Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JKJO

IMPLEMENTASI PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM PEMBELAJARAN PENJAS UNTUK HASIL BELAJAR SISWA Akhmad Olih Solihin; Dedi Supriadi
Jurnal Kependidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 1 No. 1 (2017): TERBITAN MEI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP Nahdlatul Ulama Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.782 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh dari implementasi pendekatan scientific terhadap hasil belajar siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Randomize Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah SMAN 1 Cimahi sebagai kelompok eksperimen dan SMAN 5 Cimahi sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah angket kreativitas untuk mengukur hasil belajar pada domain kognitif, angket situational interest untuk mengukur hasil belajar pada domain afektif dan test motor ability untuk mengukur hasil belajar pada domain psikomotor. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa: 1) Terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pretest dan posttest hasil belajar penjas di SMA yang menggunakan model pembelajaran inkuiri; 2) Terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pretest dan posttest hasil belajar penjas di SMA yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning; 3) Terdapat perbedaan pengaruh pada hasil belajar penjas di SMA dengan menggunakan pendekatan scientific.
IMPLEMENTASI MODEL PENGAJARAN PERSONALYZED SYSTEM INSTRUCTION TERHADAP EFEKTIVITAS MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI Dedi Supriadi
Jurnal Kependidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 1 No. 2 (2017): TERBITAN NOVEMBER 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP Nahdlatul Ulama Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.683 KB)

Abstract

Pendidikan jasmani seharusnya sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Namun, dalam proses pembelajarannya, seringkali tidak terjadi proses ajar. Pengajaran penjas sangat tidak efektif manakala pembelajarannya tidak bermakna dan tidak menyampaikan pesan pendidikan. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran guru penjas sebagai pemegang kendali proses pembelajaran. Guru sebagai sutradara, dan murid sebagai aktor. Guru yang mengatur semua adegan pembelajaran yang terjadi. Guru pula yang mengarahkan agar terjadi proses ajar pada siswa. Namun, jumlah guru dengan murid tidaklah seimbang. Di Indonesia, jumlah murid per kelas nya berkisar antara 30-40 siswa. Sedangkan guru harus mengawasi siswa yang berjumlah banyak dalam satu waktu. Pada saat inti pembelajaran seringkali partisipasi siswa sangat rendah. Karena pada saat guru mengkoreksi atau membimbing salah satu siswa atau satu kelompok siswa, siswa yang tidak diawasi cenderung tidak aktif dan tidak melakukan apapun sehingga tidak akan terjadi proses ajar. Harapan penerapan model pembelajaran PSI melalui pembelajaran penjas, yaitu agar siswa bisa mandiri dan mampu menghadapi kehidupan yang sebanarnya yang penuh kompetisi.