Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Journal Health

FACTORS THAT INFLUENCE COMPLAINTS OF RESPIRATORY DISORDERS ON PARKING OFFICERS IN URBAN, GORONTALO CITY Irwan Irwan; Moh Rivai Nakoe; Nofyarahmat Musa
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.13778

Abstract

 AbstrakSistem pernafasan memiliki peran sangat penting mempengaruhi aktivitas dan kehidupan. Penyakit saluran pernapasan pada umumnya dimulai dengan keluhan- keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi gangguan keluhan pernafasan pada petugas parkir, Kebaruan penelitian ini meneliti variabel perilaku merokok dan penggunaan Alat pelindung diri sebagai faktor resiko gangguan pernafasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh petugas parkir di Perkotaan Kota Gorontalo yang tercatat berdasarkan data sekunder Dinas Perhubungan Kota Gorontalo yaitu 85 responden. Analisis data menggunakan uji statistik Chi- Square. Hasil penelitian untuk faktor umur dalam kategori ≥ 30 Tahun sebanyak 34 responden (85,0%), faktor perilaku merokok dalam kategori merokok sebanyak 32 responden (80,0%), faktor masa bekerja dalam kategori ≥ 3 Tahun sebanyak 30 responden (75,0%), faktor penggunaan APD dalam kategori tidak menggunakan sebanyak 34 responden (85,0%) dan faktor keluhan gangguan pernafasan dalam  kategori ada gangguan sebanyak 36 responden (90,0%).  Simpulan penelitian terdapat  pengaruh faktor umur, perilaku merokok, masa bekerja dan penggunaan APD dengan keluhan gangguan pernafasan pada petugas parkir di Kota Gorontalo. Kata Kunci : Merokok; Masa bekerja; APD; Keluhan Pernafasan; Petugas Parkir. Abstract        The respiratory system has a very important role in influencing activities and life. Respiratory tract disease generally begins with mild complaints and symptoms. The purpose of this study was to determine the risk factors that influence respiratory complaints in parking attendants. The novelty of this study examined the variables of smoking behavior and the use of personal protective equipment as risk factors for respiratory disorders.The research method used is a quantitative method with a Cross Sectional approach. The population and sample in this study were all parking attendants in Gorontalo City which were recorded based on secondary data from the Gorontalo City Transportation Service, namely 85 respondents. Data analysis used Chi-Square statistical test. The results of the study for the age factor in the category 30 years as many as 34 respondents (85.0%), smoking behavior factors in the smoking category as many as 32 respondents (80.0%), the working period factor in the category 3 years as many as 30 respondents (75, 0%), the factor of using PPE in the category of not using as many as 34 respondents (85.0%) and the factor of respiratory complaints in the category of having disturbances as many as 36 respondents (90.0%). The conclusion of the study is based on calculations using the Chi-Square statistical test that there is an influence between factors of age, smoking behavior, years of work and the use of PPE with complaints of respiratory problems.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PMT MODIFIKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA Irwan irwan; Meryati Towapo; Sunarto Kadir; Lia Amalia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v4i2.7742

Abstract

Umur 0-5 tahun masa keemasan yang penting bagi fisik anak. Asupan gizi sangat penting untuk menghindari gangguan kesehatan yang serius bagi balita, seperti gizi buruk. Pemberian PMT bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak balita. Rumusan masalah: apakah pemberian PMT modifikasi dan PMT biskuit efektif untuk meningkatkan status gizi balita gizi kurang. Tujuan penelitian: untuk mengetahui efektivitas pemberian PMT modifikasi dan PMT biskuit terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang.Jenis penelitian: Pra Eksperimen design dengan rancangan pretest-postest desain. Populasi balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman Kabupaten Boalemo yang mengalami gizi kurang sebanyak 16 orang balita. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik total sampling, responden dibagi dalam 2 kelompok yaitu 8 balita pada kelompok PMT modifikasi dan dan 8 balita pada kelompok PMT biskuit. Analisis data menggunakan paired sampel t-test dengan terlebih dahulu melakukan uji normalitas data.Hasil penelitian: sebelum intervensi, seluruh balita mengalami gizi kurang dengan rata-rata berat badan pada kelompok PMT modifikasi 8,438 kg ± 1,1451 dan pada kelompok PMT biskuit 8,725 kg ± 1,2303. Sesudah intervensi, terjadi peningkatan berat badan rata-rata balita pada kelompok PMT Modifikasi menjadi 9,088 kg ± 1,1740 dan kelompok PMT biskuit 9,125 kg ± 1,1913. Hasil analisis didapatkan pada kelompok PMT modifikasi, t hitung = 19,858 dan ρ = 0,000 serta kelompok PMT biskuit, t hitung = 14,967 dan ρ = 0,000. Analisis uji beda mendapatkan nilai t hitung = 5,916 dan nilai ρ = 0,000Kesimpulan : PMT modifikasi dan PMT biskuit efektif terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman Kabupaten Boalemo. PMT modifikasi lebih efektif dibandingkan pemberian PMT biskuit terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang. Diharapkan kepada orang tua balita agar terus memperhatikan dan memberikan asupan makanan bergizi tinggi kepada anak balita. 
FAKTOR RESIKO PENULARAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA KELOMPOK LELAKI SEKS LELAKI {LSL} Irwan irwan; Moh. Rivai Nakoe
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.10313

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual baik secara vaginal, anal dan oral. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Faktor apa yang berhubungan dengan perilaku kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) terhadap penularan infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL) terhadap penularan infeksi menular seksual.Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi terdiri dari seluruh kelompok LSL yang berjumlah 148 orang, sampel penelitian berjumlah 30 orang. Teknik analisis data menggunakan uji Fisher Exact dan Kolmogorov Smirnov.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap penularan infeksi menular seksual (P=0,007), tidak ada hubungan perilaku pemeliharaan organ reproduksi terhadap deteksi dini kanker serviks (P=0,586), ada hubungan perilaku seksual berisiko terhadap penularan infeksi menular seksual (p=0,005). Disarankan kelompok LSL memberikan informasi bahwa dalam melakukan hubungan seksual hendaknya memakai kondom dan mau melakukan tes kesehatan di klinik IMS atau VCT secara rutin, kemudian klinik IMS melakukan screening setiap bulan agar para kelompok LSL mau memeriksakan kesehatannya di klinik secara rutin. 
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND MATERNAL ANXIETY LEVELS WITH FAILURE TO PROVIDE BASIC IMMUNIZATION AS SCHEDULED DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT SIPATANA HEALTH CENTER Irwan Irwan; Moh. Rivai Nakoe; Febrina Ganio
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 3 (2022): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v6i3.11609

Abstract

Imunisasi yaitu suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Berdasarkan data dari Dinas Kota Gorontalo menunjukkan bahwa imunisasi pada tahun 2019 ke tahun 2020, memiliki penurunan yang cukup dari pencapaian target 95% setiap tahun. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang hubungan dukungan keluarga dan tingkat kecemasan ibu dengan kegagalan pemberian imunisasi dasar sesuai jadwal di masa pandemic Covid-19 di Puslesmas Sipatana. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keluarga dan tingkat kecemasan ibu dengan kegagalan pemberian imunisasi dasar sesuai jadwal di masa pandemic covid-19 di Puskesmas Sipatana. Metode penelitian ini adalah observasional analitik yaitu dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan sebanyak 187 responden. Analisis data menggunakan ujistatistik Chi-Square. Hasil penelitian dalam variabel dukungan keluarga dengan kegagalan pemberian imunisasi yaitu nilai p-value 0,000 atau p ≤ 0,05. Dan  Tingkat Kecemasan Ibu dengan kegagalan pemberian imunisasi yaitu nilai P value 0,0002 atau P ≤ 0,05. Simpulan penelitian berdasarkan perhitungan menggunakan uji statistik Chi-Square bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan ibu dengan kegagalan pemberian imunisasi sesuai jadwal di masa pandemic Covid-19.Kata Kunci : Imunisasi; Dukungan Keluarga; Tingkat Kecemasan Ibu  AbstractImmunization is an effort to actively increase a person's immunity to a disease so that if one day exposed to the disease will not get sick or only experience mild pain. Data from the Gorontalo City Office shows that immunization from 2019 to 2020 has a sufficient decrease from achieving the target of 95% every year. The novelty of this study is that it examines the relationship between family support and maternal anxiety levels with the failure to provide basic immunizations as scheduled during the Covid-19 pandemic at Puslesmas Sipatana. The purpose of the study was to determine the family relationship and the level of maternal anxiety with the failure to provide primary immunization as scheduled during the COVID-19 pandemic at the Sipatana Health Center. Data analysis using Chi-Square statistical tests. This research method is analytical observational, namely with a Cross-Sectional approach. The population and sample in this study were mothers who had babies 0-12 months, with as many as 187 respondents. The study results in the family support variable with the failure to provide immunization were a p-value of 0.000 or p ≤ 0.05. And the level of maternal anxiety with the inability to provide immunization is a P value of 0.0002 or P ≤ 0.05. Based on calculations using the Chi-Square statistical test, the study concluded that there is a relationship between family support and maternal anxiety levels with the failure to provide immunizations as scheduled during the Covid-19 pandemic.Keywords: Immunization; Family Support,  Mother's Anxiety Levels
THE EFFECT OF SMOKING BEHAVIOR AND PHYSICAL ACTIVITY ON THE RISK OF DIABETES MELLITUS TYPE 2 AT THE TELAGA HEALTH CENTER Siti Rahmatia Ali; Irwan Irwan; Lia Amalia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16390

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) yaitu kadar gula darah yang tinggi akibat penurunan sel terhadap insulin. Penderita DM Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga sebanyak 66 orang (0,29%), Kebaruan Penelitian ini karena peneliti menganalisis perilaku merokok dan aktivitas fisik terhadap risiko kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh perilaku merokok dan aktivitas fisik pada terhadap risiko kejadian Diabetes Mellitus. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain case control study. Populasi yaitu seluruh penderita DM Tipe 2 yang tercatat sebagai peserta Posbindu di wilayah kerja Puskesmas dengan penentuan sampel menggunakan rumus Lameshow didapatkan 87 sampel, terdiri , maka perbandingan sampel kasus dan sampel kontrol yaitu 1:3 dimana jumlah kasus sebanyak 21 sampel dan jumlah kontrol 66 dengan menggunakan analisis data Odds Ratio. Hasil penelitian uji Odds Ratio umur OR 1 berarti responden yang berumur ≥45 tahun memiliki risiko 5,1 kali untuk menderita DM tipe 2 dibandingkan responden yang berumur 45 tahun, aktivitas fisik OR 1 berarti responden yang aktivitas fisiknya 30 menit atau 3 kali/minggu memiliki risiko 1,8 kali menderita DM Tipe 2 dibandingkan responden yang aktivitas fisiknya ≥30 menit atau 3 kali/minggu, status merokok OR 1 berarti responden yang tidak merokok mengurangi risiko terhadap kejadian DM Tipe 2 dibandingkan responden yang merokok. Kesimpulan  bahwa umur dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko kejadian DM tipe 2.Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Faktor Risiko; Umur; Aktivitas Fisik; Perilaku Merokok.AbstractDiabetes Mellitus Type 2 (DM Type 2) is a high blood sugar level due to a decrease in cells against insulin. Patients with Type 2 DM in the Telaga Puskesmas Working Area were 66 people (0.29%), the novelty of this study was because researchers analyzed smoking behavior and physical activity against the risk of Type 2 Diabetes Mellitus events. The purpose of the study was to analyze the influence of smoking behavior and physical activity on the risk of diabetes mellitus events. This research is analytical observational with a case control study design. The population, namely all patients with DM Type 2 who were recorded as Posbindu participants in the Puskesmas work area with sample determination using the Lameshow formula, obtained 87 samples, consisting of, then the comparison of case samples and control samples was 1: 3 where the number of cases was 21 samples, and the number of controls was 66 using Odds Ratio data analysis. The results of the Odds Ratio test or age 1 mean that respondents aged ≥45 years have a 5.1 times risk of suffering from DM Type 2 compared to respondents aged 45 years OR 1. Physical activity means that respondents whose physical activity is 30 minutes or 3 times/week have a risk of 1.8 times suffering from DM Type 2 compared to respondents whose physical activity is ≥30 minutes or 3 times/week. OR 1 smoking status means that non-smoking respondents reduce their risk of developing DM Type 2 compared to respondents who smoke. The conclusion is that age and physical activity are risk factors for the incidence of DM Type 2. The decision is that age and physical activity are risk factors for the incidence of DM Type 2.Keywords: Diabetes Mellitus Type 2; Risk Factors;  Age; Physical Activity; Smoking Behavior.
FACTORS RELATED TO COMPLAINTS OF UPPER ARM PAIN IN BENTOR DRIVERS ON THE GORONTALO CITY ROAD SECTION Suci Adiastuti; Irwan Irwan; Tri Septian Maksum
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16161

Abstract

Nyeri lengan atas disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor individu, faktor pekerjaan, dan faktor lingkungan. Kebaruan penelitian ini karena peneliti menganalisis faktor-faktor serta variabel yang paling berhubungan dengan kejadian keluhan nyeri lengan atas pada pengemudi bentor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan keluhan nyeri lengan atas pada pengemudi bentor. Metode penelitian menggunakan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pengemudi bentor se-Kota Gorontalo dengan jumlah sampel 385 yang di tentukan dengan rumus Lameshow dan teknik pengambilan sampel Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ditemukan terdapat hubungan usia dengan keluhan nyeri lengan atas pada pengemudi bentor dengan nilai p value 0,037 (0,05). Terdapat hubungan durasi mengemudi dengan keluhan nyeri lengan atas pada pengemudi bentor dengan nilai p value 0,044 (0,05). Tidak terdapat hubungan masa kerja dengan keluhan nyeri lengan atas pada pengemudi bentor dengan nilai p value 0,427 (0,05). Terdapat hubungan sikap kerja dengan keluhan nyeri lengan atas pada pengemudi bentor dengan nilai p value 0,037 (0,05). Analisis multivariat untuk durasi mengemudi diperoleh nilai p value 0,027 (0,05) dan nilai OR= 0.484. Usia diperoleh nilai p value 0,039 (0,05) dan nilai OR=0.401. Sikap kerja diperoleh nilai p value 0,029 (0,05) dan nilai OR=2.640. Kesimpulan penelitian yakni terdapat hubungan usia, durasi mengemudi dan sikap kerja dengan keluhan nyeri lengan atas pada pengemudi bentor di ruas jalan Kota Gorontalo. Analisis multivariat yang signifikan yakni sikap kerja, durasi mengemudi, dan usia. Kata Kunci : Nyeri lengan atas; Usia; Durasi mengemudi; Masa kerja; Sikap Kerja.AbstractUpper arm pain is caused by several factors, namely individual, work, and environmental factors. The novelty of this study is that researchers analyzed the factors and variables most related to the incidence of upper arm pain complaints in bentor drivers. This study aimed to determine the factors associated with complaints of upper arm pain in bentor drivers. The research method uses a Cross Sectional design. The population of this study was all bentor drivers throughout Gorontalo City, with a total sample of 385 determined by the Lameshow formula and the Random Sampling sampling technique. Data analysis using the Chi-square test. The study found an age relationship with complaints of upper arm pain in bentor drivers with a p-value of 0.037 (0.05). There is a relationship between driving duration and complaints of upper arm pain in bentor drivers with a p-value of 0.044 (0.05). There was no relationship between service and complaints of upper arm pain in bentor drivers, with a p-value of 0.427 (0.05). There is a relationship between work attitude and complaints of upper arm pain in drivers with a p-value of 0.037 (0.05). Multivariate analysis for driving duration obtained a p-value of 0.027 (0.05) and an OR value = 0.484. Age obtained a p-value of 0.039 (0.05) and a value of OR=0.401. Work attitude obtained a p-value of 0.029 (0.05) and a value of OR= 2,640. The study concluded that there was a relationship between age, driving duration, and work attitude with complaints of upper arm pain in bentor drivers on the Gorontalo City road section. Significant multivariate analysis of work attitude, driving duration, and age.
HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG LABEL PERINGATAN BERGAMBAR PADA KEMASAN ROKOK TERHADAP PERILAKU MEROKOK REMAJA Irwan Irwan; Zul Fikar Ahmad; Siti Khairun Ni’mah Ishak
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i2.18334

Abstract

Remaja merupakan masa yang paling rawan akan pengaruh dari lingkungan. Pergaulan remaja sangat mempengaruhi kehidupan remaja begitu pula halnya dengan kebiasaan merokok. Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang apabila digunakan mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang persepsi tentang label peringatan bergambar pada kemasan rokok terhadap perilaku merokok remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan persepsi tentang label peringatan kemasan rokok terhadap perilaku merokok remaja di SMPN 1 Bulango Timur. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa yang merokok di SMPN 1 Bulango Timur sebanyak 78 siswa dan sampel penelitian ini sama dengan jumlah populasi karena penelitian ini dilakukan berdasarkan total sampling. Analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan perilaku merokok pada remaja SMPN 1 Bulango Timur paling banyak memiliki perilaku merokok rendah, untuk persepsi gambar yang paling menarik P-Value=0,040, persepsi gambar yang paling informatif P-Value=0,000, persepsi gambar yang paling memotivasi P-Value=0,000, dan persepsi gambar yang paling mengancam P-Value=0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa persepsi gambar yang paling menarik, informatif, memotivasi, dan mengancam terdapat hubungan yang signifikan dengan perilaku merokok remaja.
PERSEPSI PASIEN PESERTA BPJS PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TOTO UTARA Irmawati Djafar; Irwan Irwan; Lia Amalia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i4.20596

Abstract

Kepuasan pasien ialah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Kebaruan dalam penelitian ini adalah persepsi pasien peserta BPJS penerima bantuan iuran (PBI) terhadap kepuasan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian mendeskripsikan persepsi pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) terhadap kepuasan pelayanan kesehatan Di Puskesmas Toto Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan kunci adalah kepala tata usaha, satu tenaga perawat, satu dokter satu tenaga teknisi kefarmasian dan informan biasa adalah sembilan pasien peserta BPJS PBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pasien memiliki persepsi yang baik terhadap prosedur pelayanan, pemeriksaan dokter, serta pelayanan BPJS PBI yang diberikan oleh perawat, dokter dan kefarmasian. Adapun pasien yang memiliki persepsi kurang baik yakni terhadap pelaksanaan pemeriksaan bagian perawat, ketepatan waktu pelayanan, serta jumlah tenaga dokter dan kefarmasian yang masih kurang. Kesimpulan bahwa pasien memiliki persepsi baik dan kurang baik. Persepsi yang baik yakni prosedur pelayanan, pemeriksaan dokter serta pelayanan BPJS PBI yang diberikan oleh perawat, dokter dan tenaga kefarmasian. Sedangkan untuk persepsi yang kurang baik yaitu pemeriksaan oleh perawat, ketepatan waktu pelayanan yang cukup lama yang diberikan oleh perawat, dokter dan kefarmasian.