Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN GERAK DASAR MANIPULATIF ANAK USIA 6 – 8 TAHUN DI RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK (RPTRA) UTAN KAYU SELATAN Arifin, Indra Khairul; Siregar, Nofi Marlina; Nuraini, Sri
Journal of Sport Science and Tourism Activity Vol 4, No 1 (2025): Journal of Sport Science and Tourism Activity (JOSITA)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/josita.v4i1.32498

Abstract

Gerak dasar merupakan suatu kemampuan yang penting dikuasai oleh setiap anak agar dapat melatih dan menghasilkan gerakan – gerakan yang kompleks. Modifikasi permainan tradisional adalah sebuah aplikasi permainan yang dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar pada anak, terutama gerak dasar manipulatif. Modifikasi permainan tradisional adalah sebuah permainan yang diadaptasi dari sebuah permainan tradisional lalu dimodifikasi dari peraturan serta peralatan yang dipakai.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan modifikasi permainan tradisional dalam meningkatkan gerak dasar manipulatif pada anak usia 6 – 8 tahun di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Utan Kayu Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Action Research dengan model Kemmis & Mc Taggart, menggunakan analisis data kualitatif deskriptif dan analisis kuantitatif statistik deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak II siklus dengan jumlah 12 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada gerak dasar manipulatif anak dengan memperoleh nilai rata – rata pada tes awal 63,8, siklus I 72,8 hasilnya gerak dasar manipulatif pada anak usia 6 – 8 tahun yang tuntas sebanyak 5 (41,7%) anak. Lalu dilakukanlah siklus II dan mencapai nilai rata – rata 82,2 dan hasilnya gerak dasar manipulatif pada anak usia 6 – 8 tahun yang tuntas sebanyak 12 (100%) dan dinyatakan tuntas dan berhasil dapat meningkatkan gerak dasar manipulatif anak usia 6 – 8 tahun di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Utan Kayu Selatan.
Basic Movement Training Through Traditional Games For Students In Elementary School Sari, Eka Fitri Novita; Siregar, Nofi Marlina; Ali, Masnur; Asri, Novri
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7540

Abstract

This basic movement training through traditional games at SDN 01 Kamasan, Serang Regency, Banten aims to improve students' gross motor skills through fun activities that are relevant to their culture. Traditional games such as congklak, engklek, ucing-ucingan, and gasing were chosen because they contain basic movements such as running, jumping, throwing, and catching that are important for children's physical development. The training was conducted using demonstration, active participation, and group discussion methods. The observation results showed an increase in students' basic movement skills after attending the training. In addition, students also looked more enthusiastic and motivated in participating in learning activities as much as 85% of students. This training is expected to be an effective and fun alternative in developing students' basic movement skills, while preserving the noble values contained in traditional games.Pelatihan Gerak Dasar Melalui Permainan Tradisional untuk Siswa Sekolah DasarABSTRAKPelatihan gerak dasar melalui permainan tradisional di SDN 01 Kamasan, Kabupaten Serang, Banten ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa melalui aktivitas yang menyenangkan dan relevan dengan budaya mereka. Permainan tradisional seperti congklak, engklek, ucing-ucingan, dan gasing dipilih karena mengandung gerakan-gerakan dasar seperti berlari, melompat, melempar, dan menangkap yang penting bagi perkembangan fisik anak. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode demonstrasi, partisipasi aktif, dan diskusi kelompok. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan gerak dasar siswa setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, siswa juga terlihat lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sebanyak 85% Siswa. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan gerak dasar siswa, sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan tradisional.Kata Kunci:Gerak dasar; permainan tradisional
Locomotive Game Model Training for Early Childhood Asri, Novri; Siregar, Nofi Marlina; Sari, Eka Fitra Novita; Ali, Masnur
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7525

Abstract

Early childhood is a critical period for developing motor skills, especially locomotor movements such as walking, running, and jumping. However, many parents and educators lack adequate understanding and skills to apply effective and engaging play models that support optimal motor development. This community service activity aimed to provide training for parents and educators on implementing locomotor movement play models that are enjoyable, educational, and developmentally appropriate for young children. The activity was conducted at SD Negeri 1 Kamasan, Serang–Banten, through a combination of socialization sessions, practical training, and guided play simulations involving the children. Evaluation results showed a significant increase in participants’ knowledge, with average scores rising from 60.4 (pretest) to 86.6 (posttest), and the majority of participants classified in the high improvement category. Moreover, children’s motor skills improved by an average of 41.7%, particularly in jumping and coordination abilities. These findings indicate that locomotor play models are effective in enhancing the physical development of early childhood and can serve as a strategic approach integrated into early childhood education environments. The training also successfully raised awareness among parents and educators regarding the importance of physical activity as an essential component of holistic child development.Pelatihan Model Permainan Gerak Lokomotor untuk Anak Usia DiniABSTRAKMasa usia dini merupakan fase krusial dalam perkembangan keterampilan motorik anak, khususnya keterampilan gerak lokomotor seperti berjalan, berlari dan melompat. Sayangnya, banyak orang tua dan pendidik belum memiliki pemahaman serta keterampilan yang memadai dalam menerapkan model permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan motorik anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada orang tua dan pendidik tentang penerapan model permainan gerak lokomotor yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kamasan, Serang–Banten, melalui metode sosialisasi, pelatihan praktik, dan simulasi permainan bersama anak-anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari rata-rata pretest 60,4 menjadi rata-rata posttest 86,6, dengan mayoritas peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam kategori tinggi. Sementara itu, kemampuan motorik anak mengalami peningkatan rata-rata sebesar 41,7%, terutama pada aspek melompat dan koordinasi gerak. Temuan ini menunjukkan bahwa model permainan gerak lokomotor efektif dalam mendukung perkembangan motorik anak usia dini, serta dapat menjadi pendekatan strategis yang dapat diintegrasikan dalam lingkungan pendidikan anak usia dini. Pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran orang tua dan pendidik tentang pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian integral dari pendidikan anak secara holistik.Kata Kunci:Anak usia dini; Gerak lokomotor; Keterampilan motorik
First Aid Training for Accidents in Recreational Sports Tourism Siregar, Nofi Marlina; Novita Sari, Eka Fitri; Ali, Masnur; Asri, Novri
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7573

Abstract

Recreational sports tourism activities involving the community and educational institutions such as elementary schools are often accompanied by the risk of minor to moderate accidents, such as injuries, sprains, fainting, and even broken bones. Unfortunately, community preparedness in providing first aid for accidents (P3K) is still relatively low due to the lack of systematic training and education. Therefore, this community service activity aims to improve the capacity of sports teachers and residents around SDN Kamasan 01, Serang Regency, in handling emergency incidents through practice-based P3K training. The implementation method includes interactive lectures, P3K technique displays, case simulations, and distribution of pocket modules to 40 participants. Evaluation was carried out through pretest-posttest and direct observation during the simulation. The results of the training showed a significant increase in the knowledge and skills of participants, with an average increase of 68% and 85% of participants were able to disseminate basic P3K techniques correctly. This activity proves that community-based P3K training is effective in building an emergency response culture and improving the safety of recreational sports activities. It is hoped that similar activities can be replicated in other schools and communities as part of community safety education.Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Di Wisata Olahraga RekreasiABSTRAKKegiatan wisata olahraga rekreasi yang melibatkan masyarakat dan institusi pendidikan seperti sekolah dasar sering kali diwarnai dengan risiko kecelakaan ringan hingga sedang, seperti luka, terkilir, pingsan, bahkan patah tulang. Sayangnya, kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) masih tergolong rendah akibat kurangnya pelatihan dan edukasi yang sistematis. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru olahraga dan warga sekitar SDN Kamasan 01, Kabupaten Serang, dalam menangani kejadian darurat melalui pelatihan P3K berbasis praktik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi teknik P3K, simulasi kasus, dan pembagian modul saku kepada 40 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest serta pengamatan langsung saat simulasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 68% dan 85% peserta mampu mempraktikkan teknik P3K dasar dengan tepat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan P3K berbasis komunitas efektif dalam membangun budaya tanggap darurat dan meningkatkan keamanan kegiatan olahraga rekreasi. Diharapkan, kegiatan serupa dapat direplikasi di sekolah dan komunitas lain sebagai bagian dari edukasi keselamatan publik.Kata Kunci:Pertolongan Pertama; Wisata Olahraga; P3K; Masyarakat; Sekolah Dasar
Validity Test of the Locomotor Learning Model in Children Aged 6-8 Years Sari, Eka Fitri Novita; Marlina Siregar, Nofi; Mitsalina, Dinan
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 17 Number 2 November 2023
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPUD.172.07

Abstract

The locomotor learning model for early childhood developed in Indonesia is still not innovative. Therefore, researchers intend to develop an innovative locomotion learning model. This research aims to obtain the validity of the locomotor movement learning model to improve locomotor movement in children aged 6-8 years. The validation data collection method used Focus Group Discussion (FGD) by 5 experts. The validity of the learning model is assessed based on content and construct validity. The content and construct validation results through expert FGDs show that the locomotor learning model for children aged 6-8 years is included in the very valid category. These findings suggest that, theoretically, it is sound and may be used to help kids between the ages of six and eight develop their locomotor skills. Researchers' locomotor movement learning model offers tremendous potential for academics and practitioners to conduct more studies based on its construct validity and content results. One area that warrants further investigation is the applicability and efficacy of the locomotor movement learning model for 6–8-year-old children. Keywords: locomotor learning model, Children 6-8 years References: Alawiyah, N., & Attamim, N. (2020). The Development of Fine Motor and Visual Motor Skills of Children 4-5 Years Old to Get Ready Write. JECIES: Journal of Early Childhood Islamic Education Study, 1(1), 15-33. doi:https://doi.org/10.33853/jecies.v1i1.52 Andriyani, F. D., Biddle, S. J. H., Arovah, N. I., & de Cocker, K. (2020). Physical activity and sedentary behavior research in Indonesian youth: A scoping review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(20), 1–15. https://doi.org/10.3390/ijerph17207665 Bunketorp Käll, L., Malmgren, H., Olsson, E., Lindén, T., & Nilsson, M. (2015). Effects of a Curricular Physical Activity Intervention on Children’s School Performance, Wellness, and Brain Development. Journal of School Health, 85(10), 704–713. https://doi.org/10.1111/josh.12303 Dewolf, A. H., Sylos Labini, F., Ivanenko, Y., & Lacquaniti, F. (2021). Development of Locomotor-Related Movements in Early Infancy. Frontiers in Cellular Neuroscience, 14. https://doi.org/10.3389/fncel.2020.623759 Darni & Gusti Handayani. (2020). Development of Motor Learning Model Based on Game and Fun Activities. Proceedings of the 1st Progress in Social Science, Humanities and Education Research Symposium (PSSHERS 2019), 398–401. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200824.09 Eddy Marheni, Firunika Intan Cahyani, & Eko Purnomo. (2021). Implementation of Motor Learning on Social Skills in Children. Proceedings of the 1st International Conference on Sport Sciences, Health, and Tourism (ICSSHT 2019), 83–87. https://doi.org/10.2991/ahsr.k.210130.016 Human, department oh health and, & Services. (2016). Physical activity guidelines for Americans 2nd edition. The Oklahoma Nurse, 53(4), 25. https://doi.org/10.1249/fit.0000000000000472 Janssen, I., & LeBlanc, A. G. (2010). Systematic review of the health benefits of physical activity and fitness in school-aged children and youth. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 7. https://doi.org/10.1186/1479-5868-7-40 Michel, J., Bernier, A., & Thompson, L. A. (2022). Physical Activity in Children. JAMA Pediatrics, 176(6), 622. https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2022.0477 Sari, E. F. N., Sujarwo, & Sukiri, S. (2019). Basic Locomotor Movement of First Grade Students of Elementary School. Proceedings of the 5th International Conference on Physical Education, Sport, and Health (ACPES 2019). Proceedings of the 5th International Conference on Physical Education, Sport, and Health (ACPES 2019), Semarang, Indonesia. https://doi.org/10.2991/acpes-19.2019.42 Sullivan, K. J., Kantak, S. S., & Burtner, P. A. (2008). Motor learning in children: feedback effects on skill acquisition. Physical therapy, 88(6), 720–732. https://doi.org/10.2522/ptj.20070196 Syafril, S., Susanti, R., Fiah, R. E., Rahayu, T., Pahrudin, A., Yaumas, N. E., & Ishak, N. M. (2018). Four Ways of Fine Motor Skills Development in Early Childhood. https://doi.org/10.31227/osf.io/pxfkq Tomaczkowski, L., & Klonowska, J. (2020). Physical activity of school children and youth. Baltic Journal of Health and Physical Activity, 12(2), 83–87. https://doi.org/10.29359/bjhpa.12.2.09