Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Pergantian dan Uprating Transformator Distribusi 20 KV Terhadap Beban Sekunder Transformator Fadhli Palaha; Machdalena Machdalena; Adli Fajrian; Ermawati Ermawati
SAINSTEK Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i2.397

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pergantian dan uprating transformator distribusi 20 kV terhadap beban sekunder transformator di PLN ULP Pasir Pengaraian. Uprating dilakukan pada trafo DD 23 dari kapasitas 100 kVA menjadi 200 kVA. Pengukuran meliputi arus, tegangan, efisiensi, rugi daya, serta ketidakseimbangan beban sebelum dan sesudah uprating. Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi dari 96% menjadi 97,05%, penurunan rugi daya dari 20,9 W menjadi 18,92 W, serta penurunan unbalance load dari 79% menjadi 14%. Uprating terbukti efektif meningkatkan kinerja sistem distribusi, menurunkan rugi energi, dan memperpanjang umur transformator.
Perencanaan Penempatan Recloser Berdasarkan Gangguan Di Jaringan Distribusi 20 kV Menggunakan ETAP 12.6 Yolnasdi Yolnasdi; Fadhli Palaha; Jefri Efendi
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 1 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i1.6432

Abstract

Dalam jaringan distribusi 20 kV pada PT.PLN (PERSERO) Rayon Panam di penyulang Suka karya sering terjadi gangguan baik eksternal dan internal yang mengakibatkan kinerja kelistrikan di Gardu Induk menjadi terganggu. Untuk menghindari hal diatas maka diperlukan semacam proteksi yang dibahas pada penelitian ini yaitu recloser yang bertujuan untuk meminimalisir gangguan pada sistem jaringan distribusi 20 kV. Agar meningkatkan keandalan jaringan maka pada recloser dibuat suatu perencanaan penempatan recloser menggunakan software simulasi ETAP 12.6. Dari hasil simulasi ini didapatkan penempatan terbaik recloser untuk mengurangi jumlah gangguan yang sering terjadi pada zona penyulang Suka karya, yaitu pada skenario kesepuluh dengan recloser ditempatkan pada Bus 4, 12, 17, 7, 9, dan 15 yang memiliki nilai SAIFI 4,5099 kali/pelanggan/tahun dan SAIDI 12,1069 jam/pelanggan/tahun sehingga nilai ini berada dibawah standar acuan SPLN 68-2 : 1986. Sedangkan untuk nilai terburuk ada pada skenario pertama tanpa recloser dengan nilai SAIFI 8,0526 kali/pelanggan/tahun dan nilai SAIDI 22,1632 jam/pelanggan/tahun. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa recloser sangat efektif untuk mengurangi jumlah gangguan dan durasi pemadaman pada sebuah penyulang. Kata Kunci: Keandalan, Penempatan Recloser, SAIDI, SAIFI
Sistem Pengasapan Ikan Otomatis Mengunakan Arduino AT MEGA 2560 Benriwati Maharmi; Fadhli Palaha; Findo Prasetyo
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7872

Abstract

Ikan air tawar memiliki kandungan protein yang tinggi yang disukai oleh masyarakat banyak, selain harganya yang relative terjangkau dan banyak dibudidayakan. Ikan air tawar merupakan makanan yang cepat megalami pembusukan. Di Riau sendiri yang terkenal dengan ikan salai yang diproses dengan pengasapan supaya ikan lebih tahan lama dan menambah cita rasa pada ikan, pengasapan ikan secara tradisional dengan sistem terbuka dinilai kurang efektif karena panas dan asap yang dihasilkan akan banyak terbuang. Dalam penelitian ini dikembangkan sistem pengasapan otomatis dengan menggunakan elektrik dan tertutup, sehingga proses pengasapan lebih efektif. Alat pengasapan ikan otomatis berbasis mikrokontroler Arduino AT Mega 2560 dan sensor DHT 22 untuk mengontrol suhu dan kelembaban secara otomatis. Hasil penelitian diperoleh pengasapan secara konvensional membutuhkan waktu 12-13 jam, sedangkan pengasapan ikan otomatis membutuhkan waktu 7-8 jam. Nilai suhu yang digunakan pada alat pengasapan ikan yaitu mencapai 80˚C ketika nilai suhu melebihi 80˚C maka secara otomatis element (pemanas) akan mati. Kipas sebagai alat untuk mensirkulasi asap akan bekerja pada suhu 60 oC berhenti bekerja pada suhu 58 oC.