Linda Setiawati
Perpustakaan Dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Archival service practices at Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung Alifa Baiduri Hayatunnufus; Linda Setiawati
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.95037

Abstract

Archives, in their use within institutions, have evolved from physical to digital formats. This indicates that the archival system must be more organized, more effective, and Information Communication and Technology (ICT)-based, particularly in organizing auction minutes and in archival borrowing and return services. Librarian Professionalism Internship Program aims to provide direct learning experiences for students and to enhance the effectiveness of archival management at partner agencies. This activity was conducted as a one-semester internship at the Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) in Bandung. The methods employed span the pre-implementation and implementation stages, with a hands-on field approach that includes data collection, data structuring, archival numbering, archival services, and the application of ICT. The findings indicate that the use of spreadsheet-based databases, Google Forms for archival borrowing, barcode creation, and archival shelf numbering can increase information retrieval efficiency, facilitate archive monitoring, and reduce the burden of manual record-keeping. This activity provides dual benefits, namely improving student competence and optimizing archive management at KPKNL Bandung.   Abstrak Arsip dalam penggunaannya di sebuah instansi mengalami berbagai macam perkembangan mulai dari arsip yang berbentuk fisik hingga arsip yang berbentuk digital. Hal tersebut menandakan bahwa sistem kearsipan harus lebih tertata, efektif, dan berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) khususnya dalam pengorganisasian arsip risalah lelang serta layanan peminjaman dan pengembalian arsip. Librarian Professionalism Internship Program bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa sekaligus membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip di instansi mitra. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan magang satu semester di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung. Metode yang digunakan meliputi tahapan pra-pelaksanaan dan pelaksanaan, dengan pendekatan praktik langsung di lapangan yang mencakup pendataan, penataan, penomoran arsip, layanan arsip, serta penerapan TIK. Temuan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan database berbasis spreadsheet, penggunaan Google Form untuk peminjaman arsip, pembuatan barcode dan penomoran rak arsip mampu meningkatkan efisiensi temu balik informasi, mempermudah pemantauan arsip, serta mengurangi kendala pencatatan manual. Kegiatan ini memberikan manfaat ganda, yaitu peningkatan kompetensi mahasiswa dan optimalisasi pengelolaan arsip di KPKNL Bandung. Kata Kunci: arsip; layanan arsip; pengelolaan arsip
Manajemen kerjasama pendidikan (sekolah dan masyarakat) Linda Setiawati; Eka Prihatin
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.162

Abstract

Salah satu manajemen sekolah yang sering terlupakan adalah manajemen kerjasama sekolah dalam hal ini sekolah dan masyarakat, di mana kadang hal tersebut merasa tidak terlalu penting terjalin, padahal kerjasama antara sekolah dan masyarakat merupakan salah satu aspek penting untuk peningkatan mutu pendidikan. Masyarakat memiliki peran multi, di satu pihak sebagai pendukung, pengontrol dan customer dari pendidikan, peran kerjasama ini menjadi utama manakala tahun ajaran baru, di mana sekolah membutuhkan calon peserta didik. Dan ekspektasi masyarakat terhadap sekolah terbentuk dari besarnya jaringan kerjasama.
Strengthening students' digital literacy for 21st-century learning in Islamic boarding schools Fikri Dwi Oktaviani; Linda Setiawati
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.84688

Abstract

Digital literacy skills are a crucial need in 21st-century education, including in the context of religious-based education such as Islamic boarding schools. Students play a strategic role as the younger generation. Therefore, mastering information technology is essential. However, many students do not have adequate digital access, understanding, and skills. This program was implemented to improve the digital literacy of students at Nurul Mukhlasin Islamic Boarding School. This aims to equip students with relevant digital skills to support 21st-century learning competencies. The methods used were interactive lectures and participatory discussions, adapted to the characteristics of the participants. Evaluation using observation, pretest, and posttest measurements. The results showed a significant increase in three main aspects: understanding the concept of digital literacy, the ability to evaluate information critically, and increasing creativity in producing educational content using digital applications, such as Canva. Digital literacy is a strategic step to supporting 21st-century learning competencies, critical thinking, communication, collaboration, and creativity. Integration of digital literacy into the Islamic boarding school curriculum can form an adaptive and responsible generation. It is recommended to develop a learning ecosystem that supports the sustainability of technology, strengthening the capacity of educators and providing adequate digital infrastructure.   Abstrak Keterampilan literasi digital merupakan kebutuhan krusial dalam pendidikan abad ke-21, termasuk dalam konteks pendidikan berbasis agama seperti pesantren. Santri memiliki peran strategis sebagai generasi muda, sehingga penguasaan teknologi informasi menjadi krusial. Meskipun demikian, masih banyak santri yang belum memiliki akses, pemahaman, dan keterampilan digital yang memadai. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Mukhlasin. Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan keterampilan digital yang relevan untuk mendukung kompetensi pembelajaran abad-21. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif dan diskusi partisipatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi serta pengukuran pretest-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama, yakni pemahaman konseptual literasi digital, kemampuan mengevaluasi informasi secara kritis, termasuk mengidentifikasi hoaks dan ujaran kebencian, serta peningkatan kreativitas dalam menghasilkan konten edukatif menggunakan aplikasi digital seperti Canva. Penguatan literasi digital menjadi langkah strategis untuk mendukung kompetensi pembelajaran abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Oleh karena itu, integrasi literasi digital ke dalam kurikulum pesantren dapat membentuk generasi yang adaptif dan bertanggung jawab. Disarankan agar pesantren mengembangkan ekosistem pembelajaran yang mendukung pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan, baik melalui penguatan kapasitas pendidik maupun penyediaan infrastruktur digital yang memadai. Kata Kunci: literasi digital; pembelajaran abad ke-21; pondok pesantren; santri
Increasing the confidence of students at the Nurul Mukhlasin Islamic Boarding School through participatory discussion methods Liddya Ganda Asmara; Linda Setiawati; Dimas Saputra
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.84686

Abstract

Self-confidence is a crucial aspect of personal development, particularly for students in Islamic boarding schools who face numerous social and academic challenges. Self-confidence development activities at Nurul Mukhlasin Islamic Boarding School involve community service initiatives designed to enhance students' self-confidence and self-esteem. This service is provided due to the low level of self-confidence that hinders students' active participation in various activities within and outside the Islamic boarding school. The methods employed are lectures and participatory discussions, which involve direct interaction between facilitators and students to develop communication and self-expression skills. Twenty-two students participated in the activity. We evaluated by measuring changes in self-confidence levels before and after the activity through the distribution of questionnaires and direct observation. The evaluation results showed a significant increase in aspects of self-confidence, public speaking skills, involvement in discussions, and self-expression before and after the activity, which had a positive impact on students' communication skills, social interactions, and learning motivation. These findings confirm the benefits and effectiveness of the participatory discussion method as a medium for self-development in Islamic boarding schools and are recommended for continuous implementation in student development programs.   Abstrak Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam perkembangan pribadi, terutama bagi santri di lingkungan pondok pesantren yang menghadapi tantangan sosial dan akademik beragam. Kegiatan pembinaan kepercayaan diri di Pondok Pesantren Nurul Mukhlasin merupakan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kepercayaan diri santri. Pengabdian ini dilaksanakan karena rendahnya tingkat kepercayaan diri yang menghambat partisipasi aktif santri dalam berbagai kegiatan di dalam maupun di luar pesantren. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi partisipatif yang melibatkan interaksi langsung antara fasilitator dan santri untuk membangun kemampuan komunikasi dan ekspresi diri dengan jumlah partisipan kegiatan sebanyak 22 orang santri. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan tingkat kepercayaan diri sebelum dan sesudah kegiatan melalui penyebaran kuesioner dan observasi langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, keterlibatan dalam diskusi, serta ekspresi diri sebelum dan sesudah kegiatan yang berdampak positif pada kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan motivasi belajar santri. Temuan ini menegaskan manfaat dan efektivitas metode diskusi partisipatif sebagai media pengembangan diri di pondok pesantren dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam program pembinaan santri. Kata Kunci: kepercayaan diri, motivasi belajar, pondok pesantren
Peningkatan Literasi Lingkungan bagi Guru Sekolah Menengah di Kabupaten Garut: Enhancement of Environmental Literacy for Secondary School Teachers in Garut Regency Angga Hadiapurwa; Linda Setiawati; Gema Rullyana; Suci Yanti Ramadhan; Lutfi Khoerunnisa; Hafsah Nugraha; Diemas Arya Komara
DEDIKASI: Community Service Reports Vol. 8 No. 1 (2026): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v8i1.3185

Abstract

Kapasitas guru dalam mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum, masih menjadi kendala utama bagi guru sekolah menengah di Kabupaten Garut untuk menghadapi tantangan lingkungan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah menengah di Garut dalam menyusun dan mengintegrasikan kurikulum berbasis literasi lingkungan melalui program pendampingan yang terstruktur. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan pendampingan dan pelatihan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik pada pengetahuan guru mengenai konsep literasi lingkungan dan strategi implementasinya di kelas. Guru dengan literasi lingkungan yang lebih tinggi lebih mampu untuk mengembangkan materi ajar yang relevan, mendorong diskusi kritis mengenai isu-isu lingkungan di kelas, dan menjadi teladan bagi murid dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Pendampingan untuk meningkatkan pemahaman konsep literasi lingkungan, peran guru dan sekolah, serta implementasi pada pembelajaran menjadi fondasi strategis untuk memperkuat implementasi CCE di tingkat sekolah sebagai upaya meningkatkan literasi lingkungan, karena guru yang kompeten adalah kunci utama dalam mencetak generasi muda yang sadar dan peduli terhadap tantangan lingkungan. Pendampingan yang terfokus merupakan strategi efektif untuk menjembatani kebijakan pendidikan lingkungan dengan praktik nyata di sekolah, serta menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi yang lebih responsif terhadap tantangan ekologis lokal.