (45% rice husk + 75% organic supplement). The results showed that there was a significant effect of rice husk substitution and organic supplementation on the number of fruit clumps per baglog, fruit cap diameter per baglog, and fresh weight of mushrooms per baglog. Treatment C (15% rice husk + 50% organic supplement) gave the highest results on the parameters of the number of fruit clumps per baglog (1.00), fruit cap diameter per baglog (6.03 cm),  fresh weight of mushrooms per baglog (60.54 grams).
PENGARUH JENIS EKSPLAN DAN KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PEMBENTUKAN EMBRIO SOMATIK TANAMAN AGLAONEMA ACEH (AGLAONEMA ROTUNDUM) SECARA IN VITRO Hilda Wijaya; Ani Lestari; Edhi Sandra
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7365

Abstract

Penelitian tentang embriogenesis somatik aglaonema aceh (Aglaonema rotundum) telah dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai Maret 2022 di Laboratorium Kultur Jaringan Esha Flora, Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi terbaik antara jenis eksplan dan komposisi media terhadap pertumbuhan embrio somatik tanaman aglaonema aceh (Aglaonema rotundum). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari petak utama yaitu jenis eksplan dan anak petak yaitu komposisi media. Masing-masing faktor terdiri dari 3 dan 4 taraf perlakuan, sehingga dihasilkan 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA taraf 5% dan diuji lanjut menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Eksplan yang digunakan berasal dari planlet tanaman aglaonema aceh (Aglaonema rotundum) yang berumur 1 tahun setelah kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ekplan  tunas dan komposisi media M2 (MS + TDZ 2mg/l + 2,4D 4mg/l + picloram 2mg/l + GA3 2mg/l + 2-iP 8mg/l) masing-masing menunjukkan hasil terbaik pada persentase eksplan membentuk embrio somatik langsung dan waktu muncul embrio. Sedangkan kombinasi jenis eksplan tunas dengan komposisi media M3 (MS + TDZ 2mg/l + 2,4D 4mg/l + picloram 2mg/l + GA3 2mg/l + Kinetin 8mg/l) memberikan hasil terbaik pada persentase eksplan membentuk kalus embriogenik dan skor induksi embriogenesis somatik.
PENGARUH SUBSTITUSI MEDIA DAUN PISANG KERING (KLARAS) DAN PEMBERIAN NUTRISI AIR LERI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) Tiara Kasih Apriliani Zarkati; Ani Lestari; Sugiarto Sugiarto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7544

Abstract

Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan organisme saprofit yang hidup pada media organik yang sudah lapuk. Kandungan nutrisi yang terdapat pada media tumbuh menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil produksi jamur merang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari 12 perlakuan dalam 3 kali ulangan, Faktor pertama yaitu : (100%); (20%); (40%);  (60%). Sedangkan faktor kedua, yaitu :  (100%);  (50%);  (75%). Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara substitusi media tanaman daun pisang kering (klaras) dan pemberian nutrisi air leri terhadap semua parameter pengamatan. Faktor mandiri substitusi media daun pisang kering (klaras) taraf   (20%) mampu memberikan hasil tertinggi pada jumlah badan buah dan total panen per hari tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Sedangkan Faktor mandiri pemberian nutrisi air leri taraf  (75%) mampu hasil tertinggi pada panjang  badan buah, bobot bersih badan buah, total panen per hari dan intensitas panen satu musim tanam, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
PENGARUH MEDIA SUBTITUSI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) Anwar Puadi; Sugiarto Sugiarto; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7680

Abstract

Memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk budidaya jamur merang merupakan solusi alternatif sebagai media tumbuh jamur merang. Keberadaan alang-alang yang melimpah dapat dijadikan media subtitusi jamur merang mengingat kualitas jerami padi menurun akibat panen menggunakan mesin. Penggunaan alang-alang sebagai media subtitusi jamur merang dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi alang-alang yang terbaik bagi jamur merang. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasirmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Pada bulan April sampai Mei 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 ulangan. Terdapat 6 perlakuan mandiri yaitu A (100% jerami padi), B (90% jerami padi + 10% alang-alang), C (80% jerami padi + 20 % alang-alang), D (70% jerami padi + 30% alang-alang), E (60% jerami padi + 40% alang-alang), F (50% jerami padi + 50% alang +alang) sehingga terdapat 30 unit percobaan. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata berbagai komposisi alang-alang terhadap bobot total panen satu periode tanam dan intensitas lama panen satu periode tanam. Perlakuan B (90% jerami padi + 10% alang-alang) memberikan hasil tertinggi pada bobot total panen satu periode tanam (2.06 kg) dan perlakuan D memberikan hasil tertinggi pada intensitas lama panen satu periode tanam (15,80 hari). ABSTRACT Utilizing existing materials in the surrounding environment for straw mushroom cultivation is an alternative solution as a medium for straw mushroom growth. The abundance of reeds can be used as a substitute for straw mushrooms, considering that the quality of rice straw has decreased due to harvesting using machines. The use of reeds as a substitute medium for straw mushrooms in this study aims to determine the best composition of reeds for straw mushrooms..The research was conducted in Pasirmulya Village, Majalaya District, Karawang Regency. From April to May 2022. The research method used was a non-factorial Randomized Block Design (RAK) with 5 replications. There were 6 independent treatments, namely A (100% rice straw), B (90% rice straw + 10% reeds), C (80% rice straw + 20% reeds), D (70% rice straw + 30% reeds), E (60% rice straw + 40% reeds), F (50% rice straw + 50% reeds + reeds) so that there were 30 experimental units. The treatment effect was analyzed using variance and if the F test at 5% level was significant, then continued with the DMRT (Duncan Multiple Range Test) further test at 5% level to find out the best treatment. The results showed a significant effect on various compositions of reeds on total weight of harvest for one planting period and intensity of harvest time for one planting period. Treatment B (90% rice straw + 10% reeds) gave the highest yield on total harvest weight. one planting period (2.06 kg) and treatment D (70% rice straw + 30% reeds) gave the highest yield on harvesting intensity for one planting period (15.80 days).
PENGARUH MEDIA SUBTITUSI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) TERHADAP HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) DI KABUPATEN KARAWANG Sugiarto Sugiarto; Ani Lestari; Anwar Puadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8080

Abstract

Jamur merang merupakan salah satu jenis jamur yang cukup banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jamur merang ini masuk komoditi hasil pertanian tanaman hortikultura dimana nilai ekonomisnya cukup tinggi. Produksi jamur merang semakin menurun seiring menurunnya kualitas media pertumbuhan jamur merang yaitu jerami padi. Jerami padi hasil panen menggunakan mesin kualitasnya menurun karena menyebabkan jerami padi dipotong pada tengah batang sedangkan pangkal batang sampai tengah tertinggal di lahan. Diperlukan media subtitusi untuk meningkatkan kembli hasil jamur merang salah satunya adalah alang-alang. Penggunaan alang-alang sebagai media subtitusi jamur merang dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi alang-alang yang terbaik terhadap jamur merang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pasirmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang pada bulan April hingga Mei 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 ulangan. Terdapat 6 perlakuan mandiri yaitu A (100% jerami padi), B (90% jerami padi + 10% alang-alang), C (80% jerami padi + 20 % alang-alang), D (70% jerami padi + 30% alang-alang), E (60% jerami padi + 40% alang-alang), F (50% jerami padi + 50% alang +alang) sehingga terdapat 30 unit percobaan. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan paling baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada berbagai komposisi alang-alang terhadap panjang badan buah, diameter badan buah, bobot badan buah, jumlah badan buah. Perlakuan B (90% jerami padi + 10% alang-alang) memberikan hasil tertinggi pada panjang badan buah (2,73 cm), bobot badan buah (9.59 g), dan jumlah badan buah (15,45 buah).
Pengaruh Beberapa Formulasi Sitokinin Terhadap Penyediaan Bibit dan Pertumbuhan Eksplan Tanaman Pule Pandak (Rauvolfia serpentina (L.) Benth. ex Kurz) Secara In Vitro Anita Widya Karyaningtyas; Ani Lestari; Edhi Sandra
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i1.3914

Abstract

Propagation of pule pandak (Rauvolfia serpentina (L.) Benth. Ex Kurz) conventionally shows growth from seeds and stem cuttings of less than 15%. The low growth percentage is due to the seeds have hard coats, so the germination of the seeds is very low. One of the technologies that can be used and provides hope in the supply of seeds in large quantities and in a relatively short time is the in vitro culture technique. The aim of this study was to determine does the several cytokinin formulations administration affected the growth of pule pandak (Rauvolfia serpentina (L.) Benth. ex Kurz) plant explants. The study was conducted at Esha Flora, Bogor from April 2022 to July 2022. The experiment used a single factor Completely Randomized Design (CRD) consisting of 1 factor using 4 combinations of cytokinins (2-IP, TDZ, BAP and Kinetin) and repeated 10 times so that there are 40 experimental units for 12 weeks. The data obtained were then analyzed using the ANOVA test at a significant level of 5%. The results showed that the S1 treatment (Modified MS Media + 2-IP 2 mg/l + TDZ 0.1 mg/l + BAP 0.5 mg/l and Kinetin 0.5 mg/l) was the best cytokinin formulation to produce the highest average number of shoots was 8.87 shoots, the highest explant height was 2.49 cm and the fastest average of somatic embryogenesis emergence time was 23.3 DAP. Somatic embryo phase in treatment S1, S2 and S3 experienced globular, heart and torpedo phases. Keywords: Cytokinine, Somatic Embryogenesis, Tissue Culture, Rauvolfia serpentina (L.) Benth. Ex Kurz
Respon Pertumbuhan Miselia F2 pada Media PDA dan F3 pada Baglog Beberapa Nomor Isolat Harapan Jamur Merang (Volvariella volvaceae) FAPERTA UNSIKA secara In Vitro Widya Pramudita; Ani Lestari; Devie Rienzani Supriadi
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i1.4214

Abstract

Straw mushroom (Volvariella volvaceae) is a type of edible mushroom that is great demand because it has good nutrition and high economic value. In the cultivation of straw mushroom, pure culture is needed which is free from contamination and has superior genetic characteristics both in terms of quality and quantity, which will then produce superior straw mushroom seeds. Superior seeds are factors that affect the production and yield of straw mushroom. The purpose of this study was to obtain one hopeful isolate of the straw mushroom Faperta UNSIKA that gave the best mycelial growth in vitro. The research was conducted at the Laboratory of Biotechnology and Plant Breeding, Faculty of Agriculture, Singaperbangsa Karawang University, located in Puseurjaya Village, Telukjambe Timur District, Karawang Regency and start from December 2022 - February 2023. The research method used was experimental with a single factor Randomized Block Design (RBD). There are 7 treatments, namely A (White Elder), B (Semi Elder), C (FP016), D (FP018), E (FP019), F (FP020) and G (FP021). Each treatments was repeated 5 times. The effect of the treatment was analyzed by analysis of variance and if the F test at 5% level was significant, to find out the best treatment, proceed with the DMRT (Duncan Multiple Range Test) at the 5% level. The results showed that there was a significant effect of some numbers hopeful isolate straw mushroom Faperta UNSIKA on the growth of F2 mycelia on PDA media and F3 on baglog in vitro. Treatment A (White Elder) gave the highest yield on the growth diameter of F2 mycelia on PDA media of 6,40 cm with the highest growth rate of 1,91 cm/day and treatment E (FP019) gave the highest yield on the growth length of F3 mycelia baglog of 13,21 cm with the highest growth rate of 2,70 cm/day. Keywords: Isolate Faperta UNSIKA, Mycelia, Straw Mushroom
UJI PERTUMBUHAN MISELIA 5 ISOLAT HARAPAN FAPERTA UNSIKA DAN 2 TETUA JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) PADA F2 MEDIA PDA DAN F3 MEDIA BAGLOG Tita Puspitasari; Ani Lestari; Devie Rienzani Supriadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.11406

Abstract

Jamur merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki pertumbuhan konsumsi perkapita paling tinggi dibandingkan dengan beberapa komoditas hortikultura lainnya. Jamur merang banyak digemari oleh kalangan masyarakat, selain kandungan gizi yang tinggi jamur merang juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Keberhasilan budidaya jamur merang diawali dengan pemilihan bibit jamur yang baik dan berkualitas. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang selama 2 bulan, dari bulan Desember 2022 hingga bulan Februari 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 ulangan. Terdapat 7 perlakuan, yaitu A (FP Putih), B (FP Semi), C (FP032), D (FP033), E (FP035), F (FP036), G (FP037).  Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan analisis ragam dan jika uji F taraf 5% signifikan, maka dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan E (FP035) memberikan hasil tertinggi pada F2 media PDA sebesar 7 cm memenuhi cawan petri pada saat hari ke-5 setelah inokulasi. Perlakuan C (FP032) memberikan hasil tertinggi pada F3 media baglog sebesar 8,328 cm.
KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL 5 ISOLAT DAN 2 TETUA F3 JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) FAPERTA UNSIKA DI MAJALAYA, KABUPATEN KARAWANG Annisa Nanda Ariati; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.10413

Abstract

Jamur merupakan salah satu komoditas holtikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia serta berpotensi untuk dikembangkan. Saat ini ketersediaan bibit jamur berkualitas belum memadai, dan harganya yang cenderung mahal. Bibit merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh terhadap hasil produksi jamur merang. Oleh karena itu sifat bibit unggul dapat menjadi solusi dalam meningkatkan produksi jamur merang yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan satu isolat jamur merang (Volvariella volvaceae) yang memberikan keragaan pertumbuhan dan hasil terbaik di Majalaya Kabupaten Karawang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata isolat F3 Faperta Unsika terhadap parameter diameter badan buah, panjang badan buah, bobot per badan buah, dan intensitas panen. Isolat KLON 5 memberikan hasil produksi terbaik pada budidaya jamur merang (Volvariella volvaceae).