Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Persepsi Siswa SMA Negeri 4 Pekanbaru terhadap Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Snowball Throwing pada Materi Kosakata Bahasa Jepang Muhammad Faiz Nazya; Merri Silvia Basri; Intan Suri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa SMA Negeri 4 Pekanbaru terhadap pembelajaran kooperatif dengan teknik Snowball Throwing pada materi kosakata bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Pekanbaru yang telah mengikuti pembelajaran bahasa Jepang menggunakan teknik Snowball Throwing. Sampel penelitian berjumlah 45 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dengan skala Likert yang terdiri atas 20 pernyataan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung skor dan persentase pada setiap indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memberikan persepsi positif terhadap penerapan teknik Snowball Throwing dalam pembelajaran kosakata bahasa Jepang. Indikator interaksi sosial memperoleh persentase tertinggi sebesar 86,15%, diikuti oleh kemudahan memahami materi sebesar 83,02% dan motivasi belajar sebesar 82,40%. Sementara itu, indikator tantangan pembelajaran memperoleh persentase sebesar 68,22%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknik Snowball Throwing mampu meningkatkan partisipasi aktif, kerja sama, motivasi belajar, serta membantu siswa memahami kosakata bahasa Jepang dengan lebih baik. Meskipun masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan kesulitan menjawab pertanyaan secara spontan, secara keseluruhan teknik ini efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan
Hubungan antara Kelancaran Membaca dan Self-assessment dalam Pembelajaran Extensive Reading pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Rahmadani Rahmadani; Merri Silvia Basri; Dini Budiani
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelancaran membaca dan Self-assessment dalam pembelajaran Extensive Reading (Tadoku) pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 30 mahasiswa angkatan 2024. Data kelancaran membaca dikumpulkan melalui tes membaca lisan yang mencakup indikator akurasi dekoding dan kecepatan membaca, sedangkan data Self-assessment diperoleh melalui kuesioner berskala Likert yang telah divalidasi (21 butir, Cronbach’s Alpha = 0,854). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat kelancaran membaca mahasiswa berada pada kategori sedang; (2) nilai Self-assessment mahasiswa berada pada kategori tinggi; dan (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kelancaran membaca dan Self-assessment dengan koefisien korelasi ρ = 0,468 (p = 0,009), yang termasuk dalam kategori hubungan sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa dengan Self-assessment lebih baik cenderung memiliki kelancaran membaca yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengajar untuk mengintegrasikan Self-assessment secara lebih terstruktur dalam pembelajaran Tadoku.
Hubungan antara Kelancaran Membaca dan Self-assessment dalam Pembelajaran Extensive Reading pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Rahmadani Rahmadani; Merri Silvia Basri; Dini Budiani
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelancaran membaca dan Self-assessment dalam pembelajaran Extensive Reading (Tadoku) pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 30 mahasiswa angkatan 2024. Data kelancaran membaca dikumpulkan melalui tes membaca lisan yang mencakup indikator akurasi dekoding dan kecepatan membaca, sedangkan data Self-assessment diperoleh melalui kuesioner berskala Likert yang telah divalidasi (21 butir, Cronbach’s Alpha = 0,854). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat kelancaran membaca mahasiswa berada pada kategori sedang; (2) nilai Self-assessment mahasiswa berada pada kategori tinggi; dan (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kelancaran membaca dan Self-assessment dengan koefisien korelasi ρ = 0,468 (p = 0,009), yang termasuk dalam kategori hubungan sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa dengan Self-assessment lebih baik cenderung memiliki kelancaran membaca yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengajar untuk mengintegrasikan Self-assessment secara lebih terstruktur dalam pembelajaran Tadoku.
Video sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jepang: Studi Respon Mahasiswa terhadap Tema Pariwisata Lokal : Video as a Medium for Japanese Language Learning: A Study of Students’ Responses to the Theme of Local Tourism Sri Wahyu Widiati; Zuli Laili Isnaini; Intan Suri; Mutiara Rahmi Utami; Putri Rahayuningtyas; Merri Silvia Basri
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 12 No. 1 (2026): Japanese Linguistic and Language
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v12i1.105867

Abstract

The purpose of this research is to explore students' perceptions of the use of Japanese language learning videos that highlight local tourism themes in Riau Province. The methodology employed is a quantitative approach with a survey design involving 30 students from the Japanese Language Education Program at Universitas Riau. Data collection was conducted using a questionnaire consisting of closed-ended questions measured by a Likert scale to assess important criteria related to the use of teaching media. The results indicate a positive response regarding the learning videos with an average score of 90%. Meanwhile, 100% of respondents stated that this educational product is capable of providing insights into Riau tourism. The representation aspect of local Riau culture was rated at 97%, while daily applicable content reached 78.8%. The motivation to learn increased to 93.9%, as reported by students who felt encouraged to learn further. The findings emphasize the importance of integrating local cultural themes into foreign language learning, especially Japanese, and demonstrate that learning videos can be an effective solution to meet educational needs in the tourism sector. Recommendations for further development of teaching products are provided to enhance the effectiveness of Japanese language education in Indonesia.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN CHATGPT DAN CANVA DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL: KEGIATAN PENGABDIAN PADA GURU SMA/MA DI KOTA BATAM Charlina Charlina; Erni Erni; Merri Silvia Basri; Elvrin Septyanti; Andiana Perizga; Mhd. Virzha Nafandri Utama
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59640

Abstract

Pemanfaatan ChatGPT dan Canva dalam pembelajaran telah dilakukan oleh guru SMA/MA di Kota Batam, namun penggunaannya belum optimal karena fitur yang tersedia belum dimanfaatkan secara menyeluruh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kedua aplikasi tersebut dalam pengembangan bahan ajar digital. Metode yang digunakan adalah capacity building melalui pelatihan, praktik, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap mulai dari sosialisasi, pelatihan penggunaan fitur, praktik pengembangan bahan ajar, hingga evaluasi produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 100% peserta berhasil menghasilkan bahan ajar digital, dengan 82% berkategori baik, serta terjadi peningkatan kemampuan penggunaan ChatGPT (85%) dan Canva (80%). Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan bahan ajar digital. Dengan demikian, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.