Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Fraud Pentagon dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan pada Perusahaan yang Terdaftar di Corporate Governance Perception Index periode 2018-2022 Noviyanti Noviyanti; Ilham Ramadhan Ersyafdi; Muhammad Aras Prabowo; Fira Mubayyinah; Habsyah Fitri Aryani
Jurnal Akuntansi Publik Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Akuntansi Publik Nusantara (JURALINUS), Januari - Juni 2024
Publisher : Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61754/juralinus.v2i1.121

Abstract

The purpose of this study is to test the effect of pressure, opportunity, rationalization, capability and arrogance on financial reporting fraud included in the members of the Corporate Governance Perception Indeks (CGPI) with a research period of 2018-2022 using the associative hypothesis method. The sample used in this study were companies included in the CGPI for the 2018-2022 period. The total sample in this study was 14 companies which were determined using the purposive sampling method. Data analysis was performed by logistik regression. The variables in the study were pressure, opportunity, rationalization, capability and arrogance. The results of this study state that opportunity has a significant positive effect on financial reporting fraud, while pressure, rationalization, capability and arrogance do not have an effect on financial reporting fraud.
Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam Membentuk Willingness to Pay Shabrina Munthazah; Habsyah Fitri Aryani
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.15600

Abstract

Kesadaran konsumen terhadap keberlanjutan yang kian tumbuh membuat praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi pertimbangan penting dalam membentuk kesediaan membayar (willingness to pay) suatu produk, termasuk di industri kedai kopi modern Indonesia yang berkembang pesat. Kajian mengenai pengaruh ketiga dimensi ESG terhadap willingness to pay masih relatif sedikit dan hasilnya belum seragam, khususnya pada dimensi governance. Studi ini bertujuan mengkaji pengaruh dimensi environmental, social, dan governance terhadap willingness to pay pada konsumen Kopi Fore, dengan memadukan Importance Performance Map Analysis (IPMA) dan Necessary Condition Analysis (NCA) untuk menghasilkan prioritas manajerial yang lebih komprehensif. Pendekatan yang dipakai bersifat kuantitatif melalui teknik purposive sampling; data diolah dengan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) yang dilengkapi IPMA dan NCA. Hasilnya menunjukkan ketiga dimensi ESG berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay, dengan model mampu menjelaskan 50,4% variasinya. Dimensi social tercatat paling berpengaruh dan menjadi prioritas utama dilihat dari tingkat kepentingan dan kinerjanya, sedangkan governance justru berkinerja paling rendah sehingga perlu perhatian lebih. NCA turut mengonfirmasi ketiga dimensi ESG sebagai syarat minimum (necessary conditions) bagi tercapainya willingness to pay tertentu, dengan social sebagai penentu utama. Temuan ini mengarahkan perusahaan agar memprioritaskan penguatan program sosial tanpa melupakan perbaikan berkelanjutan pada aspek lingkungan dan tata kelola.