Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN GERAK DASAR MANIPULATIF ANAK USIA 6 – 8 TAHUN DI RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK (RPTRA) UTAN KAYU SELATAN Arifin, Indra Khairul; Siregar, Nofi Marlina; Nuraini, Sri
Journal of Sport Science and Tourism Activity Vol 4, No 1 (2025): Journal of Sport Science and Tourism Activity (JOSITA)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/josita.v4i1.32498

Abstract

Gerak dasar merupakan suatu kemampuan yang penting dikuasai oleh setiap anak agar dapat melatih dan menghasilkan gerakan – gerakan yang kompleks. Modifikasi permainan tradisional adalah sebuah aplikasi permainan yang dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar pada anak, terutama gerak dasar manipulatif. Modifikasi permainan tradisional adalah sebuah permainan yang diadaptasi dari sebuah permainan tradisional lalu dimodifikasi dari peraturan serta peralatan yang dipakai.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan modifikasi permainan tradisional dalam meningkatkan gerak dasar manipulatif pada anak usia 6 – 8 tahun di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Utan Kayu Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Action Research dengan model Kemmis & Mc Taggart, menggunakan analisis data kualitatif deskriptif dan analisis kuantitatif statistik deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak II siklus dengan jumlah 12 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada gerak dasar manipulatif anak dengan memperoleh nilai rata – rata pada tes awal 63,8, siklus I 72,8 hasilnya gerak dasar manipulatif pada anak usia 6 – 8 tahun yang tuntas sebanyak 5 (41,7%) anak. Lalu dilakukanlah siklus II dan mencapai nilai rata – rata 82,2 dan hasilnya gerak dasar manipulatif pada anak usia 6 – 8 tahun yang tuntas sebanyak 12 (100%) dan dinyatakan tuntas dan berhasil dapat meningkatkan gerak dasar manipulatif anak usia 6 – 8 tahun di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Utan Kayu Selatan.
Validity Test of the Locomotor Learning Model in Children Aged 6-8 Years Sari, Eka Fitri Novita; Marlina Siregar, Nofi; Mitsalina, Dinan
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 17 Number 2 November 2023
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPUD.172.07

Abstract

The locomotor learning model for early childhood developed in Indonesia is still not innovative. Therefore, researchers intend to develop an innovative locomotion learning model. This research aims to obtain the validity of the locomotor movement learning model to improve locomotor movement in children aged 6-8 years. The validation data collection method used Focus Group Discussion (FGD) by 5 experts. The validity of the learning model is assessed based on content and construct validity. The content and construct validation results through expert FGDs show that the locomotor learning model for children aged 6-8 years is included in the very valid category. These findings suggest that, theoretically, it is sound and may be used to help kids between the ages of six and eight develop their locomotor skills. Researchers' locomotor movement learning model offers tremendous potential for academics and practitioners to conduct more studies based on its construct validity and content results. One area that warrants further investigation is the applicability and efficacy of the locomotor movement learning model for 6–8-year-old children. Keywords: locomotor learning model, Children 6-8 years References: Alawiyah, N., & Attamim, N. (2020). The Development of Fine Motor and Visual Motor Skills of Children 4-5 Years Old to Get Ready Write. JECIES: Journal of Early Childhood Islamic Education Study, 1(1), 15-33. doi:https://doi.org/10.33853/jecies.v1i1.52 Andriyani, F. D., Biddle, S. J. H., Arovah, N. I., & de Cocker, K. (2020). Physical activity and sedentary behavior research in Indonesian youth: A scoping review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(20), 1–15. https://doi.org/10.3390/ijerph17207665 Bunketorp Käll, L., Malmgren, H., Olsson, E., Lindén, T., & Nilsson, M. (2015). Effects of a Curricular Physical Activity Intervention on Children’s School Performance, Wellness, and Brain Development. Journal of School Health, 85(10), 704–713. https://doi.org/10.1111/josh.12303 Dewolf, A. H., Sylos Labini, F., Ivanenko, Y., & Lacquaniti, F. (2021). Development of Locomotor-Related Movements in Early Infancy. Frontiers in Cellular Neuroscience, 14. https://doi.org/10.3389/fncel.2020.623759 Darni & Gusti Handayani. (2020). Development of Motor Learning Model Based on Game and Fun Activities. Proceedings of the 1st Progress in Social Science, Humanities and Education Research Symposium (PSSHERS 2019), 398–401. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200824.09 Eddy Marheni, Firunika Intan Cahyani, & Eko Purnomo. (2021). Implementation of Motor Learning on Social Skills in Children. Proceedings of the 1st International Conference on Sport Sciences, Health, and Tourism (ICSSHT 2019), 83–87. https://doi.org/10.2991/ahsr.k.210130.016 Human, department oh health and, & Services. (2016). Physical activity guidelines for Americans 2nd edition. The Oklahoma Nurse, 53(4), 25. https://doi.org/10.1249/fit.0000000000000472 Janssen, I., & LeBlanc, A. G. (2010). Systematic review of the health benefits of physical activity and fitness in school-aged children and youth. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 7. https://doi.org/10.1186/1479-5868-7-40 Michel, J., Bernier, A., & Thompson, L. A. (2022). Physical Activity in Children. JAMA Pediatrics, 176(6), 622. https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2022.0477 Sari, E. F. N., Sujarwo, & Sukiri, S. (2019). Basic Locomotor Movement of First Grade Students of Elementary School. Proceedings of the 5th International Conference on Physical Education, Sport, and Health (ACPES 2019). Proceedings of the 5th International Conference on Physical Education, Sport, and Health (ACPES 2019), Semarang, Indonesia. https://doi.org/10.2991/acpes-19.2019.42 Sullivan, K. J., Kantak, S. S., & Burtner, P. A. (2008). Motor learning in children: feedback effects on skill acquisition. Physical therapy, 88(6), 720–732. https://doi.org/10.2522/ptj.20070196 Syafril, S., Susanti, R., Fiah, R. E., Rahayu, T., Pahrudin, A., Yaumas, N. E., & Ishak, N. M. (2018). Four Ways of Fine Motor Skills Development in Early Childhood. https://doi.org/10.31227/osf.io/pxfkq Tomaczkowski, L., & Klonowska, J. (2020). Physical activity of school children and youth. Baltic Journal of Health and Physical Activity, 12(2), 83–87. https://doi.org/10.29359/bjhpa.12.2.09
MODEL PERMAINAN OLAHRAGA GOLF UNTUK ANAK USIA 6-8 TAHUN Adry Toropannahar Ali; Nofi Marlina Siregar; Marlinda Budiningsih
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan olahraga golf dengan cara memodifikasi permainan dan alat untuk anak usia 6-8 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) menurut Sukmadinata, dimana penelitian menggunakan 3 tahapan yaitu (1) Studi Pendahuluan (2) Uji Coba Terbatas dan Uji Coba Lebih Luas (3) Uji Produk dan Sosialisasi Hasil. Hasil penelitian ini menghasilkan produk berupa model olahraga golf melalui permainan untuk anak usia 6-8 tahun sebanyak 19 model yang telah diuji cobakan dalam kelompok kecil 15 siswa-siswi kelas bawah Sekolah Dasar Swasta Tunas Karya Sunter dan uji coba kelompok besar melibatkan 26 siswa-siswi kelas bawah Sekolah Dasar Negeri Kayu Putih 03 Pagi.
PENERAPAN PERMAINAN ONE, TWO, THREE STEP UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI KAKI PADA WANITA USIA 20- 40 TAHUN (DEWASA MUDA) DI GIN GYM JURANGMANGU TANGERANG SELATAN Dwiky Putra Darmawan; Nofi Marlina Siregar; Marlinda Budiningsih
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan permainan one two three steep untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai kaki terhadap wanita usia 20-40 tahun di Gin Gym Jurang Mangu,Rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah bagaimana penerapan permaianan one,two,three step meningkatkan kekuatan otot tungkai kaki pada wanita usia 20-40 tahun. Metode pengumpulan data pada skripsi ini yang dipakai adalah metodologi action resreach, yaitu pada pelaksanaanya dilakukan sebanyak dua siklus, pengambilan data peserta dimulai dari tes awal, tes siklus I, dan tes siklus II, dari setiap siklus yang dilakukan oleh member fitness wanita, dihitung peningkatan repetisi yang dilakukan sampai memenuhi target yang ingin dicapai. Berdasarkan hasil Penelitian Penerapan Permainan one, two, three step ini terdapat adanya peningkatan kekuatan otot tungkai kaki member fitness wanita Gin Gym, mulai dari tes awal dengan hasil presentase 40% Kurang, 40% Cukup, 20% Baik, lalu dilaksanakannya siklus I dengan hasil presentase 0% Kurang, 50% Cukup, 50% Baik, dilanjutkan siklus II dikarenakan pada siklus I belum memenuhi target yang dicapai, hasil presentase siklus II, 0% Kurang, 0% Cukup, 100% Baik. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan permainan one, two three step ini layak diterapkan pada wanita usia 20-40 tahun di Gin Gym Jurang Mangu, Tangerang Selatan. Hasil akhir dari penerapan permainan one, two, three step dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai kaki pada wanita usia 20-40 tahun di Gin Gym.
MODEL AQUAROBIC UNTUK LANJUT USIA (LANSIA) BERBASIS PERMAINAN Fajriah Duha Yusmaini; Nofi Marlina Siregar
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat model aquarobic untuk lanjut usia (lansia), yaitu di klub olahraga Indonesia Aquarobic Club . Waktu penelitian selama Agustus 2019 – Juli 2020. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian ADDIE, dimana penelitian menggunakan 5 tahapan yaitu Analisis, desain, pengembangan model, pelaksanaan, evaluasi. Hasil penelitian menghasilkan produk yang berupa model aquarobic untuk lanjut usia (lansia) berbasis permainan. yang telah di revisi oleh ahli permainan dan ahli renang sebanyak 10 model yang di implementasikan sebanyak 20 orang Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa model aquarobic untuk lanjut usia (lansia) berbasis permainan ini dapat menjadi media untuk digunakan dalam proses latihan aquarobic untuk lansia, sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap pelatih dan para lansia, berdasarkan hasil penelitian model aquarobic untuk lanjut usia (lansia) berbasis permainan dapat dikembangkan dan dapat diterapkan kepada klub olahraga Indonesia Aquarobic Club dan klub olahraga aquarobic lainnya.
Model Permainan Trampoline Untuk Anak Usia Dini 6 - 8 tahun Ahmad Fikri Mujahid; Sri Nuraini; Nofi Marlina Siregar
Journal Olahraga Rekat (Rekreasi Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bertujuan untuk mengembangkan model permainan trampoline di bounce street asia untuk anak usia 6 – 8 tahun, tempat penelitian berletak di Kelapa Gading Jakarta Utara, sentra bisnis, Jalan, Jl. Artha Gading Sel. No.Kav 8, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Waktu penelitian selama bulan Desember 2022. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian ADDIE, dimana penelitian menggunakan 5 tahapan yaitu, analisis, desain, pengembangan model, pelaksanaan model, evaluasi. Hasil penelitian menghasilkan produk yang berupa model permainan trampoline yang telah di revisi oleh ahli permainan dan ahli trampoline sebanyak 10 model yang di implementasikan kepada sebanyak 15 orang anak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa model permainan trampoline untuk anak usia 6 – 8 tahun ini dapat menjadi media untuk dimainkan terutama untuk meningkatkan motivasi bermain anak saat bermain trampoline, sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik, berdasarkan hasil penelitian model permainan trampoline untuk anak usia 6 – 8 tahun dapat dikembangkan dan dapat diterapkan kepada anak-anak
Game-Based Training Model: Does It Improve Fundamental Badminton Young Athletes' Skills? Eka Fitri Novita Sari; Nofi Marlina Siregar; Sigit Nugroho; Lala Septem Riza; Masnur Ali; Novri Asri
Journal of Coaching and Sports Science Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Coaching and Sports Science
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jcss.v4i2.905

Abstract

Background: The application of game models in badminton for young athletes is considered very appropriate. Game models incorporate training elements suitable for young athletes, who are still in a developmental stage that requires play, so that training can be maximized, as athletes feel more relaxed and have more fun in the program. Aims: The research aims to examine the effectiveness of the game model in improving young athletes' badminton skills. Methods: This study used a quantitative descriptive quasi-experimental design. The research design used in this study was “The One Group Pretest Posttest Design” with no control group. Results: The Wilcoxon test in Table 3 above shows that the pretest and posttest scores for badminton skills were significantly different (p < 0.05). Thus, the game model is efficacious in improving athletes' badminton skills. Conclusion: The game model applied in this study demonstrates high effectiveness in improving young athletes' badminton skills. Therefore, the researcher recommends using a game-based training model to improve young athletes' badminton skills. Implementing game-based training models can significantly enhance the development of young badminton athletes. By integrating play-oriented activities into training, coaches can create a more engaging and motivating environment that aligns with children's developmental needs. This approach not only improves technical and tactical skills in badminton but also promotes enjoyment, reduces training stress, and fosters long-term athlete participation.
Basic Movement Training Through Traditional Games For Students In Elementary School Eka Fitri Novita Sari; Nofi Marlina Siregar; Masnur Ali; Novri Asri
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7540

Abstract

This basic movement training through traditional games at SDN 01 Kamasan, Serang Regency, Banten aims to improve students' gross motor skills through fun activities that are relevant to their culture. Traditional games such as congklak, engklek, ucing-ucingan, and gasing were chosen because they contain basic movements such as running, jumping, throwing, and catching that are important for children's physical development. The training was conducted using demonstration, active participation, and group discussion methods. The observation results showed an increase in students' basic movement skills after attending the training. In addition, students also looked more enthusiastic and motivated in participating in learning activities as much as 85% of students. This training is expected to be an effective and fun alternative in developing students' basic movement skills, while preserving the noble values contained in traditional games.Pelatihan Gerak Dasar Melalui Permainan Tradisional untuk Siswa Sekolah DasarABSTRAKPelatihan gerak dasar melalui permainan tradisional di SDN 01 Kamasan, Kabupaten Serang, Banten ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa melalui aktivitas yang menyenangkan dan relevan dengan budaya mereka. Permainan tradisional seperti congklak, engklek, ucing-ucingan, dan gasing dipilih karena mengandung gerakan-gerakan dasar seperti berlari, melompat, melempar, dan menangkap yang penting bagi perkembangan fisik anak. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode demonstrasi, partisipasi aktif, dan diskusi kelompok. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan gerak dasar siswa setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, siswa juga terlihat lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sebanyak 85% Siswa. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan gerak dasar siswa, sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan tradisional.Kata Kunci:Gerak dasar; permainan tradisional
Education, Training, and Prevention of Sports Injuries for Teachers and Sports Coaches: A Simulation-Based Approach at SDN Kamasan 1 Masnur Ali; Nofi Marlina Siregar; Eka Fitri Novita Sari; Novri Asri
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.7931

Abstract

This community service activity aims to educate and improve the understanding and skills of physical education teachers and sports coaches in preventing and managing sports injuries in elementary school settings. The participants consisted of 25 individuals, including physical education teachers and sports coaches from the vicinity of SDN Kamasan 1. Participatory Rural Appraisal, demonstrations of prevention techniques, and hands-on training in initial injury management through case simulations. Evaluations were conducted before and after the training to measure improvements in participants’ knowledge and skills. The results showed an increase in participants’ understanding of injury prevention and care, from 68% in the pretest to 85% in the posttest. Additionally, 90% of participants were able to correctly perform first aid techniques, up from 72% in the pretest. A total of 95% of participants stated that this training was very beneficial and relevant for application in school sports activities. This initiative successfully enhanced the preparedness of teachers and coaches in creating a safe sports environment for students.Edukasi Pelatihan Pencegahan dan Perawatan Cedera Kepada Guru dan Pelatih Olahraga: Pendekatan Simulasi di SDN Kamasan 1ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru serta pelatih olahraga dalam mencegah dan menangani cedera olahraga di lingkungan sekolah dasar. Subjek kegiatan terdiri dari 25 peserta, yang meliputi guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga di sekitaran SDN Kamasan 1. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan materi cedera olahraga, demonstrasi teknik pencegahan, serta pelatihan langsung penanganan awal cedera melalui simulasi kasus. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pencegahan dan perawatan cedera Pretest 58% dan Posttest 87%. Selain itu, 90% peserta mampu mempraktikkan teknik pertolongan pertama dengan benar dari pretest 72%. Sebanyak 95% peserta menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat dan relevan untuk diterapkan dalam kegiatan olahraga sekolah. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan guru dan pelatih dalam menciptakan lingkungan olahraga yang aman bagi siswa.Kata Kunci:Pelatihan; cedera olahraga; guru olahraga; pertolongan pertama; pencegahan cedera
Locomotive Game Model Training for Early Childhood Novri Asri; Nofi Marlina Siregar; Eka Fitra Novita Sari; Masnur Ali
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7525

Abstract

Early childhood is a critical period for developing motor skills, especially locomotor movements such as walking, running, and jumping. However, many parents and educators lack adequate understanding and skills to apply effective and engaging play models that support optimal motor development. This community service activity aimed to provide training for parents and educators on implementing locomotor movement play models that are enjoyable, educational, and developmentally appropriate for young children. The activity was conducted at SD Negeri 1 Kamasan, Serang–Banten, through a combination of socialization sessions, practical training, and guided play simulations involving the children. Evaluation results showed a significant increase in participants’ knowledge, with average scores rising from 60.4 (pretest) to 86.6 (posttest), and the majority of participants classified in the high improvement category. Moreover, children’s motor skills improved by an average of 41.7%, particularly in jumping and coordination abilities. These findings indicate that locomotor play models are effective in enhancing the physical development of early childhood and can serve as a strategic approach integrated into early childhood education environments. The training also successfully raised awareness among parents and educators regarding the importance of physical activity as an essential component of holistic child development.Pelatihan Model Permainan Gerak Lokomotor untuk Anak Usia DiniABSTRAKMasa usia dini merupakan fase krusial dalam perkembangan keterampilan motorik anak, khususnya keterampilan gerak lokomotor seperti berjalan, berlari dan melompat. Sayangnya, banyak orang tua dan pendidik belum memiliki pemahaman serta keterampilan yang memadai dalam menerapkan model permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan motorik anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada orang tua dan pendidik tentang penerapan model permainan gerak lokomotor yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kamasan, Serang–Banten, melalui metode sosialisasi, pelatihan praktik, dan simulasi permainan bersama anak-anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari rata-rata pretest 60,4 menjadi rata-rata posttest 86,6, dengan mayoritas peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam kategori tinggi. Sementara itu, kemampuan motorik anak mengalami peningkatan rata-rata sebesar 41,7%, terutama pada aspek melompat dan koordinasi gerak. Temuan ini menunjukkan bahwa model permainan gerak lokomotor efektif dalam mendukung perkembangan motorik anak usia dini, serta dapat menjadi pendekatan strategis yang dapat diintegrasikan dalam lingkungan pendidikan anak usia dini. Pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran orang tua dan pendidik tentang pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian integral dari pendidikan anak secara holistik.Kata Kunci:Anak usia dini; Gerak lokomotor; Keterampilan motorik