Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH SUBSTITUSI MEDIA SERABUT KELAPA DAN PEMBERIAN NUTRISI EKSTRAK TAUGE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) Aullia Oktaviani; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6830

Abstract

Budidaya jamur merang dapat dilakukan dengan menggunakan media tanam yang diperoleh dari limbah hasil pertanian.Pada percobaan ini digunakan media tanam serabut kelapa dan pemberian nutrisi organik ekstrak tauge, yang bertujuan untuk mengetahui komposisi media dan dosis nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil jamur merang.Metode percobaan yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 3 ulangan. Terdapat 9 perlakuan, yaitu A (serabut kelapa 0% + ekstrak tauge 0%); B (serabut kelapa 0% + ekstrak tauge 40%); C (serabut kelapa 0% + ekstrak tauge 60%); D (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 0%); E (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 40%); F (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 60%); G (serabut kelapa 30% + ekstrak tauge 0%); H (serabut kelapa 30% + ekstrak tauge 40%); I (serabut kelapa 30% + ekstrak tauge 60%) sehingga terdapat 27 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji F taraf 5% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan Perlakuan G (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 0%) memberikan hasil tertinggi terhadap panjang dan bobot badan buah jamur merang yaitu 3,24 cm dan 11,87 g dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK FISIOLOGI JAGUNG HIBRIDA UNPAD DENGAN SISTEM TANAMAN MONOKULTUR JAGUNG TUMPANGSARI JAGUNG (Zea mays L.) KEDELAI (Glycine max L.) UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI KARAWANG Santikasari Santikasari; Dedi Ruswandi; Muhammad Syafi’i; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4909

Abstract

Jagung merupakan salah satu bahan pangan utama sesudah padi serta menjadi salah satu komoditas yang terus alami kenaikan permintaan bersamaan dengan berkembangnya industri pengolahan jagung serta pakan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan varietas jagung pipil terbaik berdasarkan karakteristik fisiologi pada pola tanamn tumpang sari. Percobaan dilakukan di lahan milik Peruri, yang beralamat di Jalan Raya Peruri, Pinayungan, Kec. Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Splitplot Design).  Penelitian ini terdiri dari 22 perlakuan monokultur jagung dengan 3 kali ulangan, 22 perlakuan tumpangsari sistem baris antara jagung-kedelai dengan 3 kali ulangan, 22 perlakuan tumpangsari sistem baris antara jagung-ubi dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 66 unit percobaan. Terdapat pengaruh nyata pada semua parameter seperti, rendemen, hasil brangkasan, biomassa, bobot tongkol dengan kelobot dan bobot tongkol tanpa kelobot. Hasil teringgi 4271,73 g per plot dicapai oleh galur DR 11 x DR 16 pada sistem monokultur, sedangkan hasil terendah dicapai oleh tumpangsari jagung ubi dengan hasil 2170 g.
PENGARUH KETEBALAN DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM JERAMI DAN SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG F3 JENIS MERDEKA DI KABUPATEN KARAWANG Anggini Riyaldi Putri; Sulistyo Sidik Purnomo; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6838

Abstract

Jamur merang termasuk dalam golongan jamur saprofit.Oleh sebab itu, media tanam merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya jamur merang.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam jerami dan sekam padi yang memberikan hasil tertinggi pada ketebalan media terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang F3 jenis merdeka di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan.Faktor pertama adalah ketebalan media yang terdiri dari 3 taraf, yaitu t1 (15 cm), t2 (20 cm), dan t3 (25 cm).Sedangkan faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 4 taraf, yaitu m1 (100% jerami), m2 (75% jerami + 25% sekam), m3 (50% jerami + 50% sekam), m4 (25% jerami + 75% sekam).Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara ketebalan dan komposisi media tanam jerami dan sekam padi terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil jamur merang.Namun, terdapat faktor mandiri komposisi media tanam taraf m2 dapat memberikan hasil tertinggi pada jumlah badan buah dan taraf m4 pada lama masa panen.Keduanya berbeda nyata dengan m1, tetapi tidak berbeda nyata dengan komposisi media tanam lainnya.
Uji Virulensi 100 Isolat Cendawan Blas (Pyricularia oryzae Cavara) terhadap Satu Set Varietas Padi Diferensial Indonesia Ani Lestari
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.951 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i1.249

Abstract

Salah satu permasalahan utama dalam upaya peningkatan produksi padi adalah terjadinya serangan penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Magnaphorte oryzae B. Couch (anamorf Pyricularia oryzae Cavara). Penyakit blas merupakan penyakit penting pada pertanaman padi. Patogen penyakit blas memiliki keragaman genetik dan kemampuan beradaptasi yang tinggi sehingga dapat dengan cepat mematahkan ketahanan varietas yang baru ditanam. Penanaman varietas tahan harus disesuaikan dengan keberadaan populasi ras blas pada lokasi tersebut. Untuk itu informasi hasil monitoring keberadaan ras blas di suatu agroekositem sangat diperlukan. Penelitian ini dilakukan tahun 2009 sampai 2010, di BB-Biogen, penelitian bertujuan untuk 1) memperoleh isolat blas dengan frekuensi intensitas serangan dan tingkat virulensi tertinggi, 2) melakukan pengelompokan ras dominan per daerah asal isolat, serta 3) mendapatkan informasi keragaman genetik cendawan blas dari empat daerah berbeda yaitu : Sukabumi, Lampung, Jasinga, dan Sitiung berdasarkan tingkat virulensinya. Analisis keragaman fenotipik dilakukan dengan cara menguji satu set varietas diferensial Indonesia terhadap 100 isolat blas daun dan leher malai koleksi BB-Biogen. Berdasarkan hasil pengujian fenotipe telah teridentifikasi bahwa 100 isolat blas terdiri dari 19 ras yang berbeda. Banyaknya macam ras dalam satu lokasi berkisar antara 4-12 macam. Ras 001 merupakan ras yang dominan dengan frekuensi virulensi tertinggi, yaitu 35 % (35 isolat) dari total populasi. Ras 001 terdapat di seluruh lokasi sampling yaitu Sukabumi, Lampung, Jasinga, dan Sitiung. Terdapat pula ras spesifik lokasi, yaitu 1) ras 153, 235, dan ras 313 yang merupakan ras spesifik di Sukabumi, 2) ras 060, 061, dan ras 101 di Jasinga, dan 3) ras 021, 023, 033, dan 103 di Sitiung. Nilai keragaman genetik (Hi) pada tiap lokasi (Lampung, Sukabumi, Jasinga dan Sitiung) berkisar antara 0.79 (Lampung) sampai 0.82 (Sukabumi, Jasinga, dan Sitiung). Hasil perhitungan nilai koefisien diferensiasi genetik (GST) menunjukkan nilai GST yang cukup tinggi yaitu 0.76. Kata Kunci: Virulensi, blast, Pyricularia, Ras
Isolasi, Karakterisasi, dan Produksi Inokulan Jamur Merang (Volvariella volvaceae bull. Ex. Fr) sing dari Beberapa Lokasi Budidaya di Karawang Ani Lestari
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.292 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.722

Abstract

Karawang have been some of area become center of edible mashroom production, the problem in the production of mushroom is the farmers can’t to preparation of mushroom inoculant. The aim of this research is to get the best inoculant of edible mushroom whom use for spawn from Karawang. This research conducted by explorative design used four kind of edible mushroom source; Cilamaya, Purwasari, Lamaran and Pacing. Edible mushroom isolation doing by dilution methode until 10-7 by Saraswati (2008). Constanted purity of isolat from macro and microskopist analize in PDA media by place count. The last phase in this reaserchis to get the best spawn of edible mushroom based on direction radial growht rate and interaction betweet all kind of edible mushroom. The best kind of edible musroom inoculated to grain carrier. The result showed that the best radial direction growth rate is edible mushroom from Cilamaya (64,17 mm) compre with Lamaran (61,18 mm), Purwasari (57,82) and the lower is Pacing (43,31). The same result in colony area as long as interaction growth test, edible mushroom from Cilamaya give the best performance compare with the other. Edible mushroom from Cilamaya is the best based on growt rate colony radial test and interaction in PDA media with other all of kind.Keywords: Edible mushroom, isolation, characterization, Karawang
Uji Laju Pertumbuhan Miselia Jamur Merang (Volvariella volvaceae) Lokasi Purwasari Terhadap Jenis Media Biakan Murni Dan Umur Panen Yang Berbeda Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru Saputro; Rakim Adiansyah
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.37 KB) | DOI: 10.33661/jai.v4i1.1775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan laju pertumbuhan miselia jamur merang tertinggi terhadap jenis media biakan murni dan umur panen jamur merang lokasi Purwasari Kabupaaten Karawang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai dengan Januari 2018, dengan menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 10 pelakuan dan 3 kali ulangan dengan taraf : A = Potato Dextrose Agarose (PDA) + umur panen hari ke 1, B = PDA+ umur panen hari ke 3, C = PDA + umur panen hari ke 5, D = PDA + umur panen hari ke 7, E = PDA + umur panen hari ke 10, F = air cucian beras merah + umur panen hari ke 1, G = air cucian beras merah + umur panen hari ke 3, H = air cucian beras merah + umur panen hari ke 5, I = air cucian beras merah + umur panen hari ke 7, J = air cucian beras merah + umur panen hari ke 10. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh nyata laju pertumbuhan miselia jamur merang pada jenis media biakan murni dan umur panen yang berbeda. Jenis media Potato Dextrose Agarose (PDA) panen umur hari ke 1 berpengaruh nyata pada diameter miselia jamur merang dan jenis media air cucian beras merah umur panen hari ke 7 memberikan pengaruh nyata pada laju pertumbuhan miselia arah koloni radial.Kata kunci: Jamur merang, biakan murni, Purwasari, umur panen
Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi NAA (Naphthalene Acetic Acid) dan BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap Multiplikasi Tunas Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) Isna Lutfiani; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru; Sri Suhesti
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v7i1.6111

Abstract

Sugarcane (Saccharum officinarum L.) is one of the plantation commodities that have high economic value because it is the main raw material in the manufacture of sugar. Generally, sugarcane propagation was done by vegetative cuttings, but this method has drawbacks. In vitro plant, culture is an alternative technique for producing quality sugarcane seed, a high number of seeds with shoot multiplication. This research aims to review the influence of concentration NAA and BAP on shoot multiplication of sugarcane (Saccharum officinarum L.). The study was conducted in the Laboratory of Superior Farm Seed Management Unit, Indonesian Agency for Agricultural Research and Development from June until August 2021. Explant material used was young rolled leaves collected from AMS variety sugarcane. The experiment was arranged in Factorial Completely Randomized Design (RAL), with 12 treatments, and five replication. Explants were cultured during 8 weeks in MS media with concentration NAA ( 0 ppm, 0.5 ppm, and 1 ppm), and BAP (0 ppm, 1 ppm, and 2 ppm, 3 ppm). The parameters measured were the date of shoot initiation, number of shoots, length of shoot, number of leaves, date of root initiation, number of the root, length of root, and color of the shoot. The data were analyzed using ANOVA at the confidence level of 95%. The results showed that interaction between NAA and BAP in promoting Saccharum officinarum L. Micro cutting growth was observed. The combination between NAA of 0 ppm and BAP of 2 ppm was found to be the best in date of shoot initiation, number of shoots, and number of the leaf. The combination between NAA 1 ppm and BAP 0 ppm was recommended to promote the root number and length of the root.
PENGARUH KOMBINASI JENIS MEDIA TUMBUH DAN JENIS NUTRISI ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) Rizfi Yusuf Assyafa; Ani Lestari; Rommy Andhika Laksono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6022

Abstract

Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan komoditas hasil pertanian yang bergizi serta bernilai ekonomis tinggi. Kandungan nutrisi pada media tumbuh merupakan faktor yang mempengaruhi produksi dan hasil jamur merang. Oleh karena itu, penggunaan media tumbuh yang tepat bisa menjadi alternatif solusi peningkatan produksi jamur merang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi media tumbuh dan nutrisi organik yang memberikan hasil tertinggi jamur merang. Percobaan dilaksanakan di kumbung jamur merang Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang pada bulan Juli sampai Agustus 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Terdapat 10 kombinasi perlakuan, yaitu A (kontrol), B (bekatul + ekstrak kulit kentang), C (Bekatul + air kelapa), D (Bekatul + air leri), E (ampas tahu + ekstrak kulit kentang), F (ampas tahu + air kelapa), G (ampas tahu + air leri), H (cocopeat + ekstrak kulit kentang), I (cocopeat + air kelapa), dan J (cocopeat + air leri). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi jenis media tumbuh dan nutrisi organik terhadap parameter bobot total per petak, tetapi tidak berbeda nyata pada parameter lainnya. Perlakuan I (cocopeat + air kelapa) memberikan hasil tertinggi pada bobot total per petak jamur merang yaitu 228,51 g.
RESPON EKSPLAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) TERHADAP PEMBERIAN KINETIN DAN NAA (Naphthalene Acetic Acid) SECARA IN VITRO Joseph Safri Samsudin Munthe; Endang Hadipoentyanti; Sri Suhesti; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru; Adi Setiadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6025

Abstract

Vanili ( Vanilla planifolia Andrews.) merupakan salah satu tanaman industri penting sebagai tanaman penghasil vanillin yang dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap rasa, aroma dan selera ( zat penyedap ). Perbanyakan tanaman vanili menggunakan bahan tanam yang sedikit untuk menghasilkan tanaman baru secara massal dan bebas penyakit yang dapat diperoleh melalui kultur jaringan atau secara in vitro . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respons eksplan vanili akibat pemberian kinetin dan NAA secara tunggal serta mengetahui interaksi akibat pemberian kinetin dan NAA terhadap respons eksplan vanili secra in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan statistik parametrik menggunakan uji F taraf 5% Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kinetin dan NAA pada beberapa konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap proporsi eksplan hidup, waktu muncul tuna, persentase eksplan menghasilkan tuna. Perlakuan kombinasi kinetin dan NAA A 3 B 1 (kinetin 3mg/l + NAA 0,1 mg/l) memberikan pengaruh pengaruh terhadap rata-rata panjang akar vanili yaitu 5,35 cm. Pemberian NAA secara tunggal pada konsentrasi 0,1 mg/l memberikan rata-rata jumlah akar tertinggi dengan nilai 2,8.
PENGARUH INTERAKSI PEMBERIAN AMPAS TAHU DAN PUPUK ORGANIK CAIR SUPER A-1 TERHADAP PRODUKTIVITAS JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae (Bull). Singer) Vivian Rizky Hassan; Ani Lestari; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6068

Abstract

Peningkatan produktivitas dalam budidaya jamur merang memerlukan adanya inovasi berupa variasi penambahan media tumbuh yang memiliki nutrisi tinggi dengan harga yang cukup efisien. Salah satu alternatif solusi penambahan media adalah dengan pemanfaatan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh komposisi media penambahan ampas tahu yang optimal terhadap produksi jamur (Volvariella volvaceae (Bull.) Singer). Penelitian dilaksanakan di kumbung jamur merang Karang Anyar, Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai November 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari sembilan perlakuan dalam empat kali ulangan, sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama adalah penambahan ampas tahu pada media tumbuh yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : P1(penambahan 30%), P2 (penambahan 50%), dan P3 (penambahan 70%), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Super A-1 yang terdiri dari 3 taraf yaitu, A1 (10 cc/liter), A2 (15 cc/liter), dan A3 (20 cc/liter). Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi signifikan pada faktor penambahan POC dengan dosis 20 cc terhadap bobot total jamur dengan rerata bobot mencapai 0,85 kg.