Merry Annisa
Departemen Dentomaksilofasial Radiologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Case report: Detection of maxillary sinusitis with inverted impacted teeth using Cone-beam Computed Tomography Damayanti, Merry Annisa; Dhiaulhaq, Rifarana Inayah; Muchlis, Muhammad Rakhmat Ersyad; Epsilawati, Lusi; Sam, Belly; Pramanik, Farina; Lita, Yurika Ambar
Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI)
Publisher : Ikatan Radiologi Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32793/jrdi.v8i1.1175

Abstract

Objectives: The aim of this case report is to describe radiographically the specific features of maxillary sinusitis on CBCT radiograph. Case Report: A 20-year-old female patient came to RSGM UNPAD with a consul letter from Oral Surgery specialist for a CBCT radiography examination to see impacted teeth. The results showed radiointermediate images in the maxillary sinus which showed thickening of the sinus mucosa and an inverted impacted teeth on the right maxillary. Conclusion: Maxillary sinusitis could be assessed using extra oral radiography and CBCT. CBCT examination was used in determining the source of the lesion, the extent of the lesion, and the thickness of the maxillary sinus mucosa.
Fitur Radiografi Panoramik dan CT Scan Kista Dentigerous pada Anak Noor Rachmawati; Ria Firman; Lusi Epsilawati; Merry Annisa Damayanti
Cakradonya Dental Journal Vol 16, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v16i2.28583

Abstract

Kista dentigerous merupakan kista odontogenik yang dihubungkan dengan mahkota gigi yang impaksi, Itidak erupsi atau yang sedang tumbuh. Kasusnya sekitar 14%-24% dari seluruh kista rahang. Biasanya terjadi pada usia dekade pertama dan ketiga serta dapat ditemukan pada anak-anak dan remaja periode pertumbuhan gigi campuran.Kebanyakan kista dentigerous berhubungan dengan gigi molar ketiga mandibula dan jarang melibatkan impaksi gigi supernumerary anterior rahang atas. Laporan kasus ini membahas kista dentigerous pada anak anak usia 8 th atau periode gigi bercampur akibat belum erupsi sempurna pada anterior rahang atas menggunakan CT Scan dan panoramik. Pasien perempuan berusia 8 tahun bersama orang tuanya datang ke Poli Gigi Anak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang, dengan keluhan gigi depan kiri rahang atasnya hilang dan terasa ada benjolan di regio gigi incisivus sampai premolar kiri rahang atas. Kemudian pasien dirujuk ke bagian radiologi untuk dilakukan pemeriksaan panoramik dan CT Scan. Hasil radiograf panoramik dan CT Scan menunjukkan lesi kistik, well-defined, well corticated, benih gigi 22 terdesak ke arah posterior dan superior, sementara lesi meluas dan mendesak benih gigi 23, 24, 25 yang belum erupsi. Diagnosis secara radiografi memberikan gambaran suatu kista dentigerous. Dapat disimpulkan bahwa melalui pemeriksaan radiografi panoramik dan CT Scan dapat digunakan untuk mendeteksi gambaran kista dentigerous.
Knowledge level of the elementary school of Arjasari students after education regarding natural background radiation and oral health care A, Azhari; Sitam, Suhardjo; Susilawati, Sri; Satifyl, Irmaleny; Octavia, Ivhatry Rizky; Damayanti, Merry Annisa
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 29, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.83 KB) | DOI: 10.24198/pjd.vol29no3.14304

Abstract

Introduction: Environment and behaviour are the main factors affecting the health status of a human being. People living in high natural radiation exposure area (radon zone), which is as much as 85% of the air content, characterized by many presents of granite rocks. The village of Arjasari is an area with many granite rocks presence. The objective of this study was to determined the knowledge level of the elementary school students after education regarding natural background radiation and oral health care. Methods: The research was a descriptive survey research, with data sampling taken by using questionnaires towards as much as 150 elementary students. Previously, respondents were given first education regarding natural background radiation and oral health care. Instruments in this study using questionnaires that was tested for validation and reliabilities. Data analysis used was a descriptive survey technique processed by using computer program. Data was percentages of three rating categories, which were high, medium and low. Results: The results showed that the knowledge level of student regarding natural background radiation and oral health care. was as much as 14% in the high category; as much as 45% in the moderate category; and as much as 41% in the low category. Conclusion: Knowledge level of student after education about natural radiation and the effect of oral health was in the moderate category level.
Pengetahuan dokter gigi umum dalam menentukan radiodiagnosis lesi lusen melalui radiografi panoramik: deskriptif kualitatif Rahmadona, Suci; Epsilawati, Lusi; Damayanti, Merry Annisa; Jasrin, Tadeus Arufan; Susilawati, Sri; Zakiawati, Dewi
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.62976

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Ilmu radiologi dalam kedokteran gigi berperan penting dalam diagnosis dan perencanaan perawatan melalui pemeriksaan radiografi, seperti radiografi panoramik yang memberikan gambaran luas struktur tulang dan gigi. Kesalahan dalam interpretasi radiografi dapat menyebabkan diagnosis yang keliru, sebagaimana ditunjukkan oleh peneliti sebelumnya yang menemukan persentase kesalahan diagnosis oleh praktisi cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dokter gigi umum sudah dapat melakukan interpretasi dengan baik dan benar. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling. Penelitian dilakukan pada 96 dokter gigi umum menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan 15 butir pertanyaan. Hasil: Berdasarkan distribusi responden, mayoritasnya merupakan perempuan dengan domisili di luar Kota Bandung yang sebagian besarnya bekerja pada klinik mandiri (24,8%) dan rumah sakit (21,4%). Sebanyak 57 responden (59,4%) berada pada tingkat pengetahuan dengan kategori baik lalu sebanyak 36 orang (37,5%) dengan kategori cukup, serta 3 orang (3,1%) dengan kategori kurang. Simpulan: Tingkat pengetahuan dokter gigi umum dalam mengidentifikasi karakteristik lesi lusen tergolong baik, tetapi kemampuan dalam menentukan radiodiagnosis dan radiagnosis banding masih kurang. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dokter gigi umum dikategorikan cukup dengan rerata perolehan nilai berada pada 10,8. KATA KUNCI: Pengetahuan, radiodiagnosis, dokter gigi umum, lesi lusen, radiografi panoramikGeneral Dentist's knowledge in determining radiodiagnosis of lucent lesions through panoramic radiography: Study descriptiveABSTRACT Introduction: Radiology in dentistry plays an important role in diagnosis and treatment planning through radiographic examinations, such as panoramic radiography which provides a broad view of the bone and tooth structure. Mistakes in radiographic interpretation can lead to misdiagnosis, as shown by previous study which found a high percentage of misdiagnosis by practitioners. The aim of this study was to determine whether general dentists were able to interpret properly and correctly. Methods: This type of research was descriptive with a convenience sampling technique. The study was conducted on 96 general dentists using an instrument in the form of a questionnaire with 15 questions. Results: Based on the distribution of respondents, the majority were women domiciled outside the city of Bandung, most of whom worked in independent clinics (24,8%) and hospitals (21,4%). A total of 57 respondents (59,4%) were at the level of knowledge with a good category, then 36 people (37,5%) were in the sufficient category, and 3 people (3,1%) were in the less category; (4) Conclusions: The level of knowledge of general dentists in identifying the characteristics of lucent lesions is classified as good, but the ability to determine radiodiagnosis and differential radiodiagnosis is still lacking. Overall, the results of the study showed that the level of general dentists’ knowledge is categorized as adequate, with an average score of 10,8.KEY WORDS: Knowledge, radiodiagnosis, general dentist, lucent lesions, panoramic radiography