Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pijat Bayi Usia 6 – 12 Bulan terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Febri Safitri; Triana Indrayani; Retno Widowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1442

Abstract

Berdasarkan penelitian bahwa bayi dengan kualitas tidur yang buruk memberikan dampak yang negatif pada perkembangannya, seperti bayi menjadi mudah emosi, konsentrasi dan imunitas tubuh menurun. Faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada bayi antara lain aktivitas atau kelelahan, pemenuhan nutrisi, kondisi kesehatan dan lingkungan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah dengan pijat bayi. Tujuan untuk mengetahui efektivitas pijat bayi usia 6 – 12 bulan terhadap peningkatan kualitas tidur di Rw 01 Kelurahan Gunung Batu Kota Bogor. Penelitian ini quasi eksperiment dengan one group pretest-posttest design without control group. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 bayi yang berusia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intrumen penelitian menggunakan lembar checklist Brief Infant Sleep Questionnaire. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil uji statistik menunjukkan dengan nilai Asymp Sig (2tailed)=0,000 (α< 0,05). Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan dalam peningkatan kualitas tidur pada bayi usia 6-12 bulan yang diberikan perlakukan pijat bayi. Ada pengaruh yang bermakna pada peningkatan kualitas tidur sebelum dan sesudah pada bayi usia 6 – 12 bulan yang dilakukan pijat bayi.
Perbandingan Efektivitas Konsumsi Madu Akasia dan Madu Multi Flora terhadap ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 1-3 Bulan Nur Samsiah; Triana Indrayani; Retno Widowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1461

Abstract

Indonesia menargetkan cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi secara nasional sebesar 80%. Permasalahan produksi ASI sedikit umumnya karena makanan yang dikonsumsi. Madu dapat meningkatkan produksi ASI. Banyak jenis madu yang ada di Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah membandingkan 2 jenis madu Akasia dan madu Multiflora yang paling baik dikonsumsi ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan two group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu menyusui bayi usia 1-3 bulan di Kelurahan Sindangrasa Bogor Timur Kota Bogor Jawa Barat yang berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 50 ibu menyusui dengan rincian 25 responden diberi madu Akasia dan 25 responden diberi madu Multiflora. Ibu minum madu Akasia dan Multiflora setiap pagi dan sore setelah makan sebanyak 10 ml selama 2 minggu. Indikator peningkatan produksi ASI yaitu berat badan bayi dan frekuensi BAB. Analisis yang digunakan Independent t-test untuk berat badan bayi dan uji mann-withney untuk frekuensi BAB. Hasil menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada produksi ASI berdasarkan indikator berat badan bayi dan frekuensi buang air besar bayi dengan masing-masing p value 0.000 dan p value 0.011. Berdasarkan berat badan bayi, pada ibu yang mengkonsumsi madu akasia rata-rata lebih tinggi daripada ibu-ibu yang konsumsi madu Multiflora. Berdasarkan frekuensi BAB, tidak ada perbedaan frekuensi BAB pada bayi yg ibu minum madu Akasia maupun Multiflora dengan p value 0.087 dan.0.389. Ibu sebaiknya mengkonsumsi madu untuk meningkatkan produksi ASI. Priporitas yang bisa dipilih adalah madu Akasia.
Efektivitas Baby Gym terhadap Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi Usia 6 – 9 Bulan Evi Ayu Purnamasari; Triana Indrayani; Retno Widowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1462

Abstract

Masa bayi merupakan masa emas dan masa kritis perkembangan. Di usia 6 – 9 bulan kemampuan motorik kasar bayi dimulai dengan duduk tanpa pegangan lalu berdiri dengan pegangan. Baby gym adalah teknik yang merangsang pertumbuhan, perkembangan khususnya kemampuan motorik kasar bayi secara optimal. Di Indonesia diketahui 7,5% bayi yang mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Tujuan untuk mengetahui efektivitas baby gym terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan di Desa Sukadamai Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah quasi experimental dengan bentuk one group pretest posttest design. Teknik pengambilan sampling yaitu menggunakan purposive sampling berjumlah 20 bayi. Instrumen penelitian menggunakan lembar KPSP. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan p value 0,000 atau < 0,05 berarti terdapat pengaruh yang signifikan dalam perkembangan motorik kasar pada bayi antara sebelum dan sesudah baby gym. Ada pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan skor perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan setelah perlakuan baby gym.
Pengaruh Pijat Laktasi terhadap Produksi ASI Ibu Nifas Jihan El Arief Hanubun; Triana Indrayani; Retno Widowati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i2.858

Abstract

Ketidaklancaran ASI merupakan masalah yang dialami ibu menyusui. Ibu sering mengeluhkan puting lecet dan bayinya sering menangis, sehingga tidak memberikan ASI. Penyebab ketidaklancaran ASI salah satunya adalah penurunan produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI, untuk mengeluarkan ASI dibutuhkan upaya nonfarmakologis berupa pijat laktasi. Menganalisis pengaruh pijat laktasi terhadap produksi ASI ibu nifas di Klinik Utama Anny Rahardjo Pasar Rebo Jakarta. Menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel secara total sampling sejumlah 20 ibu nifas yang sesuai kriteria inklusi dan eklusi penelitian. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test. Hasil Sebelum dilakukan pijat laktasi sebagian besar produksi ASInya banyak sejumlah 0 (0%), cukup sejumlah 3 ibu (15%), kurang sejumlah 17 ibu (85%), sesudah dilakukan pijat laktasi sebagian besar responden produksi ASInya banyak sejumlah 19 ibu (95%), cukup sejumlah 1 ibu (5%), kurang sejumlah 0 (0%). Uji statistik t-test menunjukkan nilai p = 0,000 < α (0,05).
The Differences in The Consumption of Soy Milk and Green Bean Juice on Breast Milk Production Among Postpartum Women at The Health Center of Tangerang Regency Bunga Tiara Carolin; Retno Widowati; Dewi Rahmawati
Healthy-Mu Journal Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v5i2.216

Abstract

Based on data from a preliminary study conducted at the Sukadiri health centre, from 10 postpartum women for 4-7 days who were interviewed, it was found that 7 postpartum women experienced non-smooth production of breast milk caused by nutritional factors where the mother did not know what foods could facilitate breastfeeding. Meanwhile, 3 postpartum women produced breast milk smoothly. This tudy to determine the differences in the consumption of soy milk and green bean juice on breast milk production among postpartum women at the Sukadiri Health Center, Tangerang Regency. This study was a Quasi Experiment study with a pretest-post test control group design. The research sample was 30 people, with a purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis, with dependent t test and independent t test. The results of the dependent t test on postpartum women who consumed soy milk with a p value of 0.000 and postpartum women who consumed green bean juice p value was 0.000. Meanwhile, the results of the independent t test between groups found that there was no difference between the consumption of soy milk and green bean juice on breast milk production in postpartum women with a p value of 0.162. There is an increase in milk production in women who consume soy milk and consume who consume green bean juice. Whereas in the two intervention groups there was no difference, which means that if the women is bored with soy milk, she can consume green bean juice, because both soy milk and green bean juice can increase the milk production of postpartum women. Therefore, it is hoped that the Health Centre will be able to provide non-pharmacological therapies that are useful in increasing breast milk production in post-partum women who are breastfeeding with soy milk or green bean juice programs.
Perbandingan Pemberian Madu Akasia dan Madu Multiflora Terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Ciawi Tahun 2023 Anik Widia Wahyuni; Retno Widowati; Febry Mutiariami Dahlan
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 1 (2023): JKP Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i1.605

Abstract

Latar belakang: Menurut Riskesdas dari tahun 2013-2018 proporsi anemia pada ibu hamil meningkat dari 37,1% menjadi 48,9% sedangkan target RPJMN tahun 2019 sebesar 28%.Tujuan: Mengetahui Pengaruh Pemberian Madu Akasia dan Madu Multiflora Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Puskesmas CiawiMetode: Quasi experimental dengan pretest dan posttest design. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Ciawi Kabupaten Bogor pada bulan Januari 2023. Populasi yaitu ibu hamil trimester III sejumlah 146 ibu hamil, sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu 40 sampel untuk kelompok eksperimen dan kontrol.Hasil: Berdasarkan nilai P-value pretest yaitu 0,454 yang berarti tidak adanya perbedaan kenaikan kadar hemoglobin antara kelompok intervensi I (madu Akasia) dan kelompok kontrol pada ibu hamil trimester III dengan anemia. Begitupun pada posttest yaitu 0,682 yang berarti tidak ada perbedaan kenaikan kadar hemoglobin antara kelompok intervensi dan kelompok intervensi II pada ibu hamil trimester III dengan anemiaKesimpulan:Tidak adanya perbedaan antara kelompok intervensi I dan intervensi II terhadap pemberian madu Akasia dan madu multifloral terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di Wilayah Puskesmas Ciawi Tahun 2023.Saran: Pencegahan anemia dapat dilakukan menggunakan madu akasia dan madu multifloral sebagai alternatif khususnya pada ibu hamil trimester III.  
Pengaruh Pemberian Madu Akasia terhadap Nyeri Menstruasi pada Remaja Putri Nurul Hasanah Okti Riskasari; Retno Widowati; Febry Mutiariami Dahlan
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 1 (2023): JKP Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i1.602

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia, prevalensi nyeri menstruasi sebesar 64,25%, di mana tiga perempat mengalami nyeri ringan hingga berat dan sisanya mengalami nyeri menstruasi tingkat berat. Prevalensi kejadian nyeri menstruasi di Jawa Barat sebesar 54,9% dan di Kota Bogor mencapai 63,2%. Hal ini lebih dari 50% remaja putri di kota Bogor mengalami nyeri pada saat menstruasi. Nyeri menstruasi memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup remaja putri, di mana seseorang akan memiliki keterbatasan kegiatan sehari-hari khususnya kegiatan belajar di sekolah.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian madu akasia terhadap nyeri menstruasi pada remaja putri  Metode: Desain penelitian quasi experimental dengan two group pre and posttest design with control group. Populasi remaja awal putri sebanyak 270 remaja putri. Sampel berjumlah 22 orang di kelompok intervensi dan 22 orang di kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di SMPN 3 Citeureup pada bulan Januari 2023. Madu akan diberikan 2 kali sehari selama 2 hari berturut-turut sebanyak 25 ml / hari.Hasil: Rata-rata nyeri menstruasi awal pada kelompok intervensi madu akasia yakni 7,50 yang tergolong kedalam nyeri berat. Analisa Uji Independen T-test dapat dilihat nilai rata-rata intensitas nyeri pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi sama-sama mendapatkan hasil yaitu 0,2409. sedangkan nilai p-value = 0,000< α (0,05),Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian madu akasia terhadap nyeri menstruasi pada remaja  putri
Efektivitas Jahe dan Madu Akasia terhadap Mual dan Muntah Ibu Hamil Trimester I Yeni Kurniawati; Retno Widowati; Febry Mutiariami Dahlan
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 1 (2023): JKP Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i1.601

Abstract

Latar belakang: Prevalensi kasus mual muntah di Indonesia 1-3% dari seluruh kehamilan. Dampak mual muntah dapat menjadi hiperemesis gravidarium, serta mengakibatkan menurunnya cairan elektrolit didalam tubuh, memperlambat peredaran darah, nafsu makan menurun, gangguan nutrisi, dehidrasi, penurunan berat badan dan pengaruh pada bayi yaitu berat badan lahir rendah, prematur dan asfiksia.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian rebusan jahe dan madu akasia terhadap mual dan muntah ibu hamil Trimester 1Metode: Quasi experimental dengan two group pre and posttest design. Teknik sampling cluster random sampling, berjumlah 40 orang ibu hamil yang mengalami mual muntah untuk kelompok intervensi I dan intervensi II . Penelitian dilakukan di Wilayah Puskesmas Ciawi Januari 2023.Hasil: Rata-rata pretest 9,15 dan postest 5,25 dari intervensi I. Rata-rata prestest 8,65 dan postest 6,65 dari Intervensi II. Ada pengaruh pemberian jahe dan madu akasia terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I dan tidak ada perbedaan signifikan kelompok intervensi I dan intervensi II.Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian rebusan jahe dan madu akasia terhadap mual muntah ibu hamil trimester 1.Saran: Dapat dipraktikan secara mandiri rebusan jahe dan madu akasia untuk mual muntah ibu hamil.
Hubungan Penerapan Metode Kanguru terhadap Kestabilan Tanda-tanda Vital pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Pasar Rebo Chairunnisa Fitria Romadhoni; Diah Argarini; Retno Widowati
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkkn.v1i1.2259

Abstract

Menurut data WHO, prevalensi BBLR di dunia mencapai 20 juta (15,5%) setiap tahunnya, dan negara berkembang menjadi penyumbang terbesar, yaitu sekitar 96,5%. Salah satu tindakan yang dapat diberikan pada bayi dengan berat badan lahir rendah adalah perawatan metode kanguru. Perawatan metode kanguru merupakan metode perawatan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan skin to skin contact dengan ibu atau anggota keluarga lainnya agar bayi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerapan metode kanguru dengan tanda-tanda vital bayi berat lahir rendah di ruang Perina, Delima dan NICU RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Uji yang digunakan adalah uji Person Chi-Square. Hasil uji Person Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (P-value = 0,000) antara penerapan metode PMK dengan suhu, denyut jantung dan pernapasan bayi berat lahir rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan metode kangguru terhadap kestabilan tanda-tanda vital pada bayi berat lahir rendah (BBLR). Diharapkan tenaga kesehatan khususnya rumah sakit mampu memberikan penatalaksanaan bayi berat lahir rendah dengan menggunakan penerapan metode kanguru secara efektif dan optimal
AANALISIS FAKTOR RISIKO PENYEBAB PENULARAN COVID-19 PADA TENAGA KESEHATAN DI JAKARTA SELATAN Yenny Aulya; Evania Sale Gegu; Retno Widowati
Menara Medika Vol 6, No 1 (2023): VOL 6 NO 1 SEPTEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i1.4662

Abstract

Pendahuluan: Coronavirus disease 2019 (COVID-19 ) yaitu penyakit menular yang diakibatkan oleh virus Sars-Cov-2 yang penyebarannya dari manusia ke  manusia melalui droplet yang keluar dari batuk dan bersin. Tenaga kesehatan merupakan profesi yang secara langsung melakukan interaksi dengan pasien yang terkonfirmasi COVID-19  sehingga sangat rentan terpapar bahkan tertular penyakit infeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyebab penularan COVID-19  pada tenaga kesehatan di Jakarta Selatan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang tenaga kesehatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan hasil bahwa yaitu ketepatan pemakaian APD p-value 0,0610,05, cuci tangan pakai sabun p-value 0,1410,05, kontak erat p-value 0,0000,05, pengetahuan p-value 0,0840,05, komorbid p-value 0,4150,05 dan beban kerja p-value 0,0010,05. Kesimpulan dan Saran: Diketahui faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan penularan COVID-19  pada tenaga kesehatan yaitu kontak erat dan beban kerja, sedangkan faktor risiko yang tidak berhubungan yaitu ketepatan pemakaian APD, cuci tangan pakai sabun, pengetahuan dan komorbid. Diharapkan upaya tenaga kesehatan untuk tetap teliti dan mematuhi prosedur dalam menerapkan protokol kesehatan saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat agar tidak tertular virus COVID-19 .